1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Pengenalan IPv6

Discussion in 'Science and Technology' started by WhiteSin, Feb 16, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    WhiteSin Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 31, 2009
    Messages:
    602
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +127 / -0
    Jaman teknologi memang sudah makin maju, rumor beredar pd tahun 2011 IP yang batasannya cuma 4 titik Ex: 127.0.0.5 Akan diganti dengan jenis IP baru
    Dan kabarnya tidak hanya pada protocol dalam komputer namun pada tiap benda seperti kulkas akan dipasang IP dikemudian hari nanti.


    Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.





    Selayang pandang

    Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.

    Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.

    Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.

    Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373.




    Format Alamat

    Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua :)). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.

    Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:

    0010000111011010000000001101001100000000000000000010111100111011000000101010101000000000
    1111111111111110001010001001110001011010

    Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:

    0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010
    0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010

    Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:

    21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A







    Penyederhanaan bentuk alamat

    Alamat di atas juga dapat disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok yang berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan membuang angka 0, alamat di atas disederhanakan menjadi:

    21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A

    Konvensi pengalamatan IPv6 juga mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni dengan membuang banyak karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0-nya. Jika sebuah alamat IPv6 yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format mengandung beberapa blok 16-bit dengan angka 0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan dengan menggunakan tanda dua buah titik dua :)). Untuk menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini sebaiknya hanya digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang direpresentasikan oleh setiap tanda dua titik dua :)) yang terdapat dalam alamat tersebut. Tabel berikut mengilustrasikan cara penggunaan hal ini.
    Alamat asli Alamat asli yang disederhanakan Alamat setelah dikompres
    FE80:0000:0000:0000:02AA:00FF:FE9A:4CA2 FE80:0:0:0:2AA:FF:FE9A:4CA2 FE80::2AA:FF:FE9A:4CA2
    FF02:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0002 FF02:0:0:0:0:0:0:2 FF02::2

    Untuk menentukan berapa banyak bit bernilai 0 yang dibuang (dan digantikan dengan tanda dua titik dua) dalam sebuah alamat IPv6, dapat dilakukan dengan menghitung berapa banyak blok yang tersedia dalam alamat tersebut, yang kemudian dikurangkan dengan angka 8, dan angka tersebut dikalikan dengan 16. Sebagai contoh, alamat FF02::2 hanya mengandung dua blok alamat (blok FF02 dan blok 2). Maka, jumlah bit yang dibuang adalah (8-2) x 16 = 96 buah bit.






    Format Prefix

    Dalam IPv4, sebuah alamat dalam notasi dotted-decimal format dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask. IPv6 juga memiliki angka prefiks, tapi tidak didugnakan untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak mendukung subnet mask.

    Prefiks adalah sebuah bagian dari alamat IP, di mana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks menentukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut:

    3FFE:2900:D005:F28B::/64

    Pada contoh di atas, 64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID.






    Jenis-jenis Alamat IPv6

    IPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yakni sebagai berikut:

    * Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.
    * Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many.
    * Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.

    Jika dilihat dari cakupan alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi alamat-alamat berikut:

    * Link-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet.
    * Site-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet.
    * Global Address, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internet berbasis IPv6.

    Sementara itu, cakupan alamat multicast dimasukkan ke dalam struktur alamat.






    Unicast Address

    Alamat IPv6 unicast dapat diimplementasikan dalam berbagai jenis alamat, yakni:

    * Alamat unicast global
    * Alamat unicast site-local
    * Alamat unicast link-local
    * Alamat unicast yang belum ditentukan (unicast unspecified address)
    * Alamat unicast loopback
    * Alamat unicast 6to4
    * Alamat unicast ISATAP







    Unicast global addresses

    Alamat unicast global IPv6 mirip dengan alamat publik dalam alamat IPv4. Dikenal juga sebagai Aggregatable Global Unicast Address. Seperti halnya alamat publik IPv4 yang dapat secara global dirujuk oleh host-host di Internet dengan menggunakan proses routing, alamat ini juga mengimplementasikan hal serupa. Struktur alamat IPv6 unicast global terbagi menjadi topologi tiga level (Public, Site, dan Node).


    Musti siap2 ngehadepi ilmu baru nih!!:hero:
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    darkness007 Members

    Joined:
    May 25, 2009
    Messages:
    7
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +34 / -0
    waduh....
    emg nmanya juga jaman :ehem:

    walaupun kga ngerti sih :hahai:
     
  4. Offline

    mulia24 Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 18, 2009
    Messages:
    284
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +47 / -0
    kalau untuk konversi keseluruhan IP didunia dari IP V4 ke V6 keqnya tidak semudah demikian. apalagi untuk negara2 berkembang (sebenarnya miskin, cuman biar agak halus dibilang berkembang) seperti negeri listrik padam (Indonesia <dah 2x mati lamp hari ini :aghh: ) tuh bakal butuh waktu yang lama buat implementasi, wong ntar waktu mau di konversi mati lampu mendadak kan susah. apalagi genset di Indonesia sering meledak, UPS ja gk jamin. :fufufu:
     
  5. Offline

    ceroberoz Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 15, 2009
    Messages:
    1,122
    Trophy Points:
    127
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +380 / -0
    sebener'a ITB dah pake IPv6 lho .. (meskipun masih dalam percobaan via tunneling IPv4 ke Ipv6 / teredo)
     
  6. Offline

    baru Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 10, 2008
    Messages:
    1,754
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +3,758 / -0
    rasanya masih susah di terapkan di indonesia kecuali kota-kota besar. karena masih banyak yang pake komputer jadul :swt:
     
    • Like Like x 1
  7. Offline

    passat Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 27, 2009
    Messages:
    2,475
    Trophy Points:
    97
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +226 / -0
    sekarang udah tahun 2010, kayaknya udah mulai terealisasi..... apalagi sekarang berjamuran komputer canggih dengan harga murah.......
    kita tunggu kabar berikutnya..... TS nya tolong di update y...:hi:
     
  8. Offline

    mulia24 Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 18, 2009
    Messages:
    284
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +47 / -0
    :rokok: menurut saya, konversi ke IP V6 bukan dan tidak bergantung pada computer yang kita gunakan, melainkan pada sistem yang kita gunakan. jadi apa hubungan komputer canggih dengan konversi ke IP V6. konversi dimulai dari ISP, baru merambah ke user. :hihi:
     
  9. Offline

    supergundala Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 23, 2010
    Messages:
    173
    Trophy Points:
    41
    Ratings:
    +547 / -0
    bakalan muncul hacker2 generasi baru nih. lagian hal2 seperti ni bikin gw tambah parno aja. kulkas?pake ip? ntar kulkas gw di-hack lagi... wah tambah ribet keknya....
     
  10. Offline

    mulia24 Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 18, 2009
    Messages:
    284
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +47 / -0
    karena saya sendiri belum menyentuh IP V6 untuk kehidupan sehari2 (di luar negeri juga belum full). saya coba cari reference untuk membantu. berikut yang saya dapat. silahkan diterjemahkan sendiri, bagi kalangan IT menerjemahkan bahasa inggris dalam istilah teknik bukan masalah sulit bukan? toh kita tiap hari makai bahasa inggris mulai wari windo**, micro****, mouse, keyboard, monitor, printer,dll. :nikmat:

    >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

    All IP addresses (IPv4 and IPv6) are allocated in large blocks to a regional registry (ARIN, RIPE, etc…) these registries then in turn allocate addresses down to ISPs, ISPs to customers and so on. By default the registry will allocate a /32 to an ISP and the ISP is supposed to allocate a /48 to a customer. The IPv6 equivalent of a IPv4 /24 subnet is a /64 which is the space a customer should break their network segments into.
    This is where my brain starts to hurt.
    An IPv6 /32 is 2^16 (65536) /48 subnets, which in turn are each 2^16 /64 subnets. A /64 is 2^64 addresses, the square of the size of the entire IPv4 Internet. It took me a while to find a calculator that would actually give the expanded result – 18,446,744,073,709,552,000.
    The numbers are just unbelievably large. Anyways back to the problem at hand, how does an ISP properly subnet their /32 space to customers (or better put what are the breakpoints in the subnets)?
    The answer is incredibly simple, since IPv6 is going to be subnetted based on the existing “:” octet separator all you need to do is increase the number and volia. Phyber’s IPv6 allocation is 2637:f238/32 which means the subnets are:

    2607:f238:0000/48
    2607:f238:0001/48
    2607:f238:0002/48

    And so on and so on. Another trick, IPv6 isn’t just 0-9, the numbering is 0-9 + a-f or:

    2607:f238:0008/48
    2607:f238:0009/48
    2607:f238:000a/48
    2607:f238:000b/48

    >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

    saya lihat jawabannya langsung to the point. :hihi: bagus donk lebih mudah dimengerti tanpa bertele tele. mungkin yang sulit adalah tidak digunakannya lagi biner sebagai pembagi subnet dan sebagainya (rada lupa, tuh pelajaran tahun lalu saya :keringat: )

    oh iy, sumbernya : hxxp://www.clarksys.com/blog/2009/03/12/howto-subnet-ipv6/ (ganti xx menjadi tt)
     
  11. Offline

    Zepth Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 28, 2008
    Messages:
    315
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +24 / -0
    udah ada yang pake blm seh ipv6???
    kalo udah bisa conect gk ya ipv4 ma ipv6??
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.