1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Inspiration Perempuan yang dicintai suamiku

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by mbikh♥♥, Feb 1, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    mbikh♥♥ Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 21, 2008
    Messages:
    155
    Trophy Points:
    67
    Ratings:
    +65 / -0
    PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU

    - sorie kalo repost ato kpanjangan xP-

    Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang

    pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik

    dan lebih menuruti apa mauku.



    Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi

    kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian

    mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit.

    Aku pikir dia workaholic.



    Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang

    kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah

    romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2

    seperti itu sebagai ungkapan sayang.



    Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan

    makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja

    makanberdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan

    obrolan yang

    terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.



    Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan

    anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku

    menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.



    Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami.

    Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek

    sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya,

    dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena

    sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang

    perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha,

    temannya Mario saat dulu kuliah.



    Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah

    melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar

    indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu

    berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh

    pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang

    lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.



    Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu,

    Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang

    akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang

    mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu

    dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.



    Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada

    Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari

    bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai

    sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan

    komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang,

    ada pekerjaan yang membingungkan.



    Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di

    RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal,

    karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa

    dengan suara riangnya,



    " Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau

    makan juga? uhh. dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak

    Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah

    habis ditangannya. Dan..aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang

    terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku

    yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !



    Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya

    membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih

    sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya.

    Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku

    buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang

    kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa

    sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.



    Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu

    manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan

    ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali

    lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.



    Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati

    bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak

    dihatinya.



    Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta , aku tidak pernah menyangka,

    hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.



    Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya

    keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka

    password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat

    tante Meisha ?"



    Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,



    *Dear Meisha,*



    *Kehadiranmu bagai beribu b intan g gemerlap yang mengisi seluruh relung

    hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada

    Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya,

    karena dia ibu dari anak2ku.*



    *Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2

    mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu,

    tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak

    menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2

    terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak

    sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk

    mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku

    menikahinya. *



    *Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti

    ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang

    tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti

    pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh

    dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.*



    *Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang

    lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami.

    Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat

    Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan

    selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi

    tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada

    tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you

    are the only one in my heart.*



    *yours,*



    *Mario*



    Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru

    berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan

    menyayangiku.



    Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia

    mencintai perempuan lain.



    Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari

    untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari

    bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.



    Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan

    tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor

    untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak

    pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku

    terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu mem intan ya menikahiku karena aku malu

    terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia

    memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.



    Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang

    perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia

    tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan

    aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan

    melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.



    Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah

    dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu,

    aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan

    Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.



    **********



    Setahun kemudian.



    Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman

    itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.



    " *Mario, suamiku..*



    *Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja

    dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu

    yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak

    bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin

    memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak

    memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan

    menuruti keinginanku. Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak

    pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau

    melakukan apa saja untukku...*



    *Ternyata aku keliru.. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan

    kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu

    yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.*



    *Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa

    kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi

    istriku ?"*



    *Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.*



    *Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia

    bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah

    wanita yang sempurna yang engkau inginkan.*



    *Istrimu,*



    *Rima"*



    *D*i surat yang lain,



    *"...Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin

    es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat

    cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh

    cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha.."*



    Disurat yang kesekian,



    *"...Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.*



    *Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan , aku tidak lagi marah2 padamu,

    aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar

    masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros,

    dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku

    selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu,

    untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika

    engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku

    menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat

    engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah.. .*



    *Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap

    berusaha dan menantinya.. .."*



    Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya.

    dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.



    Disurat terakhir, pagi ini.



    *"......Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun

    lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang,

    karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin

    aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup,

    karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.*



    *Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran

    dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak

    sakit.*



    *Tahukah engkau suamiku,*



    *Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9

    tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari

    matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?..."*



    Jelita menatap Meisha, dan bercerita,



    " Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat

    keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku.

    Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu,

    dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu

    menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama

    menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan

    tinggi.. aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante... aku melihatnya

    masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak.."

    Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak.

    Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit

    di hatinya, tapi dia sangat dewasa.



    Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario

    mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.



    *Dear Meisha,*



    *Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2

    dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh

    basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku

    baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar..

    Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?*



    *Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan

    besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil

    mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena

    dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku..*



    Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk

    disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam.

    Semuanya telah terjadi, Mario.

    *Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika

    seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.*
     
    • Thanks Thanks x 5
    • Like Like x 4
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    sita Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 22, 2008
    Messages:
    81
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +20 / -0
    itu bener2 cerita yg paling bagus yg pernah gw baca...
    true story yach..

    sedih bgt pas cerita ankny yg liat ibunya tersenyum..


    hikz..hikz..hikz...
     
  4. Offline

    chays Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 22, 2008
    Messages:
    210
    Trophy Points:
    72
    Ratings:
    +48 / -0
    dan kamu bakal terluka sangat dalam ketika tahu orang tersebut menghilang karena kamu..

    cerita bagus..
     
  5. Offline

    princess Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 30, 2008
    Messages:
    437
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +160 / -0
    oh my god..
    hikz..
    hampir nangis ni.. sedih banget...
    ya penyesalan selalu datang terlambat..
    and ketika seseorang itu telah pergi dari kehidupan kita...
    kita baru menyadari seberapa pentingnya dia bagi kehidupan kita....
    TT.TT
     
  6. Offline

    kurama013 Lurking Around Veteran

    Joined:
    Sep 7, 2008
    Messages:
    1,615
    Trophy Points:
    252
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +9,008 / -0
    wew..
    ceritanya mengharukan..
    gw sebagai cowo tergerak nih..>_<..jarang2 ada story yg bisa buat gw terharu..
    Mario-nya setia, menghargai si Rima..(bohong untuk baik/ bohong untuk tidak baik ???)
    Rima-nya setia juga..

    wah..bagus nih ceritanya..
    tunggu GRP..
     
  7. Offline

    Ephraim Silent Reader Members

    Joined:
    Jan 22, 2009
    Messages:
    63
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +0 / -0
    menurut gwe.. cinta yang dialami mario adalah sebuah lust.. alias nafsu akan keadaan semata..
    sedangkan yang dimiliki rima adalah cinta yang mendalam dari dasar lubuk hati..

    sungguh ironis rumah tangga seperti diatas..
    semoga gwe yang ampe sekarang bahkan ga tau arti cinta.. bsa memiliki pasangan yang gwe cintai.. amin! wkwkw..
     
  8. Offline

    NuRaider Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 24, 2008
    Messages:
    3,866
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +54,508 / -0
    You don't no what you got, till its gone...

    Sesuai bener dah... Muali sekarang gw akan belajar mencintai apa yng gw punya...
     
  9. Offline

    Van Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 30, 2008
    Messages:
    292
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +122 / -0
    Endingnya sedih bener :onion-14:

    Memang kita seringkali ga menghargai sesuatu sampai kita bener" kehilangan.
    Plg ga hrs mulai memikirkan apa yang berharga supaya bs lbh dulu mulai dihargai sebelum kehilangan....
     
  10. Offline

    altaria Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 7, 2008
    Messages:
    220
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +10,828 / -0
    gila nih cerita sedih bgt...

    iya tuh bener.. makanya kita harus menghargai apa yang kita punya dari sekarang...
     
  11. Offline

    IrisSachiel Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 11, 2009
    Messages:
    500
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +14 / -0
    Huueeee.....

    Gue dah nangis sejak pertengahan cerita....

    Gue salut banget sama Rima....

    BTW, ini true story apa nggak sich??
     
  12. Offline

    BuNNi Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 6, 2009
    Messages:
    22
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +9 / -0
    aku ada pernah di kasih cerita ini, cerita nya mank mengharukan banget...
    btw kk yg upload cerita ini pernah upload tempat lain ga? jangan2 satu orang lagi nih yg upload... selain upload disini dimana lagi kk?
     
  13. Offline

    freyr2thor Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 22, 2008
    Messages:
    530
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +8,655 / -0
    sedih..
    salut sama rima...
    kasian sama mario juga sih, tapi dy agak nyebelin juga...
    kalo emang ga mau, ya bilang gtu lho..
    tapi saya yakin klo saya ada di posisinya mario, pasti bingung juga ya...

    yah, emang bener...

    terkadang manusia tidak pernah menyadari pentingnya sesuatu sampai sesuatu itu hilang dari hidupnya...

    nice story^^v
     
  14. Offline

    awp8788 Members

    Joined:
    Feb 7, 2009
    Messages:
    1
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    mengharukan ceritanya..
    mulai sekarang gw harus menghargai apa yg gw miliki nih.. daripada nyesel belakangan.. :onion-86:
     
  15. Offline

    buncit Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 18, 2008
    Messages:
    87
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +0 / -0
    nice post bro, Tuhan udh kasih yg terbaik di samping kita, tapi kita selalu ngeliat yg orang lain punya, kalo udh hilang kita baru sadar kalo dia yg terbaik buat kita,
     
  16. Offline

    the_yudist Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 20, 2009
    Messages:
    82
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +24 / -0
    gokil!!! sumpah ini cerita yang maksudnya paling dalem yg pernah gw liat.. :terharu:
     
  17. Offline

    bahenol Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 18, 2009
    Messages:
    188
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +4 / -0
    kita emang ga pernah menghargai sesuatu yang ada di dekat kita sampe sesuatu itu hilang....
    kalo uda hilang, malah meminta kembali... T.T
     
  18. Offline

    Zervo Oniisan Co Administrators

    Joined:
    Dec 8, 2008
    Messages:
    10,188
    Trophy Points:
    237
    Ratings:
    +148,023 / -2
    hampir gw repost..

    gw dah dapet cerita ini lama emang. Dan tadi baru bener2 baca lagi.
    tadinya gw pikir disini blom ada.
    untung ga jadi gw post new thread :keringat:

    --------------------

    nih cerita bagus banget sih untuk reminder kita2 disini.
    ga cuma yg pnya pasangan doang. tapi berlaku juga buat saudara, teman, pacar, orang tua. etc


    --------------------------
    sekalian sundul thread bagus ini deh
    :peace:
     
  19. Offline

    myluckynumber8 Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 9, 2009
    Messages:
    37
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +4 / -0
    sebenernya baugs sih,,cuman panjang banet jadi males bacanyaa....hhehehe :p
     
  20. Offline

    xclone Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 23, 2009
    Messages:
    138
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +30 / -0
    wooow.. :terharu: bgt T_T
    bner" salut sama si rima yg sabar bgt . tp kasian si mario baru akhirnya sadar pas akhir akhir :sedih:
     
  21. Offline

    Altair97 Beginner Members

    Joined:
    Feb 23, 2010
    Messages:
    221
    Trophy Points:
    51
    Ratings:
    +796 / -0
    thanks dan rep untukmu, agan mbikh, ceritanya bagus ni.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.