1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Other Indonesia 1986-87, Saat Merah Putih Berkibar

Discussion in 'History and Culture' started by blacksheep, May 30, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    blacksheep Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 23, 2008
    Messages:
    4,600
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +24,958 / -0
    [​IMG]
    Ricky Yakobi (kiri) dan kawan-kawan saat mengalahkan Burma (sekarang Myanmar) 4-1 di semifinal SEA Games 1987. Indonesia akhirnya tampil sebagai juara untuk pertama kalinya.

    "Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku.... Indonesia raya merdeka-merdeka, hiduplah Indonesia raya…."


    JUTAAN anak bangsa tak kuasa menahan haru mendengar lagu kebangsaan "Indonesia Raya" berkumandang di langit biru. Rasa bangga tak terkira, karena hanya para juaralah yang berhak menyanyikan lagu kebangsaannya di arena pertarungan antarbangsa. Dan, timnas Indonesia berhak menyanyikan lagu sakral tersebut sebagai imbalan mengangkangi medali emas SEA Games 1987. Untuk pertama kalinya pula, sepak bola Indonesia mampu mengibarkan bendera Merah Putih di kejuaraan antarbangsa.

    Saat itu, langit bulan September betul-betul terasa biru bagi rakyat Indonesia. Lewat gol tunggal Ribut Waidi di menit ke-91 ke gawang Malaysia di partai final, untuk pertama kalinya Indonesia bisa merengkuh medali emas sepak bola di ajang SEA Games.

    Ini merupakan trofi antarbangsa pertama yang pernah direbut timnas Indonesia. Dominasi Thailand dipatahkan. Kekuatan Malaysia dibenamkan. Sungguh prestasi yang heroik. “Pendahulu-pendahulu kami juga tak kalah hebatnya, tapi mereka tidak pernah berhasil mempersembahkan gelar juara. Wajar jika kami sangat bangga atas prestasi ini,” ujar Patar Tambunan, gelandang kanan yang ikut berandil mempersembahkan medali emas SEA Games 1987, Selasa (21/12).

    Tidak hanya Patar Tambunan yang patut berbangga hati. Semua pecinta bola Indonesia pastilah ikut bangga. Melihat prestasi timnas Indonesia kala itu, semua warga yang punya KTP Indonesia bisa sedikit mendongakkan kepala. Indonesia bukan lagi tim macan kertas. Indonesia adalah yang terkuat, setidaknya di Asia Tenggara.

    “Malah kami juga terhitung 4 besar di Asia,” ucap striker legendaris Indonesia, Ricky Yakobi, Selasa (21/12). Statement Ricky bukan sekadar bualan. Satu tahun sebelumnya, tim perebut medali emas SEA Games 1987 ini berhasil menapaki babak semifinal Asian Games 1986. Ini adalah prestasi tertinggi dalam lembaran sejarah sepak bola nusantara. Yang hingga saat ini, Indonesia belum bisa mengulanginya.

    BERSATU LUAR DALAM
    Tak dapat disangkal, timnas Indonesia 1986-87 merupakan timnas terhebat yang pernah dimiliki Indonesia—jika ukurannya trofi antarbangsa. Saat itu Indonesia punya pemain besar semacam Herry Kiswanto, Rully Nere, Robby Darwis, dan Ricky Yakobi. Talenta hebat yang kemudian berpadu dengan pelatih tak kalah hebat, mendiang Bertje Matulapelwa.

    “Bertje adalah pelatih hebat. Prinsip open management yang diterapkannya mampu menciptakan iklim tim yang kondusif,” kenang asisten pelatih Bertje kala itu, Sutan Harhara, Selasa (21/12).

    Prestasi Indonesia kala itu memang tak bisa dilepaskan dari sosok pelatih yang dijuluki "Sang Pendeta" tersebut. Dia bisa menyatukan pemain dari unsur yang berbeda, Galatama dan Perserikatan. Patut dicatat, saat itu beredar rumor bahwa pemain alumni Galatama tidak begitu akur dengan alumni Perserikatan.

    Embrio generasi emas itu terbentuk, pada akhir 1985. Setelah proyek timnas Garuda 1 selesai, PSSI memberikan mandat kepada Bertje guna membentuk tim baru. Mandat yang berat, pasalnya mental Indonesia sedang terpuruk setelah dibantai Thailand 0-7 di SEA Games 1985.

    Bertje mencoba membangkitkannya. Dengan lugas dia mengumpulkan talenta berbakat dari Galatama (seperti Ricky Yakobi dan Nasrul Koto), Perserikatan (Robby Darwis, Ribut Waidi, dll) dan sejumlah alumni Garuda 1 (semacam Patar Tambunan dan Marzuki Nyak Mad).

    Proses pembentukan tim yang padu, ujar Sutan Harhara, ternyata gampang-gampang susah. Saat tim sudah lumayan padu, pada medio 1986 iklim tim hampir rusak karena masalah duit. Uang saku dari PSSI kepada pemain dinilai terlalu minim.
    Bayangkan saja, hadiah dari KONI untuk medali emas hanya Rp 1 juta per pemain. Sedangkan uang saku per bulannya selama pelatnas tak kalah mepet, kurang dari Rp 750.000/bulan. Herry Kiswanto berkisah, dia bersama semua anggota tim pernah meminta kenaikan uang saku.

    Sayang, tuntutan tersebut tak digubris. Patah semangat? Untungnya tidak. Panggilan membela negara, ujar Herry Kiswanto, jauh lebih penting. Berkat suntikan semangat dari Bertje, para pemain Indonesia membuang jauh-jauh nafsu mengumpulkan duit. Yang tertanam hanya satu kalimat, kibarkan Sang Merah Putih di langit internasional. Tim Merah Putih di tangan Bertje, sebulan sebelum Asian Games digelar, sempat melakukan uji coba lebih dari sebulan di Brasil. Formasi baru 4-3-3 yang memasang Ricky Yakobi sebagai striker tunggal ternyata lumayan paten. Hasilnya terbaca pada Asian Games 1986. Indonesia lolos ke semifinal. Sayang untuk kemudian kandas di tangan Korea Selatan.

    Seusai Asian Games, Bertje melakukan perubahan besar. Ban kapten dipindahkan dari lengan Herry Kiswanto ke Ricky Yakobi. Padahal, umur Ricky kala itu baru 23. “Bertje ingin melakukan regenerasi. Dan, aku merasa sudah saatnya dilakukan,” ujar Herry.

    Regenerasi itu berlangsung cemerlang. Indonesia benar-benar terbang tinggi di SEA Games 1987 Jakarta. Di hadapan pendukung setia, Indonesia tampil trengginas. Seusai membabat Burma 4-1 di semifinal, Indonesia menjinakkan Malaysia 1-0 di partai puncak.

    Indonesia juara. Merah Putih pun berkibar di langit Asia Tenggara. (yoyok/SOCCER)

    Fakta timnas Indonesia 1986-87
    Pelatih: Bertje Matulapelwa
    Skuad: Ponirin Meka, Jaya Hartono, Robby Darwis, Herry Kiswanto, Marzuki Nyak Mad, Sutrisno, Budi Wahyono, Patar Tambunan, Nasrul Koto, Rully Nere, Azhary Rangkuti, Ricky Yakobi, Ribut Waidi.
    Prestasi: Semifinal Asian Games 1985, Juara SEA Games 1987

    Raihan Timnas PSSI di level SEA Games
    Indonesia baru resmi ikut ajang SEA Games pada 1977. Selama kurun itu hingga saat ini, Indonesia hanya sempat 2 kali terbang tinggi. Pertama pada SEA Games 1987. Kedua pada 1991. Setelah itu prestasi Tim Merah Putih cenderung melorot.

    1977 - Semifinal
    1979 - Peringkat ke-2
    1981 - Peringkat ke-3
    1983 - Penyisihan grup
    1985 - Semifinal
    1987 - Juara
    1989 - Peringkat ke-3
    1991 - Juara
    1993 - Semifinal
    1995 - Penyisihan grup
    1997 - Peringkat ke-2
    1999 - Peringkat ke-3
    2001 - Semifinal
    2003 - Penyisihan grup
    2005 – Semiifinal
    2007 – Penyisihan gup
    2009 – Penyisihan grup
    Code:
    http://bola.kompas.com/read/xml/2009/12/11/08112496/indonesia.1986-87.saat.merah-putih.berkibar
     
    • Like Like x 6
    • Thanks Thanks x 6
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Kazesimi Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 19, 2010
    Messages:
    733
    Trophy Points:
    92
    Ratings:
    +526 / -0
    pantes aja bola ..... kirain kemerdekaan

    thx info nya ^^ ~~ :lol:
     
  4. Offline

    khuma_putry Senpai Regional Leader

    Joined:
    Nov 7, 2009
    Messages:
    5,416
    Trophy Points:
    227
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +114,483 / -8
    berarti dulu Bola d Indonesia sangat Yahud ya...dan tinggal sejarah ajjah

    tapi sayang sekarang Koit. melawan negara tetangga ajjah dah keok setengah mati. :dead:
     
  5. Offline

    FAJRATSYAH Beginner Members

    Joined:
    May 7, 2009
    Messages:
    380
    Trophy Points:
    121
    Ratings:
    +5,235 / -0
    Kebanyakan pemain asingnya..... jadi pemain lokal nggak terpakai.
     
  6. Offline

    jinggabook Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 16, 2009
    Messages:
    75
    Trophy Points:
    61
    Ratings:
    +904 / -0
    yee .. kirain tentang perang ato apa hehehe ...
     
  7. Offline

    ethnique_prince Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 12, 2009
    Messages:
    664
    Trophy Points:
    126
    Ratings:
    +2,020 / -0
    PSSI skrng mah beda jauh sama yg dulu...
    hrusnya bikin peraturan kayak liga inggris, tiap tim wajib mendaftarkan 8 pemain muda lokal.
    biar negara pnya generasi penerus..
     
  8. Offline

    ethnique_prince Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 12, 2009
    Messages:
    664
    Trophy Points:
    126
    Ratings:
    +2,020 / -0
    PSSI skrng mah beda jauh sama yg dulu...
    hrusnya bikin peraturan kayak liga inggris, tiap tim wajib mendaftarkan 8 pemain muda lokal.
    biar negara pnya generasi penerus..

    ===========

    Wah, maap dopost..
    :maaf:
     
  9. Offline

    nurend Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 10, 2009
    Messages:
    6,972
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +65,609 / -0
    padahal indonesia di tangan gw cuma kalah dari brazil di final PD 2018
    (versi FM sih)
     
  10. Offline

    sidakep Members

    Joined:
    Aug 23, 2009
    Messages:
    5
    Trophy Points:
    2
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4 / -0
    wuih jamannya kang robby darwis mah gada penyerang lawan yang bisa lewat tuh...
     
  11. Offline

    rientoatonomos Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 29, 2010
    Messages:
    998
    Trophy Points:
    126
    Ratings:
    +257 / -0
    kalo pemain dulu walopun dapet bonus kecil pemainnya tetep punya kemauan untuk menang....

    trus pemaen skarang walopun dijannjiin bonus gede juga gak ada semangat2nya.....:hot:
     
  12. Offline

    blackboy69 Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 5, 2010
    Messages:
    31
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +2 / -0
    Nasionalisme udah redup banget gan...
    perekrutan pemain timnas juga mesti dipertanyakan
     
  13. Offline

    ipang_asik Silent Reader Members

    Joined:
    Dec 1, 2009
    Messages:
    37
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +37 / -0
    waduh bikin bangga ajah,,..
    dua pemainnya rekan satu kantor sayah tuh gan
    bang patar tambunan sama bang marjuki nyakmad
     
  14. Offline

    vishnu91 Beginner Members

    Joined:
    Mar 29, 2010
    Messages:
    243
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +125 / -0
    sep bangga sama indonesia dahulu kala.. hahahahha...
     
  15. Offline

    muchitsuru Beginner Members

    Joined:
    Sep 8, 2009
    Messages:
    255
    Trophy Points:
    17
    Ratings:
    +17 / -0
    yah...
    rasa nasionalisme emang pemacu semangat yang gak pernah ada habis2nya buat nyingkirin nafsu egoisme dan soal duit. dan juga buat menyatukan tujuan utama sebagai pembela nama baik bangsa di kancah internasional.
    sayangnya, ngeliat kondisi per"nyepak-bola"an Indonesia segini ter-ter-ter-puruknya. ck....ck...ck...
    apa suporter, pemain, ma PSSI lupa sama rasa nasionalisme dan menjaga citra baik bangsa?
    kalo emang citra bangsa kita ini dah buruk, gak usah ditambah2in buruk lah....
    susah ntar buat diperbaiki.
    yah.... (masih tetap) berharap aja ada langkah positif, sekecil apapun, untuk memajukan mental bangsa ini.
     
  16. Offline

    mikawidhi Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 24, 2010
    Messages:
    193
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +35 / -0
    kalo sekarang mah... pengurusnya maho semua gan...
     
  17. Offline

    sasrabahu Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 26, 2010
    Messages:
    702
    Trophy Points:
    92
    Ratings:
    +1,050 / -0
    bangga juga indonesia pernah juara wlopun sekelas sea games :top:
    yg harus dibenahi adalah kecoa2x yg ada di PSSI yg taunya cuman duit doang :hulk:
     
  18. Offline

    sinichi_t Silent Reader Members

    Joined:
    Jun 25, 2010
    Messages:
    23
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    thanks infonya...
    sayang di era millenium ini Team Sepak bola kita gak pernah juara...
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.