1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Other [Hall of Fame] Jejak Perjalanan Lounge Taman Flora Fauna

Discussion in 'Flora dan Fauna' started by shinigamidika, Apr 19, 2012.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    ryanzpratama Αἰγόκερως Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 19, 2012
    Messages:
    23,675
    Trophy Points:
    242
    Ratings:
    +30,481 / -45
    Scarlet Macaw (Ara macao)









    Makaw Skarlet (Ara macao) adalah makaw yang berukuran besar dan penuh warna. Mereka merupakan hewan yang hidup di hutan tropis Amerika. Persebaran mereka dari tenggara Mexico sampai Hutan Amazon dibagian Peru, Bolivia dan Brazil di dataran rendah sampai pada ketinggian 500 m (1,640 kaki) dan naik pada ketinggian 1.000 m (3,281 kaki). Burung ini telah mengalami Kepunahan Lokal melalui perusakan habitat dan penangkapan untuk perdagangan paruh bengkok, tetapi burung ini masih tersebar luas dan umum. Dahulu, mereka tersebar dari utara sampai selatan Tamaulipas. Burung ini masih dapat ditemukan Pulau Coiba. Makaw Skarlet merupakan Burung nasional Honduras.

    Deskripsi
    Panjang sekitar 81 sentimeter (32 in), dimana lebih dari setengahnya adalah runcing. Berat rata-rata adalah sekitar 1 kg (2,2 lb). Bulu burung ini kebanyakan merah, tapi bulu ekornya berwarna biru terang. Bulu sayap yang lebih besar berwarna kuning, sisi atas bulu-bulu sayap berwarna biru gelap seperti juga ujung bulu ekor, dan bawah dari bulu-bulu sayap dan ekor berwarna merah gelap dengan permainan warna emas metalik. Beberapa individu mungkin memiliki warna hijau di sayap.

    Ada kulit putih terang di sekitar mata sampai ke paruh. Bulu putih kecil yang terkandung di bagian wajah. Satu-satunya perbedaan usia adalah bahwa burung muda memiliki mata gelap, dan burung dewasa memiliki mata kuning muda. Suara Macaws Scarlet terlihat sangat keras, tinggi dan kadang-kadang bernada rendah, ocehan serak, berderit dan jeritan dirancang untuk memanggil kelompok mereka. Mereka juga dipelihara sebagai hewan peliharaan di banyak negara.


    Tingkah Laku
    Scarlet Macaw dapat hidup sampai 50 tahun di penangkaran, meskipun, umur yang lebih umum adalah sekitar 30 sampai 40 tahun. Mereka luar biasa keras kepala.

    Scarlet Macaws makan kebanyakan buah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian, termasuk biji besar, biji keras. Sebuah penampakan yang khas adalah cuman seekor atau sepasang yang terbang di atas kanopi hutan, meskipun di beberapa daerah ternak dapat dilihat.


    Penyebaran dan habitat
    Macaws Scarlet berasal dari hutan hujan dataran rendah lembab subtropis, hutan terbuka, tepi sungai, dan sabana Tengah dan Amerika Selatan. Habitat dari Amerika Tengah Scarlet Macaw adalah melalui daerah timur dan selatan ekstrim dari Meksiko dan Panama, tetapi juga melalui Guatemala dan Belize, sedangkan populasi Amerika Selatan memiliki berbagai pilihan yang menutupi lembah Amazon; memperluas ke Peru timur Andes , ke Bolivia, dan Paraguay.

    Di Panama, sementara umumnya jarang terllihat di daratan, Macaws Scarlet masih dapat ditemukan di pulau Coiba.

    Sebelum penurunan jumlah populasi Macaw Scarlet, banyak distribusi macaw dari Kosta Rika. Namun, pada 1960 Macaws Scarlet telah menurun dalam jumlah karena beberapa faktor, terutama berburu, perburuan, dan perusakan habitat melalui deforestasi untuk budidaya pisang dan peternakan. Faktor-faktor lain yang menekan populasi Macaws Scarlet di Kosta Rika, di mana mereka sebelumnya menempati sekitar 42.500 kilometer persegi (16.400 sq mi) dari wilayah total nasional negara itu 51.100 km², meninggalkan populasi di awal 1990-an diisolasi hanya dua daerah di Pantai Pasifik dari Kosta Rika, Carara Taman Nasional dan Peninsula de Osa. Pada 1993 survei menunjukkan Macaws Scarlet hanya menduduki 20% (9.100 km²) daerah mereka di Costa Rica. Macaws mencapai kematangan seksual di usia lima tahun, dan sepasang macaw dapat mempertahankan kemitraan monogami selama bertahun-tahun.
    Habitat Scarlet Macaws dianggap kisaran garis lintang terbesar untuk setiap burung di Ara genus, sebagai kisaran teritorial perkiraan maksimum meliputi 6.700.000 km². Namun demikian, habitat Macaw Scarlet yang terfragmentasi, dan burung tersebut sebagian besar terbatas pada populasi kecil tersebar di seluruh rentang aslinya di Amerika Tengah.



    [TH="background-color: #90EE90, colspan: 2, align: center"]Scarlet Macaw[/TH]



    [TH="background-color: #90EE90, colspan: 2, align: center"]Scientific classification[/TH]






















    [TH="background-color: #90EE90, colspan: 2, align: center"]Binomial name[/TH]


    [​IMG]
    Kingdom Animalia
    Phylum Chordata
    Class Aves
    Order Psittaciformes
    Family Psittacidae
    Genus Ara
    Spesies A. macao
    Ara macao
    (Haworth) Britton & Rose​

    Sumber:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Scarlet_Macaw


     
    Last edited by a moderator: Dec 25, 2013
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    scarlet26 Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 17, 2011
    Messages:
    3,682
    Trophy Points:
    222
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +18,878 / -3





    [TH="background-color: #00FF00, colspan: 2, align: center"]
    Melati Putih - Jasminum sambac
    [/TH]






    [​IMG]
    [​IMG]



    [TH="background-color: #00FF00, colspan: 2, align: center"]Melati Putih[/TH]



    [TH="background-color: #00FF00, colspan: 2, align: center"]Klasifikasi Ilmiah[/TH]






















    [TH="background-color: #00FF00, colspan: 2, align: center"]Nama Binomial[/TH]


    [​IMG]
    Kerajaan: Plantae
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Ordo: Lamiales
    Famili: Oleaceae
    Genus: Jasminum
    Spesies: Jasminum sambac
    Jasminum sambac


    Morfologi

    Melati dapat digolongkan sebagai semak, bisa juga agak merambat. Melati merambat dengan "berantakan" (terjurai), atau "longgar" ketika masih muda. Batangnya bulat berkayu dengan tinggi 0,3-3 meter. Ia memiliki batang yang bercabang, dan berwarna coklat. Daun melati putih berjenis tunggal, tangkai daun pendek, dengan ukuran sekitar 5 mm, dengan letak yang berhadapan. Helaian daunnya berbentuk bulat telur, hingga menjorong, ujungnya runcing, pangkalnya membulat, tepinya rata, tulang daunnya menyirip, dengan ukuran 5-10 cm × 4-6 cm. Perbungaannya termasuk majemuk, tumbuh di ketiak daun, terbatas dengan jumlah 3 bunga atau sebuah tandan padat dengan banyak bunga. Bunganya tunggal atau berpasangan (di varietas kultivasi), dengan 7-10 ruas kelopak, panjang 2,5-7 mm, berbulu halus, panjang tabung mahkota 7-15 mm, sebanyak 5 cuping, bundar telur atau lonjong, panjang 8-15 mm, kebanyakan putih, beraroma kuat. Mahkota bunganya berbentuk lembaran mengerut, seperti terompet, yang berwarna putih, dan berbau wangi. Buahnya termasuk buah buni, mengkilap, dan berwarna hitam, dan dikelilingi kelopak. Beberapa varietas melati berbunga ganda dikenal tidak menghasilkan buah.

    Akarnya termasuk tunggang, sulit untuk dipatahkan, -kalaupun dipatahkan-, bekasnya tidak rata, dan juga tidak berserat. Akarnya berbuku-buku/membesar.



    Makna Penting

    Melati putih ditetapkan sebagai bunga nasional Filipina sejak tahun 1934 oleh Gubernur Jenderal Filipina, Frank Murphy, melalui proklamasi No. 652. Orang Filipina merangkai jalinan bunga melati menjadi kalung roncean, korsase rangkaian bunga, dan mahkota bunga.Ronce bunga ini ada yang jarang-jarang ada yang padat, umumnya dijual oleh pedagang kembang di depan gereja atau di persimpangan jalan.

    Melati putih adalah salah satu dari bunga nasional Indonesia (ditetapkan secara resmi melalui Undang-undang tahun 1990), dua bunga nasional lainnya adalah anggrek bulan dan padma raksasa. Makna penting melati putih dalam budaya Indonesia sudah dikenal jauh lebih tua. Telah lama dikenal sebagai bunga suci dalam tradisi Indonesia, melambangkan kesucian, keanggunan yang sederhana, dan ketulusan. Ia juga melambangkan keindahan dalam kesederhanaan dan kerendahan hati, karena meskipun bunga putih ini kecil dan sederhana, tetapi wanginya harum semerbak. Bunga ini merupakan bunga yang paling penting dalam upacara pernikahan bagi berbagai suku bangsa di Indonesia, terutama di Jawa. Kuncup bunga melati yang belum sepenuhnya mekar biasanya dipetik, dikumpulkan dan dirangkai menjadi roncean melati. Pada hari pernikahan, pengantin adat Jawa atau Sunda dihiasi roncean melati yang membentuk jaring pembungkus konde, dan sebagian lainnya membentuk rantai rumit roncean melati yang menggantung dari kepala pengantin wanita. Melati juga menghiasi keris pengantin pria, rangkaian ini disebut roncen usus-usus yang merujuk kepada bentuknya yang menyerupai usus dan dikaitkan dengan legenda Arya Penangsang. Pengantin Makassar dan Bugis juga menghiasi rambutnya dengan kuncup melati yang disematkan ke rambut menyerupai butiran mutiara. Melati juga sering dipakai sebagai bunga sesajen untuk hyang, arwah dan dewa-dewa, terutama oleh umat Hindu Bali, melati juga sering digunakan sebagai bunga taburan dalam upacara pemakaman atau ziarah makam.

    Melati memiliki makna luas dalam tradisi Indonesia; ia adalah bunga kehidupan, keindahan, dan pernikahan, akan tetapi seringkali dikaitkan dengan arwah orang yang telah wafat dan kematian. Dalam lagu dan puisi perjuangan Indonesia, gugurnya bunga melati seringkali dijadikan perlambang gugurnya pahlawan yang berkorban demi bangsa dan negara. Makna ini sangat mirip dengan gugurnya bunga sakura dalam tradisi Jepang yang melambangkan gugurnya para pejuang. Lagu patriotik "Melati di Tapal Batas" (1947) karya Ismail Marzuki dan "Melati Suci" (1974) karya Guruh Sukarnoputra menggambarkan melati sebagai pahlawan yang gugur di medan perjuangan, yang harumnya senantiasa hadir sebagai kusuma yang menghiasi Ibu Pertiwi. Lagu "Melati dari Jayagiri" karya Iwan Abdurachman mengibaratkan melati sebagai kecantikan seorang gadis suci dan cinta masa lalu yang telah hilang dan senantiasa dirindukan.

    Di Hawaii, melati dikenal sebagai pikake, dan digunakan untuk membuat kalung rangkaian bunga harum khas Hawaii yang disebut lei. Nama 'pikake' berasal dari bahasa Hawaii yang berarti "Merak", karena putri Hawaii Kaʻiulani menyukai bunga ini dan burung merak.

    Di Kamboja, bunga ini digunakan sebagai persembahan sesaji untuk Buddha. Saan musim berbunga yang dimulai bulan Juni, orang Kamboja merangkai bunga ini pada lidi untuk dipersembahkan kepada Buddha dalam persembahyangan.

    Bunga ini umum dibudidayakan di India dan Bangladesh.yang biasanya digunakan untuk membuat rangkaian bunga tebal untuk penghias rambut. Di Oman, bunga melati digunakan dalam upacara ulang tahun pertama seorang bayi. Bunga ditaburkan di atas dahi bayi sambil mengucapkan "hol hol". Bunga ini biasanya dijual dalam kemasan di antara daun almond India yang disemat dengan serat daun korma.

    Di China, bunga ini menjadi campuran minuman teh melati (茉莉花茶). Serta menjadi tema lagu rakyat Mo Li Hua, yang disensor oleh pemerintah komunis Republik Rakyat China karena dikaitkan dengan perjuangan demonstrasi mahasiswa pro demokrasi pada tahun 2011.



    Pengobatan

    Melati putih yang sering disebut melati saja di Indonesia memiliki rasa bunga dan daun yang rasanya pedas, manis, dan sifatnya yang sejuk. Simplisia yang dipergunakan dalam pengobatan ini berkhasiat antiradang, merangsang keluarnya keringat (diaforetik), peluruh air seni (diuretik), dan melegakan nafas. Adapun akarnya, terasa manis, pedas, netral, dan agak beracun. Ini bersifat mematikan rasa (anastesi), dan menghilangkan nyeri (analgesik). Ramuan melati putih dilarang untuk diminum oleh ibu hamil dan kondisi badan lemah.
    Penyakit yang kiranya bisa diobati oleh akar melati putih adalah bengkak (karena luka terpukul), nyeri karena patah tulang, sakit gigi dan kepala. Daun dan bunga melati putih digunakan untuk mengobati flu, diare, demam, menghaentikan ASI, dan bisul. Rendaman akar (dicampur minyak kelapa) digunakan untuk obat tetes telinga.



    Sumber


     
    Last edited by a moderator: Dec 25, 2013
    • Like Like x 1
  4. Offline

    darkash Senpai Moderator

    Joined:
    Jul 31, 2010
    Messages:
    7,754
    Trophy Points:
    242
    Ratings:
    +28,528 / -187



    [TH="background-color: #D3D3A4"]Babirusa[/TH]







    [TH="background-color: #D3D3A4"]Klasifikasi ilmiah[/TH]






    [​IMG]
    Spesimen Babirusa di Museum Sejarah Alam Field,Chicago
    Status konservasi
    [​IMG]
    Rentan (IUCN 2.3)



















    Kerajaan: Animalia
    Filum: Chordata
    Kelas: Mammalia
    Ordo: Artiodactyla
    Famili: Suidae
    Genus: Babyrousa
    Perry, 1811
    Species
    Babyrousa babyrussa
    Babyrousa bolabatuensis
    Babyrousa celebensis
    Babyrousa togeanensis

    Deskripsi

    Babirusa adalah marga hewan dari beberapa jenis babi liar yang hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan pulau-pulau Maluku lainnya. Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Hewan ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur dan dedaunan. Mereka hanya berburu makanan pada malam hari untuk menghindari beberapa binatang buas yang sering menyerang.


    Panjang tubuh babirusa sekitar 87 sampai 106 sentimeter. Tinggi babirusa berkisar pada 65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa mencapai 90 kilogram. Meskipun bersifat penyendiri, pada umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya.
    Binatang yang pemalu ini bisa menjadi buas jika diganggu. Taringnya panjang mencuat ke atas, berguna melindungi matanya dari duri rotan. Babirusa betina melahirkan satu sampai dua ekor satu kali melahirkan. Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Bayi babirusa itu akan disusui selama satu bulan, setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Selama setahun babirusa betina hanya melahirkan satu kali. Usia dewasa seekor babirusa lima hingga 10 bulan, dan dapat bertahan hingga usia 24 tahun.
    Mereka sering diburu penduduk setempat untuk dimangsa atau sengaja dibunuh karena merusak lahan pertanian dan perkebunan. Populasi hewan yang juga memangsa larva ini kian sedikit hingga termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi. Jumlah mereka diperkirakan tinggal 4000 ekor dan hanya terdapat di Indonesia.
    Sejak tahun 1996 hewan ini telah masuk dalam kategori langka dan dilindungi oleh IUCN dan CITES. Namun masih sering dijumpai perdagangan daging babirusa di daerah Sulawesi Utara. Karena itu, pusat penelitian dan pengembangan biologi LIPI bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat beserta Departemen Kehutanan dan Universitas Sam Ratulangi mengadakan program perlindungan terhadap hewan langka ini. Perlindungan tersebut meliputi pengawasan habitat babirusa dan membuat taman perlindungan babirusa di atas tanah seluas 800 hektar.


    Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Babirusa
     
    Last edited by a moderator: Jan 8, 2014
    • Like Like x 1
  5. Offline

    nugrozipho Senpai Gatotkaca

    Joined:
    Feb 18, 2013
    Messages:
    9,934
    Trophy Points:
    202
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +35,952 / -4






    [TH="background-color: #90EE90"]Uwi[/TH]



    [TH="background-color: #90EE90"]Klasifikasi ilmiah[/TH]










    [​IMG]























    Kerajaan: Plantae
    Filum: Magnoliophyta
    Kelas: Liliopsida
    Ordo: Dioscoreales
    Famili: Dioscoreaceae
    Genus: Dioscorea
    Spesies: D. alata
    Nama binomial
    Dioscorea alata
    L.
    Sinonim
    Referensi:[SUP][1][/SUP][SUP][2][/SUP][SUP][3][/SUP]

    • Dioscorea atropurpurea Roxb.
    • D. globosa Roxb.
    • D. purpurea Roxb.
    • D. sativa Del.
    • D. vulgaris Miquel
    [​IMG]

    Deskripsi

    Uwi (Dioscorea alata), atau dikenal dengan sebutan ubi saja, uwi legi, uwi manis, uwi kelapa, uwi ungu, ubi kelapa, huwi, lame (Sulawesi), ubi (Bali), lutu (Banda), same (Makassar dan Bugis), palulu luwangu (Sumba) adalah suatu ubi-ubian yang bisa dimakan dan paling digemari daripada spesies lainnya dari genus Dioscorea. Uwi, ubi pasir (Dioscorea pentaphylla), dan gembili (D. aculeata) lebih aman dimakan ketimbang ubi singapur (D. bulbifera) dan gadung (D. hispida).

    Uwi merupakan perdu yang memanjat dan dapat mencapai ketinggian 3-10 m. Tumbuhan ini semusim. berumah 2, memanjat, sistem perakarannya berserabut. Umbinya beragam, bulat, pipih panjang, bercabang, atau menjari. Uwi dinamai berdasarkan bentuk umbinya. Kulit umbi berwarna coklat hingga coklat-kehitaman. Kulit umbi beralur kasar. Daging umbinya ada yang putih ungu atau warna gading. Daging umbinya berlendir. Bunganya berwarna dua macam, yang jantan berwarna kuning/kuning kehijauan, sementara yang betina berwarna kuning saja. Perbungaannya majemuk, terletak di ketiak daun, bulir jantan tersusun rapat dengan ukuran 1-3 cm, sementara betina tidak. Panjangnya 12-50 cm, mahkotanya hijau, panjangnya ± 2 mm. Batangnya bersayap 4, memanjat ke kanan, tidak berduri tetapi kadangkala kasar atau berbintik di bagian dasar, bersudut 4 dan berwarna hijau sampai keunguan. Daunnya berbentuk bulat telur, tunggal, berseling di bagian dasar, berhadapan dibagian atas, agak seperti anak panah atau melonjong seperti tombak, hijau terang atau seringkali agak keunguan.[2] Berukuran 15-20 cm × 10-15 cm. Bentuk pertulangannya melengkung, dan licin.

    Bisa dibedakan dengan gembili. Yang mana, umbi gembili lebih kecil dengan daun yang berselang-seling. Juga bisa dibedakan dengan Dioscorea floridana Bartl. dan D. quaternata (Walt.) Gmel., yang tumbuh di dataran banjir (floodplain) dengan daun yang berbentuk perisai dengan panjang setidaknya 15 cm.

    Persebaran & ekologi

    Aslinya berasal dari Asia Tenggara. Lalu tersebar ke India, Semenanjung Malaya, dan Pasifik. Lagi, oleh orang Portugis dan Spanyol ke Amerika pada tahun 1500-an. Catatan terbaru menunjukkan, ia tersebar pula ke Florida dibawa oleh tukang bunga. Ia juga dinaturalisasikan ke utara Florida dalam jumlah banyak. Juga, di selatan Florida bisa didapati di wilayah pesisir. Di Karibia, ditanam sebagai spesies yang penting.

    Di wilayah Purwodadi, sebagaimana yang dikutip dari website Kebun Raya Purwodadi, bahwasanya di Purwodadi uwi yang tumbuh di sana ada yang memang dibudidayakan, ada juga yang tumbuh liar.

    Kegunaan

    Di negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam dan juga Papua Nugini dianggap sangat penting sebagai makanan. Di Kepulauan Banggai, uwi merupakan makanan pokok masyarakat, selain itu juga huwi masih digunakan dalam barter barang dengan masyarakat luar. Umbi dan kuncup daunnya setelah dimasak dengan berbagai cara dikonsumsi sebagai bahan makanan tambahan. Umbinya dapat diproses sebagai tepung atau serpihan/potongan-potongan tipis; merupakan sumber tepung minor. Kultivarnya dengan umbi yang berwarna ungu digunakan dalam pembuatan es kream dan permen.Di Papua Nuigini, digunakan juga dalam upacara adat. Umbi memiliki rasa yang hambar dengan tekstur umbi pulen. Dibudidayakan untuk bahan pangan.

    Di Afrika Barat dan Filipina, umbi uwi dipergunakan untuk industri pembuatan pati dan alkohol. Salah satu kultivarnya digunakan untuk membuat es krim. Di musim kemarau, ia disimpan di tempat kering, di atas perapian dekat dapur, ataupun disimpan dengan abu.
    Dalam pengobatan tradisional Sumba, akar uwi dengan kepleng [Sumba:rau kabungggulu] (Stephania japonica), bawang putih, umbi jeringau [Sumba:hikiluare] (Acorus calamus) direbus dalam air bersih hingga mendidih dan diminum 2-3 kali sehari, sebanyak segelas.
     
    Last edited by a moderator: Jan 17, 2014
  6. Offline

    rede9095 Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 6, 2013
    Messages:
    2,887
    Trophy Points:
    197
    Ratings:
    +19,374 / -2



    Cendrawasih Merah (Paradisaea rubra)
    [​IMG]




    Cendrawasih merah atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea rubra adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 33cm, dari marga Paradisaea. Burung ini berwarna kuning dan coklat, dan berparuh kuning. Burung jantan dewasa berukuran sekitar 72cm yang termasuk bulu-bulu hiasan berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya, bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan di ekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat tua dan tidak punya bulu-bulu hiasan.

    Endemik Indonesia, cendrawasih merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.


    Cendrawasih merah adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Cendrawasih Merah terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.

    Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cendrawasih Merah dievaluasikan sebagai beresiko hampir terancam di dalam IUCN Red List. Burung ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.


    Sumber : Cendrawasih Merah







    Cendrawasih Merah
    [​IMG]
    Status Konservasi
    Hampir Terancam
    Klasifikasi Ilmiah
    Kerajaan : Animalia
    Filum : Chordata
    Kelas : Aves
    Ordo : Passeriformes
    Famili : Paradisaeidae
    Genus : Paradisaea
    Spesies : P. rubra
    Nama Binomial
    Paradisaea rubra
    Daudin, 1800
     
    Last edited by a moderator: Jan 30, 2014
    • Like Like x 1
  7. Offline

    shinigamidika Superstar Moderator

    Joined:
    Feb 26, 2010
    Messages:
    16,009
    Trophy Points:
    237
    Ratings:
    +76,197 / -0


    Lidah buaya (Aloe Vera)







    [TH="background-color: #92CD00"]Lidah buaya[/TH]



    [TH="background-color: #92CD00"]Klasifikasi ilmiah[/TH]














    [​IMG]


























    Kerajaan: Plantae
    Filum: Angiosperms
    Kelas: Monocots
    Ordo: Asparagales
    Famili: Xanthorrhoeaceae
    Sub Famili: Asphodeloideae
    Genus: Aloe
    Spesies: A. vera
    Nama binomial
    Aloe vera
    (L.) Burm.f.
    Asal
    Afrika​
    Referensi
    [SUP][1][/SUP][SUP][2][/SUP]​
    [​IMG]

    Deskripsi

    Tanaman sukulen tahunan. Daun berdaging tebal dan banyak mengandung lendir atau gel. Lidah buaya dapat digunakan sebagai tanaman hias, tanaman obat, maupun minuman. Dari lebih 300 jenis Aloe, hanya tiga jenis yang diusahakan secara komersial, yaitu Aloe vera (Aloe barbadensis Miller), Aloe perryi dan Aloe ferox. Di antara ketiga jenis Aloe tersebut, hanya jenis Aloe vera yang paling berpotensi untuk dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan industri farmasi, pangan dan kosmetika.
    Kandungan: Cairan lidah buaya mengandung unsur utama, yaitu aloin, emodin, gum dan unsur lain seperti minyak atsiri. Senyawa-senyawa gula juga terdapat pada lidah buaya dalam bentuk mannosa, glukosa, serta sejumlah kecil silosa, arabinosa, galaktosa, ramnosa serta enzim-enzim oksidase.

    Manfaat: Produk yang dihasilkan dari lidah buaya dapat berupa shampo, pasta gigi, dan aneka macam kosmetik lainnya malahan sekarang telah dijual dalam bentuk minuman koktail. Kegunaannya bagi kesehatan manusia antara lain untuk mengobati sakit kepala/pusing, sembelit, kejang pada anak, kurang gizi, batuk rejan, muntah darah, kencin manis, wasir, peluruh haid dan penyubur rambut. Selain itu lidah buaya juga bermanfaat sebagai penyembuh luka dan luka bakar serta mengurangi infeksi.

    Pengertian Tanaman Lidah Buaya

    Lidah Buaya (Aloe vera; Latin: Aloe barbadensis Milleer) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan tanaman Lidah Buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan. Secara umum, Lidah Buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebgai tanaman obat dan bahan baku industri. Berdasarkan hasil penelitian tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

    Selain itu, menurut Wahyono E dan Kusnandar (2002), Lidah Buaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AIDS.
    Di negara-negara Amerika, Australia, dan Eropa, saat ini Lidah Buaya juga telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman kesehatan.

    Mengenal Lidah Buaya Sebagai Salah Satu Tanaman Toga

    TOGA ( taman obat keluarga ) adalah sebidang tanah di pekarangan, kebun yang dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman yang berkhasiat obat atau pot yang berisi tanah yang ditanam dengan tanaman obat dalam upaya memenuhi kebutuhan keluarga akan obat. Salah satu contoh tanaman yang biasa ditanam di pekarangan adalah Lidah Buaya ( Aloe vera L ). Lidah buaya ( Aloe ) adalah tanaman yang berasal dari luar negeri dibawa ke Indonesia oleh pedagang Arab beberapa ratus tahun yang lalu. Diseluruh dunia terdapat lebih dari 350 jenis tanaman lidah buaya , mulai dari yang beracun sampai yang bernilai ekonomis. Tapi Aloe vera yang banyak dibudidayakan di negeri kita sekarang ada 3 jenis , yaitu Aloe vera chinensis dari China (tapi bukan tanaman asli China ), Aloe vera barbadensis yang berasal dari Pulau Barbados di Kep. Carribia dan Aloe ferox dikenal sebagai Cape Aloe dari Cape Town Afrika Selatan. Berat satu pelepah daun yang digunakan berkisar antara 0,8 – 1,5 kg. Aloe vera adalah tanaman yang tidak tahan lahan basah dan tergenang air serta memerlukan sinar matahari penuh.

    Termasuk tanaman yang telah lama dikenal di dunia ini , konon bangsa Sumeria 2200 SM ( Iraq sekarang ) telah menanamnya di delta antara sungai Euphrat dan sungai Tigris sebagai obat pencahar. Juga oleh bangsa Mesir pada tahun 1150 SM telah membuat 12 macam resep pengobatan dengan menggunakan Aloe vera yang ditemukan pada Papyrus Eber di makam raja-raja Mesir kuno oleh George Ebers pada tahun 1862.

    Aristoteles seorang filsuf Yunani yang hidup pada 383-322 sebelum Masehi menyarankan muridnya Iskandar Zulkarnain atau Alexander Agung raja dari Macedonia untuk menaklukkan pulau Socotra guna mendapatkan Aloe sebagai cadangan obat luka pasukannya dalam peperangan menaklukkan dunia . Si Ratu cantik dari Mesir Cleopatra awal abad Masehi telah menggunakan Aloe vera untuk mandi, gel pada mata dan bibir.

    Dioscorides ahli farmasi Romawi yang hidup pada abad kesatu Masehi yang menulis buku Materia Medica yaitu buku tentang obat-obatan alami ( pengenalan, pengumpulan dan penyimpanan tanaman obat ) membuat descripsi tentang lidah buaya sebagai obat sembelit, obat tidur , sakit mata dan obat luka. Setelah abad pertengahan orang Eropa menguasai ( menjajah ) daerah-daerah penghasil bahan obat dan rempah-rempah dunia dan perdagangan ekstrak Aloe-pun dikuasai oleh orang-orang Eropa.

    Dalam buku Martindale edisi 34 tahun 2005 , ekstrak kering dari Aloe barbadensis berisi tidak lebih dari 28 % derivat hydoxyanthracene sebagai barbaloin. Massa yang berwarna coklat gelap sedikit mengkilat berbentuk pecahan atau bubuk coklat. Sedikit larut dalam air mendidih, larut dalam alkohol. Jus Aloe capensis kering dari Aloe berisi 18 % derivat anthtracene sebagai barbaloin. Latex ( getah ) kering dari daun Aloe barbadensis dikenal dalam perdagangan sebagai Curacao Aloe atau dari Aloe ferox .dikenal dalam perdagangan dengan Cape Aloe. Menghasilkan tidak kurang 50 % ekstrak yang larut dalam air.

    Jelli Aloe vera

    Gel ( jelli ) Aloe vera berbeda dari ekstrak Aloe. Berbentuk musilago (daging berbentuk lendir) yang diperoleh dari daun Aloe vera (=Aloe barbadensis) . Tidak termasuk air buah / daun ( sap ) Aloe vera yang berisi anthraquinon dan berbeda dengan Aloe. Aloe vera gel terutama digunakan dalam kosmetik dan toiletteri ( perbekalan kesehatan rumah tangga = PKRT ). Preparat ini juga di klaim bermanfaat sebagai kuratif seperti untuk acne (jerawat ) , psoriasis , luka bakar, luka , arthritis, diabetes, hiperlipidemia, radang usus (peptic ulcer) dan herpes. Bukti-bukti yang mendukung klaim ini masih lemah.

    Produsen kosmetika terkenal seperti Avon, Oriflame, Mustika Ratu, Sari Ayu dan produsen kosmetika lainnya juga menawarkan berbagai produk yang mengandung Aloe vera. Produk yang mengandung Aloe yang berupa kosmetik, makanan, suplemen makanan (food supplement) dan toileteri terdapat di banyak negara di dunia bukan di Indonesia saja . Sebagai produk makanan dan supplemen makanan Aloe dikemas dalam bermacam-macam bentuk. Sejak 1988 tanaman Aloe mulai diolah sebagai minuman ( koktail ) dan merupakan sumber penghasilan utama banyak orang di Pontianak, Bogor dan tempat-tempat lain di Indonesia. Selain sebagai koktail , Aloe vera juga dibuat sebagai dodol, selei dan kulit daunnya sebagai teh. Informatorium Supplemen Makanan Indonesia, edisi 1, jilid 1, Badan POM tahun 2004 memuat informasi produk Aloe vera gel dengan komposisi Aloe vera gel 96,27 %, Sorbitol 3,15 % , Vitamin C 0,18 % , Xantan gum 0,19% , Vitamin E 0,004 %. Kegunaan melancarkan buang air besar pada keadaan konstipasi dan memelihara kesehatan fungsi pencernaan. Tanaman yang pada awalnya dikenal sebagai pencahar, penumbuh rambut dan obat luka bakar kini telah berkembang jadi minuman kesehatan.


     
    Last edited: Feb 11, 2014
  8. Offline

    vagabond Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 8, 2008
    Messages:
    4,024
    Trophy Points:
    237
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +8,880 / -1

    Taman 67 ~ Kucing (Felis silvestris catus)
    Bagaimana Kucing Bisa Selamat Saat Terjatuh?





    [TH="background-color: #00cccc"]ILUSTRASI KUCING JATUH[/TH]



    [TH="background-color: #00cccc"]SUMBER[/TH]


    [​IMG]

    Sering mendengar istilah kucing memiliki 9 Nyawa? Sebenarnya apa sih maksudnya?:bloon:
    Kalau menurut saya: :malu:
    - Kucing disebut-sebut memiliki 9 nyawa itu karena kucing memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi.

    Salah satu kelebihan kucing yang sering dibicarakan dan bahkan diteliti adalah kemampuan kucing untuk tetap selamat ketika jatuh dari tempat yang tinggi. Kecuali hewan yang bersayap seperti tupai peluncur, kebanyakan mamalia tidak memiliki kemampuan menyelamatkan diri ketika mereka terjatuh dari tempat yang tinggi.
    Dari berbagai sumber yang saya baca :belajar:
    Disebutkan kemampuan kucing untuk selamat ini karena kucing bisa memutar tubuhnya ketika berada di udara sehingga mendarat lagi dengan keempat kakinya. Jatuh dari tempat tinggi dengan posisi telentang dan kepala pecah terbentur, bisa menyebabkan kematian. Hal ini yang dihindari oleh para kucing dengan berusaha mendarat lagi dengan keempat kaki di tanah.
    :nongol: Proses memutar tubuh ini bisa dilihat pada gambar disamping.

    Dari ScienceFocus.com dijelaskan bahwa ketika awal terjatuh, posisi kucing itu sama dengan hewan lainnya, yaitu punggung menghadap ke belakang dengan resiko kepala akan terhempas lebih dahulu. Namun sepersekian detik berikutnya, kucing akan menggerakkan kaki belakangnya untuk memutar tubuhnya sehingga posisi kaki kucing kembali menjadi tumpuan.

    Ketika keempat kaki sudah pada posisi berdiri, kucing akan mengembangkan kakinya untuk menahan laju jatuh. Bentuk ini berfungsi seperti parasut para penerjun payung.

    Dan ketika hampir mendarat di tanah, kucing akan mengatur agar hanya dua kaki pertama yang menyentuh tanah baru diikuti dua kaki berikutnya dan tak lupa sedikit menekuk kakinya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerasnya benturan pada ke empat kaki dan mengurangi resiko patah kaki.

    Pemutaran tubuh ini bisa terjadi karena kucing memiliki struktur tubuh yang sangat fleksibel. Tentu saja kemampuan ini hanya bisa dilakukan oleh kucing lincah dan berpengalaman.
    Untuk kucing gendut atau kucing yang sangat dimanjakan, saya agak menyangsikan kemampuan memutar tubuh ini. :terharu:

    :unyil: Seperti kata Ian Stewart di ScienceFocus, kucingnya yang bernama Seamus tidak pernah tahu bagaimana caranya memutar tubuh walaupun sudah dilatih berkali-kali dengan cara dijatuhkan di atas bantal, “He enjoyed the game, but he never learned how to flip himself over.”

    Ketinggian jatuh juga menentukan keberhasilan proses penyelamatan diri ini. Kalau terlalu rendah, kucing tidak punya kesempatan untuk memutar tubuh. Kucing membutuhkan 1-3 detik untuk bisa memutar tubuhnya dan 5 detik untuk membentuk posisi parasut.

    Selain itu diketahui juga bahwa Terminal Velocity (kecepatan jatuh maksimum) kucing adalah 60 mil per jam. Ketika sudah mencapai kecepatan jatuh ini, barulah tubuh kucing menjadi relaks dan secara refleks melakukan proses pemutaran tubuh. Sebagai info saja, terminal velocity manusia itu di angka 130 mil per jam (wikipedia), di kecepatan inilah para penerjun berada dalam “free fall position” bisa melakukan berbagai posisi di udara.

    Tahun 1987, dua dokter hewan yang menangani 132 kasus kucing yang selamat jatuh dari ketinggian dan dibawa ke Animal Medical Center melaporkan di Journal of the American Veterinary Medical Association, bahwa semakin tinggi gedung maka semakin kecil luka yang dialami oleh kucing yang jatuh. Kucing yang jatuh dari ketinggian gedung kurang dari 7 lantai, jumlah tulang yang patah lebih banyak daripada kucing yang jatuh dari ketinggian gedung lebih dari 7 lantai. Semakin tinggi gedung, semakin sedikit tulang kucing yang patah.

    Bahkan diketahui ada satu kucing yang selamat setelah jatuh dari lantai 46 gedung. Luka yang diderita karena si kucing sebelumnya terpantul-pantul di kanopi gedung sebelum akhirnya mendarat di tanah. :matabelo

     
    Last edited by a moderator: Mar 7, 2014
  9. Offline

    mufaya dnanbl Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 28, 2013
    Messages:
    8,983
    Trophy Points:
    152
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,007 / -0

    Taman 68 ~ Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus)






    [TH="background-color: #cc33cc"]Kumis Kucing
    Kerajaan: Plantae
    Divisi: Spermatophyta
    Upadivisi: Angiosper Eudicots
    Kelas: Dicotyledonae Asterids
    Ordo: Lamiales
    Famili: Lamiaceae
    Genus: Orthosiphon
    Spesies: O. aristatus
    [/TH]



    [TH="background-color: #cc33cc"]SUMBER[/TH]


    [​IMG]

    Sejarah Kumis Kucing
    Kumis kucing merupakan tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak. Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura). Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia :unyil:

    Ciri-ciri dari Tumbuhan Kumis Kucing
    Kumis kucing termasuk terna tegak, pada bagian bawah berakar di bagian buku-bukunya dan tingginya mencapai 2 meter.
    Batang bersegi empat agak beralur berbulu pendek atau gundul. Helai daun berbentuk bundar atau lojong, lanset, bundar telur atau belah ketupat yang dimulai dari pangkalnya, ukuran daun panjang 1 – 10cm dan lebarnya 7.5mm – 1.5cm. urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul, dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang tangkai daun 7 – 29cm. Ciri khas tanaman ada pada bagian kelopak bunga berkelenjar, urat dan pangkal berbulu pendek dan jarang sedangkan di bagian yang paling atas gundul. Bunga bibir, mahkota yang bersifat terminal yakni berupa tandan yang keluar dari ujung cabang dengan panjang 7-29 cm, dengan ukuran panjang 13 – 27mm, di bagian atas ditutupi oleh bulu pendek berwarna ungu dan kemudian menjadi putih, panjang tabung 10 – 18mm, panjang bibir 4.5 – 10mm, helai bunga tumpul, bundar. Benang sari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga bagian atas. Buah geluk berwarna coklat gelap, panjang 1.75 – 2mm. 2.3. gagang berbulu pendek dan jarang, panjang 1 mm sampai 6 mm

    Manfaat Kumis Kucing
    tanaman hias Kumis kucing juga sudah di kenal oleh masyarakat sebagai tanaman obat herbal yang sangat mujarab untuk mengobati berbagai macam penyakit.


    Jika ditinjau dari segi pengetahuan kimia, tumbuhan herbal ini kaya akan kandungan glikosida orthosiphonin, kandungan zat ini bermanfaat sebagai zat yang dapat melarutkan fosfor serta asam urat yang ada dalam tubuh kita, terutama pada bagian empedu serta kandung kemih, dan tentunya masih banyak lagi manfaat yang dapat kita peroleh dari tanaman obat yang satu ini.

    Adapun manfaat dan cara-cara pembuatan ramuan alami dari kumis kucing adalah sebagai berikut:

    Bermanfaat Sebagai obat Herbal Peluruh kencing
    Manfaat kumis kucing
    Cara pembuatan Obatnya: siapkan Daun kumis kucing yang masih segar sekitar 1/4 genggam, kemudian rebuslah daun dengan segelas air bersih. Biarkan mendidih hingga hanya tersisa 1/2 gelas saja. Lalu Angkat dan dinginkan air rebusan. Minumlah air rebusan dua kali dalam sehari, catatan: perminum hanya setengah gelas.

    Kumis kucing Bermanfaat Sebagai Obat Herbal Kencing batu
    Cara pembuatan Obatnya: Siapkan sekitar 90g daun kumis kucing dan bersihkan hingga benar-benar bersih, rebus daun kumis kucing dengan air 1 liter, dan biarkan air rebusan hanya tersisa kurang lebih 750 cc. angkat dan dinginkan, minum airrebusan tadi 3 kali sehari ( 750/3 kali minum), lakukan cara ini hingga penyakit anda sembuh.

    kumis kucing Bermanfaat untuk obat herbal Nyeri buang air seni
    Cara pembuatan Obatnya: Siapkan sekitar sejumput daun kumis kucing, lalu keringkam di tengah terik matahari, sehingga seperti teh, seduh dengan gula aren.

    Manfaat kumis kucing sebagai obat herbal Sakit pinggang
    Cara pembuatan Obatnya: siapkan sekitar 7 helai daun kumis kucing kemudian siapkan juga akar kumis kucing. Lalu potong akar menjadi 2 bagian dan rebus kedalam segelas air. Diamkan semalam dan minum air rebusan.

    Manfaat kumis kucing obat Herbal Masuk angin
    Cara pembuatan Obatnya: siapakn sekitar satu sendok daun dari kumis kucing lalu rebuslah dengan menggunakan 1 gelas air, diamkan hingga ar rebusan tinggal setengah gelas saja. Minumlah air rebusa setelah dingin sekaligus.

    Selain Untuk mengobati masalah pada system pengeluaran air kemih, kumis kucing juga bermanfaat untuk mengobati batu ginjal adapun cara pembuatannya:

    Manfaat kumis kucing untuk obat batu ginjal
    Siapkan sekitar 3 genggam daun kumis kucing.
    Siapkan pula Daun keji beling sekitar 5 lembar
    Cuci kedua bahan hingga bersih
    Kemudian rebuslah daun daun tersebut dengan tambahan sedikit gula sampai benar-benar mendidih.
    Minumlah air rebusan sekitar 10 harian, dengan takaran 2 kali sehari.

    Itulah sekian info tentang Kumis Kucing :hmm:

    Maaf jika ada kesalahan, atau kurang sempurna :maaf:




     
    Last edited by a moderator: Mar 21, 2014
  10. Offline

    nugrozipho Senpai Gatotkaca

    Joined:
    Feb 18, 2013
    Messages:
    9,934
    Trophy Points:
    202
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +35,952 / -4






    [TH="background-color: #D3D3A4"]Llama[/TH]







    [TH="background-color: #D3D3A4"]Klasifikasi ilmiah[/TH]






    [​IMG]
    A llama overlooking Machu Picchu, Peru

    Status konservasi
    Dijinakkan​






















    Kerajaan: Animalia
    Filum: Chordata
    Kelas: Mammalia
    Ordo: Artiodactyla
    Famili: Camelidae
    Genus: Lama
    Spesies: L. glama
    Nama binomial
    Lama glama
    (Linnaeus, 1758)​


    Bahasa
    Llama (Lama glama) adalah binatang camelidae yang juga binatang asli Amerika Selatan. Llama juga biasa digunakan sebagai binatang pengangkut barang oleh masyarakat Inka[1] dan masyrakat di sekitar pegununungan Andes. Binatang ini bisa mencapai tinggi 1,6 meter hingga 1,8 meter dengan berat 127 kilogram hingga 204 kilogram. Bayi Llama (disebut cria) memiliki berat antara 9 kg hingga 14 kg. Llama adalah binatang sosial yang hidup secara berkelompok. Llama dapat membawa barang 25% hingga 30% dari berat badannya.


    English
    The llama is a South American relative of the camel, though the llama does not have a hump. These sturdy creatures are domestic animals used by the peoples of the Andes Mountains. (Their wild relatives are guanacos and vicuñas). Native peoples have used llamas as pack animals for centuries. Typically, they are saddled with loads of 50 to 75 pounds (23 to 34 kilograms). Under such weight they can cover up to 20 miles (32 kilometers) in a single day. Pack trains of llamas, which can include several hundred animals, move large amounts of goods over even the very rough terrain of the Andes.

    Llamas are willing pack animals but only to a point. An overloaded llama will simply refuse to move. These animals often lie down on the ground and they may spit, hiss, or even kick at their owners until their burden is lessened.

    Llamas graze on grass and, like cows, regurgitate their food and chew it as cud. They chomp on such wads for some time before swallowing them for complete digestion. Llamas can survive by eating many different kinds of plants, and they need little water. These attributes make them durable and dependable even in sparse mountainous terrain.

    Llamas contribute much more than transportation to the human communities in which they live. Leather is made from their hides, and their wool is crafted into ropes, rugs, and fabrics. Llama excrement is dried and burned for fuel. Even in death, llamas can serve their human owners—some people slaughter them and eat their meat.


     
    Last edited by a moderator: Apr 3, 2014
  11. Offline

    wiwis6002 Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 29, 2012
    Messages:
    9,134
    Trophy Points:
    202
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +2,360 / -2
    Ikan Koi (Cyprinus carpio)​








    KOI
    Status konservasi
    Status konservasi: Aman

    Klasifikasi ilmiah​
    Kerajaan: Animalia
    Filum: Chordata
    Kelas: Actinopterygii
    Ordo: Cypriniformes
    Famili: Cyprinidae
    Genus: Cyprinus
    Spesies: C. carpio

    Nama binomial:
    Cyprinus carpio
    (Linnaeus, 1758)​
    [​IMG]


    KOI
    Koi (bahasa Tionghoa dan bahasa Jepang: 鯉, Romaji: koi) adalah jenis ikan karper Cyprinus carpio yang dipelihara untuk menghias rumah, berasal dari Tiongkok dan banyak tersebar di Jepang. Mereka berkerabat dekat dengan ikan mas, dan karena itu banyak orang menyebutnya ikan mas koi yang sebenarnya adalah misnomer. Koi dianggap membawa keberuntungan.


    Sejarah dan Legenda Ikan Koi

    Koi (ikan mas/Carasius auratus) disebut juga "rajanya ikan air tawar/sungai dan sudah sejak lama dianggap sebagai ikan yang mampu membawa kebahagiaan.

    Legenda dari Jepang

    Sekitar abad ke-12 di Jepang. Kaisar Jepang senang sekali memelihara ikan koi, suatu ketika kaisar melihat tingkah laku yang aneh pada ikan koinya. Ikan itu melompat-lompat seperti ingin keluar dari kolam oleh kaisar ikan itu dibawa keluar istana. Baru saja kaisar keluar dengan membawa ikan koi kesayangannya itu, terjadilah gempa yang sangat dashyat, dan kisar selamat karena ia berada diluar halaman kerajaan. Itulah awal mula mengapa ikan koi disebut ikan keberuntungan dan berharga mahal.

    Para Samurai di Muromachi di Jepang sangat menghargai ikan ini sebagai simbol keberanian dan usaha keras/pantang menyerah dan secara khusus juga dianggap sebagai simbol dari anak lelaki yang kemudian dikaitkan dengan perayaan hari anak laki-laki (Kodomo no Hi), setiap 5 Mei, yang ditandai dengan diadakannya festival. Sejak tahun 1948, hari anak-anak yang menjadi simbol harapan akan kesehatan dan kemakmuran itu, dijadikan hari libur nasional.
    Pada perayaan itu, akan ditampilkan boneka kesatria yang membawa bendera koinobori berbentuk ikan-ikanan. Bendera itu juga yang akan dikibarkan di Jepang untuk menandai perayaan Kodomo no Hi itu.
    Bendera itu muncul dari kebiasaan yang dimulai sejak pertengahan zaman Edo (1600-1868). Bermula dari legenda Cina tentang ikan koi (karper), yang berenang mendaki melawan arus, lalu menjadi naga. Di Jepang, ikan karper kemudian menjadi simbol kesuksesan.

    Legenda dari Cina

    Legenda Koi di dataran Cina, tepatnya di sungai Huang Ho (sungai kuning), dimana anak-anak ikan mas harus berenang dari muara menuju hulu sungai tersebut menyebrangi dataran Cina, mendaki air terjun-air terjun curam di pegunungan Jishishan hingga mencapai pusat hulu sungai tersebut di gunung Kunlun. Kalau ikan Koi tersebut dapat mencapai sumber air yang mengaliri sungai kuning tersebut, maka ikan koi tersebut akan berubah menjadi Naga.
    Karena legenda inilah ikan Koi juga dijadikan lambang kesuksesan.

    Ada pula legenda ikan koi yang menceritakan mengapa ikan ini disucikan oleh masyarakat cina, karena ada sebuah legenda seekor ikan koi yang membantu raja dengan melawan arus sungai, demikian derasnya arus itu sehingga saat koi kembali dia memiliki tubuh yang jauh lebih panjang hingga menyerupai naga, maka dari itu ikan ini sangat gemar sekali berenang melawan arus

    Menurut Fengshui ikan koi dipercaya membawa kedamaian bagi si pemilik, selain itu dengan memelihara koi dipercaya bahwa si pemilik akan memiliki putra putri yang cerdas dan berhasil di masa depannya.




     
    Last edited by a moderator: Apr 10, 2014
  12. Offline

    sim1 Superstar Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 26, 2014
    Messages:
    10,287
    Trophy Points:
    202
    Ratings:
    +6,513 / -0



    Kawista (Limonia acidissima)




    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Plantae
    Divisi : Magnoliophyta
    Kelas : Magnoliopsida
    Ordo : Sapindales
    Famili : Rutaceae
    Genus : Limonia
    Spesies : L. acidissima
    Nama binomial
    Limonia acidissima
    [​IMG]





    Kawista
    Kawista (Limonia acidissima syn. Feronia limonia) adalah kerabat dekat maja dan masih termasuk dalam suku jeruk-jerukan (Rutaceae). Tumbuhan yang dimanfaatkan buahnya ini sudah jarang dijumpai meskipun sekarang beberapa daerah mulai mengembangkannya. Kawista relatif tahan kondisi buruk (kering atau tanah salin) dan tahan penyakit. Asalnya adalah dari India selatan hingga ke Asia Tenggara dan Jawa.
    Kawista dapat digunakan sebagai batang bawah bagi jeruk dalam teknik sambung pucuk, namun teknik ini dapat memengaruhi rasa buah jeruk yang dihasilkan. Buah jeruk semacam ini dikenal sebagai "kajer" (dari "kawista" dan "jeruk") dan bisa ditemui di Galis, Madura.
    Di Aceh, kawista dikenal dengan nama buah batok. Digunakan sebagai bahan campuran bumbu rujak Aceh dan sirup.
    Di Kabupaten Rembang dikembangkan sirup kawista. Rasa mirip cola
    Orang Jawa menyebutnya kawis.



    Deskripsi dan Manfaat Buah Kawista

    Deskripsi


    Tanaman pohon "kawista". Sudah jarang terdengar, tapi mungkin kebanyakan orang tak akan melupakan rasa dari buah pohon tersebut. Kawista berbentuk pohon kecil yang diameter batang pohonnya tidak terlalu besar dan tingginya mencapai 12 m, bercabang banyak dan ramping-ramping, berduri tajam dan lurus, panjangnya sampai 4 cm. Kadang ada juga yang menjadikan tanaman ini sebagai bonsai. Daunnya majemuk berukuran panjang sampai 12 cm, bersirip ganjil dengan rakis dan tangkainya yang bersayap sempit; anak daunnya berhadapan, 2-3 pasang, anak daun ujung berbentuk bundar telur sungsang, panjangnya sampai 4 cm, memiliki kelenjar minyak, dan jika daun diremas, mengeluarkan sedikit aroma.

    Bunga jantan dan bunga sempurnanya berbilangan lima, berwarna putih, hijau atau lembayung-kemerahan, biasanya bergerombol,, terletak di ujung ranting atau di sela-sela daun. Buahnya bertipe seperti buah buni tapi besar, berkulit keras, berdiameter sampai 10 cm; permukaan kulitnya bersisik, terlepas-lepas, berwarna putih kehijauan, daging buahnya yang harum berisi banyak biji yang berlendir. Bijinya berukuran 5-6 mm, berbulu, berkeping biji tebal dan berwarna hijau; perkecambahannya epigeal. Batang anakannya ramping, sedikit berbiku-biku (zigzag); 1-4 lembar daun pertama berbentuk daun tunggal.

    Pohon kawista sebenarnya seperti tanaman lain pada umumnya, yaitu berdaun, berbunga, dan berbuah dalam tahun yang sama. Di Asia Tenggara, daun kawista gugur pada bulan Januari. Bunganya tumbuh pada awal bulan Februari atau Maret, dan berbuah matang pada bulan Oktober atau November. Pohonnya tumbuh lambat dan tidak akan menghasilkan buah sampai berumur 15 tahun atau lebih. Kandungan Daging pada buah kawista kira-kira sepertiga dari keseluruhan buah.

    Kawista, seperti juga maja dan jenis jenis dari Feronella Swingle, mampu hidup pada iklim tropik muson atau yang sewaktu-waktu kering. Tanaman ini dapat tumbuh sampai ketinggian 450 m dpl., di Himalaya bagian barat, yaitu di tempat asalnya. Di Malaysia dan Indonesia, pohon kawista terutama dibudidayakan di daerah-daerah pantai. Rupa-rupanya jenis ini toleran terhadap kekeringan dan dapat beradaptasi dengan baik pada tanah yang ringan.

    Kandungan pektin buah segarnya adalah 3-5%. Setiap 100 g bagian daging buah yang dapat dimakan mengandung: 74 g air, 8 g protein, 1,5 g lemak, 7,5 g karbohidrat, dan 5 g abu. Dalam 100 g bagian biji yang dapat dimakan, terkandung: 4 g air, 26 g protein, 27 g lemak, 3 5 g karbohidrat, dan 5 g abu. Daging buah yang kering mengandung 15% asam sitrat dan sejumlah kecil asam-asam kalium, kalsium, dan besi.

    Manfaat Buah Kawista

    Buah kawista yang matang, juga memiliki manfaat bagi masyarakat yaitu :
    1. Untuk menurunkan panas
    2. pengelat dan bersifat tonikum
    3. Digunakan sebagai obat sakit perut.

    Di Indo-Cina, duri dan kulit batang kawista dijumpai dalam berbagai ramuan obat tradisional untuk mengobati haid yang berlebihan, gangguan hati, gigitan dan sengatan binatang, dan untuk mengobati mual-mual. Kayu kawista digunakan untuk bangunan rumah, tiang dan perabotan pertanian. Getah yang dikumpulkan dari kulit kayunya dilaporkan memiliki manfaat obat, dan digunakan sebagai pengganti gom arab.

    Cara memakan buah kawista ini adalah daging buah yang matang dicampur dengan gula, barulah dimakan beserta bijinya atau biji tersebut dibuang, atau juga diolah menjadi semacam 'treacle'. Di Sri Lanka, buahnya diolah menjadi krim. Krim kawista merupakan hasil olahan dari daging buahnya. Di India juga, buah kawista dimanfaatkan dengan cara yang bersamaan dengan kerabat dekatnya yaitu maja (Aegle marmelos (L.) Correa), tetapi tidak dapat menggantikan maja itu.

    Prospek Kawista rupa-rupanya akan tetap merupakan sumber daya yang tidak termanfaatkan di Asia Tenggara, kecuali di Sri Lanka yang berstatus sebagai komoditas ekspor. Pohon kawista hanya dapat dijumpai di pekarangan di daerah-daerah yang lebih kering di Asia Tenggara (di Bali juga ada), dan buahnya tidak banyak dimanfaatkan. Tampaknya hanya sedikit minat terhadap buah yang satu ini.

    Kalau ingin mencoba menanamnya, bisa dengan cara diperbanyak dengan benih, setek akar dan penyambungan. Benih kawista berkecambah 2--3 minggu dalam pembibitan; untuk benih yang telah disimpan beberapa minggu, perkecambahan dapat mencapai 80%. Mata tunas dari ranting tuanya dapat ditempelkan pada semai, dan dilaporkan menghasilkan pohon kerdil yang dapat berbuah.



    Sumber
    wikipedia
    bacean.blogspot.com
    [URL="http://forum.indowebster.com/showthread.php?t=477181]NOW OPEN[/URL]
     
    Last edited by a moderator: Apr 18, 2014
  13. Offline

    mufaya dnanbl Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 28, 2013
    Messages:
    8,983
    Trophy Points:
    152
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,007 / -0

    Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)





    [TH="background-color: #9966ff"]Elang Jawa

    Kerajaan : Animalia
    Filum : Chordata
    Kelas : Aves
    Ordo : Falconiformes
    Famili : Accipitridae
    Genus : Nisaetus
    Spesies : N. bartelsi
    Nama Binomial : Nisaetus Bartelsi
    [/TH]






    [TH="background-color: #9966ff"]SUMBER[/TH]


    [​IMG]
    [​IMG]

    Sekilas Tentang Elang Jawa
    Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia. :unyil:

    Identifikasi Elang Jawa

    Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara 60-70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor).

    Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru), dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang nampak keemasan bila terkena sinar matahari). Jambul hitam dengan ujung putih; mahkota dan kumis berwarna hitam, sedangkan punggung dan sayap coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam membujur di tengahnya. Ke bawah, ke arah dada, coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat, yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang nampak jelas di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna serupa, sedikit lebih besar.

    Iris mata kuning atau kecoklatan; paruh kehitaman; sera (daging di pangkal paruh) kekuningan; kaki (jari) kekuningan. Burung muda dengan kepala, leher dan sisi bawah tubuh berwarna coklat kayu manis terang, tanpa coretan atau garis-garis. :belajar:

    Ketika terbang, elang Jawa serupa dengan elang brontok (Nisaetus cirrhatus) bentuk terang, namun cenderung nampak lebih kecoklatan, dengan perut terlihat lebih gelap, serta berukuran sedikit lebih kecil.

    Bunyi nyaring tinggi, berulang-ulang, klii-iiw atau ii-iiiw, bervariasi antara satu hingga tiga suku kata. Atau bunyi bernada tinggi dan cepat kli-kli-kli-kli-kli. Sedikit banyak, suaranya ini mirip dengan suara elang brontok meski perbedaannya cukup jelas dalam nadanya.


    Penyebaran, Ekologi, dan Konservasi Elang Jawa

    Sebaran elang ini terbatas di Pulau Jawa, dari ujung barat (Taman Nasional Ujung Kulon) hingga ujung timur di Semenanjung Blambangan Purwo. Namun demikian penyebarannya kini terbatas di wilayah-wilayah dengan hutan primer dan di daerah perbukitan berhutan pada peralihan dataran rendah dengan pegunungan. Sebagian besar ditemukan di separuh belahan selatan Pulau Jawa. Agaknya burung ini hidup berspesialisasi pada wilayah berlereng. :unyil:

    Elang Jawa menyukai ekosistem hutan hujan tropika yang selalu hijau, di dataran rendah maupun pada tempat-tempat yang lebih tinggi. Mulai dari wilayah dekat pantai seperti di Ujung Kulon dan Meru Betiri, sampai ke hutan-hutan pegunungan bawah dan atas hingga ketinggian 2.200 m dan kadang-kadang 3.000 mdpl.

    Pada umumnya tempat tinggal elang jawa sukar untuk dicapai, meski tidak selalu jauh dari lokasi aktivitas manusia. Agaknya burung ini sangat tergantung pada keberadaan hutan primer sebagai tempat hidupnya. Walaupun ditemukan elang yang menggunakan hutan sekunder sebagai tempat berburu dan bersarang, akan tetapi letaknya berdekatan dengan hutan primer yang luas.

    Burung pemangsa ini berburu dari tempat bertenggernya di pohon-pohon tinggi dalam hutan. Dengan sigap dan tangkas menyergap aneka mangsanya yang berada di dahan pohon maupun yang di atas tanah, seperti pelbagai jenis reptil, burung-burung sejenis walik, punai, dan bahkan ayam kampung. Juga mamalia berukuran kecil sampai sedang seperti tupai dan bajing, kalong, musang, sampai dengan anak monyet.

    Masa bertelur tercatat mulai bulan Januari hingga Juni. Sarang berupa tumpukan ranting-ranting berdaun yang disusun tinggi, dibuat di cabang pohon setinggi 20-30 di atas tanah. Telur berjumlah satu butir, yang dierami selama kurang-lebih 47 hari.

    Pohon sarang merupakan jenis-jenis pohon hutan yang tinggi, seperti rasamala (Altingia excelsa), pasang (Lithocarpus sundaicus), tusam (Pinus merkusii), puspa (Schima wallichii), dan ki sireum (Eugenia clavimyrtus). Tidak selalu jauh berada di dalam hutan, ada pula sarang-sarang yang ditemukan hanya sejarak 200-300 m dari tempat rekreasi.

    Di habitatnya, elang Jawa menyebar jarang-jarang. Sehingga meskipun luas daerah agihannya, total jumlahnya hanya sekitar 137-188 pasang burung, atau perkiraan jumlah individu elang ini berkisar antara 600-1.000 ekor. Populasi yang kecil ini menghadapi ancaman besar terhadap kelestariannya, yang disebabkan oleh kehilangan habitat dan eksploitasi jenis. Pembalakan liar dan konversi hutan menjadi lahan pertanian telah menyusutkan tutupan hutan primer di Jawa. Dalam pada itu, elang ini juga terus diburu orang untuk diperjual belikan di pasar gelap sebagai satwa peliharaan. Karena kelangkaannya, memelihara burung ini seolah menjadi kebanggaan tersendiri, dan pada gilirannya menjadikan harga burung ini melambung tinggi. :belajar:

    Mempertimbangkan kecilnya populasi, wilayah agihannya yang terbatas dan tekanan tinggi yang dihadapi itu, organisasi konservasi dunia IUCN memasukkan elang Jawa ke dalam status EN (Endangered, terancam kepunahan). Demikian pula, Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai hewan yang dilindungi oleh undang-undang :garing:



     
    Last edited by a moderator: May 5, 2014
  14. Offline

    cinnamonkey Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 9, 2013
    Messages:
    304
    Trophy Points:
    152
    Ratings:
    +9,207 / -0

    Pohon Darah Naga






    [TH="background-color: #2F4F4F"]Pohon Darah Naga

    Kerajaan : Plantae
    Division: Tracheophyta
    Ordo : Asparagales
    Famili : Ruscaceae
    Genus : Dracaena
    Spesies : D. cinnabari
    Nama Binomial : Dracaena cinnabari
    [/TH]




    [TH="background-color: #2F4F4F"]SUMBER[/TH]


    [​IMG]








    Legenda Naga

    Apakah hubungan pohon darah naga dengan naga?Menurut legenda zaman dulu, ada ular basilik yang sangat besar. Ular itu lalu dianggap naga oleh warga sekitar. Suatu hari, naga itu berkelahi dengan seekor gajah sampai mati. Kedua binatang itu mengeluarkan darah. Darah keduanya dipercayai memiliki kekuatan ajaib. Maka, ketika darah keduanya bercampur, tumbuhlah sebatang pohon yang merupakan pohon darah naga. :belajar:
    Berbentuk Payung

    Pohon darah naga dinamai oleh Profesor Issac Bayley Balfour pada tahun 1880. Kalau diperhatikan, pohon ini pernah menjadi icon di Windows sebagai icon Network. Pohon itu berbentuk seperti jamur atau payung. Daunnya berbentuk seperti pedang, keras, dan bergerombol di atas pohonnya. Pohon darah naga tumbuh di daerah yang kering. Hidupnya bisa mencapai lebih dari 300 tahun.
    Getah Berdarah

    Pohon ini menghasilkan getah berwarna merah darah. Itu disebabkan karena pohon tersebut mempunyai pikmen berwarna merah. Getah itu keluar dari batangnya. Dan getah itu disebut darah naga.
    Darah naga (getah pohon Dracaena cinnabari) sangat berguna. Dapat dijadikan obat, pewarna, pernis, dan pengharum.Getah pohon Dracaena cinnabari sudah digunakan sebagai obat dan pewarna sejak abad ke-1 oleh masyarakat Romawi kuno, Yunani kuno, dan Arab. Lalu, sekitar abad ke-18, dipakai sebagai pernis untuk biola di Italia. Serta dapat dipakai dalam proses fotografi.
    Asli Socotra

    Pohon Darah Naga pohon khas dan asli dari Kepulauan Socotra, Yaman. Kepulauan Socotra bahkan terkenal sebagai penghasil darah naga (getah pohon Dracaena cinnabari). Kepulauan Socotra kaya kan flora dan fauna yang unik-unik. Pada bulan Juli 2008, Socotra masuk ke dalam Situs Warisan Dunia di UNESCO PBB.
    :angel:











    Pohon Darah Naga
    Getah Pohon Darah Naga
    Resin Pohon Darah Naga
    Biji Pohon Darah Naga
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG]
    [​IMG][​IMG][​IMG][​IMG]

     
    Last edited by a moderator: May 5, 2014
    • Like Like x 1
  15. Offline

    wiwis6002 Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 29, 2012
    Messages:
    9,134
    Trophy Points:
    202
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +2,360 / -2



    Buaya Muara (Crocodylus Porosus)








    [TH="background-color: #ccffff"]Buaya Muara

    Kingdom: Animalia
    Phylum: Chordata
    Class: Reptilia
    Order: Crocodylia
    Family: Crocodylidae
    Genus: Crocodylus
    Species: C. porosus[/TH]





    [TH="background-color: #ccffff"]SUMBER[/TH]


    [​IMG]
    Saltwater crocodile
    The saltwater crocodile (Crocodylus porosus), also known as saltie, estuarine or Indo-Pacific crocodile, is the largest of all living reptiles, as well as the largest terrestrial and riparian predator in the world. The males of this species can reach sizes of up to 6.7 m (22 ft[2] and weigh as much as 2,000 kg (4,400 lb)[3] However, an adult male saltwater crocodile is generally between 4.3 and 5.2 m (14 and 17 ft) in length and weighs 400–1,000 kg (880–2,200 lb), rarely growing larger Females are much smaller and often do not surpass 3 m (9.8 ft). As its name implies, this crocodile can live in salt water, but usually resides in mangrove swamps, estuaries, deltas, lagoons, and lower stretches of rivers. They have the broadest distribution of any modern crocodile, ranging from the eastern coast of India, throughout most of Southeast Asia, stretching south to northern Australia, and historically ranging as far west as just beyond the eastern coast of Africa and as far east as waters off the coast of Japan.
    The saltwater crocodile is a formidable and opportunistic hypercarnivorous "apex" ambush predator capable of taking almost any animal that enters its territory, including fish, crustaceans, reptiles, birds and mammals, including other predators. Due to their size and distribution, saltwater crocodiles are the most dangerous extant crocodilian to humans


    Buaya muara
    Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) adalah sejenis buaya yang terutama hidup di sungai-sungai dan di laut dekat muara. Daerah penyebarannya dapat ditemukan di seluruh perairan Indonesia. Moncong spesies ini cukup lebar dan tidak punya sisik lebar pada tengkuknya. Sedang panjang tubuh termasuk ekor bisa mencapai 12 meter seperti yang pernah ditemukan di Sangatta, Kalimantan Timur.
    Buaya muara dikenal sebagai buaya terbesar di dunia, jauh lebih besar dari Buaya Nil (Crocodylus niloticus) dan Alligator Amerika (Alligator mississipiensis). Penyebarannya pun juga "terluas" di dunia; buaya muara memiliki wilayah perantauan mulai dari perairan Teluk Benggala (Sri Lanka, Bangladesh, India) hingga perairan Polinesia (Kepulauan Fiji dan Vanuatu). Sedangkan habitat favorit untuk mereka adalah perairan Indonesia dan Australia.
    Buaya muara mampu melompat keluar dari air untuk menyerang mangsanya. Bahkan bilamana kedalaman air melebihi panjang tubuhnya, buaya muara mampu melompat serta menerkam secara vertikal mencapai ketinggian yang sama dengan panjang tubuhnya. Buaya muara menyukai air payau/asin, oleh sebab itu pula bangsa Australia menamakannya saltwater crocodile (buaya air asin).Selain terbesar dan terpanjang, Buaya Muara terkenal juga sebagai jenis buaya terganas di dunia.

     
    Last edited by a moderator: May 14, 2014
  16. Offline

    sim1 Superstar Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 26, 2014
    Messages:
    10,287
    Trophy Points:
    202
    Ratings:
    +6,513 / -0



    Ketela pohon (Manihot esculenta)









    [TH="background-color: #A9A9A9"]Ketela pohon



    Kerajaan: Plantae
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Ordo: Malpighiales
    Famili: Euphorbiaceae
    Upafamili: Crotonoideae
    Bangsa: Manihoteae
    Genus: Manihot
    Spesies: M. esculenta
    Nama binomial
    Manihot esculenta
    Crantz[/TH]





    [TH="background-color: #A9A9A9"]SUMBER[/TH]

    [TH="background-color: #A9A9A9"][/TH]




    [​IMG]

    Cassava
    Cassava (Manihot esculenta), is also called manioc, yuca, balinghoy or kamoteng kahoy (in the Philippines), mogo (in Africa), mandioca, tapioca-root (predominantly in India) and manioc root, a woody shrub of the Euphorbiaceae (spurge) family native to South America, is extensively cultivated as an annual crop in tropical and subtropical regions for its edible starchy tuberous root, a major source of carbohydrates. It differs from the similarly spelled yucca, an unrelated fruit-bearing shrub in the Asparagaceae family. Cassava, when dried to a powdery (or pearly) extract, is called tapioca; its fermented, flaky version is named garri.

    Cassava is the third largest source of food carbohydrates in the tropics, after rice and maize. Cassava is a major staple food in the developing world, providing a basic diet for over half a billion people. It is one of the most drought tolerant crops, capable of growing on marginal soils. Nigeria is the world's largest producer of cassava, while Thailand is the largest exporting country of dried cassava.

    Cassava root is a good source of carbohydrates, but a poor source of protein. A diet consisting predominantly of cassava root can cause protein-energy malnutrition.

    Cassava is classified as sweet or bitter. Like other roots and tubers, cassava contains antinutritional factors and toxins. It must be properly prepared before consumption. Improper preparation of cassava can leave enough residual cyanide to cause acute cyanide intoxication and goiters, and may even cause ataxia or partial paralysis. Nevertheless, farmers often prefer the bitter varieties because they deter pests, animals, and thieves. The more toxic varieties of cassava are a fall-back resource (a "food security crop") in times of famine in some places.[/TH]


    Ketela Pohon
    Ketela pohon, ubi kayu, atau singkong (Manihot esculenta) adalah perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.

    Deskripsi
    Perdu, bisa mencapai 7 meter tinggi, dengan cabang agak jarang. Akar tunggang dengan sejumlah akar cabang yang kemudian membesar menjadi umbi akar yang dapat dimakan. Ukuran umbi rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari klon/kultivar. Bagian dalam umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat meracun bagi manusia.

    Umbi ketela pohon merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionina.

    Sejarah dan pengaruh ekonomi
    Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa prasejarah di Brasil dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua kultivar M. esculenta dapat dibudidayakan.

    Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia.

    Singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810, setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 ke Nusantara dari Brasil.

    Pengolahan
    Umbi singkong dapat dimakan mentah. Kandungan utamanya adalah pati dengan sedikit glukosa sehingga rasanya sedikit manis. Pada keadaan tertentu, terutama bila teroksidasi, akan terbentuk glukosida racun yang selanjutnya membentuk asam sianida (HCN). Sianida ini akan memberikan rasa pahit. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi segar, dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Proses pemasakan dapat secara efektif menurunkan kadar racun.

    Dari pati umbi ini dibuat tepung tapioka (kanji).

    Penggunaan
    Dimasak dengan berbagai cara, singkong banyak digunakan pada berbagai macam masakan. Direbus untuk menggantikan kentang, dan pelengkap masakan. Tepung singkong dapat digunakan untuk mengganti tepung gandum, baik untuk pengidap alergi.


     
    Last edited by a moderator: May 22, 2014
    • Like Like x 1
  17. Offline

    nugrozipho Senpai Gatotkaca

    Joined:
    Feb 18, 2013
    Messages:
    9,934
    Trophy Points:
    202
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +35,952 / -4
    Belalang sentadu





    Belalang sentadu atau belalang sembah adalah serangga yang termasuk ke dalam ordo Mantodea. Dalam bahasa Inggris, serangga ini biasa disebut praying mantis karena sikapnya yang seringkali kelihatan seperti sedang berdoa. Kata mantis berasal dari bahasa Yunani "Mantes" yang berarti "nabi" atau "peramal nasib". Banyak sebutan dalam bahasa lokal, seperti congcorang (bahasa Sunda/bahasa Betawi), walang kadung/kèkèk (bahasa Jawa), dan mentadak (bahasa Melayu).

    Ada sekitar 2.300 spesies dalam ordo Mantodea di seluruh dunia; kebanyakan berada di daerah tropis atau sub-tropis, tetapi beberapa spesies hidup di iklim sedang, seperti di utara Amerika Serikat, Eropa Tengah, dan Siberia. Belalang sentadu tergolong keluarga Mantidae.

    Belalang sentadu adalah salah satu dari segelintir serangga yang dapat memutar kepalanya. Beberapa teks merujuk kepada belalang sentadu Eropa (Mantis religiosa) sebagai belalang sentadu yang paling umum di negara-negara di Eropa. Ischnomantis gigas adalah belalang sentadu terbesar dengan panjang 17 cm untuk yang betina, dan ditemukan di daerah Sahel di Afrika. Belalang sentadu terkecil adalah Bolbe pygmaea, yang hanya 1cm panjangnya pada usia dewasa.

    Seekor belalang sentadu betina yang hamil akan menghasilkan massa busa yang besar, yang disebut ootheca (jamak:oothecae). Ootheca ini dapat memuat hingga 300 butir telur, yang semuanya dilindungi dalam kantung busa. Oothecae ini dihasilkan pada musim gugur —dan sesudah itu belalang sentadu dewasa mati— dan menetas dalam waktu hingga lima bulan. Sebagian spesies menetas dalam interval kecil, dan proses penetasan dapat berlangsung hingga lima minggu ketika sebelum larva muncul sepenuhnya. Belalang betina yang bunting tidak hanya memproduksi oothecae, tetapi juga oothecae yang tidak subur oleh belalang betina yang belum dikawini. Kadang-kadang satu atau dua larva menetas, tetapi hal ini jarang sekali terjadi. Beberapa spesies, seperti misalnya Brunneria borealis, menghasilkan oothecae melalui partenogenesis. Dalam keadaan ini, belalang jantan tidak dibutuhkan untuk menghasilkan ootheca yang subur; namun, semua belalang yang dihasilkan dari proses ini adalah betina.

    Di AS, spesies belalang sentadu pertama kali diperkenalkan dari Eropa dan Tiongkok sekitar tahun 1900 sebagai predator kebun dalam usaha untuk mengendalikan hama. Belalang sentadu Carolina adalah serangga resmi negara bagian South Carolina, dan belalang sentadu Eropa adalah serangga resmi negara bagian Connecticut.

    Kebiasaan makanan

    Belalang sembah merupakan hewan karnivora, jenis hewan yang biasa dimangsa oleh belalang sembah bermacam-macam, dari serangga-serangga kecil seperti jangkrik, kupu-kupu, lebah, hingga hewan vertebrata seperti ular, tikus, kadal, katak, dan burung kecil.

    Beberapa spesies belalang sentadu


    • Acanthops falcata - belalang sentadu daun mati Venezuela
    • Acanthops fuscifolia - belalang sentadu daun mati tropis
    • Acanthops tuberculata - belalang sentadu daun mati tropis
    • Acromantis sp. - belalang sentadu petinju
    • Ameles decolor
    • Ameles spallanzania
    • Alalomantis muta - belalang sentadu Kamerun
    • Asiadodis squilla - belalang sentadu perisai Asia
    • Blepharopsis mendica - belalang sentadu duri thistle
    • Brunneria subaptera - belalang sentadu tongkat
    • Brunneria borealis - belalang sentadu tongkat
    • Camelomantis sondaica
    • Ceratocrania macra
    • Ceratomantis saussurii
    • Choeradodis rhombicollis - belalang sentadu perisai tropis
    • Choeradodis stalii - belalang sentadu perisai tropis
    • Cilnia humeralis
    • Creobroter meleagris - belalang sentadu bunga
    • Creobroter gemmatus - belalang sentadu bunga India
    • Creobroter pictipennis - belalang sentadu bunga India
    • Creobroter elongata - belalang sentadu bunga
    • Deroplatys angustata - belalang sentadu daun mati
    • Deroplatys desiccata - belalang sentadu daun mati
    • Deroplatys lobata - belalang sentadu daun mati
    • Deroplatys truncata - belalang sentadu daun mati
    • Empusa fasciata
    • Empusa pennata
    • Eremiaphila brunneri - belalang sentadu gurun biasa
    • Eremiaphila zetterstedti
    • Euchomenella heteroptera - belalang sentadu ranting
    • Gongylus gongylodes - belalang sentadu mawar India /biola
    • Gonatista grisea - belalang sentadu kelabu
    • Heterochaeta strachani
    • Hierodula membranacea - belalang sentadu raksasa Asia
    • Hierodula grandis - belalang sentadu raksasa India
    • Hierodula patellifera - belalang sentadu Indo-Pasifik
    • Hierodula parviceps - belalang sentadu Filipina
    • Holaptilon pusillulum - belalang sentadu pelompat
    • Hoplocorypha sp.
    • Humbertiella ceylonica
    • Hymenopus coronatus - belalang sentadu anggrek
    • Idolomantis diabolica - belalang sentadu bunga setan
    • Idolomorpha madagascariensis
    • Ischnomantis gigas
    • Iris oratoria - belalang sentadu Laut Tengah
    • Liturgusa lichenalis - belalang sentadu lichen
    • Macromantis hyalina
    • Mantis religiosa - belalang sentadu Eropa
    • Miomantis caffra - belalang sentadu Afrika Selatan
    • Miomantis paykullii - belalang sentadu Mesir
    • Miomantis abyssinica - belalang sentadu Mesir
    • Odontomantis sp. - belalang sentadu semut
    • Oligonicella scudderi - belalang sentadu Scudder
    • Orthodera novaezealandiae - belalang sentadu Selandia Baru
    • Otomantis sp. - belalang sentadu petinju
    • Oxyopsis gracilis - belalang sentadu Peru
    • Oxyopsis peruviana - belalang sentadu Peru
    • Oxyothespis dumonti
    • Paramantis prasina
    • Polyspilota aeruginosa
    • Parasphendale agrionina - Bud-winged mantis
    • Parasphendale affinis - Afrika banded mantis
    • Paratoxodera cornicollis - belalang sentadu tongkat raksasa Malaysia
    • Phyllocrania paradoxa - belalang sentadu hantu
    • Phyllovates chlorophaea
    • Plistospilota guineensis
    • Polyspilota aeruginosa
    • Popa spurca - belalang sentadu ranting
    • Pseudocreobotra ocellata - belalang sentadu bunga berduri
    • Pseudocreobotra wahlbergii - belalang sentadu bunga berduri
    • Pseudovates arizonae - belalang sentadu bertanduk tunggal Arizona
    • Rhombodera basalis - belalang sentadu perisai raksasa Malaysia
    • Rhombodera extensicollis - belalang sentadu perisai raksasa
    • Rhombodera megaera - belalang sentadu perisai raksasa
    • Rivetina baetica - belalang sentadu darat
    • Sphodromantis balachowskyi - belalang sentadu Afrika
    • Sphodromantis chud - belalang sentadu Afrika
    • Sphodromantis lineola - belalang sentadu Afrika
    • Sphodromantis rubrostigma - belalang sentadu Afrika
    • Sphodromantis centralis - belalang sentadu Afrika
    • Sphodromantis viridis - belalang sentadu Afrika atau belalang sentadu hijau
    • Sphodromantis gastrica - belalang sentadu Afrika
    • Stagmatoptera hyaloptera
    • Stagmomantis californica - belalang sentadu California
    • Stagmomantis carolina - belalang sentadu Carolina
    • Stagmomantis limbata - belalang sentadu bertepi
    • Stagmomantis floridensis - belalang sentadu Florida
    • Sibylla pretiosa
    • Tamolanica tamolana
    • Tarachodes afzelii
    • Tarachodula pantherina
    • Theopropus elegans - belalang sentadu yang anggun
    • Tisma freyi
    • Taumantis sigiana - belalang sentadu hijau jeruk nipis
    • Tenodera australasiae
    • Tenodera angustipennis - belalang sentadu bersayap sempit
    • Tenodera sinensis - Belalang sentadu Tiongkok
    • Toxodera denticulata - belalang sentadu tongkat raksasa Malaysia
    • Yersiniops sophronicum - belalang sentadu tanah Yersin
    • Yersiniops solitarium - belalang sentadu tanah bertanduk
    • Zoolea lobipes


    Belalang sentadu dalam budaya populer

    • Zorak - belalang sentadu animasi dari kartun Space Ghost.
    • Manny, tokoh film Disney/Pixar A Bug's Life adalah seekor belalang sentadu
    • Modul bulan Apollo – Penampilan bagian pendaratan di bulan pesawat angkasa luar Apollo yang seperti serangga "belalang sentadu raksasa" menurut Apollo 11 Comm dan Modul Pilot Michael Collins.
    • Mantazz, tokoh dalam permainan video Time Killers, adalah makhluk asing berukuran sama dengan manusia yang sangat mirip dengan seekor belalang sentadu.
    • Lagu bahasa Jawa Walang Kekek, diciptakan oleh Waldjinah dan Andjar Any, dan dipopulerkan oleh Waldjinah, menggunakan belalang ini sebagai perumpamaan.











    Belalang sentadu
    [​IMG]
    Belalang sentadu di India
    Klasifikasi ilmiah













    Kerajaan: Animalia
    Filum: Arthropoda
    Kelas: Insecta
    Ordo: Mantodea



     
    Last edited by a moderator: Jun 8, 2014
  18. Offline

    Rouann Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 3, 2012
    Messages:
    9,184
    Trophy Points:
    187
    Ratings:
    +15,028 / -0



    Selamat datang di Taman Tulip



    Tulip (Tulipa)









    [TH="background-color: #A9A9A9"]Tulip



    Kerajaan : Plantae
    (tidak termasuk) Monocots
    Divisi : Angiosperms
    Ordo : Liliales
    Famili : Liliaceae
    Upfamili : Lilioideae
    Genus : Tulipa
    [/TH]





    [TH="background-color: #A9A9A9"]SUMBER[/TH]

    [TH="background-color: #A9A9A9"][/TH]




    [​IMG]

    Tulipa

    Description
    Tulips are spring-blooming perennials that grow from bulbs. Depending on the species, tulip plants are between 4 inches (10 cm) and 28 inches (71 cm) high. The tulip's large flowers usually bloom on scapes with leaves in a rosette at ground level and a single flowering stalk arising from amongst the leaves.Tulip stems have few leaves. Larger species tend to have multiple leaves. Plants typically have two to six leaves, some species up to 12. The tulip's leaf is strap-shaped, with a waxy coating, and the leaves are alternately arranged on the stem; these fleshy blades are often bluish green in color. Most tulips produce only one flower per stem, but a few species bear multiple flowers on their scapes (e.g. Tulipa turkestanica). The generally cup or star-shaped tulip flower has three petals and three sepals, which are often termed tepals because they are nearly identical. These six tepals are often marked on the interior surface near the bases with darker colorings. Tulip flowers come in a wide variety of colors, except pure blue (several tulips with "blue" in the name have a faint violet hue).
    Tip of a tulip stamen. Note the pollen grains

    The flowers have six distinct, basifixed stamens with filaments shorter than the tepals. Each stigma has three distinct lobes, and the ovaries are superior, with three chambers. The tulip's seed is a capsule with a leathery covering and an ellipsoid to globe shape. Each capsule contains numerous flat, disc-shaped seeds in two rows per chamber.These light to dark brown seeds have very thin seed coats and endosperm that does not normally fill the entire seed.

    Etymology
    The word tulip, first mentioned in western Europe in or around 1554 and seemingly derived from the "Turkish Letters" of diplomat Ogier Ghiselin de Busbecq, first appeared in English as tulipa or tulipant, entering the language by way of French: tulipe and its obsolete form tulipan or by way of Modern Latin tulipa, from Ottoman Turkish tülbend ("muslin" or "gauze"), and may be ultimately derived from the Persian: دلبند‎ delband ("Turban"), this name being applied because of a perceived resemblance of the shape of a tulip flower to that of a turban.This may have been due to a translation error in early times, when it was fashionable in the Ottoman Empire to wear tulips on turbans. The translator possibly confused the flower for the turban.

    Tulips are called lale (from Persian لاله, lâleh) in Farsi, Turkish, Arabic, and Bulgarian. In Arabic letters, lale is written with the same letters as Allah, which is why the flower became a holy symbol. It was also associated with the House of Osman, resulting in tulips being widely used in decorative motifs on tiles, mosques, fabrics, crockery, etc. in the Ottoman Empire.

    Propagation
    Tulips can be propagated through bulb offsets, seeds or micropropagation. Offsets and tissue culture methods are means of asexual propagation for producing genetic clones of the parent plant, which maintains cultivar genetic integrity. Seeds are most often used to propagate species and subspecies or to create new hybrids. Many tulip species can cross-pollinate with each other, and when wild tulip populations overlap geographically with other tulip species or subspecies, they often hybridize and create mixed populations. Most commercial tulip cultivars are complex hybrids, and often sterile.

    Offsets require a year or more of growth before plants are large enough to flower. Tulips grown from seeds often need five to eight years before plants are of flowering size. Commercial growers usually harvest the tulip bulbs in late summer and grade them into sizes; bulbs large enough to flower are sorted and sold, while smaller bulbs are sorted into sizes and replanted for sale in the future. The Netherlands are the world's main producer of commercial tulip plants, producing as many as 3 billion bulbs annually, the majority for export.


    Tulip

    Deskripsi
    Tulip (Tulipa) merupakan nama genus untuk 100 spesies tumbuhan berbunga yang termasuk ke dalam keluarga Liliaceae. Tulip berasal dari Asia Tengah, tumbuh liar di kawasan pegunungan Pamir dan pegunungan Hindu Kush dan stepa di Kazakhstan. Negeri Belanda terkenal sebagai negeri bunga tulip. Tulip juga merupakan bunga nasional Iran dan Turki.

    Tulip merupakan tumbuhan tahunan berumbi yang tingginya antara 10-70 cm, daunnya berlilin, berbentuk sempit memanjang berwarna hijau nuansa kebiru-biruan, dan bunganya berukuran besar terdiri 6 helai daun mahkota. Tulip hasil persilangan menghasilkan bunga berwarna tunggal, merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, atau berbagai macam kombinasi dan gradasi warna. Tulip menghasilkan biji-biji berbentuk bundar pipih yang dibungkus kapsul kering.

    Seperti halnya bunga mawar, lili, anggrek dan peony, tulip adalah tanaman bunga yang paling banyak dibudidayakan manusia.

    Sejarah
    Pada mulanya bunga tulip tumbuh liar di kawasan Asia Tengah dan Asia Barat. Kerajaan Ottoman Turki terpikat pada keindahan dan kesempurnaan bunga tulip dan mulai membudidayakan bunga tulip sejak tahun 1000. Motif-motif bunga tulip sudah sejak lama banyak dipakai dalam seni ornamen Persia dan Turki. Nama yang diberikan orang Eropa untuk tulip berasal dari bahasa Persia untuk sorban (bahasa Persia: دلبنت, dulband) karena bunga tulip ketika belum mekar sepenuhnya bentuknya terlihat seperti sorban.

    Jenis-jenis tulip yang sudah dikenal sejak zaman dulu mempunyai motif garis-garis, "coretan kuas," atau "jilatan api" atau mempunyai warna lain pada bagian-bagian tertentu daun bunga, sedangkan jenis-jenis yang lebih baru mempunyai pola aneka warna pada daun bunga. Sentuhan warna lain pada warna dasar bunga tulip disebabkan perubahan pigmen di bagian atas dan bagian bawah bunga.

    Infeksi virus mosaik yang dibawa serangga sejenis kutu menyebabkan terjadinya jenis tulip langka dengan motif indah seperti coretan kuas yang diburu orang Belanda sewaktu demam bunga Tulip mania. Virus mosaik menyebabkan tanaman tulip menderita dan mati perlahan-lahan, walaupun bunga yang dihasilkan menjadi sangat indah. Sekarang ini, virus mosaik dapat dikatakan sudah hampir musnah dari ladang-ladang bunga tulip.

    Di Kerajaan Ottoman dan Belanda, tingginya permintaan atas tulip yang tidak diimbangi pasokan yang cukup menimbulkan fenomena yang disebut Tulip mania. Permainan harga tulip oleh para spekulan juga menjadi salah satu sebab kemunduran ekonomi Kesultanan Ottoman.

    Belanda setiap tahunnya mengirimkan bunga tulip untuk ditanam di kota Ottawa sebagai ucapan terima kasih kepada Kanada yang membebaskan Belanda dari Nazi Jerman dan sewaktu zaman pendudukan bermurah hati menyediakan tempat bermukim Ratu Juliana yang pada waktu itu masih puteri mahkota.

    Jenis-jenis Tulip Kebun
    Ada sekitar seratus jenis tulip yang sering ditanam di kebun. Jika dilihat dari daun mahkota, bunga tulip ada yang memiliki daun mahkota yang tidak terbuka sewaktu mekar (masih seperti menguncup), daun mahkota yang terbuka lebar sewaktu mekar, pinggiran daun mahkota yang melengkung, dan pinggiran daun mahkota yang runcing. Jika dilihat dari waktu berbunga, tulip digolongkan menjadi:


    1. Tulip yang berbunga lebih awal

    a. Single Early (daun mahkota selapis, berbunga lebih awal)

    Bunga hanya mempunyai 6 daun mahkota. Berbunga di awal April. Jenis ini merupakan keturunan dari jenis 'Duke Van Thol'. Tanaman cenderung pendek, tinggi tanaman sekitar 20-30 cm. Contoh: 'Apricot Beauty' dan 'Christmas Dream.'

    b. Double Early (daun mahkota berlapis, berbunga lebih awal)

    Bunga mempunyai lebih dari 6 daun mahkota tapi jumlahnya lebih sedikit dibandingkan jenis Double Late. Tinggi tanaman sekitar 20-30 cm. Bunga tahan lama dan batangnya kuat. Berbunga di awal April. Jenis ini merupakan keturunan dari tulip 'Murillo' dengan bunga berwarna putih, terdiri dari 120 kultivar. Contoh: 'Peach Blossom' dan 'Monte Carlo.'

    c. Kaufmaniana

    Jenis yang dikembangkan dari spesies Tulipa kaufmanniana asal Turkestan. Tulip jenis ini berbunga sangat awal, di Washington, D.C. kadang-kadang sudah berbunga pada awal Maret. Batangnya pendek, bunganya terbuka lebar di bawah sinar matahari sehingga terlihat seperti bintang bersegi enam. Berbunga di awal April. Tinggi tanaman sekitar 10-20 cm.

    d. Fosteriana

    Jenis yang mudah berkembang biak, merupakan hibrida berbagai Tulip yang berasal dari Asia Tengah. Berbunga sekitar awal April. Tinggi tanaman sekitar 25-51 cm. Contoh: 'Purissima' (putih) dan 'Sweetheart' (kuning dengan warna putih pada tepi daun mahkota).


    2. Tulip yang berbunga agak lambat

    a. Triumph

    Jenis ini merupakan hasil hibrida Single Early dengan jenis-jenis yang lambat berbunga. Bentuk bunga bulat telur khas Tulip, batangnya kuat dan bunga bisa bertahan dalam kondisi cuaca buruk. Jenis ini banyak digunakan untuk bunga potong. Tinggi tanaman sekitar 25-41 cm. Berbunga di pertengahan April. Kultivar ini mempunyai warna beraneka ragam, misalnya 'Negrita' (ungu), 'Kees Nelis' (campuran merah dan kuning), 'White Dream' (putih), 'Prominence' (merah), 'Cairo' (coklat), 'Zurel' (campuran ungu dan putih), 'Gavota' (merah tua dengan pinggiran kuning). Salah satu kultivar ada menggunakan nama kota di Indonesia yakni Tulip 'Makassar' yang berwarna kuning.

    b. Darwin Hybrid

    Jenis ini baru dikenal seusai Perang Dunia ke-2, merupakan hasil hibrida antara Tulipa fosteriana yang berukuran besar dan 'Darwin.' Jenis ini memiliki bunga yang besar-besar dibandingkan jenis-jenis Tulip lainnya sehingga sering ditanam di taman bunga dan diproduksi besar-besaran sebagai bunga potong. Penanamannya mudah, mempunyai batang yang kuat dan tahan serangan virus. Tinggi tanaman sekitar 30-51 cm. Berbunga di pertengahan April. Variasi warna bunga tidak terlalu banyak, antara lain: 'Pink Impression' (merah jambu), 'Apeldoorn' dan 'Oxford' (merah). Selain itu, ada juga warna-warna lain yang dimiliki keturunan 'Apeldoorn' dan 'Oxford,' seperti 'Golden Oxford' (kuning tua), 'Blushing Apeldoorn' (oranye kekuningan), dan 'Oxford Elite (oranye dengan pinggir kekuningan).

    c. Greigii

    Jenis ini dikembangkan dari spesies Tulipa greigii asal Turkestan. Batangnya kokoh, bunga berukuran sedang yang terbuka lebar di bawah sinar matahari memperlihatkan dasar bunga berwarna tua hingga hitam. Daun bermotif khas seperti garis-garis atau corak warna ungu. Berbunga di awal April. Tinggi tanaman sekitar 20-30 cm.


    3. Tulip yang berbunga lambat

    a. Single Late (daun mahkota selapis, berbunga lambat)

    Semua kultivar dari jenis ini mempunyai batang yang panjang dan kuat. Jenis ini merupakan kumpulan dari jenis-jenis seperti 'Breeder,' 'Darwin' dan 'Cottage' yang masing-masing ciri khasnya sudah hilang akibat hasil hibridisasi. Tinggi tanaman sekitar 37-76 cm. Berbunga di akhir April. 'Ile-de-France' adalah salah satu kultivar dari jenis ini yang berbunga lebih cepat dibandingkan dengan jenis-jenis yang berbunga lebih awal. Contoh: 'Pink Diamond' (merah jambu) dan 'Queen of Night' (ungu tua).

    b. Double Late (daun mahkota berlapis, berbunga lambat)

    Jenis ini mempunyai sebutan Peony Flowered Tulip karena memiliki bunga seperti bunga peony. Bunganya besar-besar dengan daun mahkota yang berlapis-lapis. Jenis ini harus ditanam di tempat yang terlindung karena bunganya yang berukuran besar tidak tahan hujan lebat dan angin kencang. Tinggi tanaman sekitar 30-41 cm. Berbunga di akhir April. Jenis ini hanya memiliki beberapa kultivar, seperti 'Angelique' (putih merah jambu), 'Mount Tacoma' (putih), 'Ice Cream' (bagian bawah merah jambu, bagian atas putih).

    c. Lily-flowered Tulip

    Jenis ini batangnya panjang-panjang dan memiliki bunga dengan tepi daun mahkota yang terbelah dan runcing seperti bunga Lili. Pada zaman dulu pada umumnya Tulip mempunyai bentuk bunga seperti ini. Asalnya dari spesies Tulip acuminata tapi mempunyai batang yang kuat. Populer sebagai bunga potong. Tinggi tanaman sekitar 36-76 cm. Berbunga di akhir April. Contoh: 'West Point' (kuning), 'Ballerina' (oranye), 'Marilyn' (putih dengan coretan kuas warna merah).

    d. Fringed Group (tepi kristal)

    Jenis ini memiliki daun mahkota yang tepinya seperti dihiasi kristal atau rumbai-rumbai. Bunga terlihat sangat cantik dan tahan lama. Tinggi tanaman sekitar 20-76 cm. Berbunga di akhir April. Kebanyakan Tulip jenis ini merupakan mutan dari jenis Single Late. Tulip 'Crystal Beauty' dengan bunga berwarna merah merupakan mutan dari 'Apeldoorn' yang membentuk hiasan seperti kristal di tepi daun mahkota. Tulip 'Barbados' memiliki tepi daun mahkota dengan hiasan seperti rumbai-rumbai yang tajam, sedangkan tepi daun mahkota Tulip 'Royal Sphinx' hanya memiliki hiasan rumbai-rumbai sedikit sekali hingga hampir tidak kelihatan. Contoh lain: 'Fancy Frill' (merah jambu) dan 'Hamilton' (kuning).

    e. Viridiflora (garis hijau)

    Jenis yang masih kerabat Single Late ini mempunyai garis hijau pada daun mahkota yang dimulai dari dasar bunga sampai ke tepi atas daun mahkota. Tanaman berusia panjang dan bunganya sering digunakan untuk bunga potong. Tinggi tanaman sekitar 41-61 cm. Berbunga di akhir April. Contoh: 'Spring Green' (putih bergaris hijau) dan 'Greenland' (merah jambu bergaris hijau).

    f. Rembrandt

    Jenis ini keturunan dari Darwin yang perubahan warnanya disebabkan oleh beberapa jenis virus. Pada mulanya orang tidak mengetahui bahwa warna yang motif fantastik seperti coretan kuas disebabkan oleh virus, sehingga Tulip jenis ini diperdagangkan dengan harga yang gila-gilaan di abad ke-17 hingga abad ke-18. Tulip Rembrandt asli yang berpenyakit sudah tidak ada lagi dan digantikan jenis Rembrandt yang bebas penyakit. Berbunga di akhir April. Kultivar yang mirip-mirip misalnya: 'Bizarre' dan 'Ice Follies.'

    g. Parrot

    Jenis ini dikenali dari daun mahkota mirip bulu unggas. Jenis Parrot sebanyak 99% merupakan perubahan dari jenis-jenis Tulip yang lain. Konon ada teori yang mengatakan daun mahkota seperti ini disebabkan pemisahan daun mahkota yang tidak sempurna. Jenis yang ada sekarang memiliki batang yang kuat, sedangkan jenis yang ada pada zaman dulu memiliki batang yang lemah. Warna bisa bermacam-macam, tapi di bagian tengah daun mahkota pasti terdapat bercak-bercak warna hijau. Jenis ini sangat rentan terhadap cuaca buruk dan harus ditanam di tempat yang terlindung. Tinggi tanaman sekitar 31-41 cm. Berbunga di akhir April. Contoh: 'Flaming Parrot' (kuning dan coretan warna merah), 'Estella Rijnveld' (campuran warna merah dan putih) dan 'Blue Parrot' (biru tua keungu-unguan).



     
    Last edited by a moderator: Jun 16, 2014
  19. Offline

    ffda Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 26, 2013
    Messages:
    4,704
    Trophy Points:
    187
    Ratings:
    +12,321 / -0



    Selamat Datang di Taman Sugar Glider



    Sugar Glider ( Petaurus Breviceps, )









    [TH="background-color: #A9A9A9"]Sugar Glider



    Nama Latin:Petaurus Breviceps
    Asal lokasi: Indonesia, Australia, Papua.
    Badan:12,7cm Ekor: 15cm
    Berat: Jantan 140g, Betina 120g
    Umur Dewasa: Jantan 2 tahun; Betina 7-15 bulan
    Jumlah anak: 1-2 ekor
    Masa Hamil: 14-16 hari
    Makanan: Elm Sap, Pollen, Madu, Serangga
    [/TH]





    [TH="background-color: #A9A9A9"]SUMBER[/TH]

    [TH="background-color: #A9A9A9"]
    Here
    [/TH]




    [​IMG]

    Sugar Glider

    Apakah Sugar Glider itu?
    Nama ilmiah Sugar Glider adalah Petaurus Breviceps, yang merupakan jenis tupai pohon kecil dan berkantung (marsupilia). Mereka terutama berasal dari negara-negara Asia Pasifik termasuk Australia, Indonesia, Papua New Nugini, dan Tasmania. Sugar glider dikenal dengan nama ini karena mereka menyukai makanan manis dan juga suka meluncur dari pohon ke pohon sehingga terlihat terbang melayang.

    Ada tujuh subspesies dari P. breviceps ini:
    * P. b. breviceps (Waterhouse, 1839)
    * P. b. longicaudatus (Longman, 1924)
    * P. b. ariel (Gould, 1842)
    * P. b. flavidus (Tate & Archbold, 1935)
    * P. b. papuanus (Thomas, 1888)
    * P. b. tafa (Tate & Archbold, 1935)
    * P. b. biacensis (Ulmer, 1940)

    Sugar glider ini juga dikenal sebagai pocket pet atau ‘hewan peliharaan dalam saku’, karena berukuran kecil dan dapat dibawa dalam saku/ kantung. Itu sebabnya banyak pemilik Sugar Glider menjaga hewan menawan ini. Sisi menarik lainnya dari Sugar Glider adalah bahwa mereka memiliki jari-jari kaki besar pada kaki belakang mereka, yang membantu mereka dalam membuat pegangan yang lebih kuat pada cabang pohon.

    Makhluk lucu ini termasuk kelompok mamalia berkantung (marsupial). Bayi berkembang dalam kantong/pelukan ibu mereka sampai mampu mandiri sekitar 1,5-2 bulan. Pocket pet ini memiliki ukuran panjang sekitar 5-6 inci dan berat sekitar 4-6 ons.

    Habitat
    Di alam liar dari habitat aslinya, Sugar Glider adalah hewan yang tinggal di pepohonan dan sering hidup dalam kelompok-kelompok terdiri dari 10 sampai 15 ekor. Hewan ini aktif pada malam hari ketika saatnya perburuan serangga dan vertebrata kecil dan makanan tertentu dari getah manis sejenis eucalyptus, akasia dan pohon karet. Dinamai Sugar Glider ini karena ia lebih menyukai makanan manis dan kemampuannya untuk melayang di udara, seperti tupai terbang.

    Usia kematangan seksual sugar glider sedikit berbeda-beda antara jantan dan betina. Jantan mencapai kematangan antara 3-12 bulan, sedangkan betina mencapai kematangan antara 5-18 bulan.
    Satu karakteristik khas yang membentuk mereka mencapai kematangan seksual adalah “kepala nya botak” di bagian atas kepala mereka yang sebenarnya adalah kelenjar keringat.

    Di alam liar, sugar glider hanya berkembang biak sekali setahun karena iklim dan kondisi habitat sementara mereka dapat berkembang biak hingga 4 kali per tahun di penangkaran. Seekor sugar glider betina masa kehamilan berlangsung hanya 16 hari, setelah sugar glider bayi akan merangkak ke kantong ibunya untuk pengembangan lebih lanjut.

    Mata mereka akan tetap tertutup selama 12-14 hari. Selama waktu ini mereka akan mulai berkembang dengan mulai tumbuh bulu dan peningkatan secara bertahap dalam bentuk ukuran tubuhnya. Tidak seperti banyak hewan asli Australia, terutama yang lebih kecil, Sugar Glider ini tidak begitu terancam akan populasinya. Meskipun secara besar-besaran hilangnya habitat alami di Australia selama 200 tahun terakhir, Sugar Glider tetap dilindungi oleh hukum di Australia, di mana memelihara hewan ini ilegal bagi yang tanpa izin atau yang menangkap atau menjual mereka tanpa lisensi (yang biasanya hanya dikeluarkan untuk penelitian). Sugar Glider juga dikenal akan kecerdasannya. Tetapi cukup mudah berkembang biak di penangkaran dgn kondisi yang tepat.

    Makanan untuk Sugar Glider
    Perawatan Sugar Glider (SG) tidaklah terlalu sulit. Pemberian makanan pun tidaklah susah, cukup diberikan pilihan makanan seperti makanan bayi (bubur susu), madu, yoghurt, sayuran / buah-buahan seperti apel, pepaya, pisang, anggur, melon, pear, dll. Boleh juga diberikan telur rebus, keju, pelet dog/cat food khusus untuk pelet, pilih yg high protein minimal 30% keatas dengan bahan dasar ayam yang memiliki kadar magnesiumnya rendah jangan lebih dari 0,01% sebab dapat merusak ginjal. Untuk pelet kitten food sebaiknya diimbangi dengan air minum yang banyak. Sugar Glider (SG) membutuhkan asupan makanan yg tinggi protein, tinggi kalsium, rendah fosfor dan rendah lemak.

    Selain itu bisa juga diberikan umbi2an seperti bengkoang, wortel rebus dan ubi rebus. Sugar glider setiap hari membutuhkan protein dalam jumlah yang cukup besar (mencapai 40%), oleh karena itu jika memberikan buah2an bisa diberi suplemen tambahan berupa serangga (jangkrik, belalang) dan ulat untuk memenuhi kebutuhan proteinnya. Jenis makanan yang diberikan sebaiknya bervariasi. Misalnya di lakukan rotasi setiap 3 hari, yaitu buah-buahan dengan serangga, sayur (wortel rebus) dengan ulat, dan jangkrik. Jika mendapatkan asupan makanan yang benar dan nutrisi yang baik, Sugar Glider akan dapat hidup dengan sehat.

    Sugar glider juga membutuhkan minuman. Air bersih harus disediakan sepanjang hari (disarankan air mineral yang telah melalui proses penyulingan) atau jus buah, dan bisa diletakkan di dalam tempat minum untuk hamster (disarankan juga yang ada bola nya agar air tidak mengotori kandang) atau dapat juga diletakkan dalam wadah kecil yang berat sehingga tidak mudah tumpah pada saat SG bermain.


    Jenis Sugar Glider

    SG memiliki bermacam-macam warna tubuh. Di Indonesia sendiri umumnya dikenal 2 jenis warna yaitu mocca dan abu-abu. Berikut ini beberapa gambar jenis warna lain:

    Albino
    [​IMG]

    Cinnamon
    [​IMG]

    Classic Grey
    [​IMG]

    Leucistic
    [​IMG]

    Mosaic
    [​IMG]

    White Tip
    [​IMG]

    White Face
    [​IMG]


     
    Last edited by a moderator: Jun 30, 2014
  20. Offline

    Rouann Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 3, 2012
    Messages:
    9,184
    Trophy Points:
    187
    Ratings:
    +15,028 / -0



    Selamat Datang di Kebun Jeruk Nipis



    Jeruk Nipis ( Citrus aurantiifolia )









    [TH="background-color: #A9A9A9"]Jeruk Nipis



    Nama Latin:Citrus aurantiifolia
    Kingdom: Plantae
    Divisi: Magnoliophyta
    Class: Magnoliopsida
    Ordo: Sapindales
    Family: Rutaceae
    Genus: Citrus
    Species: Citrus aurantiifolia
    [/TH]





    [TH="background-color: #A9A9A9"]Source[/TH]

    [TH="background-color: #A9A9A9"][/TH]




    [​IMG]

    Key Lime

    The Key lime (Citrus aurantiifolia) is a citrus species with a globose fruit, 2.5–5 cm in diameter (1–2 in), that is yellow when ripe but usually picked green commercially. It is smaller and seedier, with a higher acidity, a stronger aroma, and a thinner rind, than that of the Persian lime (Citrus × latifolia). It is valued for its unique flavor compared to other limes, with the Key lime usually having a more tart and bitter flavor. The name comes from its association with the Florida Keys, where it is best known as the flavoring ingredient in Key lime pie. It is also known as West Indian lime, bartender’s lime, Omani lime, or Mexican lime, the last classified as a distinct race with a thicker skin and darker green color. Philippine varieties have various names, including dayap and bilolo.

    Etymology
    The English word "lime" was derived, via Spanish then French, from the Arabic word ليمة līma (Persian: لیمو‎ limu).[3] "Key" is from Florida Keys, where the fruit is naturalized. The Oxford English Dictionary dates the first use of "key lime" to 1905, in an issue of Country Gentleman, which described the fruit as "the finest on the market. It is aromatic, juicy, and highly superior to the lemon.

    Description
    C. aurantiifolia is a shrubby tree, to 5 m (16 ft), with many thorns. Dwarf varieties exist which can be grown indoors during winter months and in colder climates. Its trunk rarely grows straight, with many branches, often originating quite far down on the trunk. The leaves are ovate, 2.5–9 cm (1–3.5 in) long, resembling orange leaves (the scientific name aurantiifolia refers to this resemblance to the leaves of the orange, C. aurantium). The flowers are 2.5 cm (1 in) in diameter, are yellowish white with a light purple tinge on the margins. Flowers and fruit appear throughout the year, but are most abundant from May to September in the Northern Hemisphere.

    When in contact with the skin, the Key lime can sometimes cause phytophotodermatitis, in which a chemical reaction makes the skin extra sensitive to ultraviolet light.

    History
    C. aurantiifolia is native to Southeast Asia. Its apparent path of introduction was through the Middle East to North Africa, then to Sicily and Andalucia and via Spanish explorers to the West Indies, including the Florida Keys. From the Caribbean, lime cultivation spread to tropical and subtropical North America, including Mexico, Florida, and later California.

    Since the North American Free Trade Agreement came into effect, many Key limes on the US market are grown in Mexico, Central America and South America. They are also grown in Texas, Florida, and California.
    This particular cultivar might be a hybrid.



    Jeruk Nipis

    Jeruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buah dengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, berwarna hijau atau kuning, memiliki diameter 3-6 cm, memiliki rasa asam dan agak pahit,agak serupa rasanya dengan lemon.Jeruk nipis, yang sering dinamakan secara salah kaprah sebagai jeruk limau, dipakai perasan isi buahnya untuk memasamkan makanan, seperti pada soto.

    Deskripsi
    Jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) termasuk salah satu jenis citrus Geruk. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Tanaman jeruk nipis pada umur 2 1/2 tahun sudah mulai berbuah. Bunganya berukuran kecil-kecil berwama putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung.

    Pembiakan
    1. Syarat Tumbuh:
    a. Iklim · Ketinggian tempat : 200 m - 1.300 m di atas permukaan laut · Curah hujan tahunan : 1.000 mm - 1.500 mm/tahun · Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan - 12 bulan · Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 0 bulan - 6 bulan · Suhu udara : 200 C - 300 C · Kelembapan : sedang - tinggi · Penyinaran : sedang
    b. Tanah · Jenis : latosol, aluvial, andosol. · Tekstur : lempung berpasir lempung dan lempung liat · Drainase : baik · Kedalaman air tanah : 40 cm - 170 cm dari permukaan tanah · Kedalaman perakaran : di bawah 40 cm dari permukaan tanah · Kemasaman (pH) : 4 - 9 · Kesuburan : sedang - tinggi
    2. Pedoman Bertanam:
    a. Pegolahan Tanah · Buatkan lubang tanam berukuran 50 cm x 50 cm x 40 cm. · Tanah bagian atas dipisahkan dari tanah di bawahnya, kemudian diberi pupuk kandang. · Tanah bagian bawah dimasukkan kembali, kemudian disusul tanah bagian atas.
    b. Persiapan Bibit · Jeruk nipis dapat diperbanyak secara cangkok dan okulasi.
    c. Penanaman · Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan. · Jarak tanam 6 m x 6 m

    Kandungan Kimia
    Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia yang bermanfaat. Misalnya: limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren dan sitral. Di samping itu jeruk nipis mengandung asani sitrat. 100 gram buah jeruk nipis mengandung: - vitamin C 27 miligram, - kalsium 40 miligram, - fosfor 22 miligram, - hidrat arang 12,4 gram, - vitamin B 1 0,04 miligram, - zat besi 0,6 miligram, - lemak 0,1 gram, - kalori 37 gram, - protein 0,8 gram dan - air 86 gram. Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia antara lain limonen, linalin asetat, geranil asetat, fellandren, sitral dan asam sitrat.



     
    Last edited by a moderator: Jul 8, 2014
  21. Offline

    wiwis6002 Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 29, 2012
    Messages:
    9,134
    Trophy Points:
    202
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +2,360 / -2
    Siberian Hushky








    Classification
    Kingdom - Animalia
    Phylum - Chordata
    Class - Mammalia
    Order - Carnivora
    Family - Canidae
    Genus - Canis
    Species - familiaris


    [​IMG]



    Description


    Siberian Huskies are strong, compact, working sled dogs. The medium-sized head is in proportion to the body, with a muzzle that is equal in length to the skull, with a well-defined stop. The color of the nose depends upon the color of the dog's coat. It is black in gray, tan or black dogs, liver in copper dogs and flesh-colored in pure white dogs. The medium-sized, oval-shaped eyes are moderately spaced and come in blue, brown, amber or any combination thereof. Eyes can be half blue and half brown (parti-eyed), or dogs can have one blue eye and one brown eye (bi-eyed). The erect ears are triangular in shape, and set high up on the head. The teeth meet in a scissors bite. The tail is carried over the back in a sickle curve, not curved to either side when the dog is excited. The large "snow shoe" feet have hair between the toes to help keep them warm and for gripping on ice. Dewclaws are sometimes removed. The medium-length, double coat is thick and can withstand temperatures as low as -58° to -76° F (-50° to -60° C). The coat also comes in a longhaired variety called a wooly coat. The wooly (sometimes spelled woolly or wooley) coat length comes from a resessive gene and is not in most of the kennel club's written standard. Coat colors include all, from black to pure white, with or without markings on the head. The face mask and underbody are usually white, and the remaining coat any color. Examples of common colors are black and white, red and white, brown, gray and white, silver, wolf-gray, sable and white, red-orange with black tips, dark gray and white. Piebald is a very common coat pattern.






    Height/ weight​


    Height: Males 21 - 23½ inches (53 - 60 cm) Females 20 - 22 inches (51 - 56 cm)
    Weight: Males 45 - 60 pounds (20½ - 27kg) Females 35 - 50 pounds (16 - 22½ kg)






    Grooming

    The coat sheds heavily twice a year. During that time they need to be brushed and combed daily.






    Health Problem​


    Prone to hip dysplasia, ectopy (displacement of the urethra), eye issues such as juvenile cataracts, PRA (primarily in male dogs), corneal dystrophy and crystalline corneal opacities. Breeders can get hip screenings from the OFA and eye screenings yearly from a canine ophthalmologist (AVCO) and register the exam through CERF and SHOR). Also prone to a skin issue known as zinc responsive dermatitis, which improves by giving zinc supplements.






    Excercise​

    Siberian Huskies need a fair amount of exercise, including a daily walk or jog, but should not be excessively exercised in warm weather. They need a large yard with a high fence, but bury the wire at the base of the fence because they are likely to dig their way out and go off hunting.






    Origin


    Siberian Huskies were used for centuries by the Chukchi Tribe, off the eastern Siberian peninsula to pull sleds, herd reindeer and as a watchdog. They were perfect working dogs for the harsh Siberian conditions: hardy, able to integrate into small packs, and quite happy to work for hours on end. The dogs have great stamina and are lightweight. Native to Siberia, the Husky was brought to Alaska by fur traders in Malamute for Arctic races because of their great speed. In 1908 Siberian Huskies were used for the first All-Alaskan Sweepstakes, an event where mushers take their dogs on a 408-mile long dogsled race. The dogs gained popularity in 1925 when there was a diphtheria epidemic in Nome, Alaska. Siberian Huskies were used to bring in the much needed medicine to the people. In the early to mid-1900s Admiral Byrd used the dogs in his Antarctic Expeditions. During World War II the dogs served on the Army’s Arctic Search and Rescue Unit. The Siberian Husky’s talents are sledding, carting and racing. The Siberian Husky was recognized by the AKC in 1930.






    Temprament

    Siberian Huskies are loving, gentle, playful, happy-go-lucky dogs that are fond of their families. Keen, docile, social, relaxed and rather casual, this is a high-energy dog, especially when young. Good with children and friendly with strangers, they are not watchdogs, for they bark little and love everyone. Huskies are very intelligent and trainable, but they will only obey a command if they see the human is stronger minded than themselves. If the handler does not display leadership, they will not see the point in obeying. Training takes patience, consistency and an understanding of the Arctic dog character. If you are not this dog’s 100% firm, confident, consistent pack leader, he will take advantage, becoming willful and mischievous. Huskies make an excellent jogging companion, as long as it is not too hot. Huskies may be difficult to housebreak. This breed likes to howl and gets bored easily. Does not do well if left alone for a long period of time without a great deal of exercise beforehand. A lonely Husky, or a Husky that does not get enough mental and physical exercise can be very destructive. Remember that the Husky is a sled dog in heart and soul. It is good with other pets if raised with them from puppyhood. Huskies are thrifty eaters and need less food than you might expect. This breed likes to roam. Siberian Huskies can make wonderful companions for people who are aware of what to expect from these beautiful and intelligent animals and are willing to put the time and energy into them.






    Living Conditions​


    They are not usually recommended for apartments, however they can live in apartments if well trained and properly exercised. Siberian Huskies are very active indoors and do best with a fenced-in large yard. Because of their heavy coats, these dogs prefer cool climates. One has to use common sense with respect to maintaining them in the heat by providing adequate shade and air conditioning. This breed prefers to live in packs.


    source




     
    Last edited by a moderator: Aug 9, 2014
    • Like Like x 1
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.