1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Menyusuri Sejarah Titik Nol Kota Medan

Discussion in 'Medan' started by djinraz, Aug 2, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    djinraz Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 17, 2009
    Messages:
    17
    Trophy Points:
    2
    Ratings:
    +4 / -0
    Balaikota Medan yang terletak di depan Lapangan Merdeka Medan kini sering disebut sebagai titik nol Kota Medan. Letaknya yang tepat di jantung Kota Medan menjadikannya sebagai landmark kota ini.

    Tapak tanah tempat berdirinya Balaikota Medan sekarang, merupakan lahan hutan dibuka pertama kalinya oleh Guru Patimpus, 1 Juli 1590 yang dikenal sebagai areal “Kampung Medan”. Kemudian mengapa lapangan yang berada di seberang bangunan balaikota dinamakan Lapangan Benteng, juga mengapa adanya keberadaan Wisma Benteng?

    Karena memang di areal delta tempat bertemunya dua aliran sungai, yakni Sungai Deli dan Sungai Babura, dulunya oleh Belanda dibangun benteng (loji).

    Bangunan benteng dengan bagian depan menghadap ke jembatan Jalan Raden Saleh – sekarang menjadi bagian dari pasar swalayan Grand Palladium.Terakhir ba-ngunan benteng ini dikelola bagian Peralatan Daerah Militer (Paldam) Bukit Barisan hingga tahun 1960-an. SZedangkan di tapak tanah Balaikota Medan sekarang, dulunya merupakan gedung Dinas Kesehatan Daerah Militer (Diskesdam) Bukit Barisan. Semen-tara di bagian belakangnya, hingga ke pinggiran delta dua aliran sungai kompleks perumahan perwira menengah (Pamen).

    Pada bagian dalam bangunan benteng (loji) sekarang, menjadi bangunan Wisma Bednteng – sebagai pengganti Balai Prajurit yang sekarang Bank Central Asia (BCA) di Jalan Bukit Barisan depan Kantor Pos Besar Medan mengarah ke stasiun. Sedangkan di bagian dalam benteng dulunya menjadi komunitas hunian warga Maluku asal Ambon yang diduga sebelumnya mereka anggota KNIL Belanda.

    Itu sebabnya, di sekitar Lapangan Benteng hingvga akhir tahun 1960-an meru-pakan komunitas militer. Di sudut Jalan Kejaksaan dan Jalan Maulana Lubis pernah menjadi markas Corps Polisi Militer (CPM) yang kemudian pindah ke Jalan Jenderal Soeprapto. Pada bagian belakangnya kantgor MKomando Distrikl Militer (Kodim) yang semula adalah Pusat Pendidikan Administrasi dari Korps Keuangan Dam Bukit Barisan.

    Sebelumnya Kodim berada di bagian depan Perguruan Immanuel sekarang, Jalan Imam Bonjol – Jalan Jenderal Soeprapto–Jalan Cut Nyak Dhien.

    Sedangkan Pusat Pendidikan Administrasi dari Korps Keuangan Dam Bukit Barisan sebelumnya menempati gedung yang kemudian menjadi Sekolah Hakim dan Jaksa (SHD), Jalan Imam Bonjol dan kini menjadi bagian lapangan parkir dari Hotel Danau Toba International (HDTI).

    Pada areal bangunan benteng mau pun Lapangan Benteng, jelas merupakan kompleks militer peninggalan Belanda, tidak terkecuali di tapak tanah gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRD) Sumatera Utara, dulunya merupakan asrama prajurit dan beberapa rumah gedung di sebelah kirinya, dihuni perwira komandannya.

    Begitu juga dengan barisan rumah toko (Ruko) di Jalan Raden Saleh, sebelumnya merupakan bangunan rumah terbuat dari kayu/papan, di kiri/kanan dan depan bangunan dikelilingi halaman yang luas. Bangunan rumah tersebut, merupakan hunian perwira Kodam Bukit Barisan.

    Terdapat ruas jalan dari Jalan Raden Saleh menuju ke ruas Jalan Ahmad Yani VII, sebelumnya Jalan Kebudayaan, yakni Jalan Mayor yang merupakan jenjang kepangkatan disandang Tjong A Fie warga turunan Tionghoa yang dipercaya Belanda menjadi pimpinan etnisnya. Jenjang kepangkatan Tjong A Fie bermula dengan Jalan Letnan (sekarang Jalan Bandung) di kawasan Pecinan (China Town) dan Jalan Kapten, berganti nama men-jadi Jalan Pandu dan terakhir Jalan Hj. Ani Idrus.

    Dipercaya, pemerintahan Hindia Belanda dengan andalan kekuatan militer, terpusat di seputar Jalan Diponegoro, sebelumnya bernama Jalan Yogya dan sewaktu za-man Belanda dinamakan “Manggaland Straat” – karena di sepanjang jalan tersebut tumbuh subur dan berbuah mangga. Kemudian Jalan Imam Bonjol, dulunya Jalan Jakarta.

    Di seberang jalan bangunan benteng arah ke Petisah, dihubungkan dengan jembatan lengkung yang unik dan khas, memasuki Jalan Gatot Subroto dan persimpangan Jalan S. Parman, dulunya terdapat pasar kecil yang dinamakan “Pajak Bundar”, karena bentuknya memang bundar dan kini menjadi taman bunga dan air mancur serta dihiasi patung Guru Patimpus sebagai pendiri “Kampung Medan” yang kelak menjadi cikal bakal ibukota Provinsi Sumatera Utara ini sebagai kota metropolitan!.

    NB : dah pada tau cerita diatas buat teman teman yg tinggal di medan?:piss::idws:
    Ini tidak saya ambil dari Forum manapun, dan murni dari LKBN antarasumut
     
    Last edited: Aug 2, 2010
    • Thanks Thanks x 2
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    bayoregar Members

    Joined:
    May 12, 2010
    Messages:
    3
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +2 / -0
    baru tau awak.. soalnya awak bukan tinggal dimedan, tp drantau prapat.
     
  4. Offline

    mastemind05 Superstar Most Valuable Users

    Joined:
    May 20, 2008
    Messages:
    10,814
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +25,649 / -4
    pengen tau salah satu penguasa yang terkenal dimedan...
    dari keturunan china...

    namanya Tjong A Fie

    sisa kejayaannya bisa dilihat di rumahnya yg masi berdiri hingga saat ini dan dihuni oleh cicitnya...
    cukup membayar uang masuk 30 rb (ato 50rb :???:) anda bisa melihat model bangunan tua gaya china di jaman dulu, lengkap dengan altar sembayang Kuan Yi (Guan Tek Kong/ dewa perang) termasuk berapa besar tanah yang dimiliki oleh salah satu toko kapitan yang berkuasa waktu jaman belanda disamping Sultan Deli...

    setelah mengikuti perjalanan sejarah... saya baru tau... ternyata pendidikan itu penting...
    soalnya gara2 tidak terpelajar, seluruh harta warisan tjong a fie diahlikan ke orang lain... dikarenakan sang istri yang buta huruf dan tidak berpendidikan :dead:

    satu hal yg gw kecewa...
    di medan tidak ada museum yg bisa saya kunjungi :dead:
    soalnya terakhir gw ke museum kl g salah waktu sma... tapi tuh museum parah abis... isinya berantakan dan g menarik minat saya :dead:
     
  5. Offline

    djinraz Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 17, 2009
    Messages:
    17
    Trophy Points:
    2
    Ratings:
    +4 / -0
    :hahai::hahai: bayoregar : wah sama sama regar kita, iya itu sejarah jarang ada di publikasikan, tahunya juga ketika LKBN antara sumut wawancara sama salah satu pejuang, makanya dapat berita itu :)
    @ Mastermind, bener om, aku juga pernah masuk ke dalam, akhirnya mereka juga mengharap dari pengunjung untuk makan kayaknya, makanya agak kecewa, tapi ya pendidikan itu harus penting, mudah2an aja teman2 semua bisa manfaatkan pendidikan :piss:
     
  6. Offline

    kzha Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 10, 2009
    Messages:
    1,865
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +7,159 / -0
    @Mastermind
    gw terakhir kali ke Museum malah waktu SD,. soalnya SD gw ga gitu jauh dari situ hanya sekitar 3 Km,. lagian kan waktu itu anak SD kalo Masuk Museum kan gratis :hihi:
    jujur emang koleksi nya sangat sedikit yang bisa di banggakan.. ga tau deh kalo sekarang mana tau koleksinya udah nambah,. :blink:
     
  7. Offline

    djinraz Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 17, 2009
    Messages:
    17
    Trophy Points:
    2
    Ratings:
    +4 / -0
    :hahai::hot: kalau sekarang kayaknya makin sikit koleksinya
     
  8. Offline

    Inception Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 18, 2010
    Messages:
    184
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +3 / -0
    Tjong A Fie.
    tinggal di kesawan dia
     
  9. Offline

    olicomting Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 22, 2009
    Messages:
    17
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +9 / -0
    owww gtu ya bro...... hmmm ada bagusnya kalo diupload fotonya...pengen tau gimana sih bentuk bentengnya....sayang ya...kenapa gak dijaga....padahal kalo dijaga kan bisa jadi tempat wisata kayak benteng veredeburg di Yogya.... memang pemimin kota medan nih taunya cuma ngerombak aja tapi gak tau menjaga.... kckckckkc
     
  10. Offline

    edchan Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 20, 2008
    Messages:
    76
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +2 / -0
    wah dah lama tgl dimedan gw baru tau sejarahnya...
     
  11. Offline

    edchan Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 20, 2008
    Messages:
    76
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +2 / -0
    btw rumah2 bersejarah di medan ada berapa lg yach? gw liat2 koq pada diancurin n dibangun rumah baru?
     
  12. Offline

    silek900 Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 14, 2010
    Messages:
    8,017
    Trophy Points:
    237
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +92,491 / -2
    ga tau jumlahnya bro :bingung:
    perlahan tapi pasti jumlahnya semakin berkutang :sedih:
     
  13. Offline

    berserker Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 16, 2009
    Messages:
    1,607
    Trophy Points:
    131
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +561 / -0
    Bangunan bersejarah di Medan dikit bgt :iii:
    Klo Museum terakhir pergi SD :lol: Uda lupa kek gimana :iii:

    Yg bersejarah tiptop juga kan :bloon:
    Terakhir kesana minggu lalu.
    Uda mahal makanannya :iii
     
  14. Offline

    PUMA Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 16, 2009
    Messages:
    53
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +67 / -0
    begitu byk tempat bersejarah tp gak smua yg di pelihara dgn baik
     
  15. Offline

    silek900 Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 14, 2010
    Messages:
    8,017
    Trophy Points:
    237
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +92,491 / -2
    kalok awak bukan mo ke tiptop, tp mo ke rumah nya tjong avie.
    tp sampek sekarang belom jadi2 :sigh:
     
  16. Offline

    zpawn Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 19, 2010
    Messages:
    119
    Trophy Points:
    32
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3 / -0
    wah baru tau gw skrg....
    lmyn bt tambah pengetahuan
     
  17. Offline

    hyojoo Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 25, 2010
    Messages:
    21
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    wah dah lama tgl dimedan gw baru tau sejarahnya...
     
  18. Offline

    akmal010 Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 9, 2010
    Messages:
    150
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +11 / -3
    gue dah lama tinggal di medan tapi gak pernah
    ke pusat medan
    paling ke lau dendang tambak rejo tembung dan percut
     
  19. Offline

    jambaru Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 20, 2011
    Messages:
    33
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +2 / -0
    wah..sudah 20 tahun awak ga pulkam...gmana sekarang medan ya...
     
  20. Offline

    anca003 Members

    Joined:
    Jan 12, 2009
    Messages:
    1
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    thx

    makasih gan atas inpoh history nya
     
  21. Offline

    harumiya Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 11, 2009
    Messages:
    566
    Trophy Points:
    77
    Ratings:
    +247 / -0
    waw, aku uda lama tinggal di kota medan, tapi aku baru tau sejarahnya seperti ini. hahaha
    sekarang untuk daerah titik nol selain untuk sektor pemerintahan, juga difokuskan untuk sektor bisnis ekonomi terutama pariwisata kan?
    Pembangunan hotel sudah marak disana (Arya Duta, Grand Aston, dan satu lagi hotel dari Bali yang sedang dibangun,belum lagi hotel-hotel lama...)
    Merdeka Walk juga, selain itu Deli Plaza pun gamau kalah dan sedang memulai renovasi mereka yang sudah sejak dulu direncanakan namun terkendala dana.
    Wah pembangunan di sektor ini betul-betul cepat dan sedang marak-maraknya.
    Makin hebat aja kota tercintaku ini, tapi kor***inya pun tinggi :hulk:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.