1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Kisah Inspiratif - Aku mau mama kembali...

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by lauzart, Nov 12, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    lauzart Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 22, 2009
    Messages:
    85
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +104 / -0
    Pada waktu tahun 2001, Zha Da ditinggal pergi oleh mamanya,
    yang sudah tidak tahan hidup menderita, miskin dan suami yang sakit2-an.

    Dan sejak saat itu Zha Da hidup dengan papanya sakit2-an.
    Kondisi ini memaksa Zha Da yang waktu itu belum genap 10 tahun,
    untuk mengambil alih tanggungjawab yang sangat berat.
    Ia harus sekolah, mencari makan untuk papanya dan juga dirinya sendiri,
    ia juga harus memikirkan obat2-an untuk papanya,
    yang yang pasti tidak murah harganya.

    Dalam keadaan seperti inilah, kisah Zha Da dimulai.
    Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab berat ini.
    Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup
    yang pahit di dunia ini.
    Tetapi yang membuat Zha Da berbeda adalah : sikap pantang menyerahnya.

    Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan,
    melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan hidup.
    Demikian ungkapan Zha Da ketika menghadapi utusan pemerintah,
    yang ingin mengetahui apa yang dikerjakannya.

    Ia memulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah.
    Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil.
    Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun,
    biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.
    Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya.
    Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh
    lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.

    Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari,
    ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan
    memperoleh upah dari pekerjaan itu.
    Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan
    obat-obatan untuk papanya.

    Hidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.

    Sejak umur 10 tahun, ia mulai bertanggungjawab untuk merawat papanya.
    Ia menggendong papanya ke WC, menyeka dan memandikan papanya,
    Ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya,
    semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih.

    Harga obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zha Da berpikir :
    Bagaimana cara mengatasi semua ini.

    Ia mulai belajar tentang obat2-an dari sebuah buku bekas yang ia beli di pasar.
    Ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi kepada pasiennya.
    Setelah merasa mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri.

    Kalau anak kecil main dokter-dokteran & suntik-suntikan itu sudah biasa.
    Tapi, anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter,
    yang sudah biasa meng-injeksi, saya baru tahu hanya Zha Da.

    Siapapun akan mengatakan, apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad,
    Namun jika kita memahami kondisinya, maka menurut pendapat saya,
    Zha Da adalah anak cerdas, kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan
    yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya.

    Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya +/- 5 tahun,
    Maka Zha Da sudah trampil dan ahli menyuntik.

    Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara
    penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zha Da,
    Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya,
    "Zha Da, sebutkan saja kamu mau apa, sekolah di mana,
    dan apa yang kamu inginkan dalam hidupmu,
    berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah,
    besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja….
    Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja,
    di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir….

    Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu, melalui layar TV,
    mereka bisa membantumu!"
    Zha Da terdiam dan tidak menjawab apa-apa.
    MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu".

    Beberapa menit Zha Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab,

    "Aku Mau Mama Kembali.
    Mama kembalilah ke rumah,
    aku bisa membantu Papa,
    aku bisa cari makan sendiri,
    Mama Kembalilah!"

    demikian Zha Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

    Saya bisa melihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu,
    saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya.
    Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya,
    mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan
    sedikit bekal untuk masa depannya,
    mengapa ia tidak minta rumah yang dekat dengan rumah sakit.

    Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya,
    itulah yang paling utama bagi dirinya.

    Aku Mau Mama Kembali…………,
    Sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak dulu,
    saat ia melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

    Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zha Da,
    dalam menyiasati kesulitan hidup

    Jadi janganlah menyerah pada keadaan.
    Jika sekarang sedang kurang beruntung,
    Sedang mengalami kekalahan....
    Bangkitlah…..!
    Lihatlah Zha Da……!
    Zha Da yang pantang penyerah……!
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.