1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Trivia Mononatrium Glutamat

Discussion in 'Education Free Talk and Trivia' started by yoshikanji, Jun 4, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    yoshikanji Superstar Veteran

    Joined:
    Dec 18, 2009
    Messages:
    18,466
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +38,399 / -0
    Mononatrium Glutamat


    Mononatrium glutamat atau monosodium glutamat (MSG) dikenal masyarakat sebagai bumbu masak penting. Fungsinya adalah sebagai penyedap yang menimbulkan rasa gurih atau "Umami". Ia lebih dikenal dengan nama vetsin atau micin. Secara kimiawi MSG adalah garam natrium dari asam glutamat. Satu ion hidrogen (dari gugus —OH yang berikatan dengan atom C-alfa, lihat asam amino) digantikan oleh ion natrium.


    Sejarah MSG

    Manfaat asam amino glutamat sebagai penyedap rasa baru diketahui pada tahun 1908 oleh seorang ilmuwan Jepang bernama Dr. Kikunae Ikeda.

    Penemuan MSG oleh Dr. Ikeda diawali oleh keprihatinannya terhadap kondisi fisik rakyat Jepang di kala itu. Sewaktu belajar ilmu Kimia modern di Jerman, dia membandingkan tubuh orang Jerman yang lebih tinggi dari pada orang Jepang. Dia juga mengamati makanan Jerman dan merasakan kesamaan cita rasa unik pada makanan Jerman yang juga ada pada makanan Jepang.

    Setelah kembali ke Jepang, Dr. Ikeda memusatkan penelitiannya pada bumbu tradisionil Jepang, yaitu kaldu yang terbuat dari rumput laut (Kombu). Dia berhasil mengisolasi sumber rasa unik tersebut, yaitu asam Glutamat. Rasa ini kemudian diperkenalkannya dalam bahasa Jepang sebagai rasa “Umami”.

    Penemuan Glutamat sebagai sumber rasa “Umami” mengukuhkan ambisi Ikeda untuk memperbaiki kondisi fisik bangsanya, yaitu melalui bumbu masak yang menambah citarasa dan kelezatan makanan Jepang. Dr. Ikeda mendapatkan paten atas metode produksi MSG. Namun, asam Glutamat murni yang dihasilkannya tidak menarik secara komersial karena sifat fisik dan kimianya. Hingga akhirnya Dr. Ikeda berhasil mensenyawakan glutamate dengan sodium menjadi Monosodium Glutamat (MSG). Dengan membagi hak patennya dengan seorang pemilik pabrik Iodine, Saburousuke Suzuki, Dr Ikeda kemudian berhasil mewujudkan hasratnya memproduksi dan memasarkan MSG secara massal.

    Demikianlah, AJI-NO-MOTO (MSG) mulai dipasarkan di Jepang pada tahun 1909. Pada waktu itu MSG diproduksi melalui proses ekstraksi gluten hingga tahun 1960-an. Proses produksi ini tidak dapat memenuhi permintaan yang meningkat dengan cepat dari pasar Jepang dan dunia. Inovasi teknologi fermentasi pada tahun 1956 kemudian membantu usaha meningkatkan produksi MSG yang terus diterapkan hingga sekarang. MSG sekarang umumnya diproduksi dengan menggunakan bahan baku yang kaya glukosa seperti tetes tebu, singkong, jagung, gandum, sagu dan beras. Proses fermentasi merupakan proses pengolahan makanan traditional yang juga digunakan untuk membuat tape, tempe, kecap dan lain lain.

    Meskipun MSG baru ditemukan oleh Dr Ikeda 100 tahun yang lalu, namun bumbu masak yang kaya glutamat ternyata sudah digunakan di zaman kuno dulu. Kecap ikan yang menjadi bumbu wajib di Asia tenggara ternyata sudah dipakai untuk melezatkan makanan oleh orang-orang Yunani dan Romawi 2500 tahun yang lalu. Kecap ikan sangat kaya kandungan glutamat bebasnya, yaitu 1370mg/100g. Di sepanjang Teluk Mediterania dan Laut Hitam ditemukan gerabah-gerabah kuno yang dipakai untuk membuat dan menyimpan kecap ikan oleh penduduk Yunani dan Romawi kuno. Pada masa Yunani kuno kecap ikan dinamakan Garon, sementara pada masa Romawi kuno dinamakan Garum atau Liquamen.


    Glutamat dalam makanan dan tubuh

    Glutamat adalah salah satu dari 20 asam amino penyusun protein. Sebagai asam amino, glutamat termasuk dalam kelompok non esensial, yang artinya tubuh mampu memproduksi sendiri. Glutamat ada di setiap mahluk hidup baik dalam bentuk terikat maupun bebas.

    Glutamat sebagai asam amino no-essensial ditemukan pada tahun 1866 oleh seorang ilmuwan Jerman bernama Prof Ritthausen yang berhasil mengisolasinya dari gluten (protein gandum).

    Glutamat yang masih terikat dengan asam amino lain sebagai protein tidak memiliki rasa. Hanya jika glutamat yang dalam bentuk bebas memiliki rasa Umami (gurih). Dengan demikian, semakin tinggi kandungan glutamate bebas dalam suatu makanan, semakin kuat rasa Umaminya.

    Kadar glutamat dalam makanan bervariasi tergantung dari macam makanan, kondisi makanan (mentah atau matang) dan proses pengolahannya.

    [​IMG]

    Glutamat bebas dalam makanan sehari-hari umumnya rendah, sehingga ketika memasak kita perlu menambahkan bumbu-bumbu yang kaya kandungan glutamat bebas agar cita rasa masakan menjadi lebih enak.

    Tomat mentah yang berwarna hijau hanya mengandung 20mg/100g glutamat bebas dan setelah matang meningkat drastis menjadi 246mg/100g. Sementara air susu sapi yang hanya mengandung 1mg/100g glutamat bebas, setelah melalui proses enzymatik, fermentasi dan disimpan selama dua tahun meningkat kandungan glutamat bebasnya menjadi 1680mg/100 sebagai Keju Parmegiana Regiano.

    Melalui pelacakan kadar glutamat dalam tubuh yaitu dengan studi radioisotope/bioassay terhadap seseorang berberat badan 70 kg, ternyata tubuh manusia menyimpan glutamat dalam jumlah besar, yaitu 1400 g glutamate bebas dan terikat yang tersimpan dalam berbagai organ tubuh. Dari studi yang sama ternyata tubuh juga harus memproduksi 41 g glutamate bebas setiap hari untuk berbagai proses metabolisme. Jumlah glutamat bebas ini jauh lebih tinggi dari total glutamat yang dikonsumsi oleh manusia (hasil survey terhadap makanan orang Jepang) sebesar 16g orang per hari.

    Di dalam tubuh kita, glutamate dari makanan sebagian besar akan dimetabolisme dan digunakan sebagai sumber energi usus halus. Glutamat ini juga berfungsi untuk pembentukan asam amino lain seperti gluthation, arginin dan proline (Peter J. Reeds et.al.,2000). Jadi sama sekali tidak beralasan anggapan sebagian orang bahwa konsumsi glutamat setiap hari akan menyebabkannya terakumulasi.

    Melalui reseptor yang terdapat pada lidah dan lambung, glutamat dari makanan akan menstimulasi otak untuk mendorong lambung dan pankreas memproduksi cairan pencernaan. Akibatnya pencernaan menjadi lebih lancar dan tubuh akan mendapatkan unsur-unsur nutrisi yang diperlukannya setiap hari (A.M. San Gabriel, T. Maekawa, H. Uneyama, S. Yoshie and K. Torii, 2007).

    Agar berfungsi dengan baik, otak memerlukan glutamat sebagai neurotransmitter yaitu pembawa pesan dari satu sel syaraf ke sel syaraf lainnya. Otak menghasilkan sendiri glutamat yang diperlukannya dalam jumlah besar. Glutamat dari makanan tidak dapat masuk ke otak akibat mekanisme perlindungan otak yaitu sawar otak.


    Masalah-masalah kesehatan yang dihubungkan dengan MSG

    Masalah-masalah kesehatan yang dihubungkan dengan MSG kebanyakannya tidak memiliki dasar ilmiah yang baik. Misalnya:

    • Sampai sekarang ada yang percaya MSG menyebabkan syndrom restoran cina (antara lain rasa haus, pusing, tubuh kejang dan jantung berdebar-debar), padahal pertama kali syndrom ini dicetuskan tidak didasarkan pada sebuah penelitian yang baik secara ilmiah. Syndrom restoran cina mulanya hanya sebuah tulisan mengenai pengalaman pribadi Dr Kwok tentang syndrom yang dialaminya sehabis makan makanan cina dimana dia menduga penyebabnya mungkin karena kecap, angciu dan garam selain MSG. Berbagai penelitian ilmiah dengan metode yang baik telah membuktikan tidak adanya kaitan antara MSG dengan syndrom restoran cina.
    • MSG dituduh sebagai penyebab makanan snack yang disukai anak-anak menjadi tidak menyehatkan. Tuduhan seperti ini menunjukkan rendahnya pengetahuan MSG dan gizi. Bayi yang baru lahir justru sehat jika hanya mengkonsumsi air susu ibu yang mengandung glutamat sangat tinggi, yaitu 50% lebih dari total protein. Kebanyakan snack adalah sumber karbohidrat sedangkan anak-anak sangat memerlukan kecukupan protein untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan tubuh mereka.
    • Karena mengandung natrium, MSG dituduh sebagai pencetus hipertensi. Dari rumus molekulnya maupun analisa laboratorium kita bisa mengetahui kadar natrium dalam MSG, yaitu 12%. Sementara itu garam mengandung 40% natrium atau tiga kali lebih tinggi. Berdasarkan banyak uji rasa yang telah dibuktikan, kadar natrium dalam makanan bisa kita kurangi hingga 40% dengan menambahkan sedikit MSG tanpa mengurangi rasa enak.
    • Rasa enak yang ditimbulkan oleh MSG dituduh sebagai penyebab penggunaan MSG yang berlebihan. Sama seperti pemakaian garam, pemakaian MSG memiliki dosis optimum yaitu 0.2-0.8% dari volume makanan. Penggunaan MSG lebih tinggi dari dosis optimum ini dapat mengurangi rasa enak makanan dimana kita umumnya tidak menginginkannya. Tentu saja pabrik maupun penjaja makanan tidak akan pernah membuat makanannya tidak enak dengan menambahkan MSG diluar batas karena ini sama artinya mereka membunuh usaha mereka sendiri.

    Ada juga penelitian-penelitian yang menyimpulkan pengaruh negatif MSG terhadap kesehatan, namun penelitian-penelitian tersebut dilakukan dengan cara-cara penggunaan MSG yang tidak realistis. Misalnya:

    • Tuduhan MSG menyebabkan kerusakan otak didasarkan pada penelitian dimana mencit (bayi tikus) diberikan MSG dosis sangat tinggi yaitu 0.5-4.0g/kg berat badan atau setara dengan 30-240g pada manusia berberat badan 60kg. MSG dosis sangat tinggi ini disuntikan ke mencit. Kita menikmati makanan yang ditambahkan MSG, misalnya bakso, dalam dosis rendah (0.2-0.8% dari volume makanan) dan melalui saluran pencernaan, bukan dengan dosis dan cara yang tidak wajar seperti pada penelitian tersebut.
    • MSG disimpulkan menyebabkan kanker dari hasil penelitian-penelitian pada tikus. Padahal pada penelitian-penelitian tersebut daging dan MSG yang diberikan pada tikus dibakar pada temperatur sangat tinggi hingga 600 derajat celcius. Makanan yang dimasak pada temperatur ekstrim tinggi ini dengan mudah berubah menjadi arang. Kita umumnya tidak suka makan arang. Pada salah satu penelitian tersebut, tikus-tikus menderita kanker pada usia mereka yang lanjut. Padahal pada manusia, prevalensi kanker jauh lebih tinggi pada usia lanjut dari pada usia muda, sehingga usia tua adalah sangat nyata hubungannya dengan kanker bukan MSG.


    Tinjauan ilmiah dalam menilai keamanan MSG

    1. MSG tersusun oleh unsur-unsur nutrisi

    MSG terdiri dari 78% glutamat, 12% natrium dan 10% air. Glutamat adalah salah satu dari 20 asam amino pembentuk protein yang terdapat dalam makanan dan tubuh manusia. Demikian juga, natrium terdapat dalam makanan dan tubuh manusia.

    2. Glutamat memainkan peranan fisiologis penting pada tubuh

    Lidah dan lambung memiliki reseptor glutamat yang berhubungan dengan sistim syaraf pusat, otak, dan organ pencernaan yaitu lambung dan pankreas. Melalui uji klinis telah dibuktikan, bahwa makanan yang enak karena glutamat, baik dari makanan itu sendiri maupun dari MSG, merangsang produksi cairan pencernaan sehingga daya cerna makanan menjadi lebih baik. Selain itu, glutamat didalam usus halus berfungsi sebagai sumber tenaga bagi absorpsi unsur-unsur nutrisi kedalam darah. Glutamat memainkan peranan sentral dalam berbagai metabolisme tubuh, antara lain sebagai unsur perantara metabolisme protein, karbohidrat dan lemak.

    3. Badan-badan kesehatan dunia menyatakan MSG aman

    Badan dunia FAO & FAO yang disegani, yaitu Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA) telah mengevaluasi keamanan MSG tiga kali dan pada evaluasinya yang terakhir pada tahun 1987 memberikan status Acceptable Daily intake (ADI) not specified atau batasan asupan harian yang tidak terspesifikasi untuk penggunaan MSG dalam makanan secara wajar. Status ini adalah yang paling aman diantara bahan-bahan tambahan pangan lain.



    -----------------------------------------------


    intinya kita tidak perlu takut untuk menkomsumsi micin ato penyedap rasa :piss:



    artikel lain

     
    Last edited by a moderator: Sep 11, 2011
    • Thanks Thanks x 3
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    sutejo Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 26, 2009
    Messages:
    105
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +104 / -0
    Tapi tetap aja ga alami kan??[​IMG]
    Kimia gt...[​IMG]
     
  4. Offline

    yoshikanji Superstar Veteran

    Joined:
    Dec 18, 2009
    Messages:
    18,466
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +38,399 / -0
    tergantung konsumsinya bro :unyil:
    pada umumnya dosis yg d berikan pada manusia adalah 0.2-0.8% dari porsi makanan dan dosis segitu tidak akan menyebabkan efeksamping :hmm:
    sedangkan bila dosis melibihi 1% maka makanan akan terasa agak tidak enak, tentu aja bro gak mungkin makan makanan yg gak enak kan :hmm:
    jadi klo dosis MSGnya over pasti langsung kerasa kok bro :unyil:

    selamat menikmati :hmm:
     
    • Like Like x 2
    • Thanks Thanks x 2
  5. Offline

    librasharbour Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 21, 2009
    Messages:
    697
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +60,194 / -0
    kalo gak ada ini masakan gak akan sedap :mimisan:
    sygnya banyak tukang2 jualan yg gunain ini berlebihan supaya masakannya laku, padahal gak bagus kalo banyak2,, indonesia :sigh:
     
  6. Offline

    yoshikanji Superstar Veteran

    Joined:
    Dec 18, 2009
    Messages:
    18,466
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +38,399 / -0
    yah begitulah bro, namanya juga pedagang kecil yg pingin nyari untung :sigh:
    padahal klo makanan kebanyakan micin kan rasanya malah gak enak dan bikin neg :yareyare:
     
    • Like Like x 2
    • Thanks Thanks x 2
  7. Offline

    myth73 Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 13, 2009
    Messages:
    2,784
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +8,371 / -0
    Pedagang makanan itu kan gak mau repot, kalo mau makanannya enak secara alami, kudu nyiapin bumbu masakan yang banyak, dan butuh waktu serta biaya yang besar juga. Ujung2nya jarga masakannya bakalan mahal, dan gak laku. Akhirnya biar gak cape2 dan gak rugi, masak makanannya asal masak plus bumbu seadanya, biar enak cukup kasih penyedab masakan + MSG. Konsumen deh yang akhirnya dirugikan.
    :swt:
     
  8. Offline

    tongji26 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 23, 2010
    Messages:
    580
    Trophy Points:
    126
    Ratings:
    +726 / -0
    MSG bukannya Monosodium Glutamat ya om?
    kok mononatrium?
     
  9. Offline

    yoshikanji Superstar Veteran

    Joined:
    Dec 18, 2009
    Messages:
    18,466
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +38,399 / -0
    natrium d makanan kita mengenalnya sebagai sodium :hmm:
     
    • Like Like x 2
    • Thanks Thanks x 2
  10. Offline

    joeash Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 20, 2009
    Messages:
    149
    Trophy Points:
    41
    Ratings:
    +756 / -0
    ingin meluruskan dari kaca mata saya.....tidak ingin menentang tapi mencoba kritis

    1. dalam menentukan dosis suatu zat ya memang harus di berikan dari dosis rendah sampai tinggi, jika didapat hasil yang buruk pada dosis tertentu ya wajar kalo laporannya begitu, penelitian pada mencit memang seharusnya begitu

    2."Penggunaan MSG lebih tinggi dari dosis optimum ini dapat mengurangi rasa enak makanan dimana kita umumnya tidak menginginkannya" ini penelitian dari mana? setahu saya efek awal dari dosis MSG adalah sensasi bosan pada lidah, mirip dengan bila kita makan, makanan yang terlalu manis. simpelnya gini dalam semangkuk mie instan akan kita makan tampa masalah dengan bumbu yang mengandung MSG yang telah disediakan coba kita kita makan bumbu itu tanpa di campur dengan mie, efeknya akan seperti yang saya jelaskan dan bila anda paksakan akan muncul gejala seperti yang saya sebutkan, anda mungkin bertanya kok bisa, padahal kan jumlah MSG nya sama absorbsi zat lewat mukosa di rongga mulut( bawaj lidah) seta rangsangan pada lidah bekerja lebih cepat di banding di saluran pencernaan, nah kalo gak percaya silahkan buktikan sendiri, gak asal ngomong loh di buku farmakologi juga gitu,

    3. syndrome restoran cina, ehm lets talk abaout it, seperti yang anda jelaskan tentang memacu metabolisme, efek samping seperti jantung2 berdebar2 dan lain2 itu satu paket loh, emang kerjanya gitu, simpelnya sistem tubuh yang mengendalikankan hal2 tsb adalah sama, efek sangat tergantung dosis dan respon individu, wajar pada orang2 tertentu apalagi yang tidak terbiasa akan mengalaminya jadi bukan gak ilmiah malah ilmiah sekali........
    .
    4. hub arang ma kanker apa ya? malah arang adalah absorben toxic yang baik, contoh obat diare. radikal bebas hasil dari pembakaran yang menyebabkan kanker bukan arang, dan ndak ada kaitan dengan arang. lagian gak mungkin tikus mau makan arang juga kan. usia memang nyata berhubungan dengan kanker karena proses degeneratif, tp proses kanker tidak berproses mulai dari usia tua saja, hanya gejalanya biasanya muncul saat usia tua " mohon ini di ralat " nah setahu saya bukan tidak terbukti berkaitan tapi belum ada satupun penelitian yang dapat mencover hal ini karena waktu yang di butuhkan lama, kondisi sampel yang ideal dan seragam, makanya objek binatang paling di mungkinkan untuk hal ini. kalo kanker terjadi pada tikus usia tua kenapa tikus lain yang tidak mengkonsumsi MSG tidak mengalaminya?

    5.berdasarkan rekomendasi Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat. Menurut institusi ini, batas aman MSG yang bisa dikonsumsi adalah di bawah dua gram. Kalau sudah dua gram sampai tiga gram, sebagaimana hasil penelitian lembaga itu pada tahun 1995, MSG bisa menimbulkan alergi. Dan, bila sampai mengonsumsi lima gram MSG, ini bisa membahayakan orang yang menderita penyakit asma. pada tahun 1975, Institut Pertanian Bogor pernah meneliti efek MSG terhadap ayam. Hasilnya, unggas itu mati setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG. A high dietary intake of sodium glutamate as flavoring (a*******o) causes gross changes in retinal morphology and function. Ohguro H et al., Exp Eye Res. 2002 Sep;75(3):307-15.
    ini beberapa studi yang menunjukkan salah satu efek sampingnya......

    6.aturan terakhir kata anda tahun 1987,cukup lama ya. salah satu penelitian tentang pendukung MSG ini yang terbaru dari ugm "dipresentasikan di Italia pada 12-14 Oktober 1998, ternyata tak ditemukan gejala gangguan kesehatan pada orang-orang sehat yang makanannya ditambah MSG sampai tiga gram pada setiap porsinya. Tekanan darah, kecepatan denyut nadi, dan pernapasan pada kelompok sampel orang-orang yang diberi MSG antara 1,5 sampai 3 gram juga tak berbeda nyata dengan mereka yang diberi makanan tanpa MSG"

    kelemahan penelitian ini, adalah obyek penelitian karena tidak semua orang memeliki respon yang sama dengan MSG, kedua apakah 3 gram dosis maks yang di maksud adalah dosis tunggal atau kumulatif, apakah pengkonsomsi itu berlangsung lama atau singkat, penelitian ttng bahaya DDT saja butuh puluhan tahun pada obyek yang sama, dan pada hewan. manusia bukan obyek yang baik untuk ini umur manusia lama kalo mau di teliti ya efek jangka panjang dan lagi mineral dapat terkumulasi di dalam tubuh, ini yang harus di pertimbangkan......

    7. jika anda adalah salah satu dari anggotaPersatuan Pabrik MSG dan Glutamic Acid atau mendapat masukkan dari sini pendapat saya sangat maklumi pernyataan diatas, setahu saya dan fakta MSG adalah zat tambahan, yang mana dalam makanan biasa tidak ada, sesuatu yang tidak alami tentu saja berefek samping tinggal kita lihat mana lebih besar manfaatnya. kita tidak bisa melihat output hanya dari satu pendapat, hal ini hampir mirip dengan yang terjadi pada rokok, perdebatan antara pengusaha dan peneliti dah sering terjadi karena satunya melihat dari sisi materi dan keuntungan semata. bisa bayangkan akibat bila pabrik MSG seluruh dunia turun produksi atau tutup, makanya para pengusaha ini membentuk argumen pembanding, nah ini dah gak obyektif lagi hasilnya, badan pengawas makanan dunia pun sering terlibat urusan ini,tekanan dari pengusaha, uang, dan asumsi efek samping yang tidak fatal bisa melandasi lahirnya keputusan mereka
    kenapa saya melihat motif lain dari tulisan diatas karena penyataan di atas sama dengan yang ada di wikipedia indonesia, asumsi saya buat apa kita menyatakan sesuatu salah atau benar bila hal itu belum pasti, namun hal ini sudah di tulis di wikipedia, dan berisi hal2 yang memihak salah satu pendapat, saya bisa bayangkan seberapa besar niat pelaku untuk menanamkan idenya tentang MSG, maaf sedikit curiga

    9. kesimpulan saya, alami lebih baik bila harus menggunakan MSG gunakan dengan bijak........wah jadi komen panjang lebar....maaf sebelumnya
     
    Last edited: Jun 7, 2010
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  11. Offline

    teddi_leo Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 29, 2009
    Messages:
    484
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +60 / -0
    mana yang bener nih? aduh jadi bingung... sedangkan restoran mahal dan bumbu dapur yang mahal malah ada tulisannya non msg... aduh bingung
     
  12. Offline

    hellzoner Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 20, 2009
    Messages:
    554
    Trophy Points:
    107
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +438 / -0
    wah...kalo ibu saya mah menerapkan masakan non-msg di rumah
    kalopun ada satu ato dua sachet msg, malahan kadang buat dicampur air, dipake nyiram tanaman di rumah...:hehe:
    nah, yang makanan jajanan di luar rumah itu yang mesti hati2...
    misalnya kalo beli mi ayam, saya minta ga' dikasih msg, kalopun pake tapi sedikit doang...:unyil:

    jadi semuanya tergantung masing2 pribadi deh...gimana mengonsumsi dengan aman...
     
  13. Offline

    jouleputra Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    430
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +307 / -0
    tapi ane rasain sendiri bro... kalo makan-makanan yang banyak mengandung msg nya jadi pusing kok??? :th_104_:

    kira2 itu knapa bro???
     
  14. Offline

    yoshikanji Superstar Veteran

    Joined:
    Dec 18, 2009
    Messages:
    18,466
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +38,399 / -0
    berarti dosis ato takaran msgnya besar banget tuh :hmm:
    kan porsi ideal msg dalam makanan adalah 0,2%-0,4% dari makanan bro :unyil:
    makanan klo pake msg dgn takaran yg pas, rasanya jadi enak, tapi klo msgnya d banyakin makanan malah bikin eneg :unyil:

    selamat menikmati :hmm:
     
    • Like Like x 2
    • Thanks Thanks x 2
  15. Offline

    ich4n Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 25, 2009
    Messages:
    1,707
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +814 / -0
    :kaget: nyiram tanaman pake msg biar apa tuh kk
    apapun yang berlebihan emang gak baik :top:
    btw, kok g ad yg disinggung-singgung masalah babi yang terkandung di msg :???:
    msg babi berapa tuh kok di tabelnya gak ada :tampan:
    penasaran kok katanya dulu sempet isunya ada di penyedap rasanya, segurih apakah dia :hehe:
     
  16. Offline

    moonshine Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 11, 2009
    Messages:
    418
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +83 / -1
    ini yg disebut dg Chinese Restaurant Syndrome. itu gara2 banyak mengkonsumsi MSG yg berakibat mnenyebabkan kepala pusing dan efek2 lainya (kalo mau info lengkap google aja penyakit itu)
     
  17. Offline

    yniko Superstar Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 29, 2009
    Messages:
    10,106
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +47,540 / -0
    Aq kira namanya Monosodium Glutamat..... :swt:
    Ternyata Monotarium Glutamat.... :keringat:
     
  18. Offline

    moonshine Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 11, 2009
    Messages:
    418
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +83 / -1
    natrium ama sodium itu sama cuman beda bahasa aja......kalo natrium itu sudah baku sedangkan sodium kalo gak salah bahasa latin
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  19. Offline

    yoshikanji Superstar Veteran

    Joined:
    Dec 18, 2009
    Messages:
    18,466
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +38,399 / -0
    bukan itu aja bro :hmm:
    tapi juga bikin haus :unyil:
    mankanya klo beli makanan d luar mending bilang ke orangnya klo micinnya dikit aja :hmm:
     
    • Like Like x 2
    • Thanks Thanks x 2
  20. Offline

    kucing_alas Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 30, 2008
    Messages:
    898
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +57 / -0
    g sih paling ngeri klo beli nasi goreng diwarung, biasanya mereka pake vetsin ga pake takar2an lagi, asal tabur aja...
     
  21. Offline

    yoshikanji Superstar Veteran

    Joined:
    Dec 18, 2009
    Messages:
    18,466
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +38,399 / -0
    [​IMG]
     
    • Like Like x 2
    • Thanks Thanks x 2
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

Users found this page by searching for:

  1. rumus kimia mononatrium glutamat

    ,
  2. rumus monon

    ,
  3. perbedaan monosodium dengan mononatrium

    ,
  4. rumus kimia serta penjelasan mononatrium glutamat

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.