1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Menjadi enterpreneur (1)

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by income11, Jun 17, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    income11 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 26, 2009
    Messages:
    1,115
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +7,626 / -0
    Mimpi Jadi Entrepreneur

    Jika kita punya tekad besar, tak mustahil hal itu akan terwujud.
    Banyak di antara kita, yang ingin bekerja pada perusahaan orang lain, sebagai
    karyawan. Apakah itu karyawan perusahaan swasta maupun pegawai negeri. saya kira
    alasannya, kita tentu sudah tahu semua, yaitu sebagai karyawan yang dibutuhkan adalah
    keamanan. Setiap bulan ada kepastian terima gaji. Setelah tua dapat pensiun.
    Mengapa tidak tertarik untuk menjadi entrepreneur. Saya kira, hal itu karena di
    antara kita banyak yang tidak siap menghadapi risiko atau lebih tepat disebut suka
    menjauh dari risiko. Sehingga, tidak mengherankan, banyak di antara kita yang kemudian
    takut untuk menjadi entrepreneur.
    Karena inginnya aman-aman saja, saya kira itu sebabnya mengapa yang sudah
    jadi karyawan pun sulit untuk berubah menjadi entrepreneur. Oleh karena itu, saya
    mengajak bagaimana kalau kita menjadi entrepreneur. Menurut saya, jika kita punya
    tekad besar, tak mustahil hal itu akan terwujud. Saya yakin, kita akan lebih bangga,
    karena kita akhirnya punya banyak karyawan, dan bisa menggaji mereka, cobalah kita
    jalani.
    Pemikiran saya ini memang beda dengan saat kita sekolah dulu. Dimana setelah
    kita lulus nanti, mencari kerja, lalu bekerja keras, dan terus mendapatkan uang. Setelah
    uang itu kita raih, uang itu kita tabung. Jadinya, kita tak pernah belajar bagaimana untuk
    berani mengambil risiko. Kita tak pernah belajar bagaimana untuk berani membuka
    usaha. Tapi sebaliknya, kita justru lebih diajarkan bagaimana kita bisa mencari pekerjaan
    pada perusahaan orang lain atau istilah lain, menggantungkan nasib kita pada orang lain.
    Akhirnya apa yang terjadi, kalau dia terkena PHK. Akibatnya, mereka pun menganggur.
    Saya justru berpendapat, bahwa sistem pendidikan kita semestinya tidak seperti
    itu. Tapi sebaliknya, sistem pendidikan kita seharusnya mengajarkan bagaimana kita bisa
    mandiri. Oleh karena itulah, menurut saya, di era otonomi sekarang ini tak ada salahnya
    kalau kita mau membangun mental dan emosi kita. Kita harus pula selalu punya keberanian mengambil risiko. Kita tidak seharusnya takut membuat kesalahan, dan kita
    tidak seharusnya takut untuk gagal. Saya yakin, dengan begitu kita akan lebih punya
    keberanian membuka usaha.
    Bahkan, menurut Robert Kiyosaki, penulis best seller “Rich Dad Poor Dad”, agar
    kita bisa menjadi pengusaha, maka kita harus punya mimpi. Kita harus punya tekad
    besar, kemauan untuk belajar, dan punya kemampuan menggunakan dengan benar aset
    kita yang tak lain merupakan pemberian Tuhan.
    Itu sebabnya, mengapa banyak orang di sekitar kita yang tidak tertarik untuk
    memiliki bisnis sendiri. Jawabannya, dapat disimpulkan dalam satu kata: Resiko. Yah,
    takut menghadapi risiko. Sehingga, mental dan emosi kita hanya ingin aman-aman saja.
    Oleh karena itu, kenapa kita tidak mau mencoba menjadi pengusaha. Kalau kita
    punya mimpi dan tekad besal, saya berkeyakinan, kita bisa menjadi entrepreneur.
    Apalagi, kalau kita mau merubah mental dan emosi kita yang selama ini inginnya selalu
    menjadi karyawan. Mental dan emosi untuk selalu aman menerima gaji, seharusnya kita
    ubah menjadi mental dan emosi untuk bisa memberi gaji. Anda berani mencoba?
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.