1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Other Kenangan 10 November

Discussion in 'History and Culture' started by n_iz_are, Nov 10, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    n_iz_are Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 7, 2009
    Messages:
    1,373
    Trophy Points:
    177
    Ratings:
    +1,978 / -0
    maap klo repost.....:maaf:

    [​IMG]

    Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di kota Surabaya, Jawa Timur.

    Masuknya Tentara Jepang ke Indonesia

    Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan perjanjian Kalidjati. Sejak itulah, Indonesia diduduki oleh Jepang.

    Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


    Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

    Masuknya Tentara Inggris & Belanda

    Rakyat dan para pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada 25 Oktober. Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tetapi, selain itu, tentara Inggris juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris. Itulah yang meledakkan kemarahan rakyat Indonesia di mana-mana.

    Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya

    Setelah munculnya maklumat pemerintah tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Merah Putih dikibarkan terus di seluruh Indonesia, gerakan pengibaran bendera makin meluas ke segenap pelosok kota.

    Di berbagai tempat strategis dan tempat-tempat lainnya, susul menyusul bendera dikibarkan. Antara lain di teras atas Gedung Kantor Karesidenan (kantor Syucokan, gedung Gubernuran sekarang, Jl Pahlawan) yang terletak di muka gedung Kempeitai (sekarang Tugu Pahlawan), di atas gedung Internatio, disusul barisan pemuda dari segala penjuru Surabaya yang membawa bendera merah putih datang ke Tambaksari (lapangan Gelora 10 November) untuk menghadiri rapat raksasa yang diselenggarakan oleh Barisan Pemuda Surabaya.

    Saat itu lapangan Tambaksari penuh lambaian bendera merah putih, disertai pekik ‘Merdeka’ mendengung di angkasa. Walaupun pihak Kempeitai melarang diadakannya rapat tersebut, namun mereka tidak berdaya menghadapi massa rakyat yang semangatnya tengah menggelora itu. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru/Hotel Yamato atau Oranje Hotel, Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.

    Mula-mula Jepang dan Indo-Belanda yang sudah keluar dari interniran menyusun suatu organisasi, Komite Kontak Sosial, yang mendapat bantuan penuh dari Jepang. Terbentuknya komite ini disponsori oleh Palang Merah Internasional (Intercross). Namun, berlindung dibalik Intercross mereka melakukan kegiatan politik. Mereka mencoba mengambil alih gudang-gudang dan beberapa tempat telah mereka duduki, seperti Hotel Yamato. Pada 18 September 1945, datanglah di Surabaya (Gunungsari) opsir-opsir Sekutu dan Belanda dari Allied Command (utusan Sekutu) bersama-sama dengan rombongan Intercross dari Jakarta.

    Rombongan Sekutu oleh Jepang ditempatkan di Hotel Yamato, Jl Tunjungan 65, sedangkan rombongan Intercross di Gedung Setan, Jl Tunjungan 80 Surabaya, tanpa seijin Pemerintah Karesidenan Surabaya. Dan sejak itu Hotel Yamato dijadikan markas RAPWI (Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees, Bantuan Rehabilitasi untuk Tawanan Perang dan Interniran).

    Karena kedudukannya merasa kuat, sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan hari ketika pemuda Surabaya melihatnya, seketika meledak amarahnya. Mereka menganggap Belanda mau menancapkan kekuasannya kembali di negeri Indonesia, dan dianggap melecehkan gerakan pengibaran bendera yang sedang berlangsung di Surabaya.

    Begitu kabar tersebut tersebar di seluruh kota Surabaya, sebentar saja Jl. Tunjungan dibanjiri oleh rakyat, mulai dari pelajar berumur belasan tahun hingga pemuda dewasa, semua siap untuk menghadapi segala kemungkinan. Massa terus mengalir hingga memadati halaman hotel serta halaman gedung yang berdampingan penuh massa dengan luapan amarah. Agak ke belakang halaman hotel, beberapa tentara Jepang tampak berjaga-jaga. Situasi saat itu menjadi sangat eksplosif.

    Tak lama kemudian Residen Sudirman datang. Kedatangan pejuang dan diplomat ulung yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, menyibak kerumunan massa lalu masuk ke hotel. Ia ingin berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawan. Dalam perundingan itu Sudirman meminta agar bendera Triwarna segera diturunkan.

    Ploegman menolak, bahkan dengan kasar mengancam, “Tentara Sekutu telah menang perang, dan karena Belanda adalah anggota Sekutu, maka sekarang Pemerintah Belanda berhak menegakkan kembali pemerintahan Hindia Belanda. Republik Indonesia? Itu tidak kami akui.” Sambil mengangkat revolver, Ploegman memaksa Sudirman untuk segera pergi dan membiarkan bendera Belanda tetap berkibar.

    Melihat gelagat tidak menguntungkan itu, pemuda Sidik dan Hariyono yang mendampingi Sudirman mengambil langkah taktis. Sidik menendang revolver dari tangan Ploegman. Revolver itu terpental dan meletus tanpa mengenai siapapun. Hariyono segera membawa Sudirman ke luar, sementara Sidik terus bergulat dengan Ploegman dan mencekiknya hingga tewas. Beberapa tentara Belanda menyerobot masuk karena mendengar letusan pistol, dan sambil menghunus pedang panjang lalu disabetkan ke arah Sidik. Sidik pun tersungkur.

    Di luar hotel, para pemuda yang mengetahui kejadian itu langsung merangsek masuk ke hotel dan terjadilah perkelahian di ruang muka hotel. Sebagian yang lain, berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Sudirman turut terlibat dalam pemanjatan tiang bendera. Akhirnya ia bersama Kusno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang kembali. Massa rakyat menyambut keberhasilan pengibaran bendera merah putih itu dengan pekik “Merdeka” berulang kali, sebagai tanda kemenangan, kehormatan dan kedaulatan negara RI.

    Kemudian meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris pada 27 Oktober 1945. Serangan-serangan kecil itu ternyata dikemudian hari berubah menjadi serangan umum yang hampir membinasakan seluruh tentara Inggris, sebelum akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi.

    Kematian Brigadir Jenderal Mallaby
    [​IMG]

    Setelah diadakannya gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Tetapi walau begitu tetap saja terjadi keributan antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya, memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober 1945. Mobil Buick yang sedang ditumpangi Brigjen Mallaby dicegat oleh sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Karena terjadi salah paham, maka terjadilah tembak menembak yang akhirnya membuat mobil jenderal Inggris itu meledak terkena tembakan. Mobil itu pun hangus.

    Ultimatum 10 November 1945

    Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

    Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk.

    Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukan Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).

    Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30.000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang.

    Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.

    Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.

    Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari kalangan ulama’ serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) juga ada pelopor muda seperti Bung Tomo dan lainnya. Sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.

    Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

    skali lagi maaf.....:maaf:
     
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    ariefansori Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 9, 2009
    Messages:
    408
    Trophy Points:
    112
    Ratings:
    +1,854 / -0
    harusnya dijadiin hari libur nasional.............
     
  4. Offline

    n_iz_are Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 7, 2009
    Messages:
    1,373
    Trophy Points:
    177
    Ratings:
    +1,978 / -0
    ntar keenakan para PNS dan pelajar.... malah enak2an liburan....

    harusny kan memperingati....
     
    • Like Like x 1
  5. Offline

    Wolfkid Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 26, 2009
    Messages:
    466
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +57 / -0
    Ngak dong dijadikan kayak 17 Agustus, libur pun tetap harus hadir mengikuti upacara di kantor dan sekolah. :hero:
     
  6. Offline

    dibu Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 8, 2009
    Messages:
    553
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +99 / -0
    kalo getu hari libur nasional di indonesia bisa banyak banget donk...
    :boong:
     
  7. Offline

    OOT Silent Reader Members

    Joined:
    May 6, 2009
    Messages:
    146
    Trophy Points:
    206
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +10,800 / -0
    Hari gini pelajar ma PNS Indonesia aja dah lupa ma lagu Indonesia Raya:panda:
    Nie lagi mo dijadiin libur nasional
     
  8. Offline

    DemonGod Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 11, 2008
    Messages:
    188
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +18 / -0
    jah mau hari libur lagi:???:

    itu 17 agustus aja kalo di wajib kan upacara..kalo gak di wajibkan bisa di hitung jari yg ikut upacara bendera.

    mending buat filmnya... menaikan citra perfilman indonesia
     
  9. Offline

    CarbuncLe Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 25, 2009
    Messages:
    1,040
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +251 / -0
    wah dah lama gak denger cerita sejarahnya.. ingetnya cuman bagian waktu merobek benderanya menjadi merah putih saja.. :hihi:
    maklum kebanyakan waktu pelajaran sejarah dulu saya sukanya molor sih ..........:ngacir:
    lagian bahasnya kok malahan soal libur y :hihi: kalau dijadikan hari libur juga paling ntar pada memperingati hari pahlawan dengan cara bobo, malas2an atau jalan2 ...........:ngacir:
     
  10. Offline

    bibibi Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 13, 2008
    Messages:
    2,403
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4,123 / -0
    banyak sekali peristiwa bersejarah yg terjadi pas bulan november
    dan jg skrg lagi november ya, jadi penasaran

    :hihi::hihi:
     
  11. Offline

    caspian Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 23, 2010
    Messages:
    76
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +0 / -0
    (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai)

    sampai skrg pun bgitu, pemerintahan skrg malah lebih tdk pantas ditaati..............
     
  12. Offline

    OgoeZ Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 15, 2010
    Messages:
    469
    Trophy Points:
    57
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +51 / -0

    bener banget nih . :top:
    harusnya emang dibikin kygitu aja .

    daripada Indonesia bikin film horor mulu .
    heheh :P:em0100:
     
  13. Offline

    GloriamSathanas Silent Reader Members

    Joined:
    Jun 21, 2009
    Messages:
    197
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +11 / -0
    Terharu...
    & Baru tau kalau peristiwa di hotel Yamato ada korban jiwa...
     
  14. Offline

    bears84 Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 29, 2010
    Messages:
    114
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +3 / -0
    bukannya tiap senin pelajar n guru sluruh indonesia nyanyi lagu Indonesia Raya pas upacara??? gmn bs lupa gan??
    ato skolah situ ga ad upacara tiap senin??:tampan:
     
  15. Offline

    wsnbom Beginner Members

    Joined:
    Jul 10, 2010
    Messages:
    251
    Trophy Points:
    17
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +21 / -0
    baru tau gw ini sjarah :niceinfo:
     
  16. Offline

    1c4ru5 Senpai Regional Leader

    Joined:
    Mar 9, 2010
    Messages:
    6,690
    Trophy Points:
    227
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +5,791 / -1
    bknnya ini antara inggris sama indonesia di mana inggris yg tdinya de facto ngakui indonesia dihasut ama belanda jdi musuhi belanda ampe trjdi krusuhan di luar hotel yamato/oranje antara indonesia ama pasukan belanda yg boncengi inggris ketauan ampe inggris kluarin ultimatum klo gk bakal diancurin dri darat laut udara dan pas pada waktunya ternyata trjdi tpi indonesia menang dlm petempuran tsb
     
  17. Offline

    shini234 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 22, 2010
    Messages:
    1,348
    Trophy Points:
    177
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,721 / -0
    mantep bro. memang sekali2 indonesia mesti bikin film perjuangan untuk mengenang jasa para pahlawan.
     
  18. Offline

    bulb Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 25, 2010
    Messages:
    138
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +49 / -0
    manthab , di PDII aja jendral inggris ngga ada yang tewas , disini tewas dh si mallaby
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.