1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Trivia Pameran Mayat di Science Centre Singapura (Ngeri)

Discussion in 'Education Free Talk and Trivia' started by coputuscinta2, Dec 21, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    coputuscinta2 Silent Reader Members

    Joined:
    Dec 19, 2009
    Messages:
    46
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +290 / -0

    Ini trit ketiga ane,, masih nubie,, maap klo :fd_7:

    Berwisata pada sebuah ruang pameran ilmiah mungkin bukan sesuatu yang mengasyikkan. Apalagi jika mereka bukan orang yang menggeluti bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Tapi konsepsi seperti itu tak bisa kita terapkan untuk sebuah pameran langka dan kontroversial di Science Centre Singapura. Ruang pameran ilmiah itu begitu mengasyikkan.


    [​IMG]


    Lihat saja, pameran yang digelar sejak 23 Oktober 2009 dan akan berakhir pada 6 Maret tahun depan itu mampu menyedot ratusan ribu pengunjung dikarenakan keunikan dan keberanian sang pemrakarsa.

    Penulis yang diundang Singapore Tourism Board (STB) -sebuah agensi pengembangan ekonomi di bidang pariwisata- selama tiga hari di Singapura, 13-15 November 2009, mendapat kesempatan menyaksikan pameran spektakuler bertajuk ’’Body Worlds: The Original and The Cycle of Life’’ tersebut serta mengunjungi sejumlah tempat wisata yang diharapkan akan menyedot banyak pengunjung dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2010.

    Singapura adalah situs kedua pameran ini setelah dunia premier di London.
    Berdalih demi kajian ilmiah dan pengembangan ilmu pengetahuan, tubuh-tubuh orang yang telah meninggal dipajang di dalam etalase. Semuanya dipamerkan dalam kondisi kulit sudah dilepas dari raga mereka, sehingga yang terlihat hanya daging, tulang, otot, atau organ dalam vital lainnya.

    Sebelumnya tubuh-tubuh itu telah diawetkan dengan metode plastination -suatu proses untuk memelihara tubuh manusia dengan polimer reaktif untuk penelitian medis. Proses ini akan menghentikan dekomposisi dan memelihara tubuh setelah mati.

    Semua bahan untuk pameran itu berasal dari Institut Tubuh Plasti*na*ti*on. Mereka yang sebagian tubuh atau keseluruhan tubuhnya dijadikan ba*han kajian ilmiah adalah para pendo*nor mati maupun hidup. Pendonor ha*rus memberikan izin sebelum tu*buh mereka digunakan.

    Uniknya tubuh-tubuh tak ber*nya*wa ini tetap dikesankan hidup dalam berbagai aktivitas yang betul-betul ekspresif. Ada yang dibuat tengah bermain basket, bermain catur, melukis, berjalan, menunggang kuda, menunggang kereta ditarik dua rusa kutub, menari, merokok, memeragakan gerakan senam cincin, dan sebagainya.
    ’’Ini manusia beneran, lho,’’ bisik Basir, pemandu wisata dari STB kepada penulis yang tengah mengamati detail mayat ’’hidup’’ sedang bermain bola basket di dalam sebuah etalase kaca.

    Tubuhnya sudah tak tertutup lagi oleh kulit. Terlihat jelas tulang terbungkus daging dengan serat besar-besar dan otot-otot di beberapa bagian tubuhnya. Tempurung kepala bagian depan terbuka, sehingga terlihat otak depannya.

    ’’Pemeragaan’’ itu terlihat begitu ekspresif. Tangan kanan memegang bola basket dalam posisi siap mendribel, dengan kaki kanan terangkat seakan siap berlari. Tubuhnya sedikit miring ke depan dengan tumpuan kaki kiri. Sorot mata tajam dan mulut membuka seakan berteriak pada rekan sesama timnya untuk mencari posisi agar bisa menerima umpan darinya. Sementara tangan kiri dibentangkan menyerong ke depan seolah sedang menghalangi lawan main yang hendak merebut bola dari sisi kirinya.

    DALAM etalase kaca lain, ada juga tubuh dalam posisi duduk di depan papan catur. Tempurung kepala bagian atas terbuka, sehingga tampak sekali keseluruhan otaknya. Mimiknya serius mengamati bidak catur yang tertata di papan bujur sangkar dari kayu.
    Di sudut lainnya, ada tubuh mati dengan jari tangan kiri memegang sebatang rokok, sedangkan tangan kanannya berkacak pinggang. Separo tubuh bagian kanan masih tertutup daging, sedangkan yang kiri terlihat organ dalam vitalnya antara lain usus, hati, tulang iga, dan paru-paru. Organ terakhir ini tampak hitam, memperlihatkan kerusakan akibat racun yang terkandung dalam rokok.

    Tak hanya tubuh-tubuh manusia yang dipertontonkan. Sesuai dengan temanya, pameran yang mematok tarif 12 dolar Singapura (anak-anak 3-16 tahun) dan 20 dolar Singapura (dewasa) untuk tiket sekali masuk ini juga memperlihatkan sebuah siklus kehidupan manusia.

    Esensi dari perkembangan dan penuaan manusia secara indah ditangkap dengan bantuan embrio mulai usia dua minggu dan janin yang telah diplastinasi. Pameran juga memperlihatkan bagaimana tubuh manusia berubah karena usia dan penyakit.
    Terang saja, mayat ’’hidup’’ itu mampu menyedot perhatian pengunjung mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, pelajar hingga anak-anak. Sesekali mereka mengamati detail tubuh-tubuh yang telah diambil kulitnya itu.

    Tak ingin menyia-nyiakan, mereka juga mengabadikan objek langka itu dengan kamera foto ataupun handycam. Beberapa di antaranya bahkan berpose di dekat mayat-mayat itu.
    Dr Chew Tuan Chiong, chief executive Science Centre Singapura memperkirakan, pameran ini benar-benar akan menjadi perjalanan penemuan bagi banyak orang, apa pun keyakinan awal dan persepsinya.

    ’’Jadi selain bisa memberikan gambaran tentang tubuh manusia dan anatomi, juga memungkinkan orang memahami sepenuhnya apa yang mereka khawatirkan tentang kematian, penyakit, atau bahkan khawatir tentang hal-hal lain seperti takhayul,’’ kata Dr Chew.

    LANTAS siapa sebenarnya penggagas ’’Body Worlds’’ itu? Dia adalah Dr Gunther von Hagens. Ahli anatomi dan pencipta plastination itu lahir pada 1945 di Alt-Skalden, Posen, Polandia—kemudian menjadi bagian dari Jerman.
    Pada 1965, Gunther masuk sekolah kedokteran di Universitas Jena, sebelah selatan Leipzig. Metodenya yang ortodoks dan kepribadiannya yang flamboyan cukup terkenal untuk dicatat pada laporan akademis universitas.

    Tahun 1970, Gunther mendaftar di Universitas Lubeck, menyelesaikan penelitian kedokterannya. Pada kelulusan tahun 1973, dia mengambil tempat tinggal di rumah sakit di Heligoland. Satu tahun kemudian, setelah mendapatkan gelar dokternya, dia bergabung di Departemen Anestesiologi dan Kedokteran Gawat Darurat di Universitas Heidelberg.
    Menikah dengan Dr Cornelia von Hagens, bekas teman sekelasnya, pada Juni 1975, Gunther kemudian menggunakan nama terakhir istrinya. Pasangan ini dikaruniai tiga anak, Rurik, Bera, dan Tona.

    Pada 1977, dia menemukan plastination, teknologi terobosan untuk memelihara spesimen anatomis dengan menggunakan polimer reaktif. Dia mematenkan metode tersebut dan selama enam tahun ke depan, menghabiskan seluruh energinya untuk memperbaiki temuannya.
    Selama kurun waktu itu, von Hagens memulai perusahaannya sendiri, Biodur Products, untuk mendistribusikan polimer khusus, peralatan, dan teknologi yang digunakan untuk plastination bagi institusi medis di seluruh dunia.

    Belakangan ini, lebih dari 400 institusi di 40 negara di seluruh dunia menggunakan penemuan Gunther untuk memelihara/mengawetkan spesimen anatomis.
    Pada 1983, tokoh-tokoh Gereja Katolik meminta von Hagens memplastinasi tulang tumit St Hildegard dari Bingen (1090-1179), seorang mistis yang riang, ahli agama, dan penulis yang dipuja-puja di Jerman.

    Tahun 1992, von Hagens menikahi Dr Angelina Whalley, seorang dokter yang bekerja sebagai manajer bisnis seperti halnya juga perancang pameran Body Worlds. Satu tahun kemudian dia mendirikan Institut Tubuh Plastination yang berbasis di Heidelberg. Institut ini menawarkan spesimen yang telah diplastinasi untuk pendidikan dan Body Worlds, yang kali pertama dilangsungkan di Jepang pada 1995. Sampai sekarang, pameran tersebut telah ditonton oleh lebih dari 28 juta orang, di 50 kota seluruh Eropa, Asia, dan Amerika Utara.

    __________________________________________________

    sumber: suara merdeka
     
    Last edited: Dec 21, 2009
    • Thanks Thanks x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    Eiyuu Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 16, 2009
    Messages:
    1,047
    Trophy Points:
    86
    Ratings:
    +63 / -0
    bweh..art yg mengerikan..serabut2 ototnya itu loh..ewww..
     
  4. Offline

    Romantic_Water Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 18, 2009
    Messages:
    479
    Trophy Points:
    81
    Ratings:
    +126 / -0
    wah tubuh orang mati dikuliti gitu, ntar kalo roh nya marah trz balas dendam gmana cba.. :suram: :shock:
     
  5. Offline

    ich4n Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 25, 2009
    Messages:
    1,707
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +814 / -0
    :kaget:
    memang yah yang namanya penggabungan bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa seperti yang satu ini, suatu penggabungan science dengan art menjadi art science :hehe: tapi yang satu ini, bagaimana mengatakannya, menakjubkan tapi mengerikan? :apa:
    masa marah", enggaklah, kan dia -yang mati- udah ngasih izin dulu sebelumnya untuk digunakan tubuhnya, lihat ini
    klo arwahnya marah" yah tinggal dikasih unjuk kontrak, rekaman, atau apalah itu yang mereka jadiin bukti adanya sebuah izin ke arwah yang marah" :hehe:
     
  6. Offline

    eflaze Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 25, 2009
    Messages:
    1,326
    Trophy Points:
    147
    Ratings:
    +1,706 / -0
    Sebagai saran..
    baiknya sebelum "copas"
    perhatikan paragraf yg ada
    jgn dempet kyk gitu...
    agak repot dan lelah bacanya...
     
  7. Offline

    turqouise Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 7, 2009
    Messages:
    541
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +751 / -0
    wah penasaran :blink:ama yang organ yang berubah karena usia dan penyakit
    kayak apa kalo organ manusia udah tua ntar?:fufufu:
     
  8. Offline

    pejagalan Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 16, 2009
    Messages:
    5,622
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +3,773 / -0
    bgs, gan
    ga dah pernah liat nih,
    tp lwt gambar juga,
    ktanya klo kita jd donatur buat dikulitin dibayar loh...
    gak tw bner apa kg
     
  9. Offline

    coputuscinta2 Silent Reader Members

    Joined:
    Dec 19, 2009
    Messages:
    46
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +290 / -0
    siap gan,, udah ane edit.. trims sarannya gan..:piss::piss:

    [Q:takut::takut:bah karena usia dan penyakit
    kayak apa kalo organ manusia udah tua ntar?:fufufu:[/QUOTE]
    :panik::panik:
    :takut::takut:
     
  10. Offline

    masuakal Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    May 29, 2009
    Messages:
    4,511
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +1,650 / -0
    sip sip
    cocok bgt
    walaupun udah ada persetujuan ya tetep aja
    kelihatan kurang manusiawi ^^:panik:
     
  11. Offline

    dejivrur Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 31, 2009
    Messages:
    3,896
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +1,103 / -2
    yah bro...
    kalo ngomong manusiawi apa kaga mah...

    korban yang dikulitin aja udah sepakatsepakat aja... dia terima terima aja...

    eksebisi kayak gini mah wajar wajar aja... pernah liat juga abis googling eksebisi mayat yang direndam dalam formalin...
     
  12. Offline

    GODSPEED Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 27, 2009
    Messages:
    613
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +44 / -0
    selama orang yang mendonorakna menyetujui ya gpp
    kan udah spakat sama orang yang bersangkutan
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.