1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Mungkinkah ibukota negara dipindahkan?

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by smkosasih, Oct 19, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    smkosasih Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 9, 2008
    Messages:
    5,335
    Trophy Points:
    162
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,178 / -0
    Ibukota negara dipindahkan? mungkinkah?

    Indonesia sendiri pernah memindahkan ibukotanya dari Jakarta ke Yogyakarta.

    Over Populasi (Jumlah penduduk melebihi daya tampung) merupakan penyebab utama kenapa banyak negara memindahkan ibukotanya. Sebagai contoh saat ini Jepang dan Korea Selatan tengah merencanakan pemindahan ibukota negara mereka. Jepang ingin memindahkan ibukotanya karena wilayah Tokyo Megapolitan jumlah penduduknya sudah terlampau besar yaitu: 33 juta jiwa. Korsel pun begitu karena wilayah kota Seoul dan sekitarnya jumlah penduduknya sudah mencapai 22 juta. Bekas ibukota AS, New York dan sekitarnya total penduduknya mencapai 22 juta jiwa. Jakarta sendiri menurut mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, dirancang Belanda untuk menampung 800.000 penduduk. Namun ternyata di saat Ali menjabat Gubernur jumlahnya membengkak jadi 3,5 juta dan sekarang membengkak lagi hingga daerah Metropolitan Jakarta yang meliputi Jabodetabek mencapai total 23 juta jiwa.

    Jadi pemindahan ibukota bukanlah hal yang tabu dan sulit. Soeharto sendiri sebelum lengser sempat merencanakan pemindahan ibukota Jakarta ke Jonggol.

    Kenapa kita harus memindahkan ibukota dari Jakarta? Apa tidak repot? Apa biayanya tidak terlalu besar? Jawaban dari pertanyaan ini harus benar-benar tepat dan beralasan. Jika tidak, hanya buang-buang waktu, tenaga, dan biaya.

    Pertama kita harus sadar bahwa ibukota Jakarta di mana lebih dari 80% uang yang ada di Indonesia beredar di sini merupakan magnet yang menarik penduduk seluruh dari Indonesia untuk mencari uang di Jakarta. Arus urbanisasi dari daerah ke Jakarta begitu tinggi. Akibatnya jika penduduk Jakarta pada zaman Ali Sadikin tahun 1975-an hanya sekitar 3,5 juta jiwa, saat ini jumlahnya sekitar 10 juta jiwa. Pada hari kerja dengan pekerja dari wilayah Jabotabek, penduduk Jakarta menjadi 12 juta jiwa.

    Jumlah penduduk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi diperkirakan sekitar 23 juta jiwa. Padahal tahun 1986 jumlahnya hanya sekitar 14,6 juta jiwa (MS Encarta). Jika Jakarta terus dibiarkan jadi ibukota, maka jumlah ini akan terus membengkak dan membengkak. Akibatnya kemacetan semakin merajalela. Jumlah kendaraan bertambah. Asap kendaraan dan polusi meningkat sehingga udara Jakarta sudah tidak layak hirup lagi. Pohon-pohon, lapangan rumput, dan tanah serapan akan semakin berkurang diganti oleh aspal dan lantai beton perumahan, gedung perkantoran dan pabrik. Sebagai contoh berbagai hutan kota atau tanah lapang di kawasan Senayan, Kelapa Gading, Pulomas, dan sebagainya saat ini sudah menghilang diganti dengan Mall, gedung perkantoran dan perumahan.

    Hal-hal di atas akan mengakibatkan:
    1. Jakarta akan jadi kota yang sangat macet
    2. Dengan banyaknya orang bekerja di Jakarta padahal rumah mereka ada di pinggiran Jabotabek, akan mengakibatkan pemborosan BBM. Paling tidak ada sekitar 6,5 milyar liter BBM dengan nilai sekitar Rp 30 trilyun yang dihabiskan oleh 2 juta pelaju ke Jakarta setiap tahun.
    3. Dengan kemacetan dan jauhnya jarak perjalanan, orang menghabiskan waktu 3 hingga 5 jam per hari hanya untuk perjalanan kerja.
    4. Stress meningkat akibat kemacetan di jalan.
    5. Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) juga meningkat karena orang berada lama di jalan dan menghisap asap knalpot kendaraan.
    6. Banjir dan kekeringan akan semakin meningkat karena daerah resapan air terus berkurang.
    7. Jumlah penduduk Indonesia akan terpusat di wilayah Jabodetabek. Saat ini saja sekitar 30 juta dari 200 juta penduduk Indonesia menempati area 1500 km2 di Jabodetabek. Atau 15% penduduk menempati kurang dari 1% wilayah Indonesia.
    8. Pembangunan akan semakin tidak merata karena kegiatan pemerintahan, bisnis, seni, budaya, industri semua terpusat di Jakarta dan sekitarnya.
    9. Tingkat Kejahatan/Kriminalitas akan meningkat karena luas wilayah tidak mampu menampung penduduk yang terlampau padat.
    10. Timbul bahaya kelaparan karena over populasi dan sawah berubah jadi rumah, kantor, dan pabrik. Saat ini pulau Jawa yang merupakan pulau terpadat di dunia 7 x lipat lebih padat daripada RRC. Kepadatan penduduk di Jawa 1.007 orang/km2 sementara di RRC hanya 138 orang/km2. Tak heran di pulau Jawa banyak orang yang kelaparan dan makan nasi aking.

    Kenapa Kalimantan Tengah? Kenapa tidak di Jawa, Sulawesi, atau Sumatra?
    Pertama Jawa adalah pulau kecil yang sudah terlampau padat penduduknya. Luas pulau Jawa hanya 134.000 km2 sementara jumlah penduduknya sekitar 135 juta jiwa. Kepadatannya sudah mencapai lebih dari 1.000 jiwa per km2. Apalagi pulau Jawa yang subur dengan persawahan yang sudah mapan seharusnya dipertahankan tetap jadi lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia. Kalau dipaksakan di Jawa, maka luas sawah akan berkurang sebanyak 50.000 hektar! Produksi beras/pangan lain akan berkurang sekitar 200 ribu ton per tahun! Indonesia akan semakin kekurangan pangan karenanya. Selama ibukota tetap di Jawa, pulau Jawa akan semakin padat dan pembangunan tidak tersebar ke seluruh Indonesia. Jawa sudah kebanyakan penduduk/over-crowded!

    Ada pun pulau Sumatera letaknya relatif agak di Barat. Dengan jumlah penduduk lebih dari 42 juta, pembangunan di Sumatera sudah cukup lumayan.

    Sulawesi dengan luas 189.000 km2 dan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa masih terlalu kecil wilayahnya. Sumatera dan Sulawesi adalah pulau yang subur dan cocok untuk pertanian. Jadi sayang jika pertumbuhan jumlah penduduk dipusatkan di situ. Belum lagi kedua wilayah ini rawan dengan gempa bumi dan tsunami.

    Ada pun Kalimantan luasnya 540.000 km2 dengan jumlah penduduk hanya 12 juta jiwa. Pulau Kalimantan jauh lebih luas dibanding pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dan jumlah penduduknya justru paling sedikit.

    Di pulau Kalimantan juga tidak ada gunung berapi dan tidak ada gempa. Sementara di pesisir Kalimantan Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa juga ombak relatif tenang dan aman dari Tsunami. Ini cocok untuk jadi tempat ibukota Indonesia yang baru.

    Jika iya, apakah ibukota memakai kota yang sudah ada seperti Palangkaraya atau membuat kota baru sama sekali?

    Jika membuat ibukota dari kota yang sudah ada seperti Palangkaraya, ini akan menimbulkan 2 kendala besar. Pertama perencanaan pembangunan jadi tidak fleksibel. Sulit untuk merencanakan tata ruang baru karena ruang yang ada sudah terpakai. Sebagai contoh, sulit untuk membuat jalan protokol selebar jalan Thamrin dan Sudirman karena jalan yang sudah ada ukurannya kecil. Jika dipaksakan, harus menggusur gedung-gedung di sekelilingnya. Ini jumlahnya banyak sekali dan biayanya juga tentu sangat besar.

    Kedua, karena tanah yang diperlukan sudah ada yang memiliki, akan ada banyak spekulan tanah yang menjual tanahnya dengan harga yang sangat tinggi. Per meter persegi bisa 2-3 juta lebih. Biaya pembangunan ibukota bisa meroket dengan tinggi. Untuk pelebaran jalan, gedung pemerintahan dan rumah dinas seluas total 50 km2 saja bisa mencapai Rp 500 trilyun rupiah lebih.

    Oleh karena itu lebih mudah dan lebih murah membangun ibukota baru dari tanah kosong milik negara. Idealnya ibukota baru ini memakai lahan bekas HPH yang sudah gundul dan terletak di pinggir sungai. Jarak ke pantai sebaiknya tidak lebih dari 50 km sehingga bisa jadi pusat pelabuhan.

    Dengan cara ini, seandainya harus ada pembebasan lahan, biayanya tak lebih dari 10 ribu / m2. Jadi seandainya lahan yang diperlukan 500 km2, maka biaya pembebasan lahan hanya Rp 5 trilyun.

    Ibukota Brazil, Brasilia dibangun dari tanah kosong / awal. Dari situ dirancang dan dibangun semuanya dari awal oleh para ahli tata kota. Ibukota lainnya yang dirancang dan dibangun dari awal untuk jadi ibukota adalah Washington DC, Canberra, dan Islamabad: Islamabad rancangan kotanya disiapkan tahun 1960, pembangunan konstruksi pertama tahun 1961, dan selesai tahun 1966. Selesai dalam 6 tahun. Umumnya ibukota baru dibangun tidak jauh dari kota sekitarnya (di bawah 400 km jaraknya). Brasilia sejak jadi ibukota tahun 1957 sekarang jumlah penduduknya sekitar 2,5 juta jiwa, Canberra 350 ribu jiwa dan Washington DC sekitar 563 ribu jiwa.

    Apakah negara akan rugi karena biaya pembangunan ibukota sangat tinggi?
    Pembangunan ibukota biayanya memang cukup tinggi. Tapi akan lebih tinggi lagi biayanya baik dari segi kesehatan mau pun biaya jika kita tetap memakai Jakarta sebagai ibukota. Selain itu pemerintah bisa memakai pembangunan ibukota baru sebagai sarana untuk mendapatkan uang. Bagaimana caranya?

    Dari 500 km2 luas ibukota baru, tidak semuanya dipakai pemerintah. Pemerintah hanya memakai 50 km2 untuk jalan, gedung pemerintah, dan rumah dinas. 100 km2 bisa dipakai untuk hutan dan taman kota. Sisanya 350 km2 bisa dijual untuk bisnis dan umum dengan harga Rp 500.000-1.000.000 /m2. Paling tidak pemerintah bisa mendapat 175 hingga 350 trilyun rupiah dari penjualan lahan. Ini bisa dilakukan secara bertahap. Beberapa kota swasta seperti Lippo City, Lippo Karawaci, dan juga BSD sudah menerapkan hal ini. Pemerintah dengan dukungan dana APBN seharusnya juga bisa. Jadi dari sisi dana seharusnya tidak masalah.

    Total pembangunan gedung pemerintah sendiri paling hanya sekitar Rp 20 trilyun. Ini cukup untuk 200 gedung @ Rp 100 milyar. Total biaya diperkirakan mencapai Rp 150 trilyun. Jika dilakukan secara bertahap dalam 5 tahun maka biayanya Rp 30 trilyun per tahun atau kurang dari 4% jumlah APBN yang mencapai sekitar Rp 800 trilyun. Biaya ini bisa ditutup nantinya dengan dana dari hasil penjualan lahan senilai Rp 175-350 trilyun.

    Ibukota baru ini sebaiknya berjarak tidak lebih dari 200 km dari kota yang sudah ada, sehingga bisa mendapat dukungan logistik dari kota tersebut selama ibukota masih dalam pembangunan. Ibukota baru ini juga akan menghidupkan kota-kota di sekelilingnya.

     
    Last edited: Apr 11, 2012
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Scrapper Beginner Members

    Joined:
    Aug 23, 2009
    Messages:
    354
    Trophy Points:
    17
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +88 / -0
    wekz truz pemindahan infrastrukturnya gimana gan? truz apalagi terancam kehilangan pekerjaan dll...karena barometer bisnis adalah ibukota
     
  4. Offline

    montormabur Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 5, 2008
    Messages:
    105
    Trophy Points:
    36
    Ratings:
    +518 / -0
    bisa juga si pemikiran kayak gini,
    tapi apa ya masyarakat bisa menerima?
     
  5. Offline

    gantenggendeng Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 17, 2008
    Messages:
    840
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +7,636 / -0
    hummmmm...jadi inget prasaan pas jaman orde baru sering banget di tv ada berita tentang transmigrasi dari pulau jawa ke luar pulau jawa, kenapa sekarang jarang ya :???:
    btw emangnya klo ibukota pindah pekerjaan juga ikut pindah gitu, berkurang maksudnya?
    bukannya tar klo bikin ibukota baru pemerintah pasti bikin infrastruktur baru, gedung, baru trus tarnya mungkin lapangan pekerjaan baru kan (pemikiran gw aja sih he...cmiiw)
    btw :niceinfo:
     
  6. Offline

    MiniMaximA Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 12, 2008
    Messages:
    1,040
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +40 / -0
    Terserah mo dipindahin kemana, asal jangan ke sumatra.
    Ntar kawasan kumuh bakal menjamur dimana-mana, bikin jelek kota medan aja.
     
  7. Offline

    ruychii Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 5, 2008
    Messages:
    214
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +5 / -0
    cocok tuh di kalimantan...hanya sayang klo hutannya habis dibabat gara2 manusia pindah ke sana...nanti hilang lho paru2 dunia...
     
  8. Offline

    sonataxx Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 24, 2009
    Messages:
    37
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +1 / -0
    jangan kalimantan menurut ay,,,,berkaca di jakarta udah susah nyari tempat yang sejuk secara alami.........


    kebayang kan kalo di kalimantan......

    yang ada nti hutan jadi gundul kurang dari 5 taun..........


    CMIIW
     
  9. Offline

    darknetwork Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 11, 2009
    Messages:
    1,763
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +8,405 / -0
    perasaan kalo dipindah ibukotanya jakarta juga gak bakal tambah sepi. tapi mau gak pegawainya ikut dipindah.
    untung jawa sudah gak mungkin, jadi jogja bebas.
     
  10. Offline

    zutara Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 3, 2008
    Messages:
    9,284
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +46,240 / -0
    kalo sekarang sih mungkin2 aja gan....tapi dananya gak sedikit...mending wat bantu para korban gempa...
     
  11. Offline

    Dfree Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 14, 2009
    Messages:
    947
    Trophy Points:
    82
    Ratings:
    +155 / -0
    yah klo pemerintah maonya begitu, ap mao dikata,,,,....
    klo mnurut g sih, klo pun ntar dipindahin, ibukota yg baru itu harus memusatkan fungsinya kepada fungsi administrasi pemerintahan.... jangan seperti jakarta sekarang, kota pemerintahan juga, bisnis juga, hiburan juga, dan segala macem terpusat di jakarta.... gmna nggak membengkak populasinya,,,,

    :gembel:
     
  12. Offline

    Allred Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 6, 2009
    Messages:
    307
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +110 / -0
    Hmm iya juga sih kalo ibukota dipindahin rasanya Jakarta bakal lebih lega hohoh..
    Cuma bangunan2 pemerintah yang udah disini diapain jadinya ya..

    Btw makasih infonya gan.
     
  13. Offline

    FRsix Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 20, 2009
    Messages:
    51
    Trophy Points:
    7
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +7 / -0
    menurut gw ini solusi yang bisa dilakukan pemerintahan untuk mengurangi
    - kemacetan
    - kebanjiran
    - kejahatan
    - dll
    di jakarta.

    memang butuh dana yang ga sedikit.....
    tapi jakarta kan bisa jadi kota perekonomian kayak new york dan setau gw di dunia ibukota (selain Jakarta) yang sekaligus menjadi kota perekonomian cuma London.

    jadi memang saatnya untuk dipisahkan.....kalo gw bilang mendingan didaerah sulawesi aja deh....
     
  14. Offline

    riedjal Post Hunter Veteran

    Joined:
    Feb 23, 2009
    Messages:
    3,632
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +9,925 / -0
    Nambahin Bro ...
    source
     
  15. Offline

    dejivrur Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 31, 2009
    Messages:
    3,896
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +1,103 / -2
    paling bagus ibukota pindah di kalimantan, jaminan mutu ga bakalan ada gempa disana...
     
  16. Offline

    Pumpkinz Silent Reader Members

    Joined:
    May 23, 2009
    Messages:
    119
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +1 / -0
    Ogah, biarin aja Jakarta jadi ibukota trus!
     
  17. Offline

    oranggila Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 7, 2009
    Messages:
    839
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +464 / -0
    Harus dipndahin menurut gw.. jakarta udah amburadul bgt... macet bgt.. :panas:
    bikin males keluar..sp tau bisa ngurangin jml populasi..
    kupu2 aja udah ga pernah gw liat lagi di jakarta mungkin pada mati kali gara2 polusi :???:
     
  18. Offline

    zamurah Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 25, 2009
    Messages:
    267
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +856 / -0
    Pemindahan ibukota sangat mungkin dilakukan, tapi tidak pada masa pemerintahan sekarang. Wacana ini sebaiknya dijadikan isu untuk pilpres selanjutnya supaya pemerintah mau melaksanakannya. Dampak negatif perkembangan populasi manusia selalu ke lingkungan. Kalimantan yang banyak hutan bisa gersang bila pemindahan ibukota ini tidak disertai pembangunan ramah lingkungan.
    Saya pribadi lebih setuju bila ibukota di daerah Papua yang jauh dari Jakarta. Kalimantan masih dekat dengan jawa dan perkembangannya sekarang sudah pesat, kemungkinan exodus kesini juga besar. Kalau Papua jauh, sehingga tidak banyak orang yang ingin pindah ke Papua.
     
  19. Offline

    namie04 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 20, 2009
    Messages:
    1,127
    Trophy Points:
    146
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,316 / -0
    keren bro
    suka banget gw idenya . mindahin ibu kota...
    biar semuanya ga terpusat di jakarta ajah
    moga2 bisa kesampean deh bisa mindahin ibukota :top:
     
  20. Offline

    jayz91 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 18, 2009
    Messages:
    507
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +66 / -0
    wah...kemaren2 sy jg ngobrolin tentang ini lho d suatu forum international...
    saya setuju bgt klo ibukota dipindah..
    wew..liat aj jakarta sekarang...sumpek n panas gila..

    banyak yg menyarankan jika ibukota indonesia dipindah ke kalimantan atau batam
    alasan kalimantan: masih sedikit,fresh,tingkat bencana sangat rendah
    alasan batam : dekat dgn singapura yg notabene negara maju..

    emang c kesan ny repot klo ibukota dipindah...y..tp mau gimana lg
    emang keadaanny sudah mendesak..

    btw pemerintah DKI udh ada kabar mau dipindah2 gt???
     
  21. Offline

    4w4n2 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 2, 2009
    Messages:
    1,117
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +31,990 / -0
    MUNGKIN SAJA GaN...

    PINDAH SAJA ke KEBUMEN..

    KOTA nya InDah, BErsih, MAnfaat, AMan, Nyaman...

    BEBAS POLUSI LAGI..

    :hahai:

    :piss:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.