1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Mengemis di Kota, Hidup Mewah di Desa. Tanya Kenapa?? :???:

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by vincentrevival, Sep 10, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    vincentrevival Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 12, 2010
    Messages:
    5,338
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,522 / -0
    Jakarta - Gang-gang sempit dengan rumah yang saling berhimpitan menjadi pandangan khas di Kebon Singkong, Kelurahan Klender, Jakarta Timur. Inilah kampung pengemis.

    Ada sekitar 3 RW di kawasan ini. Warga yang tinggal di Kebon Singkong kebanyakan pendatang. Mayoritas mereka berasal dari Indramayu, Jawan Barat.

    Dulunya kawasan padat penduduk ini hanyalah hamparan kebun singkong. Namun sejak tahun 1980-an perlahan-lahan rumah semi permanen dibangun menggantikan tanaman singkong. “Sampai sekarang meski perkebunan singkong sudah tidak ada, kampung ini tetap disebut Kebon Singkong,” kata Yayan, tokoh pemuda di Jakarta Timur.

    Seiring perkembangan, daerah Kebon Singkong menjadi kawasan padat dan ramai. Bahkan kawasan ini belakangan dilabeli "danger" sebab banyak residivis yang bersembunyi dan tinggal di kawasan ini.

    Selain dikenal sebagai daerah yang rawan kriminalitas, daerah ini juga disebut-sebut sebagai kampung jablay. Dulu banyak perempuan penghibur yang sering mangkal di lokalisasi Prumpung, Jatinegara, mengontrak di daerah ini. Namun seiring meredupnya lokalisasi Prumpung, para pekerja seks komersial (PSK) yang tinggal di daerah tersebut perlahan berkurang. Sekarang di Kebon Singkong banyak dihuni para pengemis. Mereka adalah warga Indramayu.

    “Setiap bulan puasa ratusan orang dengan menumpang truk datang ke sini mengontrak rumah," ujar Berra Hanson, warga Kebon Singkong, kepada detik+. Hanson yang memiliki 20 petak kontrakan mengaku kecipratan untung setiap bulan puasa. Sebab seluruh kontrakannya penuh terisi. Padahal bulan biasa paling hanya terisi separuhnya. Para pengontrak itu adalah pengemis yang rutin beroperasi di wilayah Menteng dan Jatinegara.

    Tarif kontrakan milik Hanson bervariasi. Untuk petakan yang ada di bawah yang ukurannya 3x6 meter dipatok Rp 350 ribu-Rp 500 ribu per bulan. Untuk petakan yang di atas yang ukuranya lebih kecil harga sewa yang dikenakan Rp 150 ribu- Rp 250 ribu. Harga-harga itu sudah termasuk biaya listrik.

    "Biar pengemis mereka bayar kontrakan selalu tepat waktu. Dan mereka membayar dengan uang pecahan seribuan hasil mengemis. Sudah diiketin duitnya sama mereka," celetuk Hanson sambil tersenyum.

    Di Kebon Singkong, terdapat ratusan kontrakan yang dihuni para pengemis. Kalau bulan puasa tiba, jumlahnya makin banyak lagi. Sekitar 200-300 orang menyusul datang.

    Para pengontrak tinggal dengan peralatan seadanya. Paling hanya tikar dan kasur lipat. Tidak ada perabot-perabot yang mewah. Padahal pendapatan mereka rata-rata per hari bisa dibilang lumayan. Mereka bisa mendapatkan uang paling kecil Rp 200 ribu per hari.

    "Seorang pengemis yang ngontrak di saya bilang, paling apes mereka dalam sehari dapatnya Rp 200 ribu per hari. Tapi umumnya mereka dapat uang sekitar 500 ribu-Rp 600 ribu per hari," ujar Hanson.

    Omongan Hanson bukan isapan jempol belaka. Sebab beberapa waktu lalu seorang nenek-nenek buta yang menghuni kontrakan miliknya mengaku kehilangan celengan. Nenek itu bilang uang yang ada di dalam celengan jumlahnya Rp 900 ribu hasil mengemis selama 4 hari sebelumnya.

    "Bayangin aja dalam 4 hari saja nenek itu bisa menabung Rp 900 ribu. Kalau sebulan bisa dapat berapa duit itu nenek," kata pria asal Medan itu.

    Sekalipun dapat duit banyak dari mengemis, namun kehidupan mereka di kontrakan seperti orang tidak punya. Sebab uang hasil mengemis biasanya secara rutin dikirim ke kampung untuk beli sawah dan membangun rumah.

    Hanson mengaku pernah melihat rumah-rumah mereka saat menghadiri kondangan warga setempat yang menggelar acara khitanan anaknya di daerah Haur Geulis, Indramayu. Saat datang ikut hajatan di sana ia ditunjuki rumah para pengemis yang ngontrak di Kebon Singkong.

    Alangkah terkejutnya Hanson karena ternyata rumah mereka di kampung besar dan rapi. Bahkan saat dia bertamu melihat perabotannya sangat wah. "Kamar mandi saja ada bathtubnya. Malah ada yang punya kolam renang segala," kata Hanson takjub.

    Dari situlah Hanson dan sejumlah warga di Kebon Singkong maklum mengapa dari waktu ke waktu, warga dari Indramayu banyak berdatangan. Mereka ingin mengikuti jejak saudara atau tetangganya yang bisa hidup wah di kampung hanya dengan mengemis.

    Nuki Senan, juga warga setempat, menjelaskan para pengemis yang tinggal di Kebon Singkong kebanyakan orang-orang tua, cacat dan anak-anak. Sementara bapak-bapak atau ibu-ibunya bertugas mengawasi dan mengantar jemput para pengemis. Mengapa demikian? Sebab bila yang mengemis adalah orang buta atau anak-anak biasanya mendapat uang banyak. Kalau orang dewasa apalagi dalam kondisi normal dapatnya sedikit. "Dapat Rp 30 ribu per hari saja sudah syukur," ujar Nuki.

    Jangan heran jika orang-orang dewasa berasal dari desa tempat tinggal pengemis lebih menggantungkan ekonomi kepada anak-anaknya. Mereka disuruh mengemis. Hanya orang dewasa yang cacat yang justru mencari uang sendiri karena kondisi itu akan menerbitkan empati.

    Demi mendapat empati, maka banyak orang buta di Kebon Singkong tidak mau diobati. Mobil-mobil pelayanan penyakit katarak yang sempat datang ke daerah itu selalu sepi peminat. "Mereka (orang buta) tidak mau diobati. Sebab kebutaan mereka anggap sebagai aset untuk mengemis. Begitu juga yang cacat," ujar Nuki.

    Begitu berharganya orang buta di kalangan pengemis sampai-sampai antar sesama pengemis sering berselisih. Mereka berupaya mendapatkan mobil, ini merupakan istilah untuk orang buta yang mengemis. Terkadang terjadi persaingan harga sewa bagi pengemis buta ini.

    "Di sini pengemis buta banyak yang beristri lebih dari satu orang. Mereka (orang buta) jadi rebutan karena dianggap sebagai aset untuk dapat uang," terangnya. Sekalipun wilayahnya banyak dihuni para pengemis, namun warga setempat yang bukan pengemis tidak merasa terganggu bila dicap sebagai kampung pengemis. Pasalnya, warga bisa ikut meraup berkah dari para pengemis itu. Paling tidak, kata Nuki, warung atau rumah petakan jadi laku.

    Hubungan simbiosis mutualisme antara pengemis dan warga membuat hubungan bertetangga di Kebon Singkong berjalan harmonis. "Mereka tidak banyak berulah karena mereka kebanyakan menghabiskan waktunya di luar. Datang ke kontrakan hanya untuk istirahat saja," pungkasnya.


    sumber : http://www.*********.com/read/2011/09/08/170252/1718474/159/mengemis-di-kota-hidup-mewah-di-desa
     
    • Thanks Thanks x 3
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    kanga6us Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 21, 2009
    Messages:
    2,207
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +328,430 / -0
    lebih baik tangan diatas daripada tangan dibawah..:iii:
    mereka, memafaatkan keadaan dan berbohong terus menerus..
     
  4. Offline

    josher Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 16, 2009
    Messages:
    1,500
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +1,332 / -0
    kadang liat tuh pengemis, badannya lebih makmur dari gw :haha:
    jadi males ngasih

    trus baca di forum sebelah, katanya waktu ada orang ngemis sama anaknya, tau2 si anak bilang ke mamanya "BU, TV-NYA KOK LEBIH KECIL DARI TV DI RUMAH KITA YA?" :haha:
    (or something like that.CMIIW)
     
    • Like Like x 1
  5. Offline

    IkouKuhn Beginner Members

    Joined:
    Aug 26, 2008
    Messages:
    285
    Trophy Points:
    41
    Ratings:
    +428 / -0
    Emang kadang fakta begitu juga...
    ane malah pernah liat di perempatan bapak ama ibunya malah asik maen hape sedangkan anaknya disuruh keliling" mobil buat ngemis.... :panda:
     
  6. Offline

    PzGren Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 5, 2011
    Messages:
    519
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +6 / -0
    Pendapatan pengemis gede2 sih :yareyare:
    Apalagi klo ngemisnya di kota2 besar :swt:
     
  7. Offline

    zulfikarfahmi Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 20, 2010
    Messages:
    555
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +102 / -0
    betul gan
    apa lagi yang sudah diorganisir, mafianya benar2 makmur
    kalo begini siapa yang salah?
     
  8. Offline

    RE112 Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 14, 2011
    Messages:
    3,499
    Trophy Points:
    147
    Ratings:
    +2,076 / -0
    kekurangan merekaa kok malah dijadiin aset :swt:
    banyak orang yang pengen diobatin kataraknya tapi kok yang ini malah nggak mau :swt:
     
  9. Offline

    justsuperboy Beginner Members

    Joined:
    Aug 3, 2011
    Messages:
    261
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +28 / -0
    wah
    edan
    kalah gaji orang kantoran
    udah repot" ambil sarjana dengan biaya yang tidak murah
    tapi dapet gaji yang tidak seberapa
     
  10. Offline

    kampredh Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 11, 2009
    Messages:
    590
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +13 / -0
    wanjeng,
    sedekah mending ke mesjid/tempat ibadah lah
    pengen tuh ane datengin rumahnya, trus kalo ada bathtub beneran, ane lelepin tuh orang
    sempak bener
     
  11. Offline

    harunomasu Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 2, 2010
    Messages:
    747
    Trophy Points:
    82
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +101 / -0
    beneran tuh si anak bilang gitu ke ibunya? o_O Ternyata emang beneran ya jadi pengemis jauh lebih kaya daripada kita yang kerja biasa~ Jadi pengen ikutan ngemis juga XD
     
  12. Offline

    MrChildnady Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 3, 2011
    Messages:
    170
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +3 / -0
    yaaa btul aneeh emang ...
    kadang gw liat pengemis badan lebih subur dari gw muka melasan gw *loooh xp
    yaah maklum emang dunia emang udah berbalik
     
  13. Offline

    AiEnma Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 13, 2011
    Messages:
    83
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +8 / -0
    iyo gan emg sebagian besar pengemis yg kaya pura2 ngemis agar dapet uang gan hadeeeeh mungkin yg pengemis jd nganggur tuh cari uang dengan cara ngemis
    jgn ditiru yah!!!
     
  14. Offline

    ReXis Beginner Members

    Joined:
    May 12, 2010
    Messages:
    246
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +2 / -0
    masa di kampung nanti yang rumahnya gede ditanya apa pekerjaannya dikota dijawab pengemis? :haha: harusnya hidup itu berusaha... jangan meminta-minta
     
  15. Offline

    escafl0wne Post Hunter Veteran

    Joined:
    Dec 5, 2008
    Messages:
    3,206
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +3,184 / -2
    jadi tukang angkut jauh lebih mulai ketimbang minta2:panda:
    apalagi kalo sampe nipu orang:voodoo:
    jadi bingung sedekah jaman skarang:onion-07:
     
  16. Offline

    balor Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 2, 2010
    Messages:
    1,844
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +6,450 / -0
    jadi teringat pengemis di kampus gw.
    datang ke tempat mangkal naik becak, lha g jalan kaki dari kos.
    kadang cucunya juga diajak dan duduk ngemis ga jauh dari dia
    trus makan siang nasi bungkus lauk ayam, gw makan nasi telor di kantin :dead:
    jadi bingung harusnya dia ato g yang ngemis
     
  17. Offline

    giga6164 Members

    Joined:
    Aug 4, 2010
    Messages:
    6
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    yang bener tuh? repot dong kalo begitu, saat meminta-minta menjadi kerjaan profesional... menarik... akh... diamana disisi lain ada yang berjuang sangat keras mempertaruhkan repustasi dan masa depan keluarga... swt
     
  18. Offline

    Royale Beginner Members

    Joined:
    Apr 30, 2011
    Messages:
    354
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +3 / -0
    Wuedan
    ternyata pengemis "kaya" juga ya
    ckckckck
    selama ini desas desusnya ternyata benar
     
  19. Offline

    kacang500 Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 12, 2011
    Messages:
    5,240
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +16,730 / -0
    ternyata oh ternyata.................

    ngemis ternyata bs dpt hasil yg lumayan...........

    ckckckckckck...............

    alternatif pekerjaaan.......

    :hehe:
     
  20. Offline

    mochanAvn ♥ EN GARDE FUCCB0I ♥ Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 8, 2011
    Messages:
    2,474
    Trophy Points:
    241
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +318,359 / -4
    meskipun bohong, dan tukang minta2
    mereka bisa ngehasilin duit 900rb dalam 4hari(untuk orang tua)
    wow ganyangka, ternyata disini banyak pengemis tapi aslinya si pengemis itu dikampung hidup wah:swt:
     
  21. Offline

    fundee76 Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 19, 2011
    Messages:
    19
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +3 / -0
    gw jg sempet baca di bb kalo pengemis lp.merah bisa punya 18 jt dalam sebulan....gilaaaak

    mulai dr sekarang kalo mau ngasih mikir2 dulu deh..mending ngasih ke mesjid atau badan amal yg pasti
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.