1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Other Kisah-Kisah Keajaiban Perang di Gaza, Palestina

Discussion in 'Education Free Talk and Trivia' started by zhie24, Apr 23, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    zhie24 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 1, 2009
    Messages:
    1,409
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +64,652 / -0
    Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

    [​IMG]

    Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.

    Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

    Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

    Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

    [​IMG]

    Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

    [​IMG]

    Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

    Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

    Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.

    Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza
    Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

    Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

    Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

    Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

    Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

    Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

    Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

    Suara Tak Bersumber
    Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

    Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

    “Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

    Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

    Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

    “Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

    Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

    Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,

    “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

    Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

    Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

    “Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.

    Saksi Serdadu Israel
    Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

    Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

    “Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

    Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

    Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

    Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?

    Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh
    Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

    Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

    Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

    Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

    Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

    Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”

    Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

    Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

    Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

    Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

    Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

    Merpati dan Anjing
    Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

    Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

    Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

    Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

    Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”

    Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.

    Kabut pun Ikut Membantu
    Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

    Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

    Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

    Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

    Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.

    Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.

    Selamat Dengan al-Qur’an
    Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

    Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

    Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

    Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).

    Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

    Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

    “Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).

    Harum Jasad Para Syuhada

    Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

    Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

    Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

    Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

    Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

    Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

    Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

    Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”

    Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir

    Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

    Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

    Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

    Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

    Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

    Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

    Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)

    Terbunuh 1.000, Lahir 3.000
    Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

    Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

    Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.

    Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
    “Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.

    sumber: http://www.sayakasihtahu.com/2010/04/kisah-kisah-keajaiban-perang-di-gaza.html
     
    • Like Like x 5
    • Thanks Thanks x 5
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    pejagalan Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 16, 2009
    Messages:
    5,622
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +3,774 / -0
    klo menurut gw sich,
    bknnya israel gak bsa ngabisin,
    coba aja liat di TV,
    pas israel pake serangan kimia,
    muncul ke berita, PBB trun tangan,
    coba klo PBB gak trun tangan,
    jangankan jalur gaza,
    AS juga bsa ancur sma israel

    no offence :piss:
     
  4. Offline

    nurend Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 10, 2009
    Messages:
    6,972
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +65,610 / -0
    gimana Israel mau ngabisin AS, lha wong senjata2 Israel dari AS

    gw pernah baca 1 cerita ttg bau wangi itu
    sinopsisnya,
    ada seorang anak berpamitan pada ibunya untuk pergi berperang melawan israel
    nah, suatu ketika, saat si ibu sedang memasak di dapur, tiba2 dia mencium bau wangi
    dan seketika itu pula si ibu yakin anaknya sudah manjadi syuhada

    dan ternyata memang benar
     
  5. Offline

    Xchalant Beginner Members

    Joined:
    Sep 26, 2008
    Messages:
    451
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +75 / -0
    Namanya perang pasti ada aja cerita2 kayak begini, namun sebenarnya dari serdadu2 perang Israel sendiri sudah banyak yg mengakui tidak ada alasan masuk akal untuk perang ini, tapi itulah politik, dengan sengaja sepertinya perang dipelihara agar mereka (Israel) tetap punya alasan memiliki senjata2 massal bahkan nuklir dan seperti tanpa bersalah mengarahkannya untuk mengancam negeri2 arab yg kaya minyak seperti Irak/Iran agar tetap tunduk pada kemauan mereka (AS).
     
  6. Offline

    DeadlyEnd Silent Reader Members

    Joined:
    Dec 5, 2008
    Messages:
    143
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +22 / -0
    Kalau mau berjuang tulus demi apa yang kita yakini benar dan bukan karena dendam atau nafsu, yang kayak gini bisa saja terjadi...

    Sebenarnya sih lebih baik gak ada keajaiban tapi gak ada perang daripada ada keajaiban tapi ada dalam perang...

    Bukan untuk tidak menghormati mereka yang berjuang...

    Hanya mengutarakan pendapat...

    Semoga cita-cita luhur para pejuang bisa tercapai dan arwahnya diterima disisinya...

    Amin...
     
  7. Offline

    moonshine Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 11, 2009
    Messages:
    418
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +83 / -1
    Tugas PBB itu apa sih..........pada tahun 2008 bangsa israel menyerang palestina 2 minggu lebih lho......banyak yg luka2 tapi selama 2 minggu itu tugas PBB apa????......kalo minat, 3 hari paling lama perang itu dah selesai kalo PBB mau turun tangan (kan ketua PBB negara amerika) ....ato jangan2 PBB ama israel kerja sama lagi, pas dah puas nyerang (kehabisan amunisi) ato dalam keadaan terjepit baru deh si amerika atas nama PBB turun tangan (kayak KOnspirasi tingkat tinggi)
     
    Last edited: Apr 24, 2010
  8. Offline

    yudi_haryanto Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 6, 2009
    Messages:
    4,638
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +22,490 / -0
    itu masalahnya...

    amerika kan menggunakan standar ganda untuk pengertian teroris

    pejuang hamas di bilang teroris,padahal hamas jelas2 berjuang spy israel gak merebut kedaulatan palestina

    trus kalo PBB mau ngeluarin resolusi untuk mengecam israel, pasti selalu di-veto sama amerika,jadi PBB gak bisa apa2
    dulu aja PBB aja gak bs ngapa2in pas amerika nyerang irak,padahal pas rapat dewan keamanan,jelas2 seluruh anggota tetap dewan keamanan (kecuali amerika) menentang keras rencana penyerangan trhdp irak
     
  9. Offline

    pejagalan Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 16, 2009
    Messages:
    5,622
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +3,774 / -0
    senjata buatan israel tp duit dr AS
    :haha: :haha: :haha:

    cuma perumpaan luas doank bro,
    ntar klo perbandingannya cuma india ato malaysia kan,
    luasny agak beda jauh,
    klo AS kan keliatan dr mars perbedaannya
    :haha: :haha: :haha:
     
  10. Offline

    kanga6us Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 21, 2009
    Messages:
    2,207
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +328,391 / -0
    ya kita sebagai umat islam atau pun beragama selain islam hendaknya bisa mengambil hikmah dari kisah2 dibalik perang ini..
    selama kita masih yakin akan keberadaan tuhan dihati kita, selama itu pula kita akan di dalam perlindungannnya...tak pedulu dari agama apapun..
    semoga cerita ini menyadarkan kita untuk selalu mengedepankan musyawarah, tanpa pertumpahan darah..dan akhirnya berujung seperti di gaza..
    wallahualam..amin
     
  11. Offline

    ghusesup Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 21, 2009
    Messages:
    125
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +25 / -0
    bagaimanapun juga itu kekusaan ALlah, inget gan ayat "qun fayaqun", klo Allah menghendaki itu terjadi, menurut nalar kita sekalipun itu gak masuk akal, ampe jungkir balik kita mikir pun gak masuk akal, tapi itu bisa terjadi...... dan hanya sekejap saja... [​IMG]
     
  12. Offline

    Animers Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    May 28, 2009
    Messages:
    4,534
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +8,846 / -0
    itulah kebesaran Allah, secanggih2 nya tentara Israel yang tujuannya menghancurkan negara islam, tetap tidak akan berhasil dengan kejadian2 aneh yang menghancurkan tentara Israel yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah
     
  13. Offline

    jablai26 Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 9, 2010
    Messages:
    18
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    semuanya sudah di atur oleh Yang Maha Kuasa, bagaimana ada negara yang berdiri 50 th lalu dengan cara merampok tanah negara lain dengan alasan itu tanah kami 2000 tahun yang lalu.... bukankah adanya Israel ini udah di prediksi di Al Quran, dan Israel ini akan tetap kokoh berdiri sampai masa tanda2 akan dekatnya kiamat tiba, dimana Israel ini akan hancur lebur setelah itu akan muncul masa damai di Dunia.

    Sesungguhnya hidup ini Permainan Allah SWT semata.........
     
  14. Offline

    serevant Silent Reader Members

    Joined:
    Dec 16, 2009
    Messages:
    60
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +9 / -0
    Perang adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah manusia. Kayaknya memang ada beberapa hal yang gak bisa diselesaikan kecuali dengan perang. Seperti kata pepatah kuno "Si vis pacem, para bellum" (“Jika kau mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah menghadapi perang“). Kita harus menerima kenyataan bahwa di dunia tak semua orang BAIK.
     
  15. Offline

    Lyco Senpai Co Administrators

    Joined:
    Nov 3, 2008
    Messages:
    8,672
    Trophy Points:
    221
    Ratings:
    +9,695 / -0
    lah bukannya itu justru lucu, kenapa harus ngandalin PBB? Apalagi minta tolong ke Amerika yang jelas-jelas dibenci.

    kenapa bukan minta tolong pada negara2 yang dulunya ngeroyok Israel? bukannya mereka lebih dekat, malah bertetangga,budaya hampir sama, militer mereka juga nggak lemah. Kemana aja mereka selama 2 minggu?
    Terutama Iran yang sering terang2an ngutuk Israel, kenapa Iran nggak berani nyatain perang?
    bukannya alasannya dah ada? "Kami mau menyelamatkan Palestina dari serangan Zionis"
    apa lagi yang mereka tunggu?
     
  16. Offline

    moonshine Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 11, 2009
    Messages:
    418
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +83 / -1

    kalo iran ikut, mesir ikut, arab saudi ikut, dan seluruh negara arab ikut apakah nanti akan terjadi perang dunia ke-3......

    dan satu lagi kepala negara-negara arab sekarang sudah terlalu senang dengan kesenangan dunia yg diberikan oleh amerika (minyak2) mirip seperti negara indonesia terlalu memuja itu yg namanya amerika ( liat aja kedatangan barack obama terlalu disambut antusias kayak si barack obama mau ngasih duit triliunan ke negara indonesia)
     
    Last edited: Apr 26, 2010
  17. Offline

    pejagalan Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 16, 2009
    Messages:
    5,622
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +3,774 / -0
    tul bro,
    soalnya yg jd korban bkn org beragama islam juga,
    coba aja di data prajurit israel yg mati,
    pasti ada (at least 1 org) yg gak beragama islam,
    gw sich gak mw ngomongin agama,
    cuma perang itu buta,
    selama ada yg bsa dibunuh,
    mengapa gak dibunuh

    kya film the hurt locker,
    war is a drug
     
  18. Offline

    bulebulukan Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 8, 2009
    Messages:
    388
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +6,982 / -0
    wah kalo dari judul dan isinya "kisah-kisah" artinya ini semua cuma cerita/opini ya bro? jadi gak dapet educationnya.. no offense yah..
    tadinya saya berharap kisah yang disertai bukti otentik (minimal foto atau artikel internasional gitu) eniwei nice post..
     
  19. Offline

    passat Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 27, 2009
    Messages:
    2,475
    Trophy Points:
    97
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +226 / -0
    namanya aja PBB berkantor di amerika, ya gag heran kalo PBB masih dibayang-bayang amerika, sayangnya amerika justru mensupply bantuan ke amerika dengan alasan politik... :madesu:
     
  20. Offline

    Lyco Senpai Co Administrators

    Joined:
    Nov 3, 2008
    Messages:
    8,672
    Trophy Points:
    221
    Ratings:
    +9,695 / -0
    Perang dunia 3, lol? Memang siapa yang terang2an mo kirim pasukan buat bantu Israel?

    Dulu perang Yom Kippur & Six Days War nggak ada negara yang mo bantu Israel dalam hal ngirim pasukan atau kekuatan militernya, malah waktu itu Mesir berani terang2an nyerbu bareng Yordania, Syria, Irak ke Israel.
    Biarpun kalah telak akhirnya, paling nggak mereka buktiin klo nggak sekedar ngomong doang waktu itu dalam membela Palestina. Lah Iran dah gembar gembor Israel mesti lenyap dari muka bumi, tp begitu Palestina di bom nggak berani bertindak.

    Negara Arab memang menikmati kok, makanya kenapa UAE, Arab Saudi dll yang deket2 pada makmur & jarang perang. Disini memang butuh uangnya kok, klo presiden negara yang nggak ngasih pinjaman ke sini sih bakal disambut sebelah mata


    alasan yang masuk akal.
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.