1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Janet, Janet, Cintaku Tertambat di Ubud

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by apple_juice, Oct 19, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    apple_juice Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 30, 2009
    Messages:
    477
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +855 / -0
    Janet de Neefe seorang penggagas ubud writers and read festival,,kenapa dia pindah ke ubud,,,yo ah liat sejarahnya,,,
    hehehehehe

    Saat mengunjungi Ubud pada usia 15 tahun, Janet De Neefe (50) tak pernah berpikir apalagi bercita-cita menjadi warga Ubud. Ia hanya pelancong yang mengagumi Bali setelah membaca brosur-brosur wisata.

    Semuanya berubah ketika ia bertemu Ketut Suardana (51), lelaki asli Ubud, Bali, pada kunjungan berikut. Cintanya benar-benar tertambat. Janet, Janet, alam Ubud jadi semakin romantis bahkan seksi….

    Sewaktu memutuskan menikah dengan Ketut pada 1989, Janet merasa seperti terjun ke dalam kolam. ”Saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Tetapi saya tahu, saya bahagia karena mencintai daerah ini,” ujar penggagas dan Direktur Ubud Writers and Readers Festival ini.

    Malam sudah beranjak menuju titik puncak. Saat kami masih berbincang, Rabu (7/10), jalan-jalan di depan Casa Luna, restoran bercita rasa Spanyol dengan sentuhan Bali, itu mulai sepi. Mata Janet sedikit memerah. Kelihatan ia sangat lelah setelah seharian mondar-mandir mempersiapkan pembukaan festival tahunan yang dihadiri ratusan penulis dari berbagai negara itu.

    Ubud, bagi Janet, ibarat desa impian di mana ia mendapatkan apa yang disebut kehangatan keluarga. Itulah sebabnya pada awal tahun 1990-an, ia secara total memutuskan menjadi warga negara Indonesia. ”Ibu saya di Melbourne yang tak habis pikir. Dia bilang nanti kalau sakit bagaimana, kalau begini bagaimana,” tutur Janet masih dengan senyum yang mengembang dari bibir tipisnya itu.

    Perempuan kelahiran 9 Juli 1959 ini mengakui tidak mudah memutuskan berpindah kewarganegaraan. ”Tetapi, buat saya menjadi orang Indonesia itu penuh sensasi…,” katanya.

    Sensasi itu, misalnya, pada suatu hari ia bepergian ke Selandia Baru. Ketika tahu ia memegang paspor Indonesia, petugas imigrasi setempat secara tiba-tiba mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menurut dia bodoh. ”Mereka tanya mau berapa lama di sini, apa isi tas saya, berapa bawa uang… dan begitu terus. Padahal kalau saya pegang paspor Australia pasti tak akan pernah ditanya, ha-ha-ha…,” ujar Janet.

    Janet justru menikmati saat-saat penuh sensasi itu. Ia merasa perjalanannya ke berbagai tempat jadi begitu mengesankan. Di luar alasan itu, baginya cukup penting menjadi Indonesia karena ia bersama suaminya, Ketut Suardana, memiliki beberapa bisnis restoran, toko roti, dan bar.

    Cita rasa

    Bisnis restoran yang dijalankan Janet bukan sekadar mengeduk keuntungan. Perempuan yang memang gemar melakukan petualangan memasak ini selama bertahun-tahun melakukan eksperimen ”mengaduk-aduk” cita rasa masakan Bali dengan Barat. Hasilnya tidak saja dipresentasikan di Casa Luna dan Indus Restaurant miliknya, tetapi juga dalam buku berjudul Fragrant Rice yang diterbitkan tahun 2003.

    Buku ini berisikan resep-resep masakan Bali dan Indonesia beserta cuplikan peristiwa pertemuannya dengan sebuah makanan. Janet juga menuliskan hasil eksperimentasinya terhadap cita rasa sebuah menu masakan. ”Saya biasa memasak dengan orang-orang kampung. Dan tahu, lidah saya sudah sungguh Bali, biasa dengan rasa pedas dan asin…,” katanya.

    Kecintaan dan ketotalan menceburkan diri dalam ”kolam” bernama Bali membuat Janet ingin menjadi manusia Bali dalam pengertian paling paripurna. Ia lebih total dibandingkan romantika yang dijalani Rudolf Bonnet, si pengembara yang mengajari orang-orang Ubud melukis modern dalam kelompok Pita Maha. Ketika masih hidup dan sesudah kembali ke Belanda, Bonnet menulis wasiat agar jika meninggal jasadnya dikremasi dan abunya ditaburkan di tanah Bali.

    Janet lebih dari itu. Ia memilih benar-benar menjadi bagian dari Ubud. Bahkan ia menyodorkan jalan lain, yang tidak terpikirkan siapa pun, dengan menggelar perhelatan para penulis dan pembaca berskala internasional di Ubud.

    ”Di sini saya benar-benar memulai jadi manusia dan di sini pula saya ingin menyelesaikan segala sesuatunya,” tutur ibu dari Dewi, Khrisna, Laksmi, dan Arjuna ini. Janet bersama suami dan anak-anaknya tinggal di Banjar Ubud Kelod, Kecamatan Ubud, Gianyar. Sebagai warga banjar, Janet dengan senang hati mengikuti seluruh prosesi ritual yang nyaris setiap hari digelar di Ubud. ”Kalau saya sudah lihat ada upacara, sensasinya berhari-hari akan saya ingat,” kata dia.

    Ubud memang seperti desa yang tak henti diberkati para dewa. Ia senantiasa memanggil para petualang seperti Rudolf Bonnet, Walter Spies, Antonio Blanco, Arie Smit, Janet De Neefe, serta banyak lagi para pelancong yang akhirnya menjadi warga setempat.

    ”Ada sinergi antara alam, budaya, dan tradisi yang membuat saya tidak bisa bilang apa-apa lagi, kecuali tetap di sini,” tutur Janet. Mungkin itu juga berkah dari dewa, Janet, Janet.…

    [​IMG]

    http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/11/02481738/janet.janet.cintaku.tertambat.di.ubud#

    sorry kalau :repost: Yau gan,,
    hehehehe

    :piss::piss::piss::piss::piss:
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    andidragon Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 27, 2009
    Messages:
    198
    Trophy Points:
    56
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +5 / -0
    Gak ngerti gw ceeritanya... :panda:
     
  4. Offline

    apple_juice Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 30, 2009
    Messages:
    477
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +855 / -0
    hehehe,,,
    jadi dia kawin ama orang bali gitu deh gan,,
    terus jadi orang indonesia deh,,,

    :piss:

    :piss:

    :piss:
     
  5. Offline

    MiniMaximA Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 12, 2008
    Messages:
    1,040
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +40 / -0
    Orang asing lebih cinta dengan bali daripada warga indonesia sendiri.
    Hebat yah.
     
  6. Offline

    jdorama_lover Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 7, 2009
    Messages:
    104
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +9 / -0
    oh ini yah ada di kompas
    orang bule yang tergila-gila sama bali
     
  7. Offline

    rizzanr Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 13, 2009
    Messages:
    2,794
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,411 / -0
    yg pelukis itu bukan
    khan dulu ada pilm nya d tv
     
  8. Offline

    Ed_hmw Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 21, 2009
    Messages:
    100
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +0 / -0
    Hahaha.. Gw sebagai orangBali jadi tersanjung nih. Hahaha..
     
  9. Offline

    zeinkawaii Beginner Members

    Joined:
    Mar 27, 2010
    Messages:
    218
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +0 / -0
    terkenal ya???
    gw g pernah beli koran
     
  10. Offline

    rumput Superstar Veteran

    Joined:
    Jan 8, 2010
    Messages:
    19,991
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +555,599 / -0
    benaernya banyak kan bule yang tergila gila sama bali.. jangankan bule saya aja tergila gila juga.. :hehe:

    pernah ke ubud sekali.. seperti desa seni.. rasanya setiap warganya cinta dengan seni...
     
  11. Offline

    sinra Superstar Veteran

    Joined:
    Jun 26, 2010
    Messages:
    16,985
    Trophy Points:
    267
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +28,244 / -0
    cinta tidak mengenal tempat :terharu:

    belum pernah ke bali :madesu:
     
  12. Offline

    vonz_aqss Beginner Members

    Joined:
    May 14, 2010
    Messages:
    351
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +4 / -0
    wah, ane bangga jadi orang indonesia nih
    sayang ane tinggalnya kagak di Bali dah
    ane jadi penasaran kan gmn rasanya tinggal di Bali
     
  13. Offline

    kampungkali Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 12, 2011
    Messages:
    179
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +1,503 / -0
    ijin nyimak dolo..
     
  14. Offline

    kalaznikov Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 26, 2009
    Messages:
    20
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +3 / -0
    mantap dah, saking cintanya dia ama bali . .

    jadi pengen ke bali, hoho
     
  15. Offline

    eljirg Silent Reader Members

    Joined:
    Jan 9, 2010
    Messages:
    50
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +3 / -0
    Ane jadi pengen ke bali gan, mungkin bisa nemu kisah cinta yang menarik disana ahahaha
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.