1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Kisah inspiratif - Segelas susu

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by lauzart, Nov 12, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    lauzart Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 22, 2009
    Messages:
    85
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +104 / -0
    Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa Rupiah uangnya, dan dia sangat lapar.

    Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya, Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air putih saja.

    Namun wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki itu, pastilah sangat lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.

    Terima kasih, ibu......
    Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?”
    Wanita itu hanya tersenyum kecil, ia menjawab “Kamu tidak perlu membayar apapun atas susu ini , saya diajari oleh kedua orang tua saya, untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan yang kita lakukan.”
    Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata : ” Dari dalam hatiku aku berterima kasih kepada ibu.”

    Bertahun-tahun kemudian, wanita muda kini tergolek lemas di peraduaannya, wanita yang sudah paruh baya itu mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menganganinya.
    Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka si wanita itu.

    dr. Dharma demikian namanya, dokter spesialis itu dipanggil oleh suster yang berjaga di ruang UGD, untuk melakukan pemeriksaan pada suatu sore .
    ”Iya suster, apakah ada pasien yang masuk ? tanya dr. Dharma kepada suster jaga.


    Ada dok!, ada seorang wanita paruh baya mengalami penyakit yang sangat kritis sekali dia berasal dari sebuah kota.............
    Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dr. Dharma .

    Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar UGD dimana si wanita tersebut terbaring.
    Dengan berpakaian dinas kedokteran ia menemui si wanita itu. Dan Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang.

    Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu, mulai hari itu, ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

    Setelah melalui perjuangan yang panjang akhirnya …diperoleh kebahagian yang tak ternilai harganya… Wanita itu sembuh !!!

    Dr. Dharma, meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya dan untuk persetujuan, Dr. Dharma kemudian menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, kemudian mengirimkannya ke kamar pasien dimana si wanita paruh baya itu di rawat.

    Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus diangsur seumur hidupnya, karena meninggat ia di rawat cukup lama dan obat-obatannya sangat mahal sekali.

    Tetapi, ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya ketika ia membaca pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca sebuah tulisan “Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu !! ” tertanda, Dr.Dharma Santibalo.
    Si wanita paruh baya tersebut mengeluarkan setetes demi setetes air mata hingga membasahi pipinya dan bibirnya bergetar peluh, terima kasih..oh tuhan, terima kasih Dr.Dharma.
    Setiap kebajikan yang kita tabur pastilah akan menuaikan hasil yang baik, pula karma tak bisa tertukar.
    ” Ingat-ingatlah perbuatan baik yang pernah dilakukan orang lain kepada kita, tapi jangan pernah mengingat-ingat perbuatan baik apa yang pernah kita lakukan”
    Jika berdana denga iklas tanpa pamrih pastinya akan memetik hasil buah karma baik, berdanalah jangan melekat mengharapkan nama besar, terkenal atau di sanjung-sanjung, atau sekedar pamer, gengsi atau malu kalau tidak berdana…ketulusan dan keiklasan hati membuahkan hasil yang positip untuk kehidupan ini dan nanti.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.