1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Kekuatan Tanpa-Kekerasan

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by fallofthe3rdreich, Apr 1, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    fallofthe3rdreich Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,976 / -0
    salah satu cerita chickensoup fav-ku....
    :panda::panda::panda:


    Kekuatan Tanpa-Kekerasan

    Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh dipedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.

    Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.

    Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, “Ayah tunggu kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.” Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah saya.

    Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18:00.

    Dengan gelisah ayah menanyai saya, “Kenapa kau terlambat?”

    Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga saya menjawab, “Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu.” Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong.

    Lalu ayah berkata, “Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik.”

    Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.

    Sejak itu saya tidak pernah akan berbohong lagi.

    Seringkali saya berpikir mengenai episode ini dan merasa heran. Seandainya ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa-kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa-kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin.

    Itulah kekuatan tanpa-kekerasan.

    Dr. Arun Gandhi adalah cucu Mahatma Gandhi dan pendiri Lembaga M.K.Gandhi untuk Tanpa-Kekerasan

    Pada tanggal 9 Juni ia memberikan ceramah di Universitas Puerto Rico dan bercerita bagaimana memberikan contoh tanpa-kekerasan yang dapat diterapkan di sebuah keluarga.
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Keikokukien Beginner Members

    Joined:
    Jul 19, 2009
    Messages:
    208
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +8 / -0
    kalo jaman skrg mah.. da gk ada yg kek gini gan.. adana enteng tangan semua.. tabok gebug maki2.. wkakaka
     
  4. Offline

    cahyo_pwkm Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 20, 2008
    Messages:
    1,536
    Trophy Points:
    112
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +264 / -0
    wew. ampir sama kyk cara bokap gw.
    tapi ga ampe pulang jalan kaki....
     
  5. Offline

    fallofthe3rdreich Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,976 / -0
    iya sih, makanya tak angkat disini...
    buat pelajaran buat temen2 yg dah punya anak ato berkeluarga
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  6. Offline

    alone1break Beginner Members

    Joined:
    Mar 30, 2010
    Messages:
    238
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +83 / -0
    haL kaya' gini cuma berlaku untuk anak-anak SMA keatas gan.. kaLo masih keciL gak bakaL bisa diajarin dengan cara begini.. mereka bLM paham,.
     
  7. Offline

    fallofthe3rdreich Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,976 / -0
    :panda::panda:
    sebenarnya setuju saya sama situ bro,
    tidak harus SMA keatas bro....
    anak SMA jaman sekarang kayanya digituin juga masih tetap sama aja...
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  8. Offline

    alone1break Beginner Members

    Joined:
    Mar 30, 2010
    Messages:
    238
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +83 / -0
     
  9. Offline

    RAWAPESONA Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 8, 2010
    Messages:
    671
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +689 / -0
    tak baik menggunakan kekerasan...(*_*)
     
  10. Offline

    fallofthe3rdreich Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,976 / -0
    [/QUOTE]yah itu mah dasar anaknya bebaL... :voodoo::gakdenger::fufufu: tapi masih bisa diusahain kan.. kaLo anak keciL mah diusahain jg ga bisa..
    mereka bLm paham inti dari apa yg kita lakuin... :rokok:[/QUOTE]

    temen saya yg psikiater bilang bahw usia terbaik untuk mendidik anak tuh umur 4-7 tahun.
    apabila mereka diajari pada umur segitu (jangan mrokok, narkoba dll)
    akan diingat terus seumur hidup....
     
    Last edited: Apr 15, 2010
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.