1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Legend/Myth Orpheus & Eurydice

Discussion in 'History and Culture' started by raynz, Dec 2, 2008.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    raynz Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 10, 2008
    Messages:
    849
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +14,799 / -0
    Orpheus, raja Thrace, adalah putra Apollo, dewa terang, dengan Calliope, dewi musik dan puisi epik. Di zamannya tak ada orang yang dicintai oleh semua makhluk lebih daripada Orpheus. Sebab selain tampan dan berbudi luhur, Orpheus merupakan pemusik yang handal. Apabila jari-jarinya yang terampil telah diayunkan pada dawai-dawai liranya dan suaranya yang merdu bersenandung, tak satupun yang tidak terpesona dibuatnya. Bahkan hewan-hewan buas akan berbaring berdampingan dengan mangsanya dan pepohonan seolah tercabut dari akarnya untuk mendengarkan permainan lira dan suara Orpheus yang memikat.
    Suatu hari, ketika sedang berjalan-jalan dalam hutan, Orpheus berjumpa dengan Eurydice, seorang peri hutan yang jelita. Mereka berdua saling terpesona dan jatuh cinta. Hati Orpheus tertawan oleh sinar mata Eurydice yang lembut dan gerai rambut hitamnya yang lincah berayun, sedangkan Eurydice terpesona oleh sosok Orpheus yang gagah.
    [​IMG]
    Mereka kemudian mengikrarkan diri untuk menjadi pasangan yang abadi. Sungguh pasangan yang serasi. Sebab selain kejelitaan Eurydice sebanding dengan ketampanan Orpheus, hanya Eurydicelah yang mampu menari dengan indahnya diiringi permainan musik Orpheus. Berdua mereka hidup dalam kebahagiaan yang berakar pada cinta sejati yang telah dianugerahkan dan mereka pelihara bersama.

    Sayang sekali kebahagiaan mereka tidaklah sekekal cinta mereka. Para Parcae, dewi-dewi takdir, yang keras hati telah memutuskan riwayat Eurydice harus berakhir sampai di sini saja.

    Pada suatu hari, sebagaimana layaknya pasangan-pasangan yang saling mencintai lainnya, mereka melewatkan waktu berdua saja, berjalan-jalan menikmati keindahan pemandangan alam di Lembah Tempe. Bunga-bunga liar semarak bermekaran mengundang kupu-kupu beraneka warna untuk singgah mencicipi madu mereka. Dari jauh tampak puncak Olympus yang berselimut salju berdampingan dengan puncak Gunung Osa, sementara di antara keduanya mengalir dengan tenang air Sungai Peneus yang berkilau ditimpa sinar sang surya.
    Menyaksikan pemandangan yang indah tak terperi tersebut, Orpheus segera memetik dawai-dawai liranya dan bernyanyi memuji keindahan alam diiringi celoteh riang burung-burung yang berloncatan di antara dahan-dahan pepohonan sycamore yang tumbuh di sana, sementara Eurydice menari dengan gemulainya.
    Tiba-tiba dari balik semak-semak muncul seekor ular yang menancapkan taring-taringnya yang berbisa pada pergelangan kaki Eurydice. Eurydice menjerit pelan sebelum kemudian roboh dalam pelukan Orpheus yang segera menyongsongnya menyaksikan kejadian tersebut. Tapi terlambat! Eurydice telah menghembuskan nafasnya yang terakhir, bahkan sebelum Orpheus sempat menanyakan keadaannya. Sementara ular berbisa tersebut telah lenyap entah ke mana seolah tak peduli betapa kebahagiaan sepasang anak manusia telah dihancurkannya

    Dunia seakan kiamat bagi Orpheus. Hari-hari dan mimpi malamnya dihantui oleh bayangan Eurydice yang seolah mengajaknya melanjutkan nyanyian dan tarian yang tak sempat terselesaikan di lembah tersebut.
    Akhirnya timbul tekad yang sungguh berani dalam diri Orpheus. Dia memutuskan pergi ke Hades, kerajaan orang-orang mati, untuk menjemput kembali jiwa Eurydice.

    Orpheus memang bukan pahlawan seperti Hercules yang sanggup menyelesaikan dua belas tugas raksasa. Bukan pula Theseus yang membunuh Minotaur, makhluk setengah manusia setengah banteng yang memangsa rakyatnya. Dia juga bukan Jason yang memimpin para pahlawan mengambil bulu domba emas di Colchis. Namun cintanya yang besar pada Eurydice dan derita berat yang harus ditanggung karena kehilangan dirinya telah memberi Orpheus keberanian dan kekuatan seluruh pahlawan.
    Banyak orang berusaha membujuk agar dia mengurungkan niatnya.
    "Jangan pergi Orpheus! Ingatlah kekerasan hati Pluto penguasa Hades dan Hakim-hakim di Hades yang keputusannya tak terubahkan!"
    "Memang menyakitkan kehilangan orang yang kita kasihi. Tetapi waktu jualah yang akan menyembuhkan luka di hatimu."
    Namun Orpheus tetap tak bergeming dari niatnya. Keputusannya sudah bulat. Dia pergi meninggalkan kerajaannya untuk menuju ke Hades.
    Baru saja kakinya melangkah masuk ke dalam kegelapan gua di kaki Gunung Avernus yang berhubungan dengan Hades ketika seseorang menepuk pundaknya.
    Ternyata orang tersebut adalah Mercury, duta dewata yang bertugas mengantar jiwa-jiwa menuju ke Hades. Seperti yang lain, Mercury juga membujuk Orpheus membatalkan niatnya.
    [​IMG]
    "Kukagumi keberanianmu mencoba melakukan hal yang bahkan membuat pahlawan seperkasa Hercules pun berpikir dua kali sebelum bertindak, Orpheus. Namun tidakkah kau tahu bahwa kau mencoba meraih yang tak teraih, mengharapkan sesuatu yang mustahil? Tidak tahukah kau bahwa Pluto penguasa Hades buta terhadap penderitaan manusia dan tuli terhadap isak tangis mereka? Hanya kekecewaanlah yang akan menantikan di penghujung perjalananmu Orpheus, karena itu urungkanlah niatmu! Mari kuantar kau kembali ke atas sana."
    Tetapi keteguhan hati Orpheus tak tergoyahkan.

    "Antarkan aku menghadap Pluto Penguasa Hades!" adalah jawaban Orpheus kepada Mercury. Ada sesuatu dalam suaranya yang membuat Mercury berdiam diri sejenak sebelum kemudian maju memimpin langkah-langkah Orpheus menuju Hades.

    Akhirnya setelah berjam-jam menembus kesenyapan dan kegelapan di sekeliling mereka, tibalah mereka di tepian Sungai Styx, sungai suci yang harus diseberangi para jiwa agar sampai di Hades. Terdengar bunyi gemercik air yang jatuh di atas bebatuan.

    Dari jauh tampak sosok kurus Charon, dewa yang bertugas menyeberangkan jiwa-jiwa, menepikan perahunya. Mulanya dia menolak menyeberangkan Orpheus karena Orpheus adalah makhluk hidup yang tidak boleh masuk ke dalam kegelapan Hades.

    "Tidak tahukah bahwa aku hanya membawa jiwa-jiwa saja menyeberangi sungai ini dengan perahuku? Kau makhluk fana yang berdaging dan berdarah pulanglah! Tunggulah giliranmu mati untuk kuseberangkan ke sana!"
    Orpheus hanya terdiam, kemudian disapukannya jari-jarinya pada dawai-dawai liranya.

    Ting-a ling-a-ling! Suara yang demikian jernih bergema di kesunyian Hades.
    Mata Charon terbelalak takjub mendengarkan nada-nada mempesona yang belum pernah didengarnya sebelumnya.
    "Suara apa ini?" tanyanya.

    Orpheus melangkahkan kakinya dengan mantap menaiki perahu sambil terus memainkan liranya diikuti oleh Mercury.

    Charon terus mendengarkan nada-nada indah yang mempesonakan dirinya, sehingga kemudian tanpa disadarinya direngkuhnya dayung. Dan perahu tersebut meluncur di atas permukaan sungai suci yang tenang tersebut sampai ke seberang, di depan gerbang Hades.

    Hal yang sama terjadi pada Cerberus. Anjing penjaga gerbang Hades, yang termashyur karena kegarangannya terhadap makhluk yang mencoba memasuki atau jiwa-jiwa yang berusaha keluar dari Hades, tersebut demikian terbuai oleh musik Orpheus sehingga mengizinkannya lewat

    Di Hades Orpheus menjumpai pemandangan yang suram tak menyenangkan. Tampak olehnya jiwa-jiwa berbaris menunggu keputusan dijatuhkan oleh Justitia, dewi keadilan, dan Hakim-hakim Hades bagi mereka apakah mereka harus melanjutkan hidup di Tartarus (neraka) atau di Padang Elysium (surga) sesuai dengan perbuatan mereka semasa hidup.

    Duduk di atas tahta Hades yang bertatahkan batu-batu mulia Pluto, penguasa Hades yang keras hati, dewa yang ditakuti setiap makhluk hidup. Di sampingnya duduk Proserpine, ratu Hades sendiri. Di sekeliling mereka berdirilah tiga Fury atau Eumenides: Tisiphone, Megaera, dan Alecto, yaitu dewi-dewi pembalasan yang bertugas menghukum jiwa-jiwa yang semasa hidupnya berbuat jahat.
    Wajah Pluto yang sudah menakutkan tersebut tampak lebih seram ketika dilihatnya Mercury datang beserta Orpheus.

    "Mercury, siapakah makhluk kurang ajar ini yang merasa dunia berada dalam genggaman tangannya sehingga tanpa menyayangkan hidupnya sendiri berani datang kemari, ke kerajaan orang-orang matiku?" geram Pluto kepada Mercury.

    Segera Orpheus menjelaskan siapa dirinya dan maksud kedatangannya.
    "Penguasa Hades yang agung, aku Orpheus, putra Apollo dari Calliope, datang kemari untuk menjemput jiwa istriku."
    "Istrimu?"
    "Peri hutan Eurydice. Kami hidup berbahagia di atas sana sampai pada hari saat takdir kejam merenggutnya dari sisiku. Kini aku memohon kemurahan hatimu agar bersedia mengembalikan jiwa Eurydice pada kehidupan. Sebab kurasakan terlalu singkat kebahagiaan yang telah kami nikmati, terlampau pendek hari-hari yang telah kami jalani bersama."
    "Lancang! Kesombongan macam apa yang kau pertontonkan di hadapanku ini? Tak tahukah kau bahkan Jupiter Penguasa Semesta, sendiri enggan untuk meminta padaku mengembalikan jiwa orang yang telah mati kembali pada kehidupan? Dan kau! Atas nama siapa yang telah membuatmu berani mengajukan permohonan yang mustahil ini?"
    "Atas nama Cinta yang telah melahirkan kehidupan, yang kuasanya mencakupi seluruh makhluk dan mengatasi kita semua, bahkan para dewa-dewi. Atas namanyalah aku datang kemari dan berdiri memohon di hadapanmu."
    "Cinta!" ujar Plutodingin, "untuk apa kaubawa-bawa Cinta dalam hal ini? Apa urusannya Cinta dengan orang-orang mati? Terangkan padaku, Orpheus, apa arti Cinta!"
    "Penguasa Hades yang agung, sungguh aku tak pernah berkehendak mengguruimu tentang makna Cinta, tetapi dengarlah apa arti cintaku pada Eurydice! Panjang jarak yang harus kutempuh kemari, bukannya sedikit bahaya yang menghadang di perjalananku, Sungai Styx telah kuseberangi, dan Cerberus kuhadapi. Segala derita kutanggung dan susah payah kuabaikan hanya dengan harapan agar Eurydice boleh kembali ke sisiku. Dialah belahan jiwaku dan pangkal kebahagiaan hidupku. Jika ini tak layak disebut Cinta, maka aku tak tahu lagi apa yang dimaksud dengan Cinta."

    Orpheus menyampaikan semua hal tersebut dalam nyanyian diiringi petikan dawai-dawai liranya. Dalam sekejap semua makhluk di Hades terdiam. Tak ada satupun yang bersuara. Semuanya seakan terbius oleh permainan lira Orpheus dan suaranya yang mengalun merdu.

    Pluto sendiri, yang telinganya terbiasa oleh ratapan jiwa-jiwa yang menangisi orang-orang yang mereka tinggalkan, tersentuh hatinya oleh nyanyian Orpheus. Terlebih-lebih bagi Proserpine yang juga merupakan dewi musim semi. Nyanyian tersebut menembus jiwanya. Teringat olehnya hari-hari bahagianya di atas sana sebelum diperistri Pluto. Teringat olehnya akan hangatnya sinar matahari, akan kicau burung yang merdu, gemercik air sungai yang sebening kristal dalam perjalanannya menuju ke hilir, dan akan pasangan-pasangan kekasih yang berlarian di padang bunga yang bermandikan cahaya matahari yang keemasan, sehingga tanpa disadari air matanya telah berderai membasahi pipinya
    "Orpheus, oh, Orpheus! Kasih!" tiba-tiba terdengar satu suara menyeruak keheningan di antara yang hadir

    Nyanyian Orpheus terhenti. Dari barisan para jiwa muncullah Eurydice yang segera berlari mendapatkan kekasihnya. Orpheus berusaha merengkuh bayangan Eurydice dalam pelukannya. Namun karena sebagai jiwa Eurydice tak dapat disentuh makhluk hidup, akhirnya mereka hanya dapat saling memandang ke dalam mata mereka yang penuh kerinduan akan satu sama lain.
    Semua yang hadir terkejut campur cemas menyaksikan hukum yang telah digariskan dewata dilanggar. Yang mati bersatu dengan yang hidup. Tak ada yang dapat membayangkan kemurkaan Pluto penguasa Hades dan hukuman yang akan dijatuhkannya. Mercury buru-buru, memisahkan Eurydice dari Orpheus.
    Pluto penguasa Hades terdiam menyaksikan adegan tersebut. Namun hanya sekejap. Ketika dilihatnya air mata mengalir di wajah Proserpine hatinya yang keras pun melunak. Dia bangkit dari tahtanya dan dengan suara berat bersumpah akan mengabulkan apapun permohonan Orpheus.
    "Demi air Sungai Styx yang mengalir di kerajaan ini, katakan kepadaku apa yang kau kehendaki, dan aku akan memberikannya kepadamu!"
    Orpheus memohon agar jiwa Eurydice boleh kembali bersamanya ke dunia untuk melanjutkan hari-hari bahagia mereka.
    "Penguasa Hades yang agung, semoga kau mengizinkan Eurydice kembali bersamaku ke atas sana melanjutkan hari-hari penuh cinta kami. Tak kuasa aku membayangkan dia harus berada di tempat ini tanpa diriku atau aku di atas sana tanpa dirinya. Biarkan dia kembali agar aku boleh menghayati lagi kebahagiaan yang ditimbulkan oleh cintanya dan dia oleh cintaku. Bila hal ini tidaklah mungkin, semoga engkau berbelas kasih mengizinkan aku tinggal di sini di sisinya."
    "Biarlah terjadi seperti kehendakmu Orpheus. Tetapi sebagaimana aku menepati sumpahku, kau juga harus berjanji padaku untuk memenuhi syarat yang kuberikan," kata Pluto.
    "Katakan saja, Penguasa Hades yang agung! Bersama Eurydice di sampingku, tak ada syarat yang terlalu berat untuk kujalani ."

    Kemudian Pluto bersabda, "Biarlah jiwa Eurydice berjalan mengikutimu kembali ke dunia atas sana. Namun pantang bagimu menengok ke belakang, ke arahnya, selama kau berada dalam kegelapan Hades. Jika syarat ini kau langgar, maka Eurydice akan kembali berada di sini, di antara jiwa-jiwa yang lain, saat itu juga."

    Orpheus menyanggupi syarat yang tampaknya ringan tersebut. Kemudian pasangan kekasih tersebut meninggalkan Hades.
    Gerbang Hades yang dijaga Cerberus telah mereka lewati, demikian pula Sungai Styx telah mereka seberangi. Sejauh itu Orpheus sanggup menahan diri untuk tidak menengok ke belakang.
    Namun semakin jauh mereka meninggalkan kegelapan di belakang, semakin gelisahlah hati Orpheus diusik keragu-raguan. Apakah jiwa Eurydice mengikutinya? Apakah raungan Cerberus tidak membuat gentar jiwa Eurydice melangkah keluar dari gerbang Hades? Apakah Charon tidak menolak menyeberangkan jiwa Eurydice? Oh dewa! Kalau saja dia boleh yakin bahwa Eurydice ada bersamanya.
    Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengusik batin Orpheus. Semakin jauh langkahnya menuju terang, semakin gelaplah pikirannya.
    Akhirnya, tak tahan oleh keragu-raguan yang mengusik hatinya, Orpheus melanggar syarat yang diberikan oleh penguasa Hades. Dia menoleh ke belakang untuk melihat jiwa Eurydice.

    "...pantang bagimu menengok ke belakang, ke arahnya, selama kau berada dalam kegelapan Hades...."

    Maka...
    "Orpheus, ah, Orpheus! Ketidaksabaranmukah? Keragu-raguanmukah? Atau takdir kejamkah yang mengkhianati cinta kita dan membuatmu melanggar syarat yang telah diberikan padamu atas kesempatan bagi kita untuk bersatu kembali? Kuulurkan tanganku padamu namun kutahu aku tak mungkin lagi menjadi milikmu di dunia atas sana?" desah jiwa Eurydice memilukan.
    Dan Orpheus melihat bayangan Eurydice memudar dalam kegelapan Hades. Sia-sia lengannya terulur mencoba menggapai jiwa Eurydice. Bayangan Eurydice telah sirna.

    Dia berlari kembali mencoba mengejarnya. Sampai di tepian Sungai Styx dia memohon dengan ratapan pada Charon agar bersedia menyeberangkannya. Namun kesempatan kedua tak pernah ada bagi Orpheus. Charon menulikan telinganya terhadap permohonan Orpheus.
    Akhirnya karena lelah meratap dan memohon Orpheus kembali ke tempatnya kehilangan Eurydice untuk kedua kalinya. Sungguh kehilangan yang sekali ini lebih berat dirasanya daripada kehilangan yang pertama. Dan sungguh ironis! Ditemukannya liranya menggeletak hanya dua langkah dari tempat yang disinari matahari

    Orpheus kembali ke dunianya. Hari-harinya dijalaninya dengan murung dan penuh duka. Tak ada lagi yang mampu mengembalikan gairah hidupnya. Bahkan bayangan Eurydice pun tak mampu membuatnya bersemangat kembali, karena dia tahu betapa sia-sia mengharapkan kemurahan dewata agar Eurydice kembali ke sisinya.

    Dia memutuskan untuk tidak kembali ke Thrace melainkan mengembara membawa luka di hatinya. Seolah ingin disuarakannya kepedihan hatinya dan ketidakadilan dewata terhadapnya ke seluruh pelosok dunia. Dan dawai-dawai liranya pun tak pernah lagi mengalunkan lagu suka.
    Suatu ketika tibalah Orpheus di suatu desa yang sedang merayakan festival untuk menghormati Bacchus, dewa anggur dan keriangan. Para wanita yang hadir dalam festival tersebut membujuk Orpheus agar memainkan liranya untuk mengiringi hymne suci bagi Bacchus. Dalam dukanya Orpheus menolak. Rupanya penolakan tersebut menimbulkan amarah bagi wanita-wanita pemuja Bacchus. Dalam keadaan mabuk oleh anggur yang mereka minum dalam festival, mereka menyerang Orpheus dengan golok dan sabit dan mencabik-cabiknya beramai-ramai. Terlalu berat dibebani duka di hatinya Orpheus tidak berusaha melawan.
    Ketika sadar para wanita tersebut terkejut dengan apa yang telah mereka perbuat. Namun terlambat! Orpheus telah mereka bunuh Kepalanya hanyut dibawa arus Sungai Hebrus sementara bibirnya masih terus menggumamkan sebuah nama. Nama yang hidup abadi dalam hatinya, Eurydice. Para peri yang menemukan kepala Orpheus kemudian menguburkannya di Libethra di lereng Olympus Di sana burung-burung penyanyi berkicau lebih merdu daripada burung-burung di tempat lain sejak saat itu.

    Jiwa Orpheus yang meninggalkan tubuhnya meluncur ke kegelapan Hades. Di sana jiwanya bertemu dan bersatu dengan jiwa Eurydice. Meskipun kegembiraan dan keceriaan tak dikenal di Hades yang suram, namun jiwa Orpheus berbahagia dengan jiwa Eurydice, sebab cinta mereka telah mengalahkan maut itu sendiri
    Dan lira Orpheus? Lira tersebut terbawa ombak sampai ke Pulau Lesbos dan terdampar di pantainya. Berhari-hari bahkan berbulan-bulan alat musik itu tergeletak di sana. Ketika debur ombak terus menyentuh dawai-dawainya dengan berirama, terciptalah melodi-melodi indah yang mengalun sampai ke telinga Apollo yang lalu memungut lira putranya tersebut dan meletakkannya di angkasa, di antara bintang-bintang, menjadi rasi bintang Lira.
     
    • Like Like x 4
    • Thanks Thanks x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    nunuyasha Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 13, 2008
    Messages:
    826
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +5,086 / -0
    keren nih bro raynz ~~~
    kalo diliat dari nama dewa na itu yunani toh ?? bukan romawi,,,
    kek na di anime saint seiya ada scene yang kek gini deh ~~
    tapi gue aneh,,, gue kira Hades itu nama dewa yang berkuasa di underworld low ~~ soal na di saint seiya kek gitu,,,,,
    nice post dah :top:
     
    • Like Like x 1
  4. Offline

    loreley Beginner Members

    Joined:
    Oct 26, 2009
    Messages:
    284
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +972 / -0
    dramatis...gw suka
    :top:
    appolo jd inget saudara kembarnnya artemis
     
  5. Offline

    NuRaider Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 24, 2008
    Messages:
    3,866
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +54,517 / -0
    berkat nyanyiannya cerberus bisa tenang...

    :top:

    keren nih ceritanya..

    Jarang2 baca dongeng Yunani..
     
  6. Offline

    bibibi Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 13, 2008
    Messages:
    2,403
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4,123 / -0
    mitos dewa dewi yunani :top:

    ternyata dewa jg punya kegelisahan sendiri seperti manusia :hihi:
     
  7. Offline

    ArCotH Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 13, 2009
    Messages:
    1,169
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +1,063 / -0
    seandainya orpheus mau bersabar...
    tpi dia yg anak dewa saja gagal,
    apalagi manusia...
    sungguh pelajaran yg bagus..:top:
     
  8. Offline

    dejivrur Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 31, 2009
    Messages:
    3,896
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +1,103 / -2
    jadi inget ceritanya di saint seiya, chapter hades

    cuma bedanya sama mitologi yang versi aslinya itu orpheus dijebak sama anak buahnya hades (karena hades seneng banget dengar permainan lyra nya orpheus itu), waktu sedikit lagi hampir kena sinar matahari, anak buah hades pura2 manggil orpheus dengan suara euridyce, alhasil orpheus nengok, jadi deh si euridyce badannya membatu, palanya doang orang...
     
  9. Offline

    keemchee Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 26, 2009
    Messages:
    5,913
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +10,054 / -7
    wah pada awalnya ceritanya romantis....
    tp ending nya ironis sekali...:terharu:

    jd kesimpulan nya:
    "apapun yg kita cintai, kalau hal tersebut sudah melewati batasnya...kita harus menyudahinya..":???:
     
  10. Offline

    nanachan Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 27, 2009
    Messages:
    4,096
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,023 / -0
    walah...
    perjalananny sia2 tuh karena ketidaksabaranny :swt:
    tapi pada akhirnya mereka pun dipersatukan... :terharu:

    btw kenapa nama Dewa-ny itu Romawi yah :???:
     
  11. Offline

    keemchee Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 26, 2009
    Messages:
    5,913
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +10,054 / -7

    dewa yg mana??...kyk nya smuanya Yunani d..:???:


    bersatu sih pada akhirnya...sama2 disiksa di neraka...:hehe:
     
  12. Offline

    nanachan Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 27, 2009
    Messages:
    4,096
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,023 / -0
    Pluto, Mercury, Jupiter...

    itu nama2 Romawi om :swt:
    kalo Yunani...

    Hades, Hermes, Zeus...
     
  13. Offline

    keemchee Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 26, 2009
    Messages:
    5,913
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +10,054 / -7
    ow iya yah...

    mungkin dewa" romawi lg hijrah ke negara nya bang Zeus, demi menciptakan silaturahmi para dewa...:lol:
     
  14. Offline

    cahyo_pwkm Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 20, 2008
    Messages:
    1,536
    Trophy Points:
    112
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +264 / -0
    wa jadi bingung, jadi hades tu apa? nama orang? tempat? ato apa sih?
     
  15. Offline

    dejivrur Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 31, 2009
    Messages:
    3,896
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +1,103 / -2
    hades = dewa penguasa alam kematian dalam mitologi yunani
    underworld = dunia bawah, dunia kematian, dunia yang di kuasai hades
     
  16. Offline

    barongzai Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 26, 2008
    Messages:
    113
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +11 / -0
    wew dewa masi masuk neraka gimana manusia nya !!
     
  17. Offline

    nurend Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 10, 2009
    Messages:
    6,972
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +65,615 / -0
    tampak ada yg janggal....
    katanya rambutnya eurydice item, tapi kok di gambarnya pirang?

    trus disebut kebahagiaan 2 anak manusia
    padahal orpheus kan anak dewa, sementara eurydice peri
     
  18. Offline

    revenand Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 3, 2008
    Messages:
    236
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +169 / -0
    setelah membaca ni cerita, trus karna dah terlanjur baca Inferno nya Dante Aleghieri, trus maen gamenya, ko kyaknya ceritanya mirip ya?

    kalo d game seorang manusia bernama Dante (kalo dicerita ini Orpheus) berusaha menyelamatkan kekasihnya Beatrice (Eurydice) yang diambil oleh Lucifer (Pluto). Sepanjang perjalanannya di Inferno (Underworld), dante di temani oleh seorang spirit bernama Virgil (Mercury). Ceritanya mirip, menyeberangi Sungai Styx, menunggangi Charon, menghadapi King Minos (Justicia) sang penentu keputusan, sampe akhirnya bertemu sama Lucifer.

    Tapi musti diakui, makna dari cerita ini keren bgt! Kepercayaan, cinta dan kesabaran adalah hal yang sangat sulit untuk dijaga! Dan Orpheus telah mengajarkannya pada kita!
     
  19. Offline

    raynz Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 10, 2008
    Messages:
    849
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +14,799 / -0
    untuk masalah ini kayanya udah di confirm dengan dejivrur,, hades tu emang dewa,, maksudnya ke Hades, artinya pergi ke tempatnya Hades, si penguasa dunia bawah..
    mungkin udah pada tau semua, bahwa setelah ketiga saudara Zeus, Poseidon, dan Hades membunuh ayah mereka, kronos, beserta pasukannya, para titan, dan membuang ayah mereka ke dalam lubang yang gelap dan tidak ada yang bisa keluar dari lubang tersebut. Ketiga saudara tersebut kemudian membagi kekuasaan mereka, Zeus menguasai langit, Poseidon menguasai samudra, dan Hades menguasai dunia bawah.

    untuk masalah itu,, memang antara dewa-dewi yunani dengan romawi sebenarnya sama,,
    hal ini dikarenakan pengaruh ekspansi dari bangsa-bangsa yunani ke daerah romawi..
    namun penamaannya berbeda, karena menggunakan bahasa romawi,,
    sebagai contoh kita ambil 13 dewa besar ..

    Yunani === Romawi
    Zeus === Jupiter,
    Poseidon === Neptunus,
    Hera === Juno,
    Ares === Mars,
    Aphrodite === Venus,
    Demeter === Ceres,
    Apollo === Cupid,
    Artemis === Diana,
    Hermes === Merkurius,
    Athena === Minerva,
    Hefestus === Vulkan,
    Hades === Pluto,
    Helios === Sol​

    hihihi,, kl soal warna rambut, emang dalam cerita ada yang menyebutkan hitam atau pirang bro,, sebenarnya susah diketahui kebenarannya,, tapi mengapa ga sama,, sori, gw ga punya gambar aslinya, cm ambil dari google mengenai gambar Orpheus & Eurydice. sori., kl salah..
    untuk dua anak manusia,, itu kayanya hanya penambahan majas dalam sebuah unsur cerita saja,,
    sori jg kl salah,, maklum ceritanya jg ambil dari yang lain,, cm lupa sama siapanya..
    ntar kl dah ada gw sebutin sumbernya..
     
    Last edited: Mar 10, 2010
  20. Offline

    shabutaro Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 7, 2008
    Messages:
    2,666
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +2,225 / -0
    nice story :top:
    bener2 cinta sejati. tapi kok hasilnya bad ya? :swt: orpheus ga sabaran sih :hehe:
     
  21. Offline

    Zerohours Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 27, 2009
    Messages:
    18
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    weh...good
    kek cerita negri dongeng :p
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.