1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Ask PENGEMIS:dikasihani atau diberantas ??

Discussion in 'Lifestyle' started by gilanggie, Jul 13, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    gilanggie Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 2, 2010
    Messages:
    191
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +21 / -0
    Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.

    Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.

    Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

    Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.


    Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.

    Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.

    ***

    Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik.

    Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ”orang mampu”. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.

    Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ”Yang penting halal,” ujarnya mantap.

    Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurtu dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI.

    Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ”Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,” ungkapnya.

    Karena mengemis di Bangkalan kurang ”menjanjikan”, awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.

    Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ”bakat” Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat.

    Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ”Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,” ungkapnya bangga.

    Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas. Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ”Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),” tegasnya.

    Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ”Kami berpencar kalau mengemis,” jelasnya.

    Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.

    ***

    Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ”ilmu” dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya.

    Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ”Pokoknya sudah enak,” katanya.

    Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ”Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,” kenangnya.

    Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah.

    Cerita tentang ”keberhasilan” Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ”Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,” ujarnya enteng.

    Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ”Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,” tegasnya.

    Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur.

    Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ”pos khusus”, Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan.

    Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri.

    Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan…

    ***

    Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari.

    Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan.

    Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ”Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,” ucapnya.

    Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ”Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,” katanya.

    Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ”Saya ingin naik haji,” ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti…
    http://tforce2009.wordpress.com/2009/09/16/pengemis-terkaya-di-indonesia
    http://www.yaiyalah.com/2010/09/yaiyalah-buseet-pengemis-kaya-punya.html

    Opini saya:
    klo kayak gini gimana donk, apa pantes mereka masih dikasihani padahal mereka banyak yang masih kuat dan bugar buat usaha kerja??
    tapi disatu sisi rasa kemanusiaan lah yang membuathati kita tergerak memberi sebagian uang kita untuk mereka
    kalo mo ngomongin pemerintah boro2 mo mikirin dah mereka, yang ada pasti mikirin balikin duit mereka dulu yang habis setelah pemilihan

    sekarang dari kita sendiri sebagai rakyat, apa yang harus kita lakuin
    ,mengasihani mereka dengan memberi uang yang ternyata mungkin pendapatan nya lebih banyak daripada kita yang udah kerja susah payah kuliah/sekolah tinggi2
    ato menyetujui untuk memberantas mereka dan tidak memberi kan uang kita kepada mereka ?

    maaf klo repost sebelummnya
    klo repost silahkan kepada admin untuk menutup thread saya
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Nuketify Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    May 15, 2010
    Messages:
    2,235
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +801 / -0
    Tangkap mereka hidup hidup dan kasih mereka pekerjaan.
    :gatling:
     
  4. Offline

    crazy4fun Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    May 1, 2009
    Messages:
    6,252
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +5,816 / -0
    Pengemis model baru nih,hasil ngemis bisa beli rumah,mobil,dsb :hoho:
     
  5. Offline

    rubyrubyruby Beginner Members

    Joined:
    Jan 21, 2010
    Messages:
    248
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +5 / -0
    kalo ane si ga pernah ngasi duit langsung ke pengemis di jalan

    tapi biasanya ngasi permen ato kue cemilan ..
     
  6. Offline

    gilanggie Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 2, 2010
    Messages:
    191
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +21 / -0
    masalahnya kak Nuketify, mereka mo di kasih kerjaan apa ???
    toh biasalah manusia kan ga mau susah

    maka darintu, saya aja yang kerja dari pagi ampe malem boro2 kesampean duit segitu:hiks:
     
  7. Offline

    terrence Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 1, 2011
    Messages:
    337
    Trophy Points:
    81
    Ratings:
    +199 / -0
    kalo ane mending diberantas..
    dalam artian.. kalo emang bener bener kurang mampu dicoba diberikan solusi lapangan kerja ato dipelihara oleh negara bagi yang udah lansia kaya di pasal 34 UUD 45 kalo ga salah hehehe :unyil:

    tapi kebanyakan pengemis sekarang pada males kerja.. maunya minta minta aja :madesu:
     
    • Like Like x 1
  8. Offline

    hasanvanismail Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 28, 2010
    Messages:
    2,318
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +14,486 / -0
    kembali ke pemerintah...orang miskin apa masih ditanggung lagi oleh negara sesuai undang2?
     
  9. Offline

    Nuketify Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    May 15, 2010
    Messages:
    2,235
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +801 / -0
    Ya kalo diusahain ama pemerintahnya bisa saja...
    Misalnya jadi polisi...
    Nanti ada pengamen dikejar... (Tangkap hidup hidup)
    Ada yang buang sampah, tilang.
    Ada yang ngerokok di non smoking area, tilang.
    Ada yang mabok tangkap.
    Ada preman tangkap rame-rame

    Dibuat sedemikian rupa biar yang ngamen nggak tenang.

    Seperti diluar negeri... mau buang sampah sembarangan takut.
    Dilihat polisi atau dilihat warga terus lapor ke polisi...

    Mungkin harus mencontoh system luar negeri yang pengamennya dikit.
    How to do that???

    Saya pernah maen (tugas) di Arab Saudi. Disana kalo ada pengemis suka dikejar2 askar (polisi arab).
    Polisi arab gede, tinggi, ganteng, bisa nyanyi ala briptu norman, dan baik... (Gambaran Overall)
    Tapi kalo marah...
    Janggot tebel, lari kenceng, suara kencang, terkadang bawa mobil suka ngebut. (Orang arab suka ngebut, terlihat pada mobil arab yang baru jarang banget yang mulus. Dan disana jarang motor)
    Takut...............
    :top:

    Walau begitu suka ada yang ngamen.
    Walau begitu ngamennya bentar...
     
    Last edited: Jul 14, 2011
    • Thanks Thanks x 1
  10. Offline

    aicanons Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 3, 2009
    Messages:
    1,396
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +3,166 / -0
    y prasaan sh masih...tp klo dksih pkrjaan y pkerjaan apa...wong di indo sini bnyak jg yg pngangguran...
    tp y biasanya it yg ngemis d kota pada udah punya lahan d desa...

    jd sbnarnya y dr kita2nya jg...
    klo bsa y jgn dksih klo d tngah jlan...kn da undang2nya...
    klo kita2nya g ngasih palingan bkal pulang kmpung trus usaha ndiri d kampungnya sna...
     
  11. Offline

    JUKI_JUNIOR Beginner Members

    Joined:
    Jun 28, 2011
    Messages:
    274
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +186 / -0
    gw udah males ngasih duit k pengemis.. tobat... ketika gw liat mereka makenya wat judi:yareyare:
    berantas aja dah.. toh, udah gak ada pengemis yang alami:hoho:
     
  12. Offline

    Estherzilla Post Hunter Moderator

    Joined:
    Apr 17, 2010
    Messages:
    3,765
    Trophy Points:
    232
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +21,011 / -0
    ga malu ya dapet uang banyak tapi hasil minta2..
    kaya sih kaya, tapi ga punya wibawa n harga diri di mata masyarakat..
    kalo aku sih, ogah~
     
  13. Offline

    vincentrevival Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 12, 2010
    Messages:
    5,338
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,522 / -0
    seharusnya semua ditangkap dan diberdayakan. jd mereka ga jd pengemis lg. tp maslahnya, siapa yg mau lakukan itu? negara aja ga pduli dgn semua ini
     
  14. Offline

    Oyon87 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 20, 2010
    Messages:
    896
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +630 / -0
    pengennya si gk ada pengemis dan gelandangan :hehe:
    jadi enak jalan2 dluar bersih tentram...

    apalagi preman aduh gw males banget... :garing:
     
  15. Offline

    zz11 Rockstar Veteran

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,146
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,170 / -0
    Jadi pengemis kok bangga.
    Kekayaan yg didapat dari meminta2 kok dibangga2in...
    Manusia diciptakan untuk bekerja bukan buat meminta2.
    Buat apa kita dikasih anggota tubuh dan berbagai sistem indera yg lengkap :ngacir:
     
  16. Offline

    dodolgarutwie Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 20, 2009
    Messages:
    183
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +24 / -0
    betul sekali broo...
    gw malah liat di jalan2 ada yg bapak emaknya malah duduk2 di samping jalan..
    anak2nya disuruh ngemis di tengah jalan..
    dasar ortu pengemis yg tak berperikemanusiaan....
     
  17. Offline

    Eglantine Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 20, 2010
    Messages:
    112
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +2 / -0
    diberantas aja.

    Soalnya gw liat banyak pengemis yang sbenernya masih muda dan kayaknya masih kuat melakukan pekerjaan lain, tapi malah minta2 doang..
    Masih bisa kerja kok sukanya minta?
     
  18. Offline

    velcron Beginner Members

    Joined:
    Jun 27, 2010
    Messages:
    236
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +9 / -0
    BERANTAAASSS..!!! buat apa c ngemis" klo masi bisa cari kerjaan?!!!

    males bgd ngeliatin anak muda nuntun" bapak" tuaa yg dh buta n tua gituu..knapa gk suruh tuh bapa" istirahat dirumah, terus dia cari kerjaan jadi kuli kek, jualan koran kek,,apa ajalah yg halal tr kasi duitnya buat c bapak..

    anak muda jaman sekarang demi duit ngorbanin orang tua loh..ckckck :panda:
     
  19. Offline

    gilanggie Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 2, 2010
    Messages:
    191
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +21 / -0
    yah realisasinya ga pernah kejadian, makanya kalo ngomong ttg pemerintah mah ga ada habisnya

    yah ntu lah masalahnya, minta2 dengan adanya modal yang bisa"dibelas kasihani" ntu lah yang jadi andalannya
    jadi apapun jadi
    pura2 buntung pun sudah banyak
    maka itu susah kayaknya klo ga dari mereka ada perubahan pola pikir dan hukum yang kuat dan bener2 tegas
     
  20. Offline

    zz11 Rockstar Veteran

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,146
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,170 / -0
    emang...
    lama2 premanisme masuk ke budaya pengemis, jadi salahnya dobel.
    udah pengemis minta2, preman lagi. :ngacir:
     
  21. Offline

    Asakim Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 13, 2011
    Messages:
    183
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +3 / -0
    yg salah tuh pemilik jaringan pengemis yg minta setoran ke pengemis2 juniornya..
    gw pernah liat tuh deket kampus gw mukulin anaknya sampe babak belur gara2 anaknya cuman bisa 'menghasilkan' sepuluh ribu..
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.