1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Biography Muhammad bin Musa Al Khawarizmi [Penemu Angka Nol]

Discussion in 'World History' started by Nawainruk, May 29, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    Nawainruk Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 3, 2007
    Messages:
    1,042
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +98,136 / -0
    [​IMG]

    Dunia Barat boleh mengklaim bahwa mereka adalah kawasan sumber ilmu pengetahuan. Namun sejatinya, yang menjadi Gudang Ilmu Pengetahuan adalah kawasan Timur Tengah (kawasan Arab maksudnya, bukan Jawa Timur-Jawa Tengah). Mesopotamia, peradaban tertua dunia ada di kawasan ini juga.

    Masyarakat dunia sangat mengenal Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar. Namun, dibalik kedigdayaan Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar ternyata hasil pemikirannya sangat dipengaruhi oleh ilmuwan Muslim bernama Muhammad bin Musa Al Khawarizmi. Dia adalah seorang tokoh yang dilahirkan di Khiva (Iraq) pada tahun 780. Jika kaum terpelajar lebih mengenal para ahli matematika Eropa, maka kaum biasa juga mengenal ilmuwan Muslim yang menjadi rujukan para ahli matematika tersebut.

    Selain ahli dalam matematika al-Khawarizmi, yang kemudian menetap di Qutrubulli (sebalah barat Bagdad), juga seorang ahli geografi, sejarah dan juga musik. Karya-karyanya dalam bidang matematika dimaktub dalam Kitabul Jama wat Tafriq dan Hisab al-Jabar wal Muqabla. Inilah yang menjadi rujukan para ilmuwan Eropa termasuk Leonardo Fibonacce serta Jacob Florence.

    Muhammad bin Musa Al Khawarizmi inilah yang menemukan angka 0 (nol) yang hingga kini dipergunakan. Apa jadinya coba jika angka 0 (nol) tidak ditemukan coba? Selain itu, dia juga berjasa dalam ilmu ukur sudut melalui fungsi sinus dan tanget, persamaan linear dan kuadrat serta kalkulasi integrasi (kalkulus integral). Tabel ukur sudutnya (Tabel Sinus dan Tangent) adalah yang menjadi rujukan tabel ukur sudut saat ini.

    al-Khawarizmi juga seorang ahli ilmu bumi. Karyanya Kitab Surat Al Ard menggambarkan secara detail bagian-bagian bumi. CA Nallino, penterjemah karya al-Khawarizmi ke dalam bahasa Latin, menegaskan bahwa tak ada seorang Eropa pun yang dapat menghasilkan karya seperti al-Khawarizmi ini.
     
    • Thanks Thanks x 17
    • Like Like x 8
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    ark_beetle Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 29, 2008
    Messages:
    3,189
    Trophy Points:
    162
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,544 / -0
    baru tau kalo angka 0 itu ada yang menemukan, kirain sekaligus ditemukan 0-10

    emang bener si kebanyakan ilmu matematika-fisika dan ilmu pasti lainnya sebenarnya asalnya dari Timur, dosen saia pernah ceritain tp saya ga gitu memperhatikan :swt:
     
  4. Offline

    Gradient Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 23, 2009
    Messages:
    869
    Trophy Points:
    81
    Ratings:
    +59 / -0
    gw pernah denger kalo yang jago ilmu2 itungan kaya matematika itu orang2 bagian india dkk....tapi gak tau bener ato kaga...
     
  5. Offline

    gomugomu Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 20, 2008
    Messages:
    532
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +3,374 / -0
    TS bener..yang nemuin angka 0 tu emang dari timur tengah bgtu juga ilmu-ilmu yang lain (kedokteran,Fisika,dll) cuman sayangnya malah yang ngembangin dari negara-negara eropa....
     
  6. Offline

    HoushiNoHikari Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 26, 2009
    Messages:
    3,406
    Trophy Points:
    162
    Ratings:
    +4,949 / -0
    errr..........jadi angka nol itu di ketemukan yha :???:
    wa kirain satu paket ama angka yg laen.
     
  7. Offline

    Sunoe Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 26, 2008
    Messages:
    1,947
    Trophy Points:
    226
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +15,948 / -0
    Dulu waktu Persia di serang Gengis Khan...
    Semua ilmu banyak yang hilang...
    Trus orang Eropa mulai ngumpulin ilmu2 tu...
     
  8. Offline

    bakakurosu Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 15, 2008
    Messages:
    1,859
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +11,470 / -0
    makanya nama algoritma d ambil dari nama Al Khwarizmy :haha:

    angka nol sangat penting fungsinya dalam hampir berbagai bidang..
    karena nol merupakan acuan..
     
  9. Offline

    shiluman Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 4, 2009
    Messages:
    568
    Trophy Points:
    157
    Ratings:
    +3,515 / -0
    ohhh jadi ini slh 1 org yang bikin pel MTK tambah ribet dgn adanya linearlah,tangen dkk.alah pouyeng w jdinya.:hammer:
     
  10. Offline

    lateron Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 29, 2009
    Messages:
    107
    Trophy Points:
    151
    Ratings:
    +39,249 / -0
    Al Khawarizmi mang :top:

    gak kebayang gak ada angka 0...
    soalnya banyak bidang yang sangat berkaitan dengan angka 0
     
  11. Offline

    raynz Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 10, 2008
    Messages:
    849
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +14,784 / -0
    jadi ini toh orang yang bertanggunga jawab kalkulus gw dapat E..
    ck..ck.. coba aja ga diketemukan..
    kan gw ga musti ketemu ma kalkulus..
    :hihi:
     
  12. Offline

    bulebulukan Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 8, 2009
    Messages:
    388
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +6,982 / -0
    mungkin sebenernya yang ditemuin itu bukan sekedar 0, tapi sifat angka 0 itu sendiri.. kayak pembagi 0 itu gak bisa, atau banyak lagi.. kali ya.. CMIIW
     
  13. Offline

    swtmath Beginner Members

    Joined:
    Jan 8, 2009
    Messages:
    406
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +868 / -0
    kalau gua bilang angka 0 udah ditemuin dari bangsa india deh. karena mengambil dari filosofi bangsa india. dan bangsa arab yang mempelajari matematika bangsa india. menyempurnakan dan memperkenalkan ke bangsa eropa.
     
  14. Offline

    kikosky Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 7, 2008
    Messages:
    70
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +13 / -0
    ooo... bukan Al-Jabara yah?? emang sih banyak yang bilang di arab dulu pada pinter :), sayang yah integralistic berhasil tau-tau pindah tempat di negara selain arab
     
  15. Offline

    frenzy_vgi Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 23, 2008
    Messages:
    46
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +4 / -0
    hahaha kalo 0 ga ditemukan, ga bakal ada biner bro...n lo ga bakal bisa maen internet sekarang hahaha
     
  16. Offline

    mardhika Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 12, 2008
    Messages:
    201
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +617 / -0
    oh dia yang menemukan angka 0
    tz angka 1-seterusnya yang nemuin sapa ya ??
     
  17. Offline

    odinblackaxe Silent Reader Members

    Joined:
    Jun 7, 2009
    Messages:
    143
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +2 / -0
    ternyata anka nol ditemukan yah Gw kira tuh di anka di cari
     
  18. Offline

    tomiero Post Hunter Veteran

    Joined:
    Oct 29, 2008
    Messages:
    3,464
    Trophy Points:
    266
    Ratings:
    +7,234 / -0
    yup emg banyak ilmu2 science yg sbener nya ditemuin ama ilmuwan timur tengah..
    ilmuwan2 barat banyak yg belajar dari karya2 mreka trus mengembangkan nya..;)
     
  19. Offline

    monkey_D_fend Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 28, 2009
    Messages:
    115
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +2,211 / -0
    ihhh..
    ini perna gw baca di buku berwarna hijau beli di gramedia
    buku tentang filsuf2 gitu, murah dan bagus tuh buku...
    recomended banget dah
     
  20. Offline

    alotez Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 6, 2008
    Messages:
    1,000
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +626 / -0
    Iya benar juga ya...
    Apa jadinya kalau gak ada angka nol....
     
  21. Offline

    lyneard Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 29, 2009
    Messages:
    648
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +459 / -0
    hmm kurang tau tp mnurt bukti sejarah kek na yng nemuin angka 0 adalah bangsa mesir kuno

    sedikit tambahan dari gw

    Ratusan tahun yang lalu, manusia hanya mengenal 9 lambang bilangan yakni 1, 2, 2, 3, 5, 6, 7, 8, dan 9. Kemudian, datang angka 0, sehingga jumlah lambang bilangan menjadi 10 buah. Tidak diketahui siapa pencipta bilangan 0, bukti sejarah hanya memperlihatkan bahwa bilangan 0 ditemukan pertama kali dalam zaman Mesir kuno. Waktu itu bilangan nol hanya sebagai lambang. Dalam zaman modern, angka nol digunakan tidak saja sebagai lambang, tetapi juga sebagai bilangan yang turut serta dalam operasi matematika. Kini, penggunaan bilangan nol telah menyusup jauh ke dalam sendi kehidupan manusia. Sistem berhitung tidak mungkin lagi mengabaikan kehadiran bilangan nol, sekalipun bilangan nol itu membuat kekacauan logika. Mari kita lihat.

    Nol, penyebab komputer macet

    Pelajaran tentang bilangan nol, dari sejak zaman dahulu sampai sekarang selalu menimbulkan kebingungan bagi para pelajar dan mahasiswa, bahkan masyarakat pengguna. Mengapa? Bukankah bilangan nol itu mewakili sesuatu yang tidak ada dan yang tidak ada itu ada, yakni nol. Siapa yang tidak bingung? Tiap kali bilangan nol muncul dalam pelajaran Matematika selalu ada ide yang aneh. Seperti ide jika sesuatu yang ada dikalikan dengan 0 maka menjadi tidak ada. Mungkinkah 5*0 menjadi tidak ada? (* adalah perkalian). Ide ini membuat orang frustrasi. Apakah nol ahli sulap?

    Lebih parah lagi-tentu menambah bingung-mengapa 5+0=5 dan 5*0=5 juga? Memang demikian aturannya, karena nol dalam perkalian merupakan bilangan identitas yang sama dengan 1. Jadi 5*0=5*1. Tetapi, benar juga bahwa 5*0=0. Waw. Bagaimana dengan 5o=1, tetapi 50o=1 juga? Ya, sudahlah. Aturan lain tentang nol yang juga misterius adalah bahwa suatu bilangan jika dibagi nol tidak didefinisikan. Maksudnya, bilangan berapa pun yang tidak bisa dibagi dengan nol. Komputer yang canggih bagaimana pun akan mati mendadak jika tiba-tiba bertemu dengan pembagi angka nol. Komputer memang diperintahkan berhenti berpikir jika bertemu sang divisor nol.

    Bilangan nol: tunawisma

    Bilangan disusun berdasarkan hierarki menurut satu garis lurus. Pada titik awal adalah bilangan nol, kemudian bilangan 1, 2, dan seterusnya. Bilangan yang lebih besar di sebelah kanan dan bilangan yang lebih kecil di sebelah kiri. Semakin jauh ke kanan akan semakin besar bilangan itu. Berdasarkan derajat hierarki (dan birokrasi bilangan), seseorang jika berjalan dari titik 0 terus-menerus menuju angka yang lebih besar ke kanan akan sampai pada bilangan yang tidak terhingga. Tetapi, mungkin juga orang itu sampai pada titik 0 kembali. Bukankah dunia ini bulat? Mungkinkah? Bukankah Columbus mengatakan bahwa kalau ia berlayar terus-menerus ia akan sampai kembali ke Eropa?

    lagi. Jika seseorang berangkat dari nol, ia tidak mungkin sampai ke bilangan 4 tanpa melewati terlebih dahulu bilangan 1, 2, dan 3. Tetapi, yang lebih aneh adalah pertanyaan mungkinkan seseorang bisa berangkat dari titik nol? Jelas tidak bisa, karena bukankah titik nol sesuatu titik yang tidak ada? Aneh dan sulit dipercaya? Mari kita lihat lebih jauh.

    Jika di antara dua bilangan atau antara dua buah titik terdapat sebuah ruas. Setiap bilangan mempunyai sebuah ruas. Jika ruas ini dipotong-potong kemudian titik lingkaran hitam dipindahkan ke tengah-tengah ruas, ternyata bilangan 0 tidak mempunyai ruas. Jadi, bilangan nol berada di awang-awang. Bilangan nol tidak mempunyai tempat tinggal alias tunawisma. Itulah sebabnya, mengapa bilangan nol harus menempel pada bilangan lain, misalnya, pada angka 1 membentuk bilangan 10, 100, 109, 10.403 dan sebagainya. Jadi, seseorang tidak pernah bisa berangkat dari angka nol menuju angka 4. Kita harus berangkat dari angka 1.

    Mudah, tetapi salah

    Guru meminta Ani menggambarkan sebuah garis geometrik dari persamaan 3x+7y = 25. Ani berpikir bahwa untuk mendapatkan garis itu diperlukan dua buah titik dari ujung ke ujung. Tetapi, setelah berhitung-hitung, ternyata cuma ada satu titik yang dilewati garis itu, yakni titik A(6, 1), untuk x=6 dan y=1. Sehingga Ani tidak bisa membuat garis itu. Sang guru mengingatkan supaya menggunakan bilangan nol. Ya, itulah jalan keluarnya. Pertama, berikan y=0 diperoleh x=(25-0)/3=8 (dibulatkan), merupakan titik pertama, B(8,0). Selanjutnya berikan x=0 diperoleh y=(25-3.0)/7=4 (dibulatkan), merupakan titik kedua C(0,4). Garis BC, adalah garis yang dicari. Namun, betapa kecewanya sang guru, karena garis itu tidak melalui titik A. Jadi, garis BC itu salah.

    Ani membela diri bahwa kesalahan itu sangat kecil dan bisa diabaikan. Guru menyatakan bahwa bukan kecil besarnya kesalahan, tetapi manakah yang benar? Bukankah garis BC itu dapat dibuat melalui titik A? Kata guru, gunakan bilangan nol dengan cara yang benar. Bagaimana kita harus membantu Ani membuat garis yang benar itu? Mudah, kata konsultan Matematika. Mula-mula nilai 25 dalam 3x+7y harus diganti dengan hasil perkalian 3 dan 7 sehingga diperoleh 3x+7y=21.

    Selanjutnya, dalam persamaan yang baru, berikan y=0 diperoleh x=21/3=7 (tanpa pembulatan) itulah titik pertama P(6,1). Kemudian berikan nilai x=0 diperoleh y=21/7 = 3 (tanpa pembulatan), itulah titik kedua Q(0, 3). Garis PQ adalah garis yang sejajar dengan garis yang dicari, yakni 3x+7y=25. Melalui titik A tarik garis sejajar dengan PQ diperoleh garis P1Q1. Nah, begitulah. Sang murid telah menemukan garis yang benar berkat bantuan bilangan nol.

    Akan tetapi, sang guru masih sangat kecewa karena sebenarnya tidak ada satu garis pun yang benar. Bukankah dalam persamaan 3x1+7x2=25 hanya ada satu titik penyelesaian yakni titik A, yang berarti persamaan 3x1+7x2 itu hanya berbentuk sebuah titik? Bahkan pada persamaan 3x1+7x2=21 tidak ada sebuah titik pun yang berada dalam garis PQ. Oleh karena itu, garis PQ dalam sistem bilangan bulat, sebenarnya tidak ada. Aneh, bilangan nol telah menipu kita. Begitulah kenyataannya, sebuah persamaan tidak selalu berbentuk sebuah garis.

    Bergerak, tetapi diam

    Bilangan tidak hanya terdiri atas bilangan bulat, tetapi juga ada bilangan desimal antara lain dari 0,1; 0,01; 0,001; dan seterusnya sekuat-kuat kita bisa menyebutnya sampai sedemikian kecilnya. Karena sangat kecil tidak bisa lagi disebut atau tidak terhingga dan pada akhirnya dianggap nol saja. Tetapi, ide ini ternyata sempat membingungkan karena jika bilangan tidak terhingga kecilnya dianggap nol maka berarti nol adalah bilangan terkecil? Padahal, nol mewakili sesuatu yang tidak ada? Waw. Begitulah.

    Berdasarkan konsep bilangan desimal dan kontinu, maka garis bilangan yang kita pakai ternyata tidak sesederhana itu karena antara dua bilangan selalu ada bilangan ke tiga. Jika seseorang melompat dari bilangan 1 ke bilangan 2, tetapi dengan syarat harus melompati terlebih dahulu ke bilangan desimal yang terdekat, bisakah? Berapakah bilangan desimal terdekat sebelum sampai ke bilangan 2? Bisa saja angka 1/2. Tetapi, anda tidak boleh melompati ke angka 1/2 karena masih ada bilangan yang lebih kecil, yakni 1/4. Seterusnya selalu ada bilangan yang lebih dekat... yakni 0,1 lalu ada 0,01, 0,001, ..., 0,000001. demikian seterusnya, sehingga pada akhirnya bilangan yang paling dekat dengan angka 1 adalah bilangan yang demikian kecilnya sehingga dianggap saja nol. Karena bilangan terdekat adalah nol alias tidak ada, maka Anda tidak pernah bisa melompat ke bilangan 2?
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.