1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Inspiration Kemuliaan Guru Melebihi Seorang Jenderal

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by alexupn, Sep 13, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    alexupn Superstar Veteran

    Joined:
    May 15, 2008
    Messages:
    13,315
    Trophy Points:
    267
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +504,906 / -1
    Tatkala aula gedung pertemuan dipenuhi oleh suara nyanyian dari beberapa siswa kelas lima yang menyanyikan lagu Hymne guru untuk perpisahan kakak kelas mereka , lagu itu seperti mengiris hati terdengarnya.
    “Terima kasihku ..kuucapkan ..pada guruku yang tulus ..Ilmu yang berguna ..selalu dilimpahkan ..untuk bekalku nanti …setiap hariku dibimbingnya ….!” Begitu sepenggal bait dinyanyikan anak anak yang polos dengan tetesan air mata para guru yang melepas muridnya ke jenjang sekolah menengah pertama.
    Belum berapa minggu dari nyanyian itu dikumandangkan , saya telah melepas seorang guru dalam pelukan saya , ketika koma yang tiba tiba selepas mengajar murid-muridnya , merenggut kesadarannya.
    Dua jam sebelum tak sadarkan diri ia bersalaman pada seluruh murid-muridnya dari kelas satu hingga kelas tiga , termasuk guru-guru dan penjaga sekolah . Ketika seorang anak menertawakan karena menganggap aneh tingkah lakunya dan meledek rambut kepalanya yang meranggas karena memang kepalanya sedikit botak dibagian belakang , ia melarang seorang guru lain yang hendak memarahi siswa itu. Bahkan ia memeluk murid itu dan mengusap rambutnya.
    Saat istrinya mengirimkan SMS memberitahu tentang keadaan suaminya pada saya sore itu juga , tak cukup waktu untuk bertanya ada apa gerangan pada dirinya. Yang bisa ditemui hanya sesosok tubuh tergeletak tak berdaya , dengan selang udara masuk dalam tenggorokan dan ventilator mengembang-kempiskan udara untuk membantu jalan nafasnya.


    Dokter memberitahu bahwa harapan hidupnya hanya setengah persen , maka harapan hidup itulah yang dipegang sebagai pangkal asa bagi keluarga. Saat status itu di sampaikan pada istrinya dan juga saya , lunglai tubuh seperti tanpa tulang menjalar pada diri istrinya , tak mungkin secepat itu menurutnya , bahkan teman teman sesama guru merasa belum genap beberapa jam sebelumnya ia masih meneriakkan suara didepan kelas , memimpin temannya sesama guru berjamaah diwaktu awal ashar dan tak ada pesan apa apa ketika perlahan ia merebahkan diri dan masih sempat memanggil istrinya melalui telephone genggamnya sambil menyapa lirih .” Ibu…Ibu…!.
    Dalam sekejap , Tuhan merenggut kesadarannya , Dia menidurkannya dalam ketenangan yang amat sangat , Jantungnya berdetak sempurna namun perlahan melemah dan di antisipasi dengan injeksi beberapa cairan ditangannya.
    Koma , akhirnya membatasi antara harapan dan ketiadaan . Istrinya hanya bisa menatap sambil berurai kesedihan ia tak tahu mengapa begitu cepat kejadian yang menimpa suami tercintanya padahal tak satupun gejala yang dikeluhkan . Saya hanya bisa menatap dan melafadzkan doa untuk laki laki tertua dalam keluarga yang dalam hidupnya sedikit sekali bicara kecuali jika berdiri didepan kelasnya.

    Malam itu sungguh pukulan berat bagi seorang istri , yang berharap suaminya dapat mendampingi membesarkan anak mereka yang masih SMP dan menyaksikan kebahagiaan demi kebahagiaan keluarga seiring datangnya waktu . Koma , meskipun bukan suatu akhir telah menjadikan harapan itu nyaris betul betul sirna dari sebuah buku rencana yang sudah digoreskan bersama sama dalam rasa sayang dan cinta bernama keluarga.

    Saya tak mampu memejamkan mata , ketika kalimat dokter terakhir mengiang ditelinga saya , “ Jika di Ikhlaskan , lebih baik peralatan yang ada di cabut saja karena kematian batang otak berarti adalah kematian secara klinis menurut ukuran medis, jika sudah tak ada harapan apa apa kami akan menyarankannya pada waktunya !”

    Dua malam terlewati , koma tak berubah menjadi yang lain , tetap saja koma. Saya meminta nasehat pada setiap orang yang mengerti tentang koma , dan juga meminta nasehat pada orang-orang yang sangat fasih mengenai agama. Semuanya berkata bahwa usaha yang kita lakukan adalah sekedar menunda saja ,keputusan akhir bukan pada peralatan tapi ada pada Allah Zat yang menggenggam jiwa manusia .

    Kematian , bukan sesuatu yang bisa dirancang , dalam benak saya mencabut peralatan adalah bagian dari suatu rancangan untuk menciptakan kematian . Saya tak ingin menjadi salah satu dari bagian yang menciptakan proses itu, berbekal harapan setengah persen usaha itu tetap kami lanjutkan.

    Sampai di kala subuh usai sujud pada yang Maha Agung, SMS menghampiri di pagi buta, isinya meminta saya untuk datang ke Rumah Sakit segera.

    Disana saya disambut oleh wajah tanpa harapan , sebuah kegalauan dalam ketidak mampuan untuk mengambil keputusan , hingga kalimat yang paling membuat saya tak ingin mendapatkannya meluncur dari mulut istrinya .

    “ Untuk suami yang saya tak ingin ia menderita, hari ini Jum’at saya menyerahkan kepada adiknya untuk memutuskan apa yang terbaik bagi kakak tercinta, saya istrinya memberi mandat sepenuhnya pada keputusan apapun yang diambil !” ia tak kuasa meneruskan kata katanya , saya hanya mematung dan menelaah apa arti kalimatnya . Dokter sudah memvonis bahwa harapan akhirnya tak pernah bisa menyelamatkannya , satu satunya cara untuk tidak menundanya adalah dengan melepas segala peralatan yang cuma membantu hidup secara artificial saja .

    Saya tak menyerah begitu saja , saya tunggu dokter yang memberikan putusan terakhir itu , dan hanya mendapatkan keterangan bahwa kematian batang otak sudah tidak bisa dicegah lagi.

    Dalam shalat jumat yang paling khusyuk yang pernah saya jalani , suara azan , kutbah ,iqomah hingga salam tahyatul akhir mengalir begitu saja dan membawa kekuatan tersendiri untuk mengambil keputusan yang terbaik.

    Selesai jumat , saya putuskan menanda tangani sebagi wakil keluarga dan memintakan juga tanda tangan istrinya. Ini bagaikan menandatangani sebuah kontrak kehidupan yang pada akhirnya menyelesaikan perjalanan hidup seseorang , meskipun tak ada yang tahu pasti kapan benar-benar seseorang manusia betul betul pergi , apakah satu menit setelah peralatan dicabut atau justru mukjizat datang bagi kesembuhan. Saya Cuma memastikan pada ahli medis di sana bahwa ini bukan sebuah euthanasia ?

    Yang mengejutkan ketika saya keluar dari ruang IGD , ratusan orang memenuhi ruang tunggu di sore itu , tak seperti biasanya pembesuk begitu banyak . Ada yang berseragam SMP , SMA , berdasi , casual , seragam kantor warna warni banyak sekali. Dua orang gadis menghampiri saya seraya sesenggukan dan menyalami serta menanyakan kondisi guru mereka, keduanya pegawai sebuah bank swasta mantan murid dari orang yang tengah berbaring dengan peralatan disekujur tubuhnya itu. Facebook telah menyebarkan berita dan membawa mereka ke berkumpul bersama di jumat sore itu.

    Saya meminta pada dokter untuk memindahkan pasien ke ruang isolasi yang lebih besar agar seluruh tamu dapat menjenguk dan berdoa bagi sahabat dan guru mereka.

    Menjelang petang , dalam dekapan saya pada tubuh yang menghadap kiblat , satu demi satu peralatan dilepas , iringan lafadz tahlil yang dikumandangkan para bekas murid , teman guru , kerabat , tetangga dan orang orang yang telah mendapatkan ilmu darinya bercampur dengan tangis yang beragam , kami mengiringi proses itu dengan berjuta perasaan , doa doa melepas kepergian mahluk Allah menggema ke arsy.

    Osciloscop pendeteksi jantung masih bergerak naik turun dalam lima menit pertama setelah semua peralatan dilepaskan , sementara pengakuan atas kekuasaan Allah dikumandangkan dalam kalimat tahlil banyak orang . Dimenit ke Sembilan suara denyut panjang menggema menandakan gelombang detak jantung merata ..hilang ..pergi ..dan tak pernah bisa kembali.

    Kepergian seorang guru , disikapi dengan berbagai ekspresi , murid yang sempat meledek tingkah dan rambut gurunya itu memukul mukul tembok dan ditenangkan oleh gurunya yang lain . Perasaan bersalah menderanya karena ia tak tahu bahwa guru yang ia sayangi dan tak pernah marah ternyata hendak memberi isyarat sebelum kepergiannya.

    Kepergian dari alam dunia pada seorang guru , meski menimpakan kesedihan namun terasa begitu sempurna prosesnya . Doa yang tak henti saat malaikat menjemput hingga ke liang lahat saat bumi menjemput tubuhnya pastilah hanya diperoleh oleh orang orang yang memiliki sumbangan besar pada dunia yang ditinggalkannya, yaitu ILMU.

    Maka ketika murid murid kecil di sekolah anak saya menyanyikan lagu untuk gurunya diacara perpisahan itu , ingatan saya melayang pada nama nama ibu wartini, bapak sasmadi, bapak naamin, ibu Armani, ibu halimah ,Bapak Giroth, bapak Tutang , bapak boradi , bapak asrul , dan guru guru lain yang tak bisa saya sebutkan satu persatu baik yang masih hidup maupun yang telah pergi…. . Dan terutama yang membuat air mata bergulir adalah ingatan saya pada seseorang , yang bukan seorang jenderal, manajer, VP, Presiden, hartawan atau jabatan prestise lainnya, ia hanya seorang guru SMP yang begitu dicintai murid-muridnya hingga akhir hayatnya yang pergi didalam pelukan saudaranya… Selamat jalan Mas Heru Suyanto !

    Semoga Ilmu yang diberikannya selama hidup dapat mengalirkan pahala bagi perjalanan di kehidupan akhiratnya kelak dan dapat menjadi bekal bagi muridnya dalam mengarungi dunia ini ..Amin
    ” ….Terima kasihku guruku..”


    source:
    Code:
    http://edukasi.kompasiana.com/2011/09/13/kemuliaan-guru-melebihi-seorang-jenderal/
     
    • Thanks Thanks x 4
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    YoungGunners Superstar Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 18, 2010
    Messages:
    10,065
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +173,954 / -2
    jadi inget Guru2 semasa di SMA :terharu:

    "terimah kasih pak guru (pak colle, pak firdaus, pak mappi etc)"

    :sedih:
     
  4. Offline

    bigbangg Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 9, 2011
    Messages:
    501
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +6 / -0
    guru memang pahlawan tanpa tanda jasa :sedih:
     
  5. Offline

    saoyuan Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 13, 2009
    Messages:
    2,037
    Trophy Points:
    97
    Ratings:
    +364 / -0
    jadi inget guru SMA ane yang baik tapi keras,saat meninggal yang datang bukan cuma murid yang belum lulus, tapi juga yang dah lulus dan dah kerja
     
  6. Offline

    Setchi Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 12, 2012
    Messages:
    468
    Trophy Points:
    27
    Ratings:
    +976 / -0
    jadi ingat guru di skolah nih, banyak banget dari mereka yg sangat membantu kita
     
  7. Offline

    elevensupernovas Beginner Members

    Joined:
    Dec 19, 2010
    Messages:
    256
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +13 / -0
    aduh jadi inget guru kesayangan gw, beliau malah gw anggap temen :(
     
  8. Offline

    an_syahr Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 31, 2012
    Messages:
    54
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +2 / -0
    Guru adalah pahlawan yg tak dapat dihtung jasanya, suatu pekerjaan yg mulia..
     
  9. Offline

    Byakofunky Silent Reader Members

    Joined:
    May 20, 2012
    Messages:
    52
    Trophy Points:
    27
    Ratings:
    +1,072 / -0
    awalnya sih malas ngebaca, eh makin di baca makin mengharukan..
    guru di SMA sih baik2..
    hiks hiks.. terharu
     
  10. Offline

    Alvy48 Beginner Members

    Joined:
    Mar 17, 2012
    Messages:
    249
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +9 / -0
    Intinya guru kita orang paling berjasa bagi kita setelah orang tua kita
     
  11. Offline

    just_usam Silent Reader Members

    Joined:
    May 31, 2012
    Messages:
    156
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +5 / -0
    Emang efek dari pengajaran sebuah guru itu sulit kalau dilihat dalam jangka waktu yg pendek.

    Nanti pas kita udah dewas baru deh ngerti....
     
  12. Offline

    queenoftheearth Beginner Members

    Joined:
    Aug 11, 2010
    Messages:
    270
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +4 / -0
    jadi teringat sama para guru2 saya waktu sma dulu, yang bener2 perhatian dan care sama semua siswanya..
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.