1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Other Mesjid Istiqlal Dirancang Oleh Seorang Arsitek Kristen

Discussion in 'Education Free Talk and Trivia' started by SoulHACKER, Dec 5, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    SoulHACKER Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 22, 2009
    Messages:
    294
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +92 / -0
    "Masjid Istiqlal Dirancang Arsitek Kristen"

    BETAPA sedih seandainya Bung Karno, Presiden pertama RI, masih hidup,
    menyaksikan beberapa ruangan di lantai bawah Masjid Istiqlal yang hancur
    karena terkena bom. Betapa tidak? Sebab Bung Karno-lah yang memberikan
    nama masjid kebanggaan umat Islam Indonesia itu. Istiqlal artinya adalah
    merdeka. Tentu ini juga dimaksudkan sebagai lambang kemerdekaan. Rasa
    bangga dan cintanya umat Islam Indonesia terhadap tempat suci ni,
    ditunjukkan dari berbagai penjuru Tanah Air dengan selalu mengunjungi
    masjid yang letaknya tidak jauh dari Istana Negara tersebut.

    Masjid, di dalam sejarah Islam, bukan saja digunakan untuk kepentingan
    ibadah seperti salat, itikaf, zikir, dan lain-lain, namun juga
    dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Demikian juga untuk Istiqlal.

    Di lantai dasar masjid tersebut digunakan puluhan organisasi yang
    mengurusi berbagai kepentingan masyarakat. Di tempat itu ada kantor MUI
    (Masjid Ulama Indonesia), BP-4 (Badan Penyelesaian Perselesihan
    Perkimpoian Pusat), HSBI (Himpunan Seni Budaya Islam), DMI (Dewan Masjid
    Indonesia), BKRMI (Badan Koordinasi Remaja Masjid Indonesia), dan
    lain-lain.

    Di situ pula, selain digunakan untuk peringatan hari-hari besar Islam
    yang selalu dihadiri Presiden dan Wakil Presiden RI beserta anggota
    kabinetnya dan para duta besar negara sahabat, sering diadakan kegiatan
    yang sifatnya nasional. Sebut saja misalnya Festival Istiqlal tahun 1990
    yang cukup spektakuler dengan menghadirkan berbagai acara yang cukup
    menarik. Seminar-seminar kebudayaan dan keagamaan Islam juga selalu
    digelar di lokasi masjid tersebut.
    Keindahan arsitekturnya juga mengundang kekaguman tamu-tamu dari negara
    asing. Misalnya, Presiden Amerika Serikat Bill Clinton ketika berkunjung
    ke Indonesia juga menyempatkan diri berkunjung dan masuk ke masjid
    tersebut dengan diantar oleh Menteri Agama (waktu itu) Tarmizi Taher.
    Petinju legendaris Mohamad Ali juga pernah salat jumat di tempat suci ini.

    Lambang Kemerdekaan

    Menengok ke belakang sejarah pembangunan tempat ibadah tersebut, juga
    terdapat kisah yang tidak kalah menariknya. Seperti yang ditulis dalam
    Ensiklopedi Nasional Indonesia (hak cipta 1988 PT Cipta Adi Pustka)
    disebutkan, Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Indonesia.
    Bangunan ini terletak di Taman Wijayakusuma, Jakarta Pusat. Istiqlal
    berarti kemerdekaan.

    Nama itu diberikan oleh Presiden pertama Soekarno. Taman Wijayakusuma
    dikenal sebagai lambang Pemerintah Hindia Belanda. Untuk menghapus
    lambang pemerintahan Belanda, didirikanlah masjid di tempat itu sebagai
    lambang kemerdekaan Republik Indonesia.
    Rancang bangunan masjid yang berkapasitas 100.000 orang ini
    disayembarakan pada tahun 1954 dan dimenangkan oleh seorang kelahiran
    Tapanuli, Sumatera, yang kebetulan pemeluk Kristen, arsitek Frederik
    Silaban.

    Menurut Silaban, seperti diungkap dalam buku itu, seorang arsitek harus
    tidak terikat oleh agama atau kesukuannya dan harus dapat melakukan
    pekerjaan sesuai dengan ilmu yang dimilikinya
    . Menurutnya, perencanaan
    masjid ini seratus persen asli, tidak meniru masjid mana pun, kecuali
    memenuhi persyaratan-persyaratan sayembara.
    Pembangunannya dimulai dengan pemancangan tiang pertama pada tahun 1961.
    Pada tahun 1977 konstruksi beton bertulang dan bangunan gedung utamanya
    telah selesai. Sejak saat itu, meskipun sarana pelengkap lainnya belum
    selesai dibangun, masjid ini sudah dapat dipakai untuk beribadat.

    Masjid raksasa ini dibangun di atas tanah seluas 12 hektare. Bangunannya
    seluas 7 hektare, terdiri atas bangunan induk bertingkat lima, gedung
    pendahuluan, dan selasar penghubung, teras raksasa, emper keliling, dan
    emper tengah, menara, jalan, dan tempat parkir, serta jembatan dan taman
    air mancur. Luas lantainya mencakup 72.000 meter persegi dan luas atapnya
    21.000 meter persegi.

    Ukuran tinggi, panjang, dan lebar bangunan-bangunan di masjid itu: gedung
    induk 60 meter, 110,5 meter, dan 110,5 meter, gedung pendahuluan 52
    meter, 33 meter, dan 27 meter, teras raksasa dan emper keliling 11 meter,
    165 meter, dan 125 meter, sedangkan tinggi menaranya 66 meter.
    Kubah polihendron di gedung induk memiliki berat sekitar 86 ton dan
    ditopang oleh 12 tiang utama berukuran garis tengah 2, 60 meter dengan
    tinggi 26 meter. Kubahnya bergaris tengah 45 meter dan berbentuk setengah
    bola. Tiap bagian kubahnya terdiri atas segi tiga yang berlainan,
    sehingga setiap segi tiga memerlukan gambaran teknik tersendiri.
    Perhitungan rancangan kubah ini dilakukan di Jerman dengan bantuan
    komputer.

    Sementara itu, arsitek Frederik Silaban, (1912-1984) merupakan arsitek
    kelahiran Bonandolok, Tapanuli. Dia menamatkan HIS (sekolah teknik dasar
    pada masa penjajahan Belanda) di Narumonda, Tapanuli, pada tahun 1927,
    dan KWS (sekolah teknik) di Batavia pada tahun 1931.
    Dengan bekal ijazah KWS, dia bekerja sebagai juru gambar bangunan pada
    Gemeente (Kota Praja) Batavia. Di sini bakat arsitekturnya mendapat
    kesempatan untuk berkembang. Berbagai jabatan di bidang arsitektur pernah
    dipangkunya, dan berbagai kesempatan mengikuti sayembara tidak
    dilewatkan. Tak kurang dari enam sayembara arsitektur telah
    dimenangkannya, antara lain Masjid Istiqlal.(Nasrudin Anwar-50t)
     
    Last edited by a moderator: Jan 26, 2012
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    GeePha Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 8, 2009
    Messages:
    172
    Trophy Points:
    51
    Ratings:
    +288 / -0
    wew, trus hukumnya gimana?
    apa gk SARA nih? :awas:
     
  4. Offline

    auli123 Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 2, 2008
    Messages:
    9,196
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +16,155 / -0
    emang desain suatu bangunan emang harus agama ini itu :???:
    kagak kan, selama dia atau arsitekturnya mampu dan handal, kan gak ada salahnya :p
     
  5. Offline

    GeePha Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 8, 2009
    Messages:
    172
    Trophy Points:
    51
    Ratings:
    +288 / -0
    ^
    itu klo dipandang secara obyektif...
    klo dipandang secara subyektif (dalam kasus ini, islam) gmn?

    *sry klo postnya SARA delet aj :piss:
     
    • Like Like x 2
  6. Offline

    SoulHACKER Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 22, 2009
    Messages:
    294
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +92 / -0
    Ehehehe, maap nih sodara-sodara. Saya bukannya SARA. Hanya ingin membuka pengetahuan umum tentang hal ini.:piss:

    Lah, mau siapapun dan agama apapun boleh kan ngerancang masjid? Gimana nih, ada yang lebih mengerti gak?
     
  7. Offline

    SetaSouji Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 7, 2009
    Messages:
    2,880
    Trophy Points:
    242
    Ratings:
    +7,302 / -1
    menurut gw ini ngga SARA kok...

    nice info :niceinfo:
     
  8. Offline

    moonshine Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 11, 2009
    Messages:
    418
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +83 / -1
    mau arsiteknyakristen maupun bukan YANG PENTING MASJID:hahai:

    hmmm..jamna dulu toleransinya:top::top::top:
     
  9. Offline

    dextrovert Silent Reader Veteran

    Joined:
    Feb 27, 2009
    Messages:
    162
    Trophy Points:
    96
    Ratings:
    +19 / -0
    trit ini bisa dijadikan salah satu cara mempererat hubungan kedua agama :top:
     
  10. Offline

    Recs Post Hunter Veteran

    Joined:
    Aug 4, 2008
    Messages:
    4,444
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +7,231 / -0
    Sebenernya udah biasa arsitek desain rumah ibadah apa aja...

    Contoh si Gereja terkenal 'Church on the Water' didesain oleh Tadao Ando (arsitek terkenal dari jepang). Ando juga mendesain vihara (lupa namanya) dan mungkin tempat ibadah lainny yg saya ga tau.

    Yang penting bagus dan keinginan klien terpenuhi sih tugas arsitek.
     
  11. Offline

    Hell_Raiser Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 25, 2009
    Messages:
    3,021
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +13,888 / -0
    kalo itu mah aku dah tau dari dulu, dibilangin sama ibuku :haha:
    aku pernah nonton film dokumenter, dulunya masjid tapi karena pergantian kekuasaan dijadikan gereja dan gak dihancurkan
     
  12. Offline

    SoulHACKER Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 22, 2009
    Messages:
    294
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +92 / -0
    Yup, benar sekali! Tujuan saya membuat thread ini memang begitu.:piss:

    Oiya, tadi ada yang bertanya mengenai sudut pandang Islam tentang hal ini. Kalau menurut saya sih, suku, bangsa, atau agama apapun boleh merancang tempat ibadah yang berbeda dengan agamanya asalkan menerapkan kode etik arsitek.

    Bagaimana nih? Ada yang lebih mengerti? Silahkan ditunggu komennya.
     
  13. Offline

    chynthia Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 22, 2008
    Messages:
    782
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +20,762 / -0
    dimana mbak SARA? gak keliatan tuh. masjid itu cuman bangunan. gak masalah arsiteknya atheis sekalipun. pokoknya dia bisa menyelesaikan tugasnya.

    kalo yang gua liat si, trit ini bisa membuat rep anda merah-merah kayak sekarang ini.
     
  14. Offline

    DamnTwistedPerson Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 30, 2008
    Messages:
    4,409
    Trophy Points:
    162
    Ratings:
    +2,697 / -0
    thread aneh...

    dah dari dulu kali namanya disainer ngerancang rumah ibadah apa aja
    lagi pula yang kaya gini bisa jadi SARA

    mending delete aja ni thread
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.