1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Discussion Photography Talk

Discussion in 'Photography & Graphic Design Showcase' started by nunoobey, Mar 16, 2013.

  1. Offline

    nunoobey Post Hunter Moderator

    Joined:
    Jul 12, 2011
    Messages:
    4,370
    Trophy Points:
    222
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +164,455 / -1
    [​IMG]
    Sesuai dengan namanya, Thread ini hanya utk sarana Diskusi tentang segala sesuatu yg berhubungan dengan Photography. Silahkan berbagi, bertanya atau membantu member lain dalam hal photography, Tidak ada "Junk Post" selain di Lounge. Post yang dianggap junk akan di-delete, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.​

    NO OUT OF TOPIC!
    [silakan main ke Lounge]

    NO ONE LINER!
    [Satu baris kalimat tidak cukup untuk mewakili yg namanya "DISKUSI"]

    NO JUNK, SPAM, etc !
    [2x junk = hapus posting, 3x junk = Brp]

    NO DOPOST
    [Manfaatkan edit posting]​




     
    Last edited: May 7, 2013
    • Like Like x 2
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    nunoobey Post Hunter Moderator

    Joined:
    Jul 12, 2011
    Messages:
    4,370
    Trophy Points:
    222
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +164,455 / -1
    Anatomi Kamera & Exif Photo/Metadata Photo


    Anatomi Kamera

    SLR Digital Camera
    Lens
    Accesories, Gadget and Storages





    Exif Photo/Metadata Photo

    Istilah fotografi Data EXIF merupakan kependekan dari Exchangeable Image File, dan EXIF data foto berisi informasi pada sebuah foto yang diberikan oleh kamera digital. Jadi arti/definisi Data Exif atau Metadata Foto kurang lebih berarti data yang merekam informasi penting mengenai sebuah file. Data Exif FotoKamera akan secara otomatis menyimpan data EXIF dari setiap foto apabila pemotretn dilakukan dengan kamera digital yang menggunakan format JPEG atau TIFF dan data ini akan ‘menempel’ pada setiap foto. Data EXIF akan menyimpan informasi tentang exposure setting yang kita gunakan saat melakukan pemotretan.

    Selain data kamera yang digunakan, Data Exif atau Metadata Foto juga berisi data-data lain yang terkait data eksposur seperti setingan Shutter Speed, ISO, Aperture, white balance, metering, tanggal&jam pemotretan, lensa yang digunakan dll, serta melihat jumlah shutter count kamera Anda. Dan meta data ini tidak bisa Anda dapatkan dari foto hasil kamera analog, jadi berysyukurlah bagi Anda yang sudah berada di era digital.

    Cara Melihat Data Exif / Metadata Foto
    • Jika ingin melihat exif data di kamera, tinggal pencet info nanti akan keluar informasi tentang Shutter Speed, Aperture, tanggal dan waktu pemotretan dan lain-lain.
    • Jika anda menggunakan OS Windows, klik kanan file foto anda lalu klik properties lalu klik summary.
    • Jika anda menggunakan OS-X Mac, klik kanan file foto lalu klik get info.
    • Melihat metadata foto menggunakan software photoshop, atau software editing foto lainnya seperti view & capture NX2, Lightroom dll.
    [​IMG]

    Kegunaan Data Exif atau Metadata Foto

    Kegunaan Data EXIF/metadata ini sangat berguna untuk melakukan evaluasi pada foto yang kita buat. Meta data foto ini juga dapat digunakan untuk memahami pengaruh yang disebabkan oleh perbedaan exposure setting terhadap foto yang dihasilkan. Dengan mempelajari pengaruh/perbedaan setting kamera pada data exif, Anda dapat menggunakan setting terbaik pada pemotretan selanjutnya. Selain kegunaan exif data foto di atas, kita juga bisa belajar dari karya fotogrer lain dengan melihat metadata-nya, misalnya anda berkunjung ke situs sharing foto seperti Flickr.com dan menjumpai sebuah foto yang Anda rasa bagus dan Anda ingin tahu bagaimana cara foto tadi diambil, kita bisa melihat data EXIF-nya secara lengkap. Bahkan untuk kamera digital yang sudah ada fitur GPS nya kita juga bisa mendapatkan informasi dimana lokasi pemotretan dari data exif/metadatanya. --> Sumber
     
    Last edited: Mar 18, 2013
  4. Offline

    nunoobey Post Hunter Moderator

    Joined:
    Jul 12, 2011
    Messages:
    4,370
    Trophy Points:
    222
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +164,455 / -1
    Istilah-istilah dalam Photography


    Istilah-istilah dalam Photography​

    Dalam dunia fotografi, seorang fotografer tentu akrab dengan istilah-istilah fotografi, seperti ISO, AE, F, DOF, dan masih banyak lagi istilah lainnya. Bagaimana dengan para pemula-pemula yang baru saja mengenal ataupun baru dalam dunia fotografi, contohnya seperti saya, tentunya istilah-istilah ini masih dianggap asing, tapi teman-teman jangan berkecil hati, diblog ini saya akan membagikan berbagai tips dan trik mengenai fotografi, termasuk dengan istilah-istilah di dunia fotografi dari A-Z. Berikut istilah-istilah umum yang sering dijumpai dalam dunia fotografi:


    Index in Alphabetic :
    A

    A
    Simbol untuk Auto yaitu mode otomatis penuh, mulai dari pengturan diafragma (Aperture), Sutter Speed, ISO, Flash, dan lain sebagainya.

    ASA
    Singkatan dari American Standards Assosiation atau disebut juga dengan istilah ISO (International Organisation of Stanrization) adalah parameter yang digunakan untuk mengukur tingkat kepekaan dan sensitifitas film dari cahaya. Semakin rendah angka ASA / ISO (contoh 80), maka akan semakin rendah pula tingkat kepekaan cahya pada film. Semakin tinggi ASA / ISO (misal 1600), maka makin tinggi pila tingkat kepekaan cahya.

    Aperture
    Aperture adalah bukaan diafragma yang mengtur banyaknya cahaya yang akan diteruskan oleh lensa. Aperture dilambangkan dengan huruf F, contoh F2.8, F4, F5.6, F8 dan seterusnya. Semakin kecil angka f, maka bukaan diafragma akan semakin besar, sedangkan semakin besar angka f, maka bukaan diafragma akan semakin kecil.

    AF
    AF merupakan istilah untuk Auto Focus atau fokus otomatis. AF adalah proses bekerjanya lensa secara otomatis untuk menemukan focus dari objek yang akan difoto dengan cara menekan setengah dari tombol Shutter.

    AV Priority
    Merupakan pengturan kamera yang lebih memprioritaskan besarnya bukaan diafragma (Aperture), sementara Shutter Speed akan menyesuaikan secara otomatis.

    AL servo AF
    Saran pilihan autofocus yang digunakan untuk memotret objek2 bergerak. Pilihan yang efektif untuk pemotretan olahraga.

    Angle of view
    Sudut pandang atawa sudut pemotretan. Cara melihat dan mengambil objek yang akan difoto

    Artificial light
    Cahaya buatan manusia yang digunakan untuk memotret misalnya lampu kilat, api, dll.

    Auto Program Programed Auto (P)
    Fasilitas otomatis untuk memilih pencahayaan terprogram secara normal dan high speed(kecepatan tinggi), tergantung pada pemakaian panjang-pendek fokus lensa.

    Auto winder
    Motor yang berguna untuk memajukan film secara otomatis dan cepat tanpa harus dikokang atawa diengkol terlebih dahulu. Sering digunakan oleh pemotret olahraga atawa yang mengutamakan objek-objek bergerak cepat.


    B

    Blitz
    Blitz disebut juga dengan flash, adalah cahaya kilat yang berguna untuk membantu pencahyaan pada objek ketika tombol shutter ditekan.

    Bounce
    Bounce adalah cahaya flash yang dipantulkan, sehingga cahaya tersebut tidak langsung memancar ke objek. Tujuan menggunakan bounce adalah agar cahaya yang di hasilkan lebih lembut (Soft) dan merata.

    Back light
    Backlight adalah sumber cahaya yang berada dibelakang objek, sehingga akan menghasilkan effek siluet (Silhouete) pada foto.

    Bulb
    Bulb adalah Shutter Speed yang di tentukan sesuai dengan lamanya menekan tombol Shutter.

    Bayonet
    Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk melakukan penggantian lensa.

    Birds eye view
    Sudut pandang dalam pemotretan yang mirip dengan apa yang diliat seekor burung yang sedang terbang.

    Blitzlichtpulver
    Cikal bakal lampu kilat. Terbuat dari beberapa campuran bubuk diantaranya magnesium dan potassium chlorade yang dapat memancarkan cahaya bila disulut.

    Blur
    Kekaburan seluruh atau sebagian gambar karena gerakan yang disengaja atau tidak sengaja pada saat pemotretan dan efek besar kecilnya diafragma. Hal ini terjadi misalnya saat melakukan teknik panning atau zooming yang menggunakan kecepatan rendah.

    Bottom light
    Cahaya dari bawah objek, biasa juga disebut ‘base light'. Biasa digunakan sebagai cahaya pengisi dari arah depan. Fungsinya mengurangi kontras cahaya utama.

    Bracketing
    Suatu teknik pengambilan gambar yang sama dengan memberikan kombinasi pencahayaan yang berbeda-beda pada suatu objek (disamping pengukuran pencahayan normal).

    Built-in diopter
    Pengatur dioptri (lensa plus atau minus)yang sudah terpasang pada pembidik kamera. Berguna bagi pemotret berkacamata.


    C

    CCD
    CCDatau Charge Couple Device digunakan sebagai media penangkap cahaya atau gambar pada kamera digital.

    CMOS
    CMOS adalah singkatan dari Complementary Metal Oxide Semiconductor, berfungsi sama dengan CCD, hanya saja konsumsi daya yang dibutuhkan lebih rendah.

    C
    Singkatan dari continuous,yaitu sandi yang terdapat pada kamera. Fungsinya menyatakan penggunaan bidikan gambar secara beruntun dengan kecepatan tertentu (umumnya 3 bingkai per detik).

    Candid camera
    foto atau potret yang dibuat dengan cara sembunyi2 sehingga objek foto tidak menyadarinya. Cara ini biasanya menghasilkan foto yang terkesan wajar atau alami.umumnya tidak ada komunikasi antrara pemotret dan objek foto.keberhasilan foto sangat ditentukan oleh kemahiran pemotret mengungkapkan pesannya.oleh Karen itu pemotret harus ekstra tekun, jeli,teliti dan sabar.

    Center of focus
    pusat perhatian. Sering juga disebut center of interest atau focus of interest. Pusat perhatian membuat pesan dan teknis yang ingin disampaikan pemotret tergambar secara fisik pada foto.

    Center weight
    pengukuran pencahayaan yang tertuju hanya pada 60 persen daerah tengah gambar (bidang) foto.

    Coating
    pemberian suatu lapisan tipis pada permukaan lensa.Funsinya menahan pantulan cahaya dan melindungi lensa dari berbagai bahaya, mjsalnya jamur.

    Cold tone
    warna yang bernada dingin; berwarna biru kelabu dengan nada warna ringan.

    Color balance
    keseimbangan warna.

    Composition
    komposisi, yaitu penempatan atau penyusunan bagian2 sebuah gambar untuk membentuk kesatuan dalam sebuah bidang tertentu sehingga enak dipandang.

    Continuous light
    lampu kilat yang digunakan untuk memotret; cahayanya dapat menyala terus menerus(berulang-ulang).

    Contrast
    kontras. Secara umum kontras diartikan sebagai perbedaan gradasi,kecerahan, atau nada (warna) antara bidang gelap (shadow) dengan bidang terang, atau warna putih yang mencolok sekali pada objek.

    Cropping
    pemadatan/pemotongan gambar dalam foto atau sesuatu yang tercetak dengan membuang bagian2 tertentu yang kurang dikehendaki.


    D

    DOF
    Singkatan dari Depth of Field, biasa disebut dengan ruang tajam, yaitu ruang tertentu pada gambar tampak lebih tajam, sehingga terlihat detailnya, sementara ruang yang lain akan tampak lebih buram (blur).
    Diafragma merupakan istilah lain dari Aperture.

    Density
    Densitas atau kepekatan dalam fotografi.istilah ini menyatakn tebal-tipis lapisan perak yang melekat pada film. Semakin pekat suatu warna, semakin gelap dan berat warnanya.

    Depth
    Kedalaman, yaitu efek dimensional yang timbul karena ada perbedaan ketajaman.

    Depth of field
    Bagian yang tampak tajam (tidak buram) dan jelas,yang berada dalam jangkauan tertentu. Biasanya juga disebut sebagai ruang tajam.

    Diaphragm
    Diafragma,yaitu lubang pada lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan. Lubang lensa ini dibentuk dari kepingan2 logam tipis yang berada didalam atau dibelakang lensa. Bisa diciutkan atau dilebarkan.

    Distortion
    Distorsi,yaitu penyimpangan bentuk. Pada fotografi biasa terjadi pada pemotrtan dengan lensa sudut lebar.


    E

    Evaluative
    Evaluative adalah istilah untuk pengukuran cahaya pada seluruh area gambar.

    EXIF
    EXIF merupakan singkatan dari Exchangeable Image File, yaitu informasi yang terekam pada saat pengmbilan foto, yaitu berupa waktu, jenis kamera, aperture,Shutter Speed, dan lain sebagainya.

    Exposure
    Exposure adalah istilah untuk menyebut banyaknya cahaya yang tertangkap pada sensor kamera.

    Exposure Compensation
    Exposure Compensation adalah istilah untuk mengatur kompensasi cahaya sesungguhnya agar menjadi lebih terang atau gelap.


    F

    Focal Length
    Focal Length merupakan panjang focal atau fokus, yaitu jarak antara lensa dengan titik focus pada sensor.

    Fix Lens
    FixLens adalah istilah untuk lensa Fix tau tetap, tidak dapat diatur jarak focalnya.

    Fill in Flash
    Lampu kilat pengisi. Dalam kondisi pemotretan yang tidak memerlukan lampu kilat,lampu ini tetap dinyalakan untuk menerangi bagian-bagian gelap dari objek, misalnya bayangan pada pemotretan diluar ruangan.

    Film
    Media untuk merekam gambar. Gambar dibuat diatas dasar yang fleksibel dan transparan.
    Film terdiri dari lapisan tipis yang mengandung emulsi peka cahaya, diatas dasar yang fleksibel dan transparan. Emulsi sendiri terdiri dari perak halida, yaitu senyawa yang peka cahaya.

    Film Frame Counter
    Penghitung jumlah bingkai film. Pendeteksi berangka yang menunjukkan jumlah film yang sudah terpakai.

    Film transparency
    Slide warna atau color reversal film, yaitu film positif yang biasa digunakan untuk keperluan iklan, pers, dll. Tujuannya adalah mendapatkan ketajaman dan warna gambar yang baik.

    Filter
    Penyaring dalam bentuk kaca (atau bahan lain yang tembus cahaya) yang mempunyai ketebalan rata; dipasang pada ujung tabung lensa.

    Flash
    Lampu kilat, yaitu jenis lampu buatan yang mampu menyediakan cahaya yang bisa dikendalikan.

    Flash exposure compensation
    Kompensasi pencahayaan lampu kilat, yaitu cara membuat alternatif pencahayaan lebih atau kurang dengan menggunakan lampu kilat.

    Focus ring
    Titik api atau pertemuan berkas sinar/cahaya melalui lensa setelah berbias atau dipantulkan.

    FPS
    singkatan dari frame persecond, yaitu satuan pengambilan gambar dalam gambar per detik.


    G

    GN
    Singkatan dari guide number, yaitu kekuatan daya pancar cahaya lampu kilat yang merupakan perkalian antara jarak (dalm meter taau feet) dan diafragma.


    H

    Hot Shoe
    HotShoe merupakan istilah untuk dudukan tempat flash tambahan.

    High angle
    pandangan tinggi. artinya, pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto.

    High-Key photo
    sebutan untuk suatu foto yang didominasi nuansa putih.

    High light
    bagian-bagian yang terang pada sebuah foto karena pantulan sinar.

    Honeycomb
    Perangkat atau alat tambahan berbentuk seperti sarang tawon.


    I

    ISO
    Merupakan istilah lain untuk ASA, atau singkatan dari international standart organization, yaitu badan yang berwenang memberikan standar untuk kategori film yang digunakan didunia fotografi.

    Image
    gambar yang terbentuk pada film atau pada tirai pengamat.

    Incident light metering
    Pengukuran cahaya jatuh, yaitu mengukur kuat cahaya yang menerangi objek.

    Infinity
    jarak tak terhingga dengan tanda pada skala jarak.

    Infrared
    inframerah, yaitu sinar merah diluar spektrum.


    J

    JIS
    Singkatan dari japan industrial standart, yaitu ukuran kepekaan film, seperti asa digunakan di Jepang.


    K

    Lens
    Lensa, yaitu alat yang terdiri dari beberapa cermin yang mengubah benda menjadi bayangan yang bersifat terbalik, diperkecil, dan nyata.

    Lens Hood
    Tudung lensa yang digunakan untuk menutupi elemen lensa terdepan dari cahaya yang masuk secara frontal. Cahya seperti ini akan menimbulkan efek flare (bintik cahaya putih) pada foto.

    Light contrast
    Kontras cahaya, yaitu tingkat kepekaan cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber cahaya. Hal yang paling mempengaruhi kontras cahaya adalah besar kecilnya sumber cahya.

    Light meter
    Pengukur kekuatan sinar. Biasa dipakai dalam pemotretan untuk menentukan besar diafragma atau kecepatan pada suatu kondisi pencahayaan.

    Long Shot
    Sudut pandang yang lebar yang memberi perhatian lebih pada objek pemotretan dengan cara memisahkannya dari latar belakang yang mungkin mengganggu.

    Low angle
    Pandangan rendah, yaitu sudut pandang dalam pemotretan dengan kedudukan pemotret lebih rendah dari objek pemotretan. Menghasilkan gambar seolah-olah objek lebih tinggi dari aslinya.

    LT
    Long time Exposure, sama dengan pencahayaan panjang misalnya 2 detik atau lebih.


    L


    M

    M
    M merupakan singkatan dari Manual, yaitu pengaturan kamera yang dilakukan secara manual, baik berupa Aperture, shutter Speed, metering, focus,dan lain sebagainya.

    Metering
    Metering adalah prioritas pengukuran cahaya yang umumnya terdiri dari 3, yaitu Evaluative, Center weight, dan Spot.

    MF
    Adalah istilah untuk Manual Focus, yaitu focus yang diatur dengan cara manual dengan memutar focal lenght pada lensa. Kebalikan MF adalah AF (Auto Focus).

    Macro
    Macro adalah teknik pengambilan foto dimana focus gambar hanya pada objek, sehingga dihasilkan gambar detail pada objek.

    Macro Lens
    Lensa makro, yaitu lensa yang digunakan untuk memotret objek berukuran kecil atau pemotretan jarak dekat (mendekatkan objek). Umumnya dipakai untuk keperluan reproduksi karena dapat memberikan kualitas prima dan minim distorsi.

    Magnification
    Pembesaran. Diukur dari gambar film dengan perbandingan ukuran asli objek.

    Main light
    Sinar utama dalam pemotretan yang biasanya berasal dari depan objek. Biasanya digunakan untuk memunculkan bentuk atau wajah objek.

    Medium format camera
    Kamera format medium, yaitu jenis kamera SLR yang menggunakan jenis film 120 mm. Dibandingkan dengan kamera format kecil, kamera ini mempunyai keunggulan dalam pembesaran cetakan.

    Medium shoot
    Pandangan yang lebih mengarah kepada suatu tema pokok dengan latar belakang yang agak dihindari. Bisa digunakan untuk pemotretan berobjek orang, kira2 sebatas pinggul keatas.

    Metering center weight
    Pola pengukuran cahaya menggunakan 60 persen daerah tengah gambar

    Metering matrix
    Pola pengukuran cahaya berdasarkan segmen-segmen dan persentase tertentu

    Metering spot
    Pola pengukuran cahaya yang menggunakan satu titik tertentu yang terpusat.

    Microphotography
    Fotografi yang menggunakan film berukuran kecil, dengan bantuan mikroskop.

    Monopod
    Sandaran atau penyangga kamera berkaki satu. Berfungsi membantu menahan kegoyangan. Sering pula disebut "unipod"


    N

    ND Filter
    Filter ND, yaitu filter yang berfungsi menurunkan kekuatan sinar sebanyak 2 sampai 8 kali.

    Nebula Filter
    Filter yang menghasilkan gambar dengan efek pancaran sinar radial yang berpelangi.

    Non-reflex camera
    kamera non refleks yang tidak menggunakan cermin putar. Contohnya adalah kamera kompak atau kamera langsung jadi (Polaroid)

    Normal lens
    Lensa berukuran normal berfokus panjang, 50 mm atau 55 mm, untuk film berukuran 35 mm. Sudut pandangnya sama dengan sudut pandang mata manusia.


    O

    OE
    OE merupakan singkatan dari Over exposure, yaitu cahaya yang masuk terlalu banyak, sehingga bagian yang terang akansemakin terang dan cenderung silau dan berwarna putih.

    Obscura
    Cikal bakal kamera zaman sekarang. Prinsipnya dalam sebuah kamar gelap yang tertutup lubang (pin hole). Jika kamera obscura dihadapkan ke benda yang diterangi cahaya, sebuah gambar proyeksi terbalik dari benda tersebut akan tampak pada dinding yang berhadapan dengan lubang.

    Optical Sharpness
    ketajaman optis, yaitu suatu ketajaman yang dapat dicapai karena lensa berkualitas baik.

    Optik
    berkenaan dengan penglihatan (cahaya, lensa, dsb)

    Overhead lighting
    sinar dari atas. Lampu atau penyinaran yang dibuat untuk menyinari objek dari atas.

    Override
    Penyimpangan dari pengaturan otomatis. Tujuannya agar pemotret dapat mengatur kamera secara manual.


    P

    P
    P merupakan singkatan dari Program, yaitu mode pada kamera yang secara otomatis akan mengatur pembuakaan diafragma (Aperture) dan Shutter Speed sesuai dengan kondisi cahaya pada saat objek gambar tersebut terekam. Pengaturan pencahayaan hanya dapat diatur pada Exposure compensation.

    POLARIZING COLOR FILTER
    Filter yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu.

    POLARIZING CONVERSION FILTER
    Filter terdiri dari selembar polarisator dengan filter konversi warna (85B). Biasanya juga digunakan untuk jenis kamera kine, sehingga memungkinkan film tungsten digunakan untuk cerah hari dan mempunyai efek seperti filter polarisasi.

    POLARIZING FIDER FILTER
    Filter yang terdiri dari dua filter PL linier yang digabung menjadi satu. Jumlah filter yang masuk dapat diatur dengan memutar gelang filter.

    POLARIZING CIRCULAR FILTER
    Filter yang dibuat dari lembaran polarisator linier dan keeping quarter wave retardation, dilapi di antara dua gelang filter. Efeknya sama dengan filter polarisasi, biasanya digunakan untuk kamera kine.

    POLARIZING FILTER
    Filter polarisasi, dipakai untuk menghilangkan refleksi dari segala permukaan yang mengkilap. Filter ini terdiri dari dua bagian, bagian yang satu dengan lain dapat diputar-putar untukmendapatkan sudut paling ideal menghilangkan refleksi, menambah saturasi warna dan menembus kabut atmosfer. Juga berguna untuk membirukan langit.

    POP UP FLASH
    Lampu kilat kecil terbuat atau menyatu dengan kamera.


    Q


    R

    Rana
    Merupakan istilah lain untuk Shutter, yaitu tirai yang dapat membuka dan menutup untuk mengtur banyaknya cahaya yang masuk kesensor. Semakin lama bukaan rana, maka cahaya yang masuk akan semakin banyak, kecepatan rana (Shutter Speed) menggunakan satuan detik.

    Red Eye
    RedEye merupakan efek merah pada mata ketika pengambilan gambar yang dilakukan pada tempat gelap atau pada malam hari.

    RAINBOW FANTASY FILTER
    Filter dengan inti bulatan normal dan sisanya berisi prisma. Tiap-tiap berkas sinar akan bertepi pelangi.

    RANA CELAH
    Rana celah vertical dan horizontal dan terletak pada kamera. Yang vertial menutup secara vertikal dan yang horizontal menutup secara horizontal.

    RANA PUSAT
    Rana yang terletak pada lensa, berdampingan dengan diafragma. Menutupnya dengan cara memusat.

    RELEASE CABLE
    Kabel penghubung dengan shutter sehingga memungkin pemotret menekan shutter dari jarak beberapa meter dari kamera.

    RELOADABLE TO LAST FRAMER
    Fasilitas untuk mengembalikan film yang telah digulung di tengah posisi terakhir yang terpakai.

    REMBRANDT LIGHTING
    Cahaya yang berasal dari jendela atau sering juga disebut window lighting. Cahaya yang datang dari sudut 45 derajat. Pencahayaan tersebut berasal dari nama pelukis Belanda Rembrandt.

    REMOTE
    Alat yang memungkinkan fotografer melakukan penekanan shutter dari jarak jauh dengan penghubung arus tanpa kabel.

    RETOUCH
    Mengubah, sifatnya memperbaiki atau menambah warna dengan menggunakan tangan atau kuas, atau juga pada masa ini dengan komputer seperti melukis sehingga menghasilkan gambar yang baik dan tanpa cacat seperti sebelumnya.

    REVERSE ADAPTER
    Suatu alat penyambung yang digunakan untuk memotret saat menggunakan lensa kamera yang dibalik sehingga elemen belakang lensa menghadap ke objek. Dengan alat ini menjadikan kita dapat menggunakan lensa biasa untuk membuat pemotretan makro dengan hasil yang cukup baik.


    S

    SECOND CURTAIN SYNC
    Fasilitas untuk menyalakan lampu-kilat sesaat sebelum rana menutup.

    SELF TIMER
    Sebuah tuas yang digunakan untuk keperluan memperlambat membukanya rana kamera sekalipun tombol pelepas kamera telah ditekan. Biasanya digunakan untuk memotret diri sendiri. Penangguhan waktunya umumnya berkisar 10 detik.

    SEQUENCE
    Sekuen. Satu seri dari beberapa jepretan (shot) yang meliputi suatu kejadian yang sama. Setiap jepretan hanya berbeda dalam hitungan detik.

    SHADE
    Teduh, bayangan yang tak berbentuk.

    SHADOW
    Bidang gelap/hitam atau bayangan pada sebuah foto yang berbentuk objek yang membayang.

    SHAPE
    Bidang, suatu bentuk dalam aspek dua dimensi yang terjadi tidak hanya oleh karena adanya kesan garis, baik berupa segi tiga, lingkaran, elips, dll. Namun selain itu bisa juga dibentuk oleh suatu bidang warna karena adanya suatu kesan bentuk tiga dimensi yang mempunyai volume.

    SHARPNESS
    Ketajaman film, yaitu suatu kemampuan film untuk merekam setiap garis dari pandangan yang dipotret dengan ketajaman yang baik. Ketajaman ini ditentukan dengan jumlah garis per milimeter.

    SIDE LIGHT
    Cahaya dari samping, yaitu cahaya yang berasal dari arah samping objek, baik kiri atau kanan dan dapat ditempatkan pada sudut 45 atau 90 derajat. Pencahayaan seperti ini menghasilkan foto dengan efek yang menonjol permukaan atau objek fotonya serta terciptanya kesan tiga dimensional. Umumnya digunakan untuk menampilkan foto-foto yang berkarakter, misalnya foto potret (portrait).

    SIDE LIGHTING
    Sinar dalam pemotretan yang datangnya dari arah samping kanan atau kiri - 90 derajat dihitung dari sudut pandang kamera. Arah datangnya sinar seperti ini akan menghasilkan foto dengan detail dan tekstur dari benda dengan baik. Bayangan yang dihasilkan akan menampakkan bentuk benda dengan lebih menarik dengan separo dari muka terang dan separo lagi gelap.

    SINGLE LENS REFLECT
    Refleks lensa tunggal (RLT), adalah kamera yang memiliki satu lensa untuk membidik yang menggunakan cermin dan prisma. Lensanya berfungsi untuk meneruskan bayangan objek ke pembidik dan meneruskannya ke film. Apa yang terlihat pada jendela pengamat sama seperti apa yang terjadi pada film atau fotonya.

    SINGLE POINT READING
    Suatu pembacaan pengukuran dalam pencahayaan yang dilakukan hanya pada satu titik atau bagian tertentu yang terpenting dari sebuah objek foto.

    SINGLE SERVO AUTOFOCUS (S)
    Sandi saat Anda membidikkan suatu objek dan tombol rana telah tertekan separo, maka jarak antara kamera dengan objek terkunci hingga tombol dilanjutkan ditekan hingga terekam satu bidikan.

    SKALA
    Perbandingan objek utama dengan objek-objek lain dalam gambar.

    SLAVE UNIT
    Mata listrik yang menyalakan lampu-kilat karena pulsa yang dihasilkan oleh menyalanya lampu-kilat lain.

    SMALL FORMAT CAMERA
    Kamera format kecil yaitu kamera jenis SLR (Single Lens Reflect) yang menggunakan film berukuran 35 mm namun fleksibel dan enak dipegang serta ringan. Karena itu kamera seperti ini yang paling banyak digunakan oleh para fotografer. Jenis maupun ukuran filmnya sangat mudah didapat juga proses filmnya terutama bagi yang menggunakan film jenis negatif. Namun kekurangannya, untuk hasil pencetakan besar, maksimal hanya seukuran majalah.

    SNAPSHOT
    Bidikan spontan, tanpa modelnya diatur terlebih dahulu. Cara ini umumnya digunakan untuk membuat foto human interest, sehingga menghasilkan foto yang apa adanya dan tampak alami tak terkesan dibuat-buat.

    SNOOT
    Suatu alat berbentuk kerucut yang berlubang pada ujungnya dan digunakan untuk memperkecil penyebaran cahaya dari lampu kilat studio. Umumnya menghasilkan cahaya yang tampak membulat bila diproyeksikan pada bidang datar.

    SNOW CROSS, STAR SIX FILTER
    Sebuah kaca bening dengan goresan-goresan yang saling bersilangan yang membentuk bintang-bintang berekor enam dari tiap-tiap titik sinar.

    SOCKET
    Lubang tempat memasukkan kabel sinkron yang menghubungkan lampu kilat dengan penutup.

    SOFT SCREEN (LENS)
    Lensa yang berguna untuk menghindari kontras sehingga hasil gambar terkesan seolah-olah agak kabur dengan sisi-sisi yang tak tampak ketegasan batasnya.

    SOFT FOCUS LENS
    Lensa yang berdaya lukis lembut.

    SOFT SPOT FILTER
    Filter berciri seperti soft screen namun menghasilkan gambar yang berbeda.

    SOFT TONE FILTER
    Filter yang bertujuan untuk membuat gambar pemandangan lunak tanpa menurunkan ketajaman dan mengubah warna, juga tidak mengubah bentuk. Kontras pun menjadi lembut tanpa mengaburkan pandangan.

    SOLARISASI
    Proses pembuatan foto dengan cara memberi penyinaran dua kali pada kertas foto atau film dan memasukkannya ke dalam larutan pengembang. Di tengah-tengah gambar terbentuk dilakukan penyinaran dengan cahaya putih sekali lagi dan meneruskan pengembangannya.

    SONAR AUTOFOCUS
    Sistem otofokus yang bekerja berdasarkan perjalanan bolak-balik suara sonar - dari kamera ke objek kembali ke kamera.

    SPECIAL EFFECT
    Efek khusus dengan menggunakan teknik tertentu.

    SPECIAL EFFECT FILTER
    Filter (penyaring) spesial efek yang pada dasarnya bukan filter karena fungsinya tidak menyaring sesuatu melainkan mengubah pandangan guna mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa.

    SPECIAL LENS
    Lensa spesial yang digunakan secara khusus untuk keperluan khusus. Misalnya fish eye lens (lensa mata ikan - 180 derajat). yang pada dasarnya bukan filter karena fungsinya tidak menyaring sesuatu melainkan mengubah pandangan guna mencapai hasil yang menyimpang dari pemotretan biasa.

    SPECIAL PURPOSE LENS
    Lensa tujuan khusus yang didesain dan diciptakan untuk tujuan penghasilan gambar khusus yang biasanya susah dilakukan dengan lensa biasa.

    SPECIAL FILTER
    Sekeping plastik terang berisi ribuan prisma lembut yang mengubah tiap-tiap titik sinar menjadi bintang pelangi dan berkas sinar bertepi pelangi. Sinar yang kuat membentuk bintang dengan berkas-berkas pelangi tebal.

    SPECTRUM
    Berkas sinar yang terlihat oelh mata, terpecahkan oleh pembiasan prisma dalam warna-warni.

    SPEEDLIGHT
    Lampu-kilat yang mempunyai kecepatan menyala tinggi atau cepat.

    SPEEDO SOLARISASI
    Suatu teknik kamar gelap versi lain dari tehnik solarisasi (efek sabattier) pada film ortholith yang akan memberikan suatu efek gerakan yang cepat (speedo).

    STEREO CAMERA
    Kamera berlensa dua yang menghasilkan dua foto sekaligus. Dua foto itu harus diamati dengan ********** atau stereo-viewer untuk mendapatkan efek kedalaman seperti saat difoto.

    STILL LIFE
    Berarti lukisan atau pemotretan benda mati. Fotografi yang khusus menempatkan benda-benda kecil buatan manusia sebagai objeknya.

    STOP
    Satuan yang menunjukkan pergeseran nilai bukaan diafragma atau kecepatan rana dari suatu nilai ke nilai yang lain, naik atau turun. Misalnya dari diafragma f:16 ke f:22 atau dari kecepatan 1/125 detik ke 1/250 detik.

    STOP BATH
    Cairan penyetop. Larutan penyetop untuk menghentikan atau menahan seketika pengembang (developer) pada film atau kertas foto. Selain berguna untuk menghentikan proses yang terjadi, stop bath juga berfungsi sebagai larutan fixer yang membuat film dan cetakan foto lebih tahan lama.

    STRIPPING FILM
    Film yang dapat dipisahkan dari dasar seluloidnya.

    STROBO
    Lampu dengan kemampuan menyorot bertubi-tubi dengan selang waktu singkat.

    SUBTRACTIVE
    Sistem penyusunan balans warna dengan mengurangi unsure warna, suatu kebalikan dari additive atau menambahkan.

    SUPER WIDE LENS
    Lensa bersudut super lebar yang biasa digunakan untuk pemotretan arsitektur, interior, eksterior, pemandangan, dll. Misalnya lensa 15 mm, 17 mm.

    SYNC CORD TERMINAL
    Terminal sinkronisasi lampu-kilat; soket untuk memasang kabel tambahan yang dihubungkan dengan lampu-kilat.

    SYNC SHUTTER SPEED
    Kecepatan rana yang sinkron dengan lampu kilat.

    SYNCRO
    Saklar otomatis. Dengan menggunakan saklar ini pada lampu kilat maka bila ada kilatan cahaya lampu kilat lain akan mengakibatkan menyalanya lampu kilat yang terpasang syncro.


    T

    TV
    Merupakan istilah untuk mode Shutter Speed priority, yaitu pengaturan kamera lebih diprioritaskan pada kecepatan bukaan rana (Shutter), sementara bukaan diafragma (Aperture) akan menyesuaikan secaraotomatis.

    Tele Lens
    Adalah istilah untuk lensa tele, yaitu lensa yang digunakan untuk mendekatkan objek yang jauh.

    TTL
    TTL merupakan singkatan dari Trough The Lens, yaitu pengukuran cahaya yang dilakukan melalui lensa.

    TABLE-STAND
    Kaki tiga (tripod) kecil. Sandaran kamera yang membantu menahan goyang yang dipakai di atas meja.

    TEXTURE
    Tekstur, sifat permukaan atau sifat bahan., merupakan elemen seni visual yang sangat penting karena mampu memberi kesan "rasa" seperti halus, kasar, mengkilat, dll.

    TELE CONVERTER
    Lensa tambahan yang dipasang di antara lensa asli dan tubuh kamera, yang dapat mengubah lensa normal menjadi tele dan lensa tele menjadi tele panjang. Umumnya kelipatannya dua atau tiga kali jarak fokus lensa asal.

    TELEPHOTO LENS
    Lensa telefoto, lensa yang mempunyai fokus panjang. Pembuatan bayangan (image) pada lensa telefoto lebih pendek bila dibandingkan dengan lensa lain.

    TELEPHOTO MEDIUM
    Telefoto menengah, jenis lensa telefoto yang mempunyai panjang antara 75 - 135 mm.

    TEST STRIP
    Suatu cara untuk mendapatkan hasil cetakan yang baik (normal) yang dilakukan dengan cara membuat pencahayaan bertingkat pada saat mencetak sebelum mencetak sesungguhnya.

    TILT HEAD
    Kemampuan kepala lampu-kilat untuk dapat diputar. Fungsinya untuk mendapatkan efek pencahayaan yang lembut dengan cara memantulkan terlebih dahulu cahaya yang keluar dari lampu-kilat. Kuatnya cahaya yang jatuh ke objek sangat bergantung pada permukaan pemantul, warna dan jaraknya.

    TIMER SWITCH
    Pengukur waktu yang akan memutuskan aliran listrik pada akhir hitungan yang telah ditentukan.

    Top Light
    Cahaya (dari) atas. Cahaya yang berasal dari atas objek. Biasanya digunakan untuk menerangi bagian atas kepala model yang akan difoto. Arah cahaya juga dapat menampilkan detail benda.

    Transparan
    Tembus pandang ialah permukaan suatu benda yang tidak menghambat pandangan untuk melihat benda di belakangnya. Kaca dan plastik misalnya bersifat tembus pandang.

    Translusen
    Tembus sinar. Namun kita tidak biasa melihat benda yang berada di belakang benda yang translusen tersebut. Misalnya kaca es, kaca buram, kaca susu, plastik suram, dsb.

    Transparancy
    Transparan, gambar tembus, slide atau film positif.

    TRIPOD
    Kaki-tiga. Suatu alat yang digunakan untuk menyangga kamera yang berbentuk kaki-tiga, yang dapat dipanjangkan dan dipendekkan sesuai keinginan (terbatas). Biasa digunakan untuk membantu mengatasi goyang saat melakukan pemotretan yang menggunakan lensa telefoto, atau yang menggunakan kecepatan rendah sehingga kedudukan kameranya tetap stabil dan pemotretan terhindar dari goyang.

    Tripod Socket
    Tempat (ulir) untuk tripod. Suatu bagian di kamera, biasanya berlubang dengan ulir di dalamnya, yang berguna untuk tempat memasang tripod atau kaki-tiga kamera.

    Tungsten Film
    Film yang khusus diperuntukkan bagi pemotretan yang dilakukan dengan cahaya buatan dengan lampu biasa atau photo-flood, namun juga tetap dapat dipakai untuk pemotretan di bawah cahaya alami.

    Twin Lens Reflex
    Refleks Lensa Kembar. Kamera yang mempunyai dua lensa. Satu lensa berfungsi untuk menangkap objek yang dipantulkan oleh cermin melalui jendela pembidik, satu lensa berfungsi untuk menangkap objek untuk diteruskan ke film. Menggunakan jenis kamera seperti ini harus ekstra hati-hati karena sering terjadi kesalahan yang disebut paralaks pada pemotretan jarak dekat.


    U

    USM
    USM adalah singkatan dari Ultrasonic Motor,yaitu motor penggerak dengan kecepatan dan akurasi yang tinggi, yang terdapat pada lensa. Motor ini akan bekerja ketika lensa di set pada mode AF (Auto Focus).

    Under Exposure
    Under Exposure adalah istilah untuk hasil foto yang tampak lebih gelap dari aslinya.


    V

    View finder
    View finder merupakan sebutan untuk jendela bidik yang terdapat pada kamera.

    Wide Angle
    Wideangle adalah istilah untuk sudut yang lebar dan objek tampak menjadi lebih kecil dan jauh.

    VARIO FOCAL LENS
    Lensa zoom. Lensa yang mempunyai panjang focus yang dapat diubah-ubah atau dapat bergeser. Misalnya: lensa 20-35 mm, lensa 35-70 mm, lensa 80-200 mm, dsb.

    VARIO LENS
    Lensa vario atau sering disebut sebagai lensa zoom. Yaitu sebuah lensa yang memiliki jangkauan panjang focus yang bervariasi atau dapat diubah-ubah. Dengan demikian memudahkan pemotret memilih berbagai ruang pandang hanya dengan menarik-ulur lensa atau memutarnya.

    VERTICAL GRIP
    Alat pelepas rana untuk pengambilan gambar secara vertikal tanpa harus memutar tangan.

    VIEW CAMERA
    Kamera yang menggunakan film format besar dan digunakan untuk keperluan pemotretan yang memerlukan detail tajam pada pencetakan hasil foto yang besar-besar umumnya digunakan di dalam studio untuk pemotretan still life karena dapat menyempurnakan perspektif serta menambah ruang tajam. Detail gambar dapat ditampilkan secara sempurna.

    VIEW FINDER
    Jendela bidik. Bagian dari kamera yang berfungsi sebagai tempat mata melihat bayangan benda yang akan diabadikan.


    W

    WAIST LEVEL FINDER
    Pembidik sebatas pinggang.

    WARM TONE
    Bernada warna hangat. Suatu warna yang terasakan tidak terlampau menyilaukan mata, atau berwarna ke arah cokelat gelap ke arah hitam pekat.

    WATT / SECOND (W/S)
    Satuan daya pada lampu kilat studio yang dibedakan dengan lampu kilat portable yang menggunakan GN. Tidak ada rumusan relevansi antara W/S dan GN, tapi 100 W/S hampir sebanding dengan GN = 30.

    WIDE ANGLE LENS
    Lensa sudut lebar, misalnya lensa 20 mm atau 24 mm. Jenis lensa dengan tubuh pendek yang biasa digunakan untuk memotret sebuah panorama luas atau untuk pemotretan sejumlah besar orang. Lensa ini menampakkan gambar yang lebih kecil.

    WIDE SHOT
    Pemotretan dengan sudut pandang lebar. Biasanya merupakan satu jepretan panjang diawal suatu sekuen. Tujuannya untuk mengarahkan penonton pada adegan berikutnya pada gambar hidup (movie).

    WIRELESS TTL
    Sistem pengukuran lewat lensa tanpa melalui kabel.

    WORM EYE
    Pandangan cacing. Berarti memotret dari sudut pandang permukaan tanah. Hasilnya adalah rekaman foto dengan kesan tinggi yang ekstrim, hasil gambarnya pun unik karena sudut pandang seperti itu.


    X


    Y


    Z

    Zoom
    Zoom merupakan istilah pada pengturan jarak dengan cara memutar (memajukan-memundurkan) fokal (FocalLength) pada lensa.

    ZONE SYSTEM
    Suatu cara untuk menghasilkan foto dengan tingkat kontras yang dimulai dari nada hitam pekat hingga nada warna putih sekali.

    ZOOM LENS
    Lensa zoom. Jenis lensa yang memiliki elemen yang mampu bergerak hingga membuat panjang fokal bervariasi. Panjang focus dapat diganti-ganti dengan memendekkan atau mengulur tabung lensa.

    ZOOM-BLUR
    Kekaburan gambar yang disebabkan oleh gerakan zoom pada waktu melepas rana kamera.

    ZOOMING RING
    Gelang batas rentang vario pada lensa zoom.


    --> Source
     
    Last edited: Mar 25, 2013
  5. Offline

    nunoobey Post Hunter Moderator

    Joined:
    Jul 12, 2011
    Messages:
    4,370
    Trophy Points:
    222
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +164,455 / -1
    Dasar "Metering" dalam Photography​


    Dalam photography, metering adalah proses mengukur pencahayaan agar menghasilkan foto yang baik. Metering adalah proses dalam photography yang bisa diotomatiskan selain WB (white balance). Jadi, kalau bicara soal otomatis/manual, sebenarnya cuma soal selera. Metering akan sangat mudah kalau object yang akan dieksekusi cahayanya relatif sama atau rata, artinya tak ada yang terlalu terang dan tidak ada yang terlalu gelap. Pada dasarnya ada 3 besaran yang menentukan dalam exposure setting, yaitu: Shutter speed, Aperture dan ISO.

    * kesalahan metering yang masih bisa dikoreksi dengan baik adalah: kalau over maksimal 1 stop, kalau under kadang masih bisa 2 stop.

    Ada 3 macam metering, akan tetapi di era perkembangan kamera digital. Perkembangan mode metering pun mengalami perkembangan, namun fungsi dasarnya hampir sama alias variasi , diantara mode tersebut adalah :

    • Mode metering pertama adalah Evaluating atau Partial, yaitu mengukur area pemotretan dengan merata-ratakan cahayanya. Metering Evaluating menganalisa seluruh bidang yang difoto lalu membuat kesimpulan pada titik sumber cahaya. Metering Partial tetap mengukur rata-rata cahaya namun sedikit memperhitungkan titik sumber cahaya.
      [​IMG]

      [​IMG]

    • Mode metering kedua adalah Center Weight (CW). Kalau Evaluating merata-rata seluruh permukaan cahaya object, CW hanya sekitar 40 % bagian tengah.
      [​IMG]

    • Mode metering ketiga adalah Spot. proses pengukuran sumber cahaya yang lebih terfokus pada satu area saja. Secara umum, mode spot tidak praktis untuk memotret cepat. Sebaliknya, metode center weight relatif paling aman untuk memotret secara umum asalkan selalu siap dengan kompensasi.
      [​IMG]
      * mode metering Canon EOS


    Coba pahami apa yang dilakukan kamera saat melakukan metering. Saat melakukan metering, sang kamera mengukur “kecerahan” yang “dilihatnya”, lalu menghitung diafragma dan kecepatan rana berapa yang diperlukannya. Dalam metering, intinya Anda mengukur agar foto mempunyai “kecerahan” seperti yang diinginkan agar tidak terjadi over atau under. Bukan masalah salah atau benar! namun lebih mengarah bagaimana ketepatan anda mengkompensasi object atau sumber cahaya tersebut. --> Sumber













     
    • Thanks Thanks x 2
    • Like Like x 1
  6. Offline

    killbunny Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 14, 2009
    Messages:
    3,541
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +4,098 / -0
    ijin share buat user yang make nikon :)
    buat ngebantu pertanyaan "lensa apa gan yang bagus" atau "kamera saya xxx cocoknya lensa apa ya?"


    sebagian besar valid kok, memang banyak riview yang positif
    utk riview pribadi sy rekomandisiin 18-70mm

    semua job wedd,stage,produk sy 90% ke-cover semua
     
    • Like Like x 1
  7. Offline

    cantigidotnet Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 2, 2011
    Messages:
    94
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +140 / -0
    nambahin di atas.., biasanya ane klo liat referensi juga di sini
    terus untuk database serial number, spesifikasi bisa dilihat di http://www.photosynthesis.co.nz/nikon/lenses.html
     
  8. Offline

    killbunny Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 14, 2009
    Messages:
    3,541
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +4,098 / -0
    product photography

    ada artikel yang bagus banget buat referensi food photography

    pertama kita liat set nya dulu

    [​IMG]

    sterofoam,yap..sterofoam adalah bahan yang relatif murah dan efektif sebagai reflector dan diffuser
    reflector di kanan dan kiri udah jelas untuk sisi kanan dan kiri eskrim biar terlihat ga under atau over
    lampu satu di belakang dengan diffuser di belakangnya. foto di atas diffusernya kain, kenapa kain bukan softbox,atau kertas kalkir?
    karena diffuser disini dimaksudkan juga sebagai BG dari objek. bukankah lebih repot kalau harus nyetting diffuser dan BG secara terpisah?

    efek dari foto di atas kira-kira jadi begini

    [​IMG]

    1. jelas dari BG
    2 dan 3 hasil dari refleksi sterofoam

    kenapa sisi 2 dan 3 kayanya beda intensitas cahayanya?
    trus gimana cara ngatur power pantulan dari sterofoam? kan sterofoam bukan lampu gan?

    cara paling gampang ngatur pantulan dari sterofoam itu ngatur jarak sterofoam dari objek
    di foto paling atas keliatan kan eskrim lebih menjorok ke kanan,bukan di tengah-tengah. ini dimaksudkan buat poin ke 2. dimana lelehan berada di sisi kanan eskrim.
    sedangkan di sisi kiri ga ada apa-apa.

    hasilnya seperti ini.

    [​IMG]

    sumber fstoppers


    "gan saya ga punya eq kaya gitu,gimana dong?"
    saya juga ga punya,tp masih bisa di akalin kok


    ini settingan kamar saya
    [​IMG]


    flash cina di kanan-kiri
    dari atas lampu belajar.
    niat sedikit,bikin softbox buatan sendiri
    dari kardus indomi atau apalah, bolongin,kanan dan kiri. kasih kertas kalkir. (so far kertas kalkir punya efek diffuse yang cukup baik)
    di dalem kardus tempel kertas karton manila. (kertas manila juga punya efek putih yang soft,ga keras banget)

    hasilnya

    [​IMG]

    semoga membantu [​IMG]
     
  9. Offline

    killbunny Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 14, 2009
    Messages:
    3,541
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +4,098 / -0
    Pedoman membeli kamera

    ada artikel yang bagus,
    buat yang lagi bingung menentukan jodoh dan 'agamanya' :XD:

    artikelnya bukan buatan saya,
    tapi setelah saya baca isinya bagus
    rada panjang sedikit gpp daripada penyesalan yang berkepanjangan ya kan?
    :cerutu:

    Pedoman ini ditujukan bagi mereka para pemula dan hobbyist yang sedang bingung membeli kamera Digital Single Lens Reflect, atau DSLR. Apabila anda mengharapkan tulisan ini berupa perbandingan fitur-fitur, fasilitas, mega-pixel dan semua spesifikasi kamera, anda akan kecewa. Tulisan ini tidak akan membahas fasilitas kamera. Tulisan ini tidak akan menyarankan anda untuk membeli kamera apa. Tulisan ini tidak akan membahas mega-pixel dan tidak akan membandingkan kamera X dengan kamera Y. Sudah banyak tulisan tentang hal itu di internet dan saya tidak berniat untuk menambah satu lagi.

    Tulisan ini berupa pedoman, dan cara mengelompokan kamera yang sesuai dengan kebutuhkan anda. Tulisan ini akan mencoba membantu anda mengambil keputusan yang terbaik dalam memilih dan membeli kamera DSLR. Tulisan ini hanyalah pedoman, petunjuk, saran, rekomendasi, guide, atau apalah namanya. Jadi, jangan berharap di tulisan ini saya menyarankan anda sebaiknya membeli kamera apa. Bila itu yang anda harapkan, maaf, tulisan ini bukan untuk anda hehehehe.

    Pendeknya

    Apabila anda ingin jawaban yang singkat, langkah membeli kamera D-SLR sebenarnya amat mudah. Anda tinggal tentukan jumlah uang yang akan anda belanjakan, sehingga pilihan model kamera yang anda tinggal sedikit. Lalu tentukan merk apa yang anda nyaman. Pemilihan ini juga dipikirkan teman-teman anda memakai merk apa. Kalau anda berencana bisa pinjam-meminjam alat dan aksesoris ketika hunting bersama, pilih merk yang sama. Kalau anda ingin berbeda, ya tinggal pilih merk kamera yang berbeda dari teman anda. Selanjutnya, tinggal anda membeli kamera tersebut. Langkah ini yang paling sulit biasanya hehehehehe.....

    Baik, itu versi pendeknya. Kalau mau versi panjangnya, kita mulai dengan membahas

    Kelas Pengguna Kamera
    Semua merk kamera D-SLR membagi konsumen mereka di kelas-kelas pengguna kamera. Pembagian kelas ini juga menentukan, harga yang mereka pasang untuk produk mereka di masing-masing kelas. Para produsen kamera biasanya membagi konsumen mereka menjadi beberapa kelompok:
    - Entry level
    - Hobby
    - Semi Professional
    - Professional

    Profesional adalah wartawan foto yang setiap hari dipanggil tugas untuk meliput dalam kondisi apapun, panas, hujan, badai pasir, di lapangan olah raga, atau bahkan di medan perang. Profesional adalah fotografer komersil yang melakukan pemotretan hampir setiap hari. Profesional adalah mereka yang akan memakai kamera mereka hingga limitnya.

    Kamera untuk pengguna ini didesain dengan ketahanan yang kuat dan tingkat kehandalan yang tinggi. Biasanya body-nya terbuat dari campuran metal, dengan tingkat kerapatan karet pelindung yang tinggi, sehingga dikatakan weather-proof. Bisa dipakai dibawah hujan, walaupun tidak dikatakan water-proof. Fasilitas dan fitur-fiturnya dibuat amat beragam dengan akses terhadap fitur tersebut dibuat lebih mudah (diberi banyak sekali tombol akses untuk fasilitas). Fiturnya pun banyak yang bisa diatur sendiri, sehingga fotografer bisa memiliki banyak sekali pilihan untuk bekerja.

    Semi-profesional adalah orang-orang yang memakai kamera mereka untuk mencari uang, akan tetapi tidak membutuhkan ketahanan kamera seperti mereka yang profesional. Fasilitas, kehandalan, dan ketahanan kamera mereka tidaklah perlu sekuat kamera profesional. Semi-profesional adalah fotografer pernikahan yang lebih banyak memakai kamera mereka pada akhir pekan.

    Hobby adalah orang-orang yang memakai kamera mereka untuk hobby mereka. Kamera dipakai untuk bersenang-senang dan melepas penat pekerjaan utama mereka. Kamera dipakai sekali-sekali atau mungkin tiap akhir pekan bersama teman-teman mereka.

    Sedangkan Entry Level adalah orang-orang yang baru saja 'kenal' dengan kamera. Entry level, seperti namanya, adalah tingkatan pemakai kamera yang baru 'masuk' ke dunia kamera. Hal ini dikarenakan harga kamera di kelas ini adalah harga yang paling murah dibanding kelas-kelas yang lain.

    Kamera untuk pengguna Entry Level biasanya diberikan yang dasar saja (dan beberapa fitur "penarik" untuk tujuan marketing). Body kameranya dibuat dari plastik, dengan ketahanan dan kehandalan yang dibuat cukup untuk pengguna level ini. Fasilitas dan fitur-fiturnya kebanyakan "disembunyikan" di dalam menu, sehingga untuk mengaksesnya harus melalui menu terlebih dahulu. Kamera di kelas ini tetap memiliki karet seal, akan tetapi tidak serapat kelas-kelas di atasnya. Sehingga kamera ini tidak bisa disebut weather-proof, walaupun ada beberapa temen yang tetap berani pakai kamera ini walaupun sedang hujan.

    Di antara kedua ujung spektrum pengguna Entry Level dan Professional, ada pengguna Hobby dan Semi-Profesional. Fasilitas, ketahanan body, serta desain dasarnya jelas berada diantara kamera kelas Profesional dan kamera kelas Entry Level. Pada rentang antara ini, model kamera yang ditawarkan amat beragam dengan fasilitas dan fitur yang juga amat beragam. Batasan antara kamera Hobby dan kamera Semi-Profesional amatlah kabur dan mengundang perdebatan.

    Harap diingat bahwa produsen kamera tidak pernah secara eksplisit menyatakan bahwa mereka mengelompokan konsumen mereka dalam kelompok-kelompok itu saja dengan 4 jenis kamera yang berbeda-beda dalam suatu waktu. Mereka bisa saja memiliki lebih dari 4 (empat) produk dengan tingkat fasilitas dan fitur yang berbeda-beda. Semakin banyak pilihan, tentunya semakin banyak kemungkinan seorang pembeli bisa memilih yang lebih sesuai dengan kebutuhan (dan kantong) mereka.

    Kebanyakan dari anda, yang membaca tulisan ini, jatuh di katagori Entry Level atau Hobby. Mungkin, dengan kekuatan uang anda, anda bisa mengatakan kalau anda bisa memakai kamera Semi-Profesional atau bahkan kamera Profesional. Bisa saja, dan tentu saja sah-sah saja kalau anda berencana membeli kamera yang terbaik dengan uang anda. Tulisan ini hanya memberikan pedoman dasar, pasar kamera D-SLR seperti apa. Selanjutnya, keputusannya tetap terserah anda.

    Agama
    Loh? Kok agama dibawa-bawa di sini?

    Begitu anda memilih salah satu merk kamera, berarti anda sudah memilih sebuah paket sistem kamera. Berarti anda sudah memilih lensanya, memilih aksesorisnya, lengkap beserta komunitasnya. Fanatisme pengguna kamera di dunia terkadang bisa disamakan dengan fanatisme pemeluk agama.

    Salah satu teman dosen fotografi saya pernah bercanda sama mahasiswa barunya, "Eh, agama kamu apaan?"
    Lalu, mahasiswa baru ini sambil kebingungan menjawab ragu-ragu, "Eee... saya Kristen pak."
    Teman saya ini menjawab, "Wah, salah. Di sini, cuma ada agama Nikon, Canon, Olympus dan Sony. Agama kamu apaan?"

    Saya sendiri pemakai Nikon. Saya tidak pernah mengatakan (dengan serius) bahwa Canon memiliki produk yang jelek. Saya memakai Nikon karena saya memang sudah sejak awal (pada jaman kamera film) sudah memakai kamera Nikon. Jadi, saya memang sudah terbiasa dan nyaman dengan Nikon. Memang saya sudah bercanda dengan teman-teman, dan menjelekkan merk teman saya yang berbeda dengan Nikon. Tapi itu hanya sebatas bercanda. Saya percaya penuh, Canon memiliki produk yang bagus juga. Hanya saja, saya lebih menyukai Nikon. Itu sama saja seperti saya mengatakan saya lebih menyukai sate ayam ketimbang soto.

    Ketika memilih merk kamera, saya lebih menyarankan untuk menyamai merk kamera yang sudah dipakai oleh teman-teman dekat anda. Dengan memilih merk kamera yang sudah dipakai teman-teman dekat anda, koleksi alat anda (lensa dan flash) menjadi lebih beragam ketika anda bersama teman-teman anda hunting foto bersama. Anda bisa tukar-tukaran lensa.

    Kecuali kalau anda berprinsip "Asal Beda". Kalau prinsip anda, harus beda dengan teman anda, ya berarti pilihan anda sudah jelas bukan?

    Teknologi
    Dengan tingkat persaingan merk kamera yang seketat ini, bisa dikatakan, kamera terbaru yang dipasarkan oleh sebuah produsen kamera dapat dipastikan memiliki teknologi yang paling baru yang dimiliki oleh produsen tersebut. Kamera baru, artinya, teknologi baru. Setiap produsen pasti berlomba-lomba untuk memberikan kamera yang memiliki teknologi tertinggi yang dapat diberikan produsen tersebut pada kelas kamera yang bersangkutan.

    Walaupun kebanyakan dari konsumen kamera adalah merupakan konsumen yang loyal terhadap sebuah merk kamera, kalau merk tersebut sudah terlalu lama tidak mengeluarkan model terbaru (dengan kata lain, tidak melakukan pengembangan teknologi), konsumen mereka ini bisa-bisa "ganti agama", pindah merk. Kalau terlalu banyak yang pindah agama seperti itu, tidak peduli seberapa besar merk tersebut, merk tersebut bisa-bisa colaps atau bahkan, bangkrut (Contohnya Minolta, Konica, Kyocera).

    Kita sebagai konsumen tinggal tenang-tenang saja. Dengan persaingan yang amat ketat itu, dapat dipastikan produsen kamera akan mengeluarkan produk kamera yang berteknologi tinggi dengan harga semurah mungkin yang mereka bisa berikan. Nasib dan kelangsungan hidup dari perusahaan-perusahaan kamera itu amat bergantung pada kamera yang mereka produksi dan pasarkan. Jadi, pastilah mereka memastikan bahwa kamera-kamera yang mereka pasarkan akan memiliki teknologi terbaru yang dapat memenuhi kebutuhan anda.

    Dengan persaingan yang amat ketat itu, juga dapat dipastikan bahwa semua kamera yang anda beli pasti tidak akan mengecewakan. Semua model, semua tipe, semua merk kamera D-SLR yang ada di pasaran sekarang, pasti bisa membantu anda membuat foto yang bagus. Sekarang, pertanyaannya tinggal, bagaimana anda memakai alat itu, kamera itu, untuk membuat sebuah foto yang bagus. Tidak ada orang yang pernah bertanya pada pelukis, "Lukisan itu dibuat pakai kuas dan cat merk apa?"

    Jadi, carilah kamera yang paling baru yang paling mungkin untuk kelas penggunaan anda dan kantong anda.

    Teknologi
    Dengan tingkat persaingan merk kamera yang seketat ini, bisa dikatakan, kamera terbaru yang dipasarkan oleh sebuah produsen kamera dapat dipastikan memiliki teknologi yang paling baru yang dimiliki oleh produsen tersebut. Kamera baru, artinya, teknologi baru. Setiap produsen pasti berlomba-lomba untuk memberikan kamera yang memiliki teknologi tertinggi yang dapat diberikan produsen tersebut pada kelas kamera yang bersangkutan.

    Walaupun kebanyakan dari konsumen kamera adalah merupakan konsumen yang loyal terhadap sebuah merk kamera, kalau merk tersebut sudah terlalu lama tidak mengeluarkan model terbaru (dengan kata lain, tidak melakukan pengembangan teknologi), konsumen mereka ini bisa-bisa "ganti agama", pindah merk. Kalau terlalu banyak yang pindah agama seperti itu, tidak peduli seberapa besar merk tersebut, merk tersebut bisa-bisa colaps atau bahkan, bangkrut (Contohnya Minolta, Konica, Kyocera).

    Kita sebagai konsumen tinggal tenang-tenang saja. Dengan persaingan yang amat ketat itu, dapat dipastikan produsen kamera akan mengeluarkan produk kamera yang berteknologi tinggi dengan harga semurah mungkin yang mereka bisa berikan. Nasib dan kelangsungan hidup dari perusahaan-perusahaan kamera itu amat bergantung pada kamera yang mereka produksi dan pasarkan. Jadi, pastilah mereka memastikan bahwa kamera-kamera yang mereka pasarkan akan memiliki teknologi terbaru yang dapat memenuhi kebutuhan anda.

    Dengan persaingan yang amat ketat itu, juga dapat dipastikan bahwa semua kamera yang anda beli pasti tidak akan mengecewakan. Semua model, semua tipe, semua merk kamera D-SLR yang ada di pasaran sekarang, pasti bisa membantu anda membuat foto yang bagus. Sekarang, pertanyaannya tinggal, bagaimana anda memakai alat itu, kamera itu, untuk membuat sebuah foto yang bagus. Tidak ada orang yang pernah bertanya pada pelukis, "Lukisan itu dibuat pakai kuas dan cat merk apa?"

    Jadi, carilah kamera yang paling baru yang paling mungkin untuk kelas penggunaan anda dan kantong anda.

    Model Kamera
    Setelah mengetahui tentang kelas-kelas kamera, bagaimana mengenali dengan mudah kamera tersebut berada di kelas tersebut. Langkah pertama, tentu saja dengan melihat harganya. Lalu, selain harganya, kelas-kelas kamera bisa dilihat dari penamaan model-model kamera. Setiap produsen kamera memiliki cara penamaan tersendiri untuk membedakan kamera-kamera mereka pada di kelas yang mana.

    Khusus untuk merk Nikon, kamera-kamera D-SLR mereka selalu diawali dengan huruf "D" lalu beberapa angka tergantung kelasnya. Kamera-kamera Nikon untuk:
    - kelas Professional, satu digit saja, seperti D1, D1x, D1h, D2x, D2h, dan D3.
    - kelas Semi-Professional, 3 digit angka, seperti D100, D200, D300 dan D700.
    - kelas Hobby, 2 digit angka diatas angka 70, seperti D70, D70s, D80 dan D90.
    - kelas Entry Level, 2 digit angka dibawab angka 70, seperti D40, D40x, D50 dan D60.

    Untuk kamera merk Canon, jenjang perbedaan kelas-kelas kamera mereka lebih lebar. Pada awalnya, mereka juga memakai huruf "D" di awal nama model kamera mereka, diikuti dengan beberapa digit angka. Akan tetapi, kemudian mereka merubahnya dengan meletakkan huruf "D" setelah beberapa digit angka. Hal ini hanya agak berbeda dengan saingan utamanya, Nikon (Nikon juga melakukannya untuk membedakan dengan Canon). Jadi, untuk kamera-kamera Canon, pengelompokkan kelas-kelas kamera mereka sebagai berikut (dari tingkat Professional hingga Entry Level):
    - 1Ds, 1Ds Mk II, 1Ds Mk III
    - 1D, 1D Mk II, 1D Mk II N, 1D Mk III
    - 5D, 5D Mk II
    - D30, D60, 10D, 20D, 30D, 40D, 50D
    - 300D, 350D, 400D, 450D
    - 1000D
    Canon baru saja meluncurkan 1000D, yang 'diletakkan' di bawah 450D. Sebelum ada 1000D, seri-seri 400D dan 450D adalah seri Entry Level Canon.

    Sedangkan untuk Olympus, mereka menggunakan huruf E untuk kamera-kamera mereka (dari tingkat Professional hingga Entry Level):
    - E-1, E-3
    - E-500, E-510, E-520
    - E-300, E-330
    - E-400, E-410, E-420

    Harga
    Jelas, kalau kita sudah berpikir bahwa produsen memilah-milah konsumennya dari tingkat penggunaan kamera mereka, kita dapat memilah-milah kamera mana yang berada di kelas 'atas' atau di 'bawah'. Dengan berpatokan pada harga kamera, kita bisa melihat pada suatu titik tertentu, kamera mana yang ditujukan sebagai kamera Entry Level, dan kamera mana yang ditujukan sebagai kamera Professional.

    Entry level akan memiliki harga yang paling murah dari semua model kamera yang dipasarkan oleh sebuah produsen kamera. Bahkan biasanya, kamera pada tingkatan Entry Level lebih banyak ditawarkan dalam bentuk paket body dan lensa. Kamera Profesional akan memiliki level harga yang paling tinggi. Saking tingginya, 1 (satu) unit kamera kelas Profesional, body only, bisa membeli hingga lebih dari 10 (sepuluh) buah kamera Entry Level, lengkap dengan lensa kit-nya.

    Pada umumnya, kamera seri Entry Level akan dijual dikisaran harga US$ 500 hingga US$ 600 lengkap dengan lensa kit-nya. Harga ini adalah harga minimal yang perlu dibayarkan untuk "masuk" ke dunia D-SLR. Harga ini naik terus seiring dengan naiknya kelas pengguna kamera, hingga pada ujung rentang harga, terdapat kamera Professional merk Canon yang dijual dengan harga US$ 7.000, body only.

    Harga-harga tersebut adalah harga kamera tipe terbaru. Apabila anda ingin harga yang lebih murah, anda bisa mencari kamera dengan tipe yang 1 (satu) model lebih awal pada kelas tersebut (tentu saja apabila stok kamera tersebut belum habis). Selain itu, untuk mencari kamera yang lebih murah, anda juga bisa mencari kamera bekas (second hand) yang banyak dijual di internet atau di toko kamera. Tentu saja, anda perlu berhati-hati ketika anda berencana membeli kamera bekas.

    Ketika anda ingin membeli kamera bekas, sebaiknya anda:
    - membeli pada orang yang anda benar-benar kenal (teman anda),
    - bertanya pada teman yang lebih berpengalaman,
    - membeli dari toko kamera yang terpercaya, atau
    - membawa teman anda yang lebih pengalaman sehingga dia bisa membantu anda memeriksa kondisi kamera yang akan dijual.

    Black Market
    Ketika mencari-cari informasi tentang harga kamera D-SLR, anda harap berhati-hati ketika anda mencari harga yang paling murah. Beberapa toko kamera menjual kamera mereka dengan harga yang amat murah, akan tetapi tidak disertai dengan garansi resmi dari distributor Indonesia.

    Membeli kamera hampir sama dengan dengan membeli handphone. Ada harga garansi resmi, dan ada juga harga "garansi toko" atau lebih dikenal dengan nama "Barang Black Market". Terkadang, toko kamera menyamarkan jenis barang ini dengan tetap menawarkan garansi, akan tetapi garansi Internasional.

    Apabila anda memang ingin membeli kamera dengan garansi resmi, pastikan kamera yang anda beli memiliki garansi yang berasal dari:
    - Nikon, garansi Nikon Indonesia, atau PT. Alta Nikindo
    - Canon, garansi Canon Indonesia, atau PT. Datascript
    - Olympus, garansi Olympus Customer Care Indonesia (OCCI)
    - Sony, garansi Sony Indonesia, atau PT. Sony Indonesia

    Kenapa garansi resmi penting? Karena kamera digital adalah alat elektronik yang membutuhkan ketelitian untuk memproduksinya. Dengan membeli alat elektronik yang memiliki garansi resmi, anda terbebas dari pikiran was-was ketika anda memakai alat anda. Anda juga akan mendapat banyak kemudahan dan beberapa servis cuma-cuma (atau potongan harga) apabila anda membeli kamera dengan garansi resmi. Harga jual kamera anda juga dapat lebih tinggi ketimbang kamera yang dibeli tanpa garansi resmi.

    Tentu saja, anda tidak diharuskan membeli kamera dengan garansi resmi. Pilihan tetap pada anda. Akan tetapi, resiko juga tanggung sendiri. Terkadang, distributor resmi akan mempersulit (atau memahalkan) proses servis kamera anda apabila terjadi sesuatu pada kamera anda.

    Saran saya, belilah kamera digital anda dengan garansi resmi. Percayalah, beda harga tersebut tidak signifikan dalam jangka waktu anda memiliki kamera tersebut.


    Buat Keputusan
    Ini langkah yang paling sulit. Setelah anda banyak membaca, melakukan riset, menentukan budget anda, menentukan pilihan model kamera yang anda inginkan, mencoba dan merasakan bagaimana kamera itu di tangan anda, dan akhirnya, mulai berani menentukan model kamera apa yang anda inginkan.

    Setelah itu, hanya satu yang anda perlu lakukan. TERJUN !!

    Tutup mata anda, buang semua keraguan, lakukan pembelian kamera sesuai dengan keputusan anda. Kalau anda terus menunggu dan terus membaca dan terus bertanya, anda tidak akan punya kamera. Anda tidak akan motret.

    Pilihannya ada di anda. Anda sudah membaca sampai sejauh ini. Semua sudah dibahas. Tinggal anda yang memutuskan, apakah anda benar-benar ingin motret dan menghasilkan foto-foto yang selama ini anda lihat..... atau anda akan terus menunggu.


    ------------------
    Jangan pernah tanya ke saya, saya saranin beli kamera apa.

    Karena saya tidak tahu budget dan kebutuhan anda.

    Saya menulis susah-susah justru supaya anda bisa BERPIKIR, USAHA dan MEMBUAT KEPUTUSAN SENDIRI.

    sumber
     
  10. Offline

    bonati Rockstar Most Valuable Users

    Joined:
    May 15, 2009
    Messages:
    31,753
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +59,020 / -1
    kalau buat canon lensa apa ya yg cocok buat gantti lensa kit ?
    ya cuma buat pemakaian normal sich, zoom buat sesekali aja ? :bingung:
     
  11. Offline

    nunoobey Post Hunter Moderator

    Joined:
    Jul 12, 2011
    Messages:
    4,370
    Trophy Points:
    222
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +164,455 / -1
    klo lensa IMO...sebenernya kembali ke selera masing2...utk pemakaian sehari2 pake lensa kit jg sebenernya dah cukup

    cuman klo mo ngejar moment2 tertentu (profesional) maka bth lensa yg lbh baik jg...selama ini saia paka lensa fix 50 ma tamron 17-50

    semua "kebutuhan moment" saia bs terpenuhi (walaupun kadang pengen beli lensa tele) :malu

    -------------------------------------------
    skrg tinggal selera photography nya pengen k arah mana...y gunakan lensa yg support :hmm:
     
  12. Offline

    killbunny Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 14, 2009
    Messages:
    3,541
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +4,098 / -0
    bener tuh kata om nuno
    lensa sebenarnya tergantung mau di pake apa kameranya
    kit msh termasuk lensa normal, saran saya sih mikirnya jangan buat ngegantiin lensa kit,tp buat ngelengkapi lensa kit.
    saya cuma punya riview lensa-lensa yang umum aja.

    riview yang pernah sy pake, pernah pake 55-250mm. yang tele itu. overall lumayan ga buruk-buruk amat, tapi ga tau deh 55-250 yang skrg,soalnya itu udah keluaran baru kan,
    material bahannya juga kayanya lebih ringkih drpd 55-250 yang lama,yg warna itemnya lebih kinclong.
    penggunaannya juga jarang sih, cuma stage sekali, street sekali, udah jarang make tele lagi. lalu saya jual. haha

    trus ada lagi 18-200mm nya tamron. lensa sejagad murah meriah. plus dengan fitur (katanya) makro.
    kl buat yang ini saya ga rekomen. saturasinya rd kacau, fokusingnya juga lama. well, wajar sih. apa sih yang bisa diharapkan dari lensa jenis sejagad 18-200?
    wide di 18 ada, tele di 200 ada,plus ada makro juga,murah pula. pasti ada yang di korbankan. saturasi,focusing.
    no offence buat pengguna 18-200 tamron ya. hehehe just a riview from disappointed user. :D

    lalu ada fix 50mm yang famous itu. hehehe dr segi harga murah. plus ga buruk-buruk amat ko.
    yang penting cara menggunakan, soalnya lensa ini di f 1.8 sampai 2.4 sangat sangat sering misfocus. pakai focus manual, di f 1.4 bisa tajem lhoo
    kepake banget buat poto stage malem, model apalagi.

    semoga membantu
    hehe
     
    • Like Like x 1
  13. Offline

    agungz_bali Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 4, 2009
    Messages:
    1,331
    Trophy Points:
    146
    Ratings:
    +2,250 / -0
    maaf mastah photography semua

    ane mau bertanya, maaf kalo salah kamar :maaf:

    ane ada rencana beli kamera semi pro, dan pilihan jatuh antara panasonic fz60 - nikon p510 - fuji hs30

    menurut mastah semua, paling worthed ambil yg mana ya?

    terimakasih sebelumnya :maaf:
     
  14. Offline

    txdvil Beginner Members

    Joined:
    May 2, 2009
    Messages:
    212
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +3,283 / -0
  15. Offline

    bonati Rockstar Most Valuable Users

    Joined:
    May 15, 2009
    Messages:
    31,753
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +59,020 / -1

    kalau tamron 17-50 kualitasnya lebih bagus dari lensa kit yang bawaan ya :bloon:
    soalnya lensa kit saya rusak af nya skg cuma pake lensa fix 50 :swt:

    @killbunny : kalau buat foto pemandangan plus oragnnya , event nikahan atau pre wedding mending lensa apa ya :bloon:
     
    Last edited: Apr 18, 2013
  16. Offline

    txdvil Beginner Members

    Joined:
    May 2, 2009
    Messages:
    212
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +3,283 / -0
    tamron 17-50 bagus tuh apalagi yg VC, VC itu kl di canon IS bro, uda tajam banged lah di semua FL dan bukaan

    bro kameranya FF atau APSC?
    kalo FF saran sy pake 24-70 atau 24-105
    kl ASPC, bisa 17-50, 18-200, 18-55, 11-16
     
    • Like Like x 1
  17. Offline

    bonati Rockstar Most Valuable Users

    Joined:
    May 15, 2009
    Messages:
    31,753
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +59,020 / -1
    maaf nubie jg jd gak tahu punya saya ff atau apsc :malu
    kamera saya canon 550d..
     
  18. Offline

    txdvil Beginner Members

    Joined:
    May 2, 2009
    Messages:
    212
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +3,283 / -0
    oh kalo 550d masuknya APSC bro,
    FF itu full frame, cb di cek pekwan mgkin ada penjelasannya

    bro budget nya brp?
    kl ga masalah soal budget sih lsg ambil canon L series
    Canon 18-200 uda bagus juga kok
     
  19. Offline

    bonati Rockstar Most Valuable Users

    Joined:
    May 15, 2009
    Messages:
    31,753
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +59,020 / -1
    budget 3-4 jt paling ambil tamron 17-50 yg vc paling nti :hehe:
     
  20. Offline

    txdvil Beginner Members

    Joined:
    May 2, 2009
    Messages:
    212
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +3,283 / -0
    kalo 3-4jt bolehlah tamron 17-50
    18-200 jg dpt sih tmn sy kmren jual 4,5jt
    range dpt lebih panjang tentunya, buat liputan wedding, pemandangan oke semua
     
  21. Offline

    killbunny Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 14, 2009
    Messages:
    3,541
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +4,098 / -0
    kalo saya sih mending pake normal,buat pemandangan atau buat nikahan indoor
    prewedding pake fix
    IMO, main safe aja
    haha

    beli lensa L kalau budget memungkinkan
    24-70 atau 70-200 itu udah bagus banget
    riviewnya juga ga jelek kok
     

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.