1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

OriFic Mada

Discussion in 'Fiction' started by blackrose4diana, Jun 28, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    blackrose4diana Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 10, 2011
    Messages:
    104
    Trophy Points:
    152
    Ratings:
    +17,965 / -0
    [​IMG]

    Darah menjadi panas
    Darah membuat kehidupan
    Darah membuat kematian
    Mengorbankan begitu banyak darah
    Demi kesenangan sendiri
    Darah bagi kami kehidupan
    Darah bagimu kesenangan


    "Apalah kenikmatan hidup ini jika kita tak berkorban sedikitpun" by Blackrose4diana


    Pada tahun 1293, lahirlah seorang anak lelaki yang berasal dari keluarga petani dan akan menjadi legenda dan namanya akan di ingat sepanjang masa.

    CHAPTER I: KELAHIRAN SANG LEGENDA

    Di sebuah desa yang kecil, rakyatnya hanya hidup dari bertani. Dalam kekuasaan Majapahit, hidup petani adalah golongan paling bawah. Para Dharmaputra yang selalu sewenang-wenang terhadap para petani.

    Nalini: "suamiku, sebentar lagi anak kita akan lahir, saya harap anak ini adalah perempuan."
    Abyakta: "oh adinda sayang, saya tahu bagaimana kamu merindukan kehadiran seorang anak perempuan. Semoga sang hyang Dewi berbaik hati kepada kita kali ini."

    duk..duk..duk, terdengar suara ketukan keras. "buka pintu!!" suara berat terdengar dari luar.
    Setelah terbuka terlihatlah 3 orang lelaki berpakaian tentara.
    "Ada apa malam-malam begini datang?" tanya Abyakta
    "Kami ingin menagih upeti dari pertanian hari ini." sahut salah satu prajurit
    "Tapi kami para petani sudah memberikan upeti bulanan kapada Ra Semi!!"
    "Ra Semi?, kalian seharusnya memberikan upeti juga kepada Ra Pangsa"
    "Tapi ini adalah daerah Ra Semi, kalian harus mendapatkan izin dahulu darinya"
    "Ciiiih... apa bedanya antara Ra Semi dan Ra Pangsa, huh? kalian hanya manusia kotor, budak, dan tak punya pendidikan. Beraninya kalian memerintah kami!!"
    "Tapi kami tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan."
    "Keluarkan saja apa yang tersisa, atau kami akan mengambil semua barang dirumahmu, dan akan menjual anak-anak mu di pasar budak!"
    "Oh...Demi Khrisna, istrimu juga cantik, hahahahahaha"

    Karena mereka tidak mempunyai apapun untuk diberikan, terjadilah keributan di rumah mereka. Terlihat bahwa perlawanan seorang ayah dan 3 anaknya tidak sebanding denga 3 prajurit yang terlatih itu. Para warga sekitar tidak dapat berbuat apa-apa jika mereka ingin roh mereka tetap dibadan mereka.

    "Kakanda......" teriak Nalini, ketika tusukan tombak menembus kepala suaminya.
    "hahahahaha, sepertinya yang tersisa untuk dijual ini hanyalah wanita hamil yang cantik ini" serentak ketiga-tiganya tertawa.
    "Tapi perempuan ini sedang hamil."
    "hahahahaha... mengapa kalian pusing, kita paksa saja anak didalam perutnya itu keluar, dan kita jual ibunya"
    "Tidaaaak..Apa yang akan kalian lakukan? jangan mendekat.

    Mereka pun membawa Nalini pergi.
    Di hutan yang begitu luas, terlihat bayangan tiga orang yang sedang menedang-nendang seorang wanita, jeritan wanita itu begitu keras, tapi tetap saja tidak ada yang bisa mendengarnya.

    "Ah...perempuan kotor, mengapa anaknya begitu keras kepala dan tidak mau keluar."
    "mari kita potong saja perutnya dan kita keluarkan." kata lelaki di sebelahnya.
    "perempuan kotor yang cantik, begitu cantik ketika ia tertidur. Sayang bila disia-siakan"
    "Hei.. mengapa kamu berpikiran yang tidak-tidak disaat seperti ini? dasar bodoh"

    Mereka lalu mengeluarkan keris mereka, dan mulai membelah perut perempuan itu. tidak ada suara, ketika mereka mengeluarkan buntalan kecil dari perut Nalini.

    "Bukankah seharusnya bayi ini bersuara ketika dikeluarkan dari perut?"
    "Lihat bayi ini, begitu kotor seperti ibunya."
    "Tinggalkan saja, kita hanya perlu ibu nya. Biarkan bayi ini mati!!.

    Kemudian 3 orang itu pergi menjauh, salah satunya memanggul wanita. Tapi mereka tidak sadar bahwa bayi itu hidup, bernapas.



    ---BERSAMBUNG--
     
    Last edited: Jun 28, 2011
  2. Offline

    ZuaX Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 24, 2010
    Messages:
    746
    Trophy Points:
    27
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +209 / -0
    nunggu sambungannya gan

    :top: pertamax
    ....
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.