1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Mantel Kuning dan Kehangatan Ibu

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by adi295, Sep 9, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    adi295 Beginner Members

    Joined:
    Nov 13, 2010
    Messages:
    257
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +78 / -0
    Dulu, sewaktu kecil, saya ingin sekali punya mantel hujan. Kuning, itu warna yang saya inginkan. Teman-teman saya yang lain telah memilikinya, dan mereka tampak gagah dengan mantel itu. Untuk anak kelas 2 SD, semua yang berwarna cerah, akan selalu tampak indah. Namun sayang, Ibu tak punya cukup uang untuk membelinya. Walau sempat kecewa, saya harus menurut, dan menahan keinginan untuk mempunyai mantel kuning itu.

    Walau begitu, saya tetap kesal. Dan rasa itu memuncak ketika saya harus pulang dari sekolah. Hari itu hujan begitu deras. Saya makin kecewa dengan Ibu. Sebab, jika ada mantel, tentu saya tak perlu kena hujan, dan bisa bergabung bersama teman-teman yang lain. Kesal, dan marah, begitulah yangsaya rasakan saat itu. Sementara yang lain tertawa dan menikmati hujan, saya harus berjalan pulang dengan tubuh yang basah kuyup.

    Ah..di tengah perjalanan, saya bertemu dengan Ibu. Dia tampak membawakan payung untuk saya. Karena terlanjur marah, saya tak menerima payung itu, dan ngambek, untuk tetap pulang tanpa payung. Walau begitu, ia tampak ingin melindungi saya dengan payungnya. Mendekap, agar saya tak terlalu basah terkena hujan. Hujan makin deras, dan kami pun berjalan pulang, walau saya tetap ngambek dan menolak untuk di payungi. Sesampainya di rumah, tingkah itu terus saya perbuat. Saya tetap menolak untuk berganti pakaian. Akhirnya dengan sedikit terpaksa, hal itu saya selesaikan. Ibu, kemudian datang dengan handuk, dan langsung menyelubungi saya dengan handuk itu. Ada kehangatan yang segera menyergap. Saya menjadi lebih tenang. Tetap, tak ada kata-kata yang keluar dari Ibu, selain terus menghangatkan saya dengan handuk itu. Tangannya terus membersihkan setiap air hujan yang ada di badan. Diseka nya kepala saya, agar tak nanti tak membuat sakit. Masih dalam diam, Ibu kemudian memberikan pakaian ganti. Setelah itu, dia masih menyodorkan teh manis hangat buat saya. Ya, segelas teh manis, sebab, susu coklat, adalah hal yang jarang saya rasakan saat itu. Ya, kehangatan kembali hadir dalam tubuh. Walau saya mungkin tak mengerti apapun, saya yakin, ada kehangatan lain yang diberikan Ibu saat itu.

    Ya, teman, begitulah. Ibu mungkin tak mampu membelikan saya mantel kuning seperti yang saya impikan. Namun, payungnya telah membuat saya aman. Ibu mungkin tak mampu membelikan saya mantel kuning untuk terhindar dari hujan, namun, dekapannya membuat saya terhindar dari apapun. Ibu mungkin tak mampu membelikan saya mantel kuning itu, namun, handuk hangatnya melebihi setiap kehangatan yang mampu diberikan setiap mantel. Ibu mungkin tak mampu membelikan mantel kuning, namun, usapan lembutnya, adalah segalanya buat saya.

    Ibu mungkin tak menjemput saya dengan mobil atau kendaraan lain, namun lingkaran tangannya di tubuh saya, adalah dekapan yang paling indah. Ibu mungkin tak bisa memberikan susu coklat, namun, teh manisnya, lebih berharga dari apapun. Ibu mungkin tak bisa memberikan saya banyak hal lain, namun, dekapan, usapan, uluran tangan, perhatian, kasih sayang, sudah cukup sebagai penggantinya.

    Ya, rintik hujan selalu membuat saya terharu.
     
    Last edited by a moderator: Jun 26, 2012
    • Thanks Thanks x 3
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Zervo Oniisan Co Administrators

    Joined:
    Dec 8, 2008
    Messages:
    10,188
    Trophy Points:
    237
    Ratings:
    +148,033 / -2
    penggunaan kata2nya bagus :top:

    ini cerita dari hidup TS sendiri atau gimana? :???:
     
  4. Offline

    adi295 Beginner Members

    Joined:
    Nov 13, 2010
    Messages:
    257
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +78 / -0
    Maklumlah agak2 melankolis...
    ga kesampean jadi seniman
    jadi semua dituang ke kata2
     
  5. Offline

    Zervo Oniisan Co Administrators

    Joined:
    Dec 8, 2008
    Messages:
    10,188
    Trophy Points:
    237
    Ratings:
    +148,033 / -2
    berarti bener kehidupan nyata TS?
    :???:

    hmm.. gimana kabar ibu mu sekarang?
    masih sehat?

    hehe.. jangan lupa mungkin sekarang giliran kita nih yang merawat beliau.. berbagi kasih sama kaya yang dulu beliau lakukan :hmm:
     
    • Thanks Thanks x 1
  6. Offline

    adi295 Beginner Members

    Joined:
    Nov 13, 2010
    Messages:
    257
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +78 / -0
    Ya...
    Kalau sudah dewasa begini baru bisa benar2 memaknai pentingnya figur seorang ibu...
    Tentu saja harus merawat ibu dengan sebaik2nya
     
  7. Offline

    priezt Post Hunter Veteran

    Joined:
    May 6, 2010
    Messages:
    2,048
    Trophy Points:
    262
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +26,818 / -0
    terharu bro :sedih:
    jadi nyesel juga dulu pas kecil suka nuntut ini itu ke nyokap :nangis:
     
  8. Offline

    adi295 Beginner Members

    Joined:
    Nov 13, 2010
    Messages:
    257
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +78 / -0
    Ane malah dulu waktu awal2 masuk ke dunia kerja malah durhaka sama ibu.
    Kalau gajian ga pernah beliin ibu macem2...
    Padahal si ibu tiap hari selalu usahain ane bisa makan enak, bisa berangkat kerja rapi, dan tidak terlambat.

    Sekarang baru sadar...
    Banyak2 manjain ibu deh.
    Daripada manjain anak perempuan orang (Pacar), mending ibu sendiri dulu dibuat senang hatinya.

    Kebanyakn nonton pelem korea sih ane, di drama korea kan hubungan kekeluargaan sangat dijunjung tinggi
     
    Last edited: Sep 9, 2011
  9. Offline

    Jinpa_chan Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 13, 2010
    Messages:
    594
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +68 / -0
    jd inget dulu perna ngambek ma mama..pas awal kerja jg duit seret ga bisa ngasih ke mama.
    Tp sekarang kerja uda lbh baik n uda bisa kasi ke mama dan bisa beliin macem2, smoga bisa ngasih lebih lg ke depannya :D
     
  10. Offline

    kacang500 Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 12, 2011
    Messages:
    5,240
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +16,729 / -0
    :sedih:

    ceritanya mengharukan banget..............

    emang bener kasih ibu itu tak terhingga..............

    jd ngerasa berdosa gw ama ibu gw..........
     
  11. Offline

    aira_LMH_PMY Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 28, 2011
    Messages:
    1,019
    Trophy Points:
    96
    Ratings:
    +1,167 / -0
    wah jadi inget seluruh kesalahanku ma ibu, maksih TS dah mengingatkan,
    moga bisa terus berbakti ma ortu, pa lagi klo masih ada di alam dunia,
    jangan pernah menyia2kan watu tuk menyakitinya, terutama ibu..
     
  12. Offline

    nepiece Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 13, 2008
    Messages:
    99
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +43 / -0
    Seorang Ibu Adalah Jembatan Hati Kita...
    Tangis seorang anak kadang pun bisa dirasakan oleh sang Ibu..
     
    • Thanks Thanks x 1
  13. Offline

    Inesu Post Hunter Moderator

    Joined:
    Feb 6, 2010
    Messages:
    4,861
    Trophy Points:
    221
    Ratings:
    +60,500 / -0
    moved to MoIns :bye:
     
  14. Offline

    nsshadow Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 17, 2010
    Messages:
    1,898
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +10,977 / -0
    Gapapa bro, yg pntg kita selalu ada buat ibu kita, sepertinya itu yang lebih di butuhkan beliau dari pada barang2 ato uang kita.

    betul2, istri bukan kok dimanjain, ntar aja manjain istri, kn klo istri udah tanggung jawab kita.


    BTW nice story broo :nikmat:
     
  15. Offline

    ItadakiMayuyu Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 30, 2012
    Messages:
    505
    Trophy Points:
    17
    Ratings:
    +13 / -0
    Mengharukan sekali ceritanya.... Jadi pingin lebih membahagiakan ibu ane lagi:top:
     
  16. Offline

    ilm Senpai Moderator

    Joined:
    Oct 15, 2011
    Messages:
    7,369
    Trophy Points:
    247
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +11,898 / -1
    kuning dan ibu :terharu:



    begitulah ibu.. selalu dan sellau berusaha yang terbaik untuk naiknya, sementara kita sebagai anak kadanga lupa :yareyare:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.