1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Info Laga Final Piala Thomas 2016 Sejarah Berpihak Kepada Indonesia

Discussion in 'Sports Center' started by mb855, May 21, 2016.

  1. Offline

    mb855 Silent Reader Members

    Joined:
    May 21, 2016
    Messages:
    39
    Trophy Points:
    7
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1 / -0
    [​IMG]
    Ferry Sonneville (majalahberita855.com)

    Olahraga, Badminton - Laga final Piala Thomas 2016 akan kembali mempertemukan Indonesia dan Denmark untuk kelima kalinya dalam sejarah bulu tangkis Indonesia.

    Kedua negara ini terakhir kali bertemu di final Piala Thomas 1996 di Hong Kong.

    Tiga pertemuan sebelumnya berlangsung di Tokyo tahun 1964, serta di Jakarta tahun 1973 dan 1979.

    Indonesia pertama kali menekuk Denmark di final Piala Thomas pada tahun 1964 dengan skor 5-4.

    Saat itu partai final memainkan sembilan nomor yang terdiri dari lima nomor tunggal dan empat nomor ganda.

    Final berlangsung dua hari pada 21-22 Mei 1964.

    Skuad tim Thomas Indonesia 1964 diisi oleh Ferry Sonneville (playing captain), Tan Joe Hok, Eddy Jusuf, Ang Tjing Siang (Muljadi) Tan King Gwan, Unang, Tutang, Wok Pek Shen (Darmadi) dan Liem Tjeng Kiang.

    Tim Indonesia sudah melakukan persiapan ke Piala Thomas sejak Desember 1963. Tim berangkat menuju Tokyo 15 hari sebelum pertandingan dimulai karena mesti menempuh perjalanan dengan kapal laut.

    Sekitar 2.500 supporter memadati Municipal Stadium, stadion tempat dilangsungkannya Piala Thomas 1964.

    Supporter terdiri dari pelajar Indonesia di Jepang dan banyak juga yang datang dari Indonesia khusus mendukung tim Thomas di Tokyo.

    Di hari pertama, Indonesia dan Denmark sama kuat 2-2.

    Tim Indonesia pulang ke tempat menginap saat itu di Wisma Indonesia, diselimuti ketegangan akan hasil besok.

    Pada hari kedua, Kops kali ini menantang Ferry Soneville. Sebuah kisah mengharukan terjadi pada laga ini.

    Ferry saat itu ketinggalan 6-14, satu angka lagi, Indonesia ketinggalan 2-3. Tetapi Ferry tak putus asa.

    “Pada saat itu saya bersujud di lapangan memohon bantuan Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Ferry seperti dilansir Harian Kompas, 30 April 1982

    Permohonan Ferry dikabulkan, perlahan Ferry menambah angka dan menyamakan kedudukan 14-14, hingga akhirnya menang 17-14.

    Di partai kedelapan, terjadi sebuah insiden kala pasangan Unang/King Gwan berhadapan dengan Henning Borch/Erland Kops.

    Di awal game kedua, pasangan Denmark mengajukan protes karena merasa terganggu dengan bisingnya supporter Indonesia.

    Kops meminta rekannya untuk protes dan panitia menegur supporter Indonesia. Pertandingan pun dilanjutkan. Baru kedudukan 1-0, Kops ternyata masih tidak puas, ia lalu mendatangi sendiri meja panitia, akhirnya petugas kepolisian setempat dikerahkan untuk menenangkan supporter Indonesia.

    Hal ini dimanfaatkan Unang/King untuk ‘ambil nafas’, pasangan Indonesia merebut game kedua dengan skor 15-12. Supporter Indonesia makin mengganas, mereka bernyanyi, mengibarkan bendera Merah-Putih, menggedor-gedorkan kaki ke lantai, bahkan kedatangan polisi tidak berpengaruh

    Permainan sempat dihentikan selama 20 menit, ketika dimainkan lagi, pemain Denmark seperti sudah kehilangan konsentrasi, mereka menyerah di game kedua dan ketiga. Indonesia kembali merebut Piala Thomas untuk ketiga kalinya.

    Berikut hasil pertandingan final Piala Thomas 1964 antara Indonesia melawan Denmark (5-4):

    Tan Joe Hok vs Erland Kops 5-15, 15-1, 15-9

    Ferry Sonneville vs Knud Aage Nielsen 12-15, 15-6, 15-6

    Tan King Gwan/Unang vs Finn Kobbero/Jorgen Hammergaard Hansen 5-15, 6-15

    Ferry Sonneville/Tutang Djamaludin vs Erland Kops/Henning Borch 12-15, 2-15

    Ang Tjin Siang vs Henning Borch 15-10, 15-5

    Tan Joe Hok vs Knud Aage Nielsen 15-11, 14-17, 9-15

    Ferry Sonneville vs Erland Kops 13-18, 17-14, 17-14

    Tan King Gwan/Unang vs Erland Kops/Henning Borch 12-15, 15-12, 15-6

    Ferry Sonneville/Tutang Djamaludin vs Finn Kobbero/Jorgen Hammergaard Hansen 14-17, 5-15.

    Sumber: http://www.majalahberita855.com/
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    funkyjerryc Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 11, 2009
    Messages:
    522
    Trophy Points:
    82
    Ratings:
    +50 / -0
    sedih banget indonesia kalah di final.. udah lama banget ga juara..
     
  4. Offline

    phoir Silent Reader Members

    Joined:
    May 27, 2013
    Messages:
    18
    Trophy Points:
    2
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1 / -0
    sayang banget indonesia kalah.. smoga cpt jd juara lg...
     
  5. Offline

    yani104 Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 5, 2016
    Messages:
    33
    Trophy Points:
    6
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +0 / -0
    tugas pbsi neh bina bibit2 pemain muda :)
     

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.