1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Cerpen Masfiem dan 7 Hari

Discussion in 'Fiction' started by ZuaX, Jul 6, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    ZuaX Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 24, 2010
    Messages:
    746
    Trophy Points:
    27
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +209 / -0
    "Ketentraman hidup ada dihatimu nak,... " Dan Masfiem pun terjaga.
    Suara yang dia dengar barusan mampu membangunkan lamunannya.
    Suara yang begitu tegas namun tenang, suara laki-laki berumur 70-an.
    "Selama ini aku gak pernah mendengar suara sejelas ini."
    "Aku juga gak pernah tahu suara siapa ini"
    "Apa maksudnya ya??" Gumam Masfiem dalam pikirannya.

    Lalu dia bangun dari duduknya.
    Keluar dari kamar tidurnya yang sama sekali tak rapi.
    Melongok ke arah jam dinding, "ah sudah hampir jam 2, sebentar lagi sahur"
    Kemudian dia berjalan ke meja makan, membuka tutup nasi dan melihat isinya.
    "Aduh habis, gimana nih... kalau mau masak lagi jelas makin repot nih, takutnya ntar gak kuat puasanya"
    "besok kan hari terakhir, gak boleh gagal nih" gerutunya.

    Dia hilir mudik, mau bangunkan ibunya jelas gak mungkin. Kasihan sudah capek-capek seharian kerja.
    "Kalau mau masak nasi, jelas repot dan nguras tenaga. Harus nyuci beras, masukkan ke penanak nasi" Gumamnya.
    "Belum lagi musti nyuci bekas penanaknya, harus nunggu lama pula, bisa-bisa tenagaku habis dan gak kuat puasa" Lanjutnya.

    Hari ini adalah hari terakhir, hari ke Tujuh Masfiem puasa.


    -----------


    "Ki, saya ingin sakitnya Bapak saya sembuh" Suara Masfiem lirih.
    Ruangan empat kali empat itu serasa sempit. Tiga kursi kayu, satu panjang dan lainnya pendek.
    Sebuah meja ukuran sedang ada di tengah-tengah ruangan.
    Satu almari kecil di sudut kanan dekat pintu masuk rumah, ada beberapa hiasan keramik berbentuk
    gelas dan piring kecil disana.
    Suasana senyap malam itu, sehingga suara nyamuk yang sedang bercandapun
    terdengar nyaring kepaan sayapnya.
    "Kamu sudah pernah bawa Bapakmu ke Dokter" Suara serak berat Ki Anom.
    "Sudah ki","Ke Dokter spesialispun juga sudah, tapi gak ada hasilnya ki" sambung Masfiem.
    "Apa yang kamu mau sekarang??" Tanya ki Anom.
    "Saya ingin bapak sembuh ki" Balas Masfiem.
    "Ehm .... berat nak" Kata ki Anom. "Aku tak bisa mengobati Bapakmu" Lanjutnya.
    Masfiem tertegun. Seperempat menit dia terdiam. "Apa gak ada jalan lain Ki?" Kata Masfiem.
    "Tunggu disini, biar aku lihat" Jawab KI Anom sambil berdiri dari tempat duduknya dan masuk ke ruang dalam.

    Tak banyak yang bisa dilihat diruangan ini.
    Tak ada jam dinding ataupun vas bunga dimeja.
    Meja kecil di tengah ruangan inipun hanya dihiasi kain penutup berwarna biru tua, lubang kecil-kecil
    di beberapa tempat, bekas kena titik api rokok. Asbak dari pangkal bambu Petung, yang hampir penuh
    isinya dengan putung rokok.
    Sesekali terdengar suara cicak di dekat atap, diluar ruangan, menghindar dari kepulan asap rokok.

    Hampir setengah jam ki Anom baru muncul dari ruang dalam.
    Kembali duduk di kursinya semula.
    "Hanya kamu yang bisa ngobati Bapakmu nak" Kata ki Anom.
    "Saya ki??" sahut Masfiem heran.
    "Iya, hanya kamu" lanjut ki Anom.
    "Gimana ki??" tanya Masfiem.
    "Ada syarat dan lelaku yang harus kamu tempuh","Kembali ke dirimu, kamu sanggup apa tidak" Kata ki Anom.
    "Berat ki?" Tanya Masfiem.
    "Tidak ada sesuatu yang berat jika kita mau lakukan dengan tulus dan niat yang kuat" ulas ki Anom.
    Masfiem terdiam. Ragu-ragu dengan pikirannya.
    Niatnya melebihi keraguannya. "Ya ki, saya sanggup" kata Masfiem.
    "Dengar dan lakukan yang aku katakan", kata Ki Anom. Masfiem mencondongkan badannya "ya Ki" sahutnya

    "Puasalah mutih 7 hari, mulailah besok, hari terakhir jangan tidur" "sahur dan buka puasa hanya dengan
    nasi putih dan air putih". "Niatkan kamu ingin obati Bapakmu"
    "Tiap-tiap matahari terbit baca 'Bayu agni, bayu rasa, niat ingsun
    pataruhan rasa, mugi Gusti ngijabahi" lanjut ki Anom.
    "dan bacalah lagi pada tiap-tiap matahari tenggelam, empat puluh sembilan kali masing-masing","Kamu paham?"
    Kata Ki Anom. "Ya ki, saya paham." jawab Masfiem.
    "Sekarang pulanglah" kata ki Anom. "ingat, berhasil atau tidak itu tergantung padamu" lanjutnya.
    "Baik ki, terima kasih, mohon pamit dan mohon restunya" kata Masfiem berpamitan.
    "Ya, hati-hati, semoga semuanya lancar" kata ki Anom.

    ---------


    "Ah daripada gak sahur" Masfiem akhirnya mengambil wadah nasi di penanak elektrik itu.
    Dia mencucinya. Beberapa bagian nasi sudah mengering dan agak sukar dibersihkan.
    Kemudian dia mengambil beras di dapur. "satu gelas takar kayaknya cukup deh" gumamnya.
    Kemudian dia memasukkan satu takaran beras tadi ke dalam wadah tanakan nasi.
    "Gak baik bocah ganteng kalau cuma satu gelas" terdengar suara ibunya. Ibu Asih, sosok ibu yang
    anggun, cantik meski usia sudah kepala lima. "Hari terakhir puasa to?" lanjut ibunya.
    "Ya bu, hari terakhir" Jawab Masfiem.
    Wadah dan takaran beras diambil oleh ibunya.
    "Sudah, kamu tunggu di kamarmu saja, biar ibu siapin"
    Kata ibunya. Masfiem mengangguk, dan berjalan ke arah kamarnya.
    "Ibu memang hebat, seharian kerja masih sanggup pula bangun jam segini buat masakin aku"
    gumam Masfiem dalam hati.


    ---------

    "Haloo, Han,... hany" suara Masfiem .... namun yang terdengar di telinganya hanya suara 'tut .. tut .. tut'
    Suara saluran telpon sibuk ! Ia memencet tombol merah di selulernya. Menekan tombol hijau dan melakukan panggilan ulang.
    'tuuut .... tuuut ....' "Halo" terdengar suara perempuan disana.
    "Halo Han,... kenapa sih kok jadi aneh gini" kata Masfiem. "Apanya yang aneh" sahutan pendek suara dari telpon.
    "Iya, ada apa sih?? yaudah kita ketemuan aja ya sekarang, gimana" lanjut Masfiem. "Terserah" sahut suara dari telpon.
    Lagi-lagi jawaban pendek. "Yaudah kita ketemuan di taman dekat perumahanmu ya" lanjut Masfiem. "Ya" sahut suara itu lagi.


    ----------

    Kijang '74 menderu di depan rumah. Tak lama mesin dimatikan.
    Rumah asri, dengan banyak bonsai dan tanaman di halamannya.
    Masfiem keluar dari mobil itu dengan wajah ditekuk-tekuk. Sorot matanya, sorot marah, sedih dan kecewa.
    Di kursi depan rumahnya, dia menghempaskan diri. Menekuk kakinyadan menyandarkan kepalanya.
    Kursi itu kursi panjang. Dibeli ibunya tahun '81. Merah darah, bahan kain pembungkusnya lembut.
    Itu kursi malas buat Masfiem.

    "Kenapa" terdengar suara yang hampir tiga bulan ini tak didengarnya.
    Masfiem mendongak ke samping kiri. Hampir tak percaya kalau itu suara Bapaknya.
    "Masfiem gagal puasa Pak","Masfiem putus dengan Dianita" jawab Masfiem pelan, lalu tertunduk.
    "Bapak tau apa niatanmu", "Bapak ngerti apa yang kamu kerjakan" sambung Bapaknya. Sambil duduk
    di samping kiri Masfiem.
    "Kamu tahu kenapa Bapak diam selama ini Fiem?"
    Masfiem terdiam, mendengarkan.
    "Bapak tahu sifatmu, karena itu juga sifat Bapak","Kamu tahu Fiem kenapa Bapak bicara lagi, khususnya padamu hari ini?"
    Masfiem masih terdiam, ....
    "Bapak bicara lagi karena tahu kalau kamu putus dengan Dianita" sambung Bapaknya.
    "Bapak kurang sreg dengan dia Fiem", "Apalagi kalau niatanmu ingin kau jadikan serius" Lanjut pria usia 50-an ini.
    Masfiem mengangkat kepalanya. "Maksudnya Pak?" tanya Masfiem lirih.
    "Dari awal bapak ingin ingatkan kamu soal Dian, dia gak cocok denganmu"."Tapi Bapak tahu sifatmu".
    Lanjutnya lagi,"Kamu pasti marah dan memberontak karena penginanmu gak terwujud".
    "Sekarang kau tahu sendiri kan sifat Dian?". Lanjut pak Tony bapak Masfiem.

    Masfiem merenung. Tak sadar bapaknya telah beranjak pergi.
    "Hatiku jadi buta" gumam Masfiem.
    "Ki Anom sudah tahu semuanya, dan puasa ini hanya sebagai alat saja"
    "Dian tak bisa bersabar, meski hanya 7 hari saja"
    "Dan di tujuh hari ini aku jadi tahu sifatnya yang sebenarnya"
    "Dian tidak bisa mengerti aku, selalu menuntut aku ada, dan bersedia untuknya"
    "Namun saat aku meminta dia bersabar, meski hanya untuk 7 hari saja dia tak mau"
    "Aku akhirnya sadar, dia tidak cocok untuk ibunya anak-anakku kelak"
    "Dan benar, aku jadi tentram sekarang, justru setelah aku putus dengannya"
    "Bapak tidak sakit"."Bapak hanya menahan dirinya untuk tidak berkata 'bukan itu Fiem' padaku"
    "Ah, Hati,... hati.... ketentraman hidupku ada pada hatiku" .....

    "Bapaaakk...." Masfiem berjalan setengah berlari mencari Pak Tony, Bapaknya. Bapak yang rela menahan diri
    untuk mengajari anaknya 'melihat' dengan hati.


    [sekian]

    .....baru belajar nih....
    .....pertama post cerita dan tulisan pertama setelah 10 tahun gak nulis :hot:
     
    • Thanks Thanks x 2
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Gorgomm Beginner Members

    Joined:
    Aug 20, 2010
    Messages:
    373
    Trophy Points:
    51
    Ratings:
    +778 / -0
    wow...bakal semakin berwarna saja ruangan ini. Selamat bergabung, sesekali nongkrong atau sekedar ngopi di lounge ....satu komentar saja : mencerahkan!... :hoho:
     
    • Thanks Thanks x 1
  4. Offline

    ZuaX Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 24, 2010
    Messages:
    746
    Trophy Points:
    27
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +209 / -0
    okey ....... :hehe:
     
  5. Offline

    Giande Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 20, 2009
    Messages:
    978
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +1,225 / -0
    hmmmm

    aku kurang merasa ada emosi dalam ceritanya sih....

    kalau dari segi isi ceritanya biasa tapi penyampaiannya enak untuk dibaca... beberapa penjelasan tentang kondisi di ki anom, dan tentang taon mobil aku suka.
     
  6. Offline

    XtracK Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    266
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +256 / -0
    bisa spoiler dipake biar gk berantakan, lho kk... :unyil:
    lalu, saat ada jeda dalam percakapan, bisa dibeginikan
    ("saya pergi sekarang," nia melihat aki lurus. "apa kau pesan sesuatu?" sambungnya sambil mengurik-ngurik hidungnya.)
    :nikmat:
    yang ini kenapa ada enter? :kaget: juga aku ketemu beberapa yang lainnya.. :kaget:

    :ehem: lalu jarak antar percakapan bagusnya dikasih enter, biar gk rapat2 kali dialognya...

    ceritanya dah oke, kk.. :top: setuju sama komentar diatas :lalala:

    :maaf: lo ada yang gk berkenan...
     
    • Thanks Thanks x 1
  7. Offline

    andriy_panda Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 12, 2011
    Messages:
    958
    Trophy Points:
    206
    Ratings:
    +7,626 / -1
    Wah! bener2 cerpen yg menarik , pertama saya kira niatnya cuma puasa ternyata ada maksud lain dibaliknya, bener2 gak terduga jalan ceritanya. keep posting gan, ane tunggu cepren selanjutnya.
     
  8. Offline

    sephellyz Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 23, 2011
    Messages:
    24
    Trophy Points:
    2
    Ratings:
    +1 / -0
    keeerreeennn gan ceritanya, ada maksut lain ternyata.. :hahai:
    Keep posting gan, ane tunggu cerpen2 lain dr agan..
     
  9. Offline

    Benga Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 15, 2010
    Messages:
    56
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +3 / -0
    Mantap,,salut buat smangat bkin crita spanjang gini tpi tetep ok critanya,,

    ditunggu next postinganny bro,,
     
  10. Offline

    ZuaX Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 24, 2010
    Messages:
    746
    Trophy Points:
    27
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +209 / -0
    Hemm........ lama gak on fire...... kangen .... huahahhahhahahha .......
    kangen ma XtracK ........ how are you to day???

    Thanks all buat semua komentnya ... masih nyari ide lagi........
     
  11. Offline

    kapolri Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 25, 2008
    Messages:
    104
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +5 / -0
    ada yg aneh dikit d bro, tp apanya ya
     
  12. Offline

    ZuaX Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 24, 2010
    Messages:
    746
    Trophy Points:
    27
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +209 / -0
    wew .... apanya boz ?? :rokok: kalau ada saran silakan ......... monggo ...... saya siap menerima saran dan kritik.
     
  13. Offline

    s3mar Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 16, 2012
    Messages:
    1,012
    Trophy Points:
    112
    Ratings:
    +284 / -0
    saya pikir agak mistis gitu, soalnya ada ki anom n puasa mutih segala
    ternyata eh ternyata ada udang dibalik rempeyek :hehe:
    keren! unpredictable :top:
    lanjut berkarya kang mas...
     
    Last edited: Apr 26, 2013
  14. Offline

    Fairyfly Senpai Veteran

    Joined:
    Oct 9, 2011
    Messages:
    7,020
    Trophy Points:
    257
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +2,447 / -120
    hmm ane ikut komentar ah :nongol:

    jujur ane gak ngerti ma ceritanya. kesan yang ane dapat : ada dua konflik yang dicoba disatuin, namun ga ada penjelas yang benar-benar ngena sehingga dua konflik itu tubrukan.

    bagusnya sih ditonjolkan satu konflik utama aja gan, apakah cerita utamanya puasa mutih untuk menyembuhkan bapak, atau nasihat bapak.

    terus antara scene satu dan yang lainnya ga ada penjelas yang bener2 cocok, ato malah bisa dibilang ga ada penjelas sama sekali. langsung loncat2 aja. ceritanya gak ngalir dengan bagus. mungkin dari segi gaya bahasanya emang gaya bahasa agan banget,tetapi tetep aja ga adanya penghubung antar scene membuat jalinan cerita ini menjadi loncat-loncat dan susah dimengerti.

    mohon maaf kalo ada kata-kata yang tidak berkenan :maaf:

    keep on writing ya masbro :peace:
     
  15. Offline

    rheny Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 24, 2010
    Messages:
    108
    Trophy Points:
    37
    Ratings:
    +260 / -0
    wah, suka ma ceritanya gan...
    keren banget cara bapaknya ngajarin anaknya, ngeliatin yang mana yang baik dan gak.
     
  16. Offline

    ZuaX Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 24, 2010
    Messages:
    746
    Trophy Points:
    27
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +209 / -0
    Wohoooohohoho ...... ki S3mar .... matur suwun.....
    udah apa udang nih ??? kwkekkeke seeppp sekali lagi terima kasih ...... :rokok:

    for Fairy .... yup ... makasih .... sambil nunggu ide ;lagi nih ...
     
  17. Offline

    serafim Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 9, 2012
    Messages:
    1,244
    Trophy Points:
    87
    Ratings:
    +873 / -1
    ceritanya menarik n gaya penulisannya juga bagus
    cuma kurang rapi aja,jadi agak kurang nyaman bacanya
     
  18. Offline

    temtembubu Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 8, 2010
    Messages:
    588
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +1,933 / -3
    ikut komen ya :hmm: terlepas dari komen yang sudah2 mengenai format tulisan dan EYD.

    ide ceritanya simple dan cara penyampaiannya juga nda biasa :top: bagi saya itu nilai plus tersendiri buat cerpen ini

    bila ditambahkan sedikit bumbu lagi untuk menyampaikan perasaan si masfiem dan ayahnya mungkin akan jauh lebih bagus lagi :terharu: biar bisa bikin pembaca terharu gt

    segitu aja de komen dari saya :peace: semoga membantu
     
    Last edited: Apr 26, 2013
  19. Offline

    om3gakais3r Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 25, 2009
    Messages:
    3,638
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +5,638 / -0
    Awalnya aku kira bakal lebih ke mistis, tapi ternyata ujungnya lebih ke nasihat.
    Aku suka ceritanya, simpel dan endingnya pas...
    emm.. ga ada komentar soal cerita, cuma ada beberapa saltik yang nggak pengaruh kenyamanan aja.. :peace:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.