1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Mama, Belikan Aku BH

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by Hktoyshop, Oct 1, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    Hktoyshop Superstar Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 19, 2008
    Messages:
    14,786
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +3,909 / -0
    Mama, Belikan Aku BH[/SIZE][/B]


    Aku gundah di dalam kamar, aku malas ke sekolah. Bukan karena aku anak pemalas. Tapi karena hari ini hari Jum’at. Hari dimana ada pelajaran olahraga di jam kedua.

    Aku bukan malas olahraga, aku juga tidak membenci sinar matahari pagi yang bikin aku berkeringat, juga bukan benci gerakannya, apalagi benci guru olahraga ku yang baik.

    Tapi sekarang aku sudah kelas 5 SD. Aku tak tau kenapa, setiap ganti baju bersama teman2 di kelas atau di belakang WC, aku selalu malu. Malu dengan teman teman ku yang selalu menanyakan kenapa aku belum memakai Miniset, BH untuk anak kecil.

    Semua temanku sudah memakainya, ada yang berwarna coklat, ada yang berwarna putih, ada yang berenda, ada yang polos, dan ada yang bergambar mickey mouse. Mereka tampak pede berganti pakaian beramai ramai. Sedang aku memilih di sudut kelas, berganti pakaian, sambil menutup tubuh depanku dengan kemeja yang barusan kupakai tadi.

    Mimi teman sebangku ku berteriak,

    “ Kenapa jauh jauh gantinya, kan bangku kamu disini?”
    “Tidak apa apa, hanya saja aku tidak terbiasa ganti baju beramai ramai “ jawab ku
    “ Kamu belum pake miniset ya?” Tanya Mimi
    “Belum” aku menunduk sambil terus melonggarkan kaos olahraga sekolah.
    “jadi kamu cuman pake singlet aja di dalem?”
    “iya, udah yuk keluar udah sepi” jawabku mengalihkan perhatiannya untuk tidak terus bertanya

    Perubahan fisikku memang belum terlihat nyata, hanya sedikit menyembul saja. Tapi Mama bilang belum perlu, atau mungkin Mama belum punya kelebihan uang untuk itu. Aku tau untuk baju sekolah dan baju sehari hari saja, kami sekeluarga seringnya mendapat lungsuran dari sepupu kami yang lebih berada. Tapi aku bertekad akan terus merengek, “Mama, belikan aku BH”. Sampai Mama membelikannya untuk ku.

    Aku pulang bersama Santi dan Mega, aku lesu. Sepanjang perjalanan aku diam saja. Santi dan Mega terus bercanda. Aku tak peduli, aku masih gusar.

    Aku masih duduk di dapur luar, aku menunggu Mama pulang. Aku ingin minta sekali lagi ke Mama untuk membelikan aku BH. Sudah jam 4 sore, tapi Mama belum pulang. Apa masih belum laku dagangan nya?

    Jam 4.30 sore Mama sampai, keringat nya mengalir dari dahinya, walau tertutup caping tetap saja ia berkeringat. Mengayuh sepeda tampaknya bikin capek juga. Duh, Mamaku pasti capek sekali hari ini. Aku batalkan dulu deh untuk sore ini, tunggu nanti malam saja, mungkin mungkin Mama sudah tidak terlalu capek, mau mendengarkan permintaanku.

    Malam nya, Mama masih saja sibuk. Membuat sapu sabut. Aku mendekat, kupikir ini saat yang cukup tepat. Saat Mama diam membuat sapu sabut, biasanya Mama mau mendengarkan aku bercerita, jadi aku berani kali ini.

    “Ma, tadi siang aku pelajaran olahraga”
    “---hmm ya, Jumat ya”
    “Ma, kata teman ku, aku sudah seharusnya pake BH atau Miniset”
    “---“ Mama diam.

    “Ma…, aku malu. Tiap ganti baju selalu mesti berbalik punggung, teman temanku semua sudah pake miniset, aku belum. Walau pun di kelas yang ganti cewe semua, kan malu Ma, kalo aku cuman pake singlet dalem aja.”

    “Ya, Ma, belikan ma, satu ajaaaaa…..warna coklat bagus ma, yang ada rendanya, kalo dicuci berkali kali gak kelihatan jelek nya, ya Ma ya….”

    Aku menyemburkan kata kata seperti petasan injek, dan Mama hanya diam menatap lurus ke anyaman sapu yang gak lurus lurus walau udah dirapikannya berkali kali.

    “Sudah malam, sana tidur, buku buku besok sudah disiapkan belum?”.

    Hmmm…kali ini pun aku gagal memohon pada mama, masa sih aku mesti minta ke papa. Lebih malu lagi. Juga kasihan jika jadi beban papa, aku minta ini itu. Biaya hidup kami saja sudah pas pas an sekali.

    Aku tidur, esoknya aku sekolah seperti biasa. Masalah BH dan Miniset sudah tidak jadi pikiran lagi. Karena tidak ada jam olahraga. Aku bebas tidak memikirkan benda tebal berbusa itu lagi. Aku sibuk dengan Santi dan pohon jambu nya, sibuk dengan Mega dan komik komik pinjaman nya.

    Sekarang hari Kamis, dan aku gundah gulana lagi, besok sudah Jum’at. Aku pasti tidak semangat sekolah lagi. Mama hari ini tidak bangun jam 3 pagi. Kenapa ya? Apa Mama sakit? Yang aku tau, bubur putih sudah ada di meja. Habis sarapan aku pergi ke sekolah. Mega sudah berteriak teriak dari ujung jalan.

    “Sudah siang, cepat, nanti sudah bel”.

    Siang bagi kami adalah jam 6.15 pagi. Karena masuk kelas jam 7.00. Jalan ke sekolah ku naik turun bukit bukit kecil, jauh sekali tidak, dekat juga tidak.

    Ah,…besok gimana ya? Aku masih belum punya BH.

    Aku pulang masih mikirin BH yang hanya bisa aku lihat di badan teman dan kakak ku. Tapi punya teman teman ku kok bagus bagus, berbeda dengan punya kakak.

    Sampai dirumah aku kaget, Mama dan sepeda onthel nya ada di rumah. Mama tidak jualan hari ini. Apakah Mama benar benar sakit? Aku menemukan Mama di dapur, sedang masak. Kukira Mama menerima orderan kue dodol, seperti biasa.

    Jika Mama mengaduk adonan kue dodol, aku senang karena Mama pasti sambil mengajari ku bernyanyi, dari Thien Mi Mi, Ni Cem Me Suo, sampai Se Sang ce yau Mama Hau. Dia bahkan sering mencatat kan untuk ku beserta artinya.

    “Kok, Mama tidak jualan?”
    “Tadi Mama ke pasar, cepat ganti baju dan makan, di kamar ada miniset buat kamu, besok bisa dipakai”

    Aku tertegun, mama berbicara sambil tetap memasak. Aku ingin memeluknya, tapi di keluarga kami tidak pernah saling memeluk Aku malu. Walau dia Mama ku.

    Aku berlari ke kamar, tidak ganti baju sesuai kata kata mama, aku malah membuka kresek hitam kecil. Miniset yang kutunggu selama ini, Miniset yang membuat aku gundah setiap Jum’at, yang hanya bisa aku lihat di tubuh teman teman ku. Sekarang aku punya satu. Horeeeeeeee…….Jum’at ku tak lagi gundah.

    Esok esok aku lihat Mama sering berkutat di depan mesin jahit merek Butterfly-nya. Semua kain bekas di karung gudang atas tiba tiba saja bermigrasi ke kamar kami. Mama membeli bergulung gulung karet celana. Rupanya Mama menjahit celana pendek untuk dipakai sehari hari, dari Mama hingga anak memakai celana pendek berwarna sama. Warna warni dengan pola tidak jelas, hanya sebatas lebarnya perca yang tersisa, dijahit sambung menyambung.

    Kadang aku sedang tidak suka, aku protes, aku malu memakai celana perca buatan Mama, walau sebagian ada yang masih utuh kain perca nya. Satu celana bisa sama warna nya. Kadang kami tampak seperti Badut pesta. Hijau di depan, merah di belakang, tapi kata Mama tidak apa apa, hanya buat tidur dan dirumah saja.

    Itu cerita aku saat aku kelas 5 SD.

    22 November 1997.

    Hari ini aku memandikan Mama ku, kupakaikan Mama BH terbaik yang ia punya. Kuganti pakaiannya dengan gaun yang paling ia suka, putih berbunga bunga. Kudandani ia seperti layak nya pengantin. Hari ini Mama cantik sekali walau mukanya pucat.

    Kuseka kuku kuku nya dengan lap basah, jari jari tangannya mengeras. Terlalu erat menggenggam tali kehidupan tampaknya. Sekuat tenaga berpegang, berjualan yang halal untuk kehidupan anak anak nya. Betis Mama juga besar, menggoes sepeda bermil mil tiap hari, menempa betisnya jadi sebesar ini. Tapi dari semua yang tampak diluar, Mamaku Mama tercantik di dunia ini.

    Aku memeluk nya, ini pertama kali aku memeluk Mama ku, tapi ia tak membalas pelukanku. Tangannya tetap mengeras, tak bergerak, walau hanya utk mengusap kepalaku yang ada disisi nya.

    “Sudah waktunya” kata seorang kerabat kami yang tertua. Sedikit senyum dan airmata tumpah bersama. Kami mengantar Mama dengan pakaian terbaiknya, ke liang sunyi peristirahatan terakhir. Hari ini Mama dimataku tampak sama cantik ketika dia membelikan BH pertama ku.

    19 November 2008

    Aku duduk di depan Komputer kerja ku, menekuri bulan November yang hampir habis. Kemarin aku berjalan jalan ke Mall. Aku melihat banyak BH, dari yang berkualitas baik hingga yang biasa saja, dari yang bertengger sexi di patung hingga dalam box box, dari harga menjulang, hingga hampir nyungsep terkena promo diskon.

    Aku ingin berkata,

    “Mama…aku sudah mampu membelikan Mama BH , aku takkan merengek lagi?”

    Aku sudah mampu membeli berlusin BH dengan kualitas terbaik yang aku inginkan. Sudah bisa membeli jeans yang berjejer di counter counter ternama. Sudah tak akan merengek minta dibelikan lagi. Disini aku meretas kehidupan baru yang berbeda dengan dunia kita dahulu. Bukan lagi dunia dalam kain perca.

    Perjalanan hidup bisa tergerus oleh dimensi waktu, jarak dan ruang, Namun Dirimu tetap Mama ku yang tercantik, dengan BH apapun yang kau pakai, dengan celana bagus ataupun celana jahitan perca.

    Aku ingin mendengar kau bernyanyi sambil mengaduk adonan kue dodol, mengalun lah dalam lagu…lagu kita, lagu yang kita nyanyikan bersama……
    Se Sang Ce Yau Mama Hau…Mama adalah yang terbaik dalam hidupku.

    Masih berkumandang, masih begitu menyentuh, masih begitu dekat rasa nya suara itu.

    Jikalau masih bisa ingin kupeluk diri mu tanpa perlu ada rasa malu. Karena kamu adalah Mama ku, satu satu nya orang yang rela tak berjualan satu hari demi membelikan aku sebuah BH.


    November berlalu seiring waktu, Kau masih terbaik di hatiku. Mom is the Great in My Life
     
    • Thanks Thanks x 22
    • Like Like x 13
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    mellody Lurking Around Veteran

    Joined:
    Nov 27, 2008
    Messages:
    1,493
    Trophy Points:
    267
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6,578 / -0
    Tadinya saya berpikir kalo ini bakalan jadi cerita aneh~ :lol:

    Tapi ternyata :terharu:
    Luar biasa...

    Ini kalimat penting :
     
  4. Offline

    Lord_scum Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 21, 2009
    Messages:
    896
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +1,533 / -0
    ceritanya mirip sama buku yang pernah kubaca...

    still this one is a good story before sleep :tidur:
    malah ga bisa tidur::onion-10::
     
    • Like Like x 1
  5. Offline

    saint_xaver Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 28, 2009
    Messages:
    346
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +17 / -0
    nice story, bikin terharu memang mama paling baik, harus cepet2 balas kebaikannya...
     
  6. Offline

    Dontel Post Hunter Veteran

    Joined:
    Jul 24, 2009
    Messages:
    2,623
    Trophy Points:
    266
    Ratings:
    +27,137 / -1
    hmm,,bkin terharu bro.....
    yeah,,the first women in our live must be our mom.... ^^
     
  7. Offline

    NuRaider Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 24, 2008
    Messages:
    3,866
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +54,508 / -0
    I Love U mom...

    jadi inget mama dirumah, Mama yang terbaik pokoknya..

    :top:
     
  8. Online

    valr1st Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 30, 2009
    Messages:
    767
    Trophy Points:
    67
    Ratings:
    +180 / -0
    huwa gua kos jauh dari nyokap pingin pulang euy
     
  9. Offline

    yongky6749 Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 23, 2009
    Messages:
    199
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +21 / -0
    emang kasih mama tak terbatas

    makanya kita harus sayang ama mama kita
     
  10. Offline

    luminairateic Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 10, 2009
    Messages:
    352
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +21 / -0
    emang bener kalo di bilang ibu itu harga diri pertama kita...

    nice story, TS !!!
     
  11. Offline

    Selie Beginner Members

    Joined:
    Jul 21, 2009
    Messages:
    201
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +39 / -0
    setelah baca ini hanya ada satu kalimat yg tertera d benak gw.....



    I LOVE YOU MOM........
     
  12. Offline

    evancode Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 19, 2009
    Messages:
    2,065
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +3,085 / -0
    ini ceritanya tentang kasih sayang yah? kirain sih cerita apaan....

    jadi inget dulu waktu kecil, susah banget mau beli mainan aja mesti rengek2 seminguan dulu maklum mirip sama cerita diatas, kehidupan pas2an banget.
     
  13. Offline

    noxious Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 23, 2009
    Messages:
    93
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +1 / -0
    Huhuhu terharu setelah baca cerita di atas, memang tiada yang dapat mengalahkan kasih orang tua
     
  14. Offline

    deVnyx Post Hunter Veteran

    Joined:
    Jun 5, 2007
    Messages:
    2,917
    Trophy Points:
    171
    Ratings:
    +1,687 / -0
    Awalnya kirain bakalan cerita humor...

    Ternyata bagus jga critanya...

    Good one!
     
  15. Offline

    Gyaboo Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 6, 2008
    Messages:
    236
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +23 / -0
    HUaaaaaaaaaaaa... gw lg d kantor neh... ampir netesssssss air mata... idung dah srut"..
    Ahhhhh....
    Anyway... it's a good story...
     
  16. Offline

    bizzy Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 30, 2009
    Messages:
    162
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +81 / -0
    pengen nangis gw bro,, inget sama mamih d rumah,.. hixz hixz hizx,.. :sedih:
     
  17. Offline

    xepher Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 6, 2009
    Messages:
    461
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +20 / -0
    jadi pingin pulang ke rumah.....

    mama, i love you :sedih:
     
  18. Offline

    CarbuncLe Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 25, 2009
    Messages:
    1,040
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +251 / -0
    waduh dari awal aku mikir nih cerita pasti sudah bakalan buat nangis dah.. ternyata beneran.. sampai gak selesai baca keburu udah netesin air mata.. gara2 teringat mama di rumah... mana aku lagi di mall lagi.. untung ga ada yang ngeliatin.. wew.. good story bro :top:
     
  19. Offline

    CY_T_Anezaki Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 3, 2009
    Messages:
    2,154
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +1,698 / -0
    Cerita yg menyentuh

    yah kesimpulannya adalah sayangilah orang tua anda, karena beliau2 itulah orang pertama yg senang ketika anda muncul di bumi


    (cih[​IMG] aku bisa berkata seperti ini)
     
    • Like Like x 3
  20. Offline

    moonlightwolfz Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 11, 2009
    Messages:
    193
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +19 / -0
    Great Story :top:

    A Great Mom, never ever leave his child in Pain and shame.. :gembel:
    even it will cost His Life.. :dead:
    She will try'in the HARDEST she can be to make YOU happy.. :stress:
    Just to bring little smile from You.. :hmm:
    Love You Mom.. :onion-86:

    Jasa seorang Ibu takkan bisa tergantikan sepanjang hidupmu..
    namun, dengan membuat Ibu Qta bahagia maka Qta telah menjadikan Qta sama seperti seorang Ibu yang membahagiakan Anaknya.. :unyil:

    I Will Graduate, so my mom will Proud of me. :lulus:
     
  21. Offline

    caliser Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 21, 2009
    Messages:
    851
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +237 / -0
    terkadang saat kita kecil kita malu dengan apa yang kita punya kurang dari yang lain, tapi kalo kita melihat bagaimana kerja keras yang dilakukan seorang ibu untuk hidup kita, apakah tega untuk mengatakan yang buruk tentang hal itu?
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.