1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

[Motivasi] Oleh-oleh Kehidupan dari "Ngonthel" Pati-Depok

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by Nebunedzar, Jul 27, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    Nebunedzar Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 7, 2009
    Messages:
    944
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6,271 / -0
    [​IMG]
    M Zalaluddin, lulusan SMA 1 Pati yang memenuhi nadzarnya jika diterima di UI, bersepeda dari Pati hingga Depok.

    Oleh Agnes Rita, Harian Kompas, 25 Juli 2011.

    Awalnya, perjalanan Pati-Depok dengan sepeda onthel dilakukan Muhammad Zalaluddin Sofan Fitri (19) untuk menggenapi nazar yang sudah terucap. Namun, di jalan, pria asal Blora ini justru menemukan pengalaman kemanusiaan saat bersentuhan dengan banyak orang, terutama rakyat jelata.

    Nazar untuk bersepeda dari Pati ke Universitas Indonesia (UI) digenapi Zalal setelah dia diterima sebagai mahasiswa Universitas Indonesia Jurusan Sejarah Angkatan 2011. Dari SMA Negeri 1 Pati, Zalal mulai mengarahkan sepedanya ke Ibu Kota hari Selasa (19/7).

    Bersama sepeda onthel warna hijau tua yang dimilikinya sejak SMA kelas 1, Zalal membawa semua pakaian dan kebutuhan untuk pendaftaran kuliah. Sebuah tas ransel besar disandangnya. Di sadel belakang, sebuah kotak bagasi dipasang untuk menaruh ban serep, makanan ringan, air minum, dan tisu. Di bawah kotak itu tertempel sebuah kertas bertuliskan "Nadzar Diterima di UI".

    Sehelai bendera Merah Putih yang terikat di sebilah rotan dipasang di bagian belakang sepeda. Sementara sebuah pompa ban diikatkan di badan sepeda. Satu lampu tambahan terpasang di depan lampu sepeda nya.

    Hari Minggu kemarin sekitar pukul 09.00, Zalal tiba di asrama mahasiswa UI. Hari Minggu pagi, sekitar 10 mahasiswa asal Pati serta simpatisan ikut nggowes bareng Zalal dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) hingga ke UI. Setibanya di kantin asrama mahasiswa, tidak ada penyambutan yang istimewa. Beberapa sesama mahasiswa asal Pati menemaninya duduk sambil menyeruput es teh. Genap sudah perjalanan sejauh sekitar 500 kilometer itu.

    Berteman anggota satpam
    Sabtu malam, Zalal mengakhiri perjalanan di SPBBG Kampung Rambutan. Di SPBBG itu, dia menumpang tidur. "Saya bicara baik-baik dengan satpam. Barangkali karena sama-sama orang kecil, saya diperbolehkan tidur di situ," ucap Zalal.

    Kepada anggota satpam di SPBBG itu, Zalal memberikan seplastik dodol yang didapatnya dari perjalanan. Anggota satpam itu gembira. Zalal tidak hanya diperbolehkan bermalam di situ, tetapi juga dihadiahi sekantong biskuit.

    Bermalam di SPBU, warnet, atau di warung--biasa dilakukan Zalal selama perjalanannya. Uang saku dari orangtua Rp 300.000 membuat Zalal tidak bisa menyewa kamar losmen. Dia mengandalkan kemampuannya bersahabat dengan siapa pun sehingga dia bisa diterima beristirahat di suatu tempat.

    Tidak jarang orang menaruh kasihan kepadanya. "Saya bertemu seorang preman di Pamanukan. Dia bilang, untung saya berpenampilan seperti ini, dan membawa sepeda. Jadi, saya tidak dirampok. Malah, dia membayari makan saya setelah saya beri makanan untuk anaknya," tutur Zalal, yang sehari-hari selalu mengenakan kaus, celana jins, dan sandal itu.

    Makanan yang diberikan kepada Zalal juga kerap tidak habis dimakannya. Remaja berperawakan kurus ini memilih untuk memberikan makanan yang diterimanya kepada orang lain yang dijumpainya di perjalanan, seperti tukang asongan.

    Di tanjakan Alas Roban, dia bertemu bapak penjual sapu lidi. Usia bapak itu sekitar 75 tahun. Dia masih setia mendorong gerobak menyusuri tanjakan itu. Ada sekitar 60 sapu yang dibawa bapak itu saban hari. Satu sapu harganya hanya Rp 3.000.


    "Artinya, hanya Rp 180.000 yang dikantongi bapak itu bila semua sapu terjual. Belum lagi kalau ada yang menawar," ucap Zalal yang merasa kecil saat bercakap-cakap dengan bapak itu.

    Zalal membeli tiga sapu dari bapak tua itu. Sapu itu dibawanya hingga melewati sebuah warung. Di warung itu, sapu diberikan kepada pemilik warung. Sebagai gantinya, Zalal diberi sebutir kelapa muda.

    Hal seperti ini yang barangkali tidak dapat didapatkan bila kita menyusuri jalur Pati-Depok dengan kendaraan bermotor yang cenderung berjalan kencang.

    Perjalanan Zalal memang tidak selesai setelah tiba di kampus UI. Justru perjalanannya masih terus berlanjut. Dia menyimpan beragam keresahan juga bersamaan dengan statusnya sebagai mahasiswa yang kini disandangnya. "Mahasiswa tentu perlu mengabdikan hidup untuk masyarakat. Ini yang jadi tantangan untuk saya," tutur Zalal.
     
    • Thanks Thanks x 2
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Arceros Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 13, 2011
    Messages:
    3,584
    Trophy Points:
    177
    Ratings:
    +3,771 / -0
    Nazar itu emang sesuatu yang haru ditepati karena merupakan janji dengan Allah, dikala janji itu ditepati pasti akan diberi pahala, berkah dan hidayah dari Allah :hmm:
    mungkin pengalaman" yang dialami selama perjalanan itu merupakan salah satu berkah dari Allah :hmm:
     
    • Like Like x 1
  4. Offline

    strizki Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 10, 2010
    Messages:
    3,604
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +25,086 / -2
    saling memberi...:matabelo:
    malah diberi lebih..:matabelo:
    kayak aku dulu..:matabelo:
    waktu belum jadi copet lagu luar negeri..:matabelo:
    gara-gara om tifatul jadi takut buat aplod lagu deh:sigh:
     
    • Like Like x 1
  5. Offline

    2easy4key Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 1, 2011
    Messages:
    527
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +21 / -0
    gila.. baik banget ini nazal..
    patut dicontoh.. hebatnya masih bisa memberi saat dirinya juga membutuhkan.. haha
     
    • Thanks Thanks x 1
  6. Offline

    yosielmay Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 15, 2010
    Messages:
    100
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +4 / -0
    wahh.. pemuda yang bijaksana... :top:
     
  7. Offline

    Setchi Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 12, 2012
    Messages:
    468
    Trophy Points:
    27
    Ratings:
    +976 / -0
    gila.. baik banget ini nazal..
    patut dicontoh.. hebatnya masih bisa memberi saat dirinya juga membutuhkan.. haha
     
    • Thanks Thanks x 1
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.