1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Gaya komunikasi orangtua yang tidak disukai anak

Discussion in 'Lifestyle' started by vincentrevival, Aug 15, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    vincentrevival Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 12, 2010
    Messages:
    5,338
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,522 / -0
    Jakarta, Semua orangtua ingin selalu melindungi anak-anaknya agar tidak berbuat kesalahan yang bisa merugikan si anak. Saking khawatirnya, terkadang orangtua malah gagal berkomunikasi dengan anak karena cara komunikasinya tidak disukai anak.

    Akibatnya, orangtua melakukan komunikasi dengan cara yang justru merusak hubungannya dengan si anak. Menurut Dr. Jeffrey Bernstein, psikolog dari Philadelphia dan penulis buku '10 Days to a Less Defiant Child', ada tiga gaya komunikasi orangtua yang tidak disukai anak seperti dilansir Psychology Today, Senin (15/8/2011):

    1. Memojokkan dengan rasa bersalah
    Biasanya dilakukan dengan cara meminta atau membuat anak merasa berada dalam posisi orangtua atau orang lain dalam situasi tertentu. Orang tua seringkali mencoba membuat anak-anak merasa bersalah atas tindakan atau pikiran mereka. Orang tua yang mengontrol anak-anaknya menggunakan perasaan bersalah ini sebenarnya memiliki risiko mengucilkan anak-anaknya dari mereka sendiri.

    Contohnya: Budi (15 tahun) kepergok sedang merokok oleh tetangganya yang kemudian si tetangga melaporkan kepada ibunya. Ibunya menceramahi Budi selama setengah jam dengan pernyataan seperti: "Coba kamu bayangkan betapa malunya Ibu mendengar kasak-kusuk tetangga bilang anak Ibu merokok?" atau "Apa kamu nggak sadar, kamu sudah merusak kepercayaan Ibu sama kamu?".

    Cara ini tidak akan berhasil dan justru membuat Budi semakin membuat jarak dengan Ibunya. Yang dibutuhkan Budi sebenarnya hanya dukungan, pemahaman, dan disiplin. Membuat komunikasi dengan bertanya alasan dan kenapa merokok malah membuat si anak biasanya lebih terbuka.

    2. Menggunakan Sarkasme atau sindiran
    Sindiran adalah mengatakan hal-hal yang berkebalikan dari apa yang sebenarnya ingin dikatakan dan tersirat melalui nada suaranya. Contohnya adalah mengatakan sesuatu seperti: "Pintar sekali kamu" ketika anak melakukan kesalahan atau sesuatu yang buruk.

    Sarkasme merupakan hambatan bagi orangtua yang ingin berkomunikasi secara efektif dengan anak-anaknya. Berbicara dengan nada positif dan tidak kasar akan membuat anak lebih respek.

    3. Menguliahi
    Yaitu ketika orangtua datang dan memberikan ceramah bagaimana seharusnya anaknya melakukan sesuatu, bukan memberikan masukan atau saran. Terlalu mengarahkan dan menyetir justru tidak akan didengar oleh anak-anak, atau bahkan malah membuat si anak melakukan kebalikan dari apa yang orangtua perintahkan.

    Orangtua yang mendikte anak-anaknya bagaimana seharusnya memecahkan masalahnya dan mengarahkan bahwa anak-anak tidak memiliki kendali atas kehidupannya sendiri, maka mereka akan kehilangan kepercayaan dari anak-anaknya.

    sumber : http://www.detikhealth.com/read/201...ikasi-orangtua-yang-tidak-disukai-anak?hlight
     
    • Thanks Thanks x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    zz11 Rockstar Veteran

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,146
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,167 / -0
    Kalo begitu, adakah yg punya artikel tandingannya?

    Tentang: "Gaya komunikasi seperti apa yang ideal dari ortu ke anak" :???:
     
  4. Offline

    mashimaroo Beginner Members

    Joined:
    Aug 9, 2011
    Messages:
    215
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +6 / -0
    mayoritas ortu memang seperti itu
    mgkn itu bisa dibilang udah turun temurun, krn mgkn ortu kita juga digituin sama ortu mereka
    ortu yg baik, seharusnya bisa mengajak si anak berkomunikasi
    membuat anak nyaman, dan menjadi terbuka
    sehingga semua masalah anak dapat diselesaikan dg cara yg enak
     
  5. Offline

    rectifierzx Beginner Members

    Joined:
    Oct 19, 2010
    Messages:
    286
    Trophy Points:
    87
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +97 / -0
    menurut gw sih tergantung anaknya jg sih , bs dikasi tau secara halus atau ndak,
     
  6. Offline

    himegami Beginner Members

    Joined:
    Jul 7, 2009
    Messages:
    384
    Trophy Points:
    86
    Ratings:
    +1,315 / -0
    btul itu ada satu lagi tuh biasanya ortu banding2ngin mereka pas jaman dulu sama kita jaman sekarang heuheuheu T,.T
     
  7. Offline

    ngilerman Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 11, 2008
    Messages:
    2,782
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +129,236 / -2
    yupp
    bener yg ini
    nyatanya itu emg sifat bawaan karna pngaruh masa kecil dulu
    jarang skali ak liat ortu yg komunikasinya enak

    termasuk ak sndiri :haha:
    waktu kecil suka digituin
     
  8. Offline

    kloningku Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 10, 2011
    Messages:
    27
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +1 / -0
    merubah mindset berpikir sih kalo gitu caranya....ak juga digituin pas kecil, tapi pas udah ada adek2 aku ga mau marahin mereka kaya gitu, dan sering share aja ama ortu kita...sebagai anak pertama kita harus ikut andil didik adik kita juga toh...jadi ortu juga bisa blajar dari kita dan buat kita kalo tar udah siap punya keluarga juga bisa jadi bekal...hehehehe...
     
  9. Offline

    JReeFstaR Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 6, 2009
    Messages:
    135
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +2 / -0
    Menurut ane seh..
    Kita semua juga suatu saat akan kayak gitu kaLo jadi orang tua..
    Gag isa dipungkiri kaLo ntu adaLah bakat aLami kaLo jadi orang tua..
     
  10. Offline

    tyraxel Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 29, 2008
    Messages:
    73
    Trophy Points:
    7
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6 / -0
    IMHO, itu kebiasaan sih, bukan bakat alami kita sebagai orang tua.
    Kebiasaan diperlakukan dan melihat itu setiap hari dalam masa kita sebagai anak, akhirnya bisa menurun ke anak kita.

    The question is.. Gimana caranya supaya kita tidak seperti orang tua kita dulu yah? Bagi yang sudah berkeluarga dan punya anak, mohon sharingnya :D
     
  11. Offline

    shygywu Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 19, 2010
    Messages:
    574
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +62 / -0
    gua se malah suka ama gaya komunikasi diatas.. coalny orang tua kita peduli bgt m kita..
    jd tergantung kitany gimana cara pandang nya..
     
  12. Offline

    gitubroo Silent Reader Members

    Joined:
    Jun 19, 2011
    Messages:
    50
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +2 / -0
    menurut ane sih yg penting komunikasi,setiap orang punya sifat sendiri2 jg gaya komunikasi sendiri toh natnya demi kebaikan.tinggal gmn kita memahaminya
     
  13. Offline

    reisher Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 3, 2009
    Messages:
    488
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +74 / -0
    Terus bagaimana cara komunikasi yang disukai anak?
     
  14. Offline

    MrChildnady Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 3, 2011
    Messages:
    170
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +3 / -0
    hahaha betulll gw paling ga suka disindir mending ngomong terus terang ajaaa ......
    biasanya kalo gitu gw balees ajaaa sapaaa yaaak pura2x ga kenal
     
  15. Offline

    smkosasih Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 9, 2008
    Messages:
    5,335
    Trophy Points:
    162
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3,178 / -0
    • Thanks Thanks x 1
  16. Offline

    crazy4fun Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    May 1, 2009
    Messages:
    6,252
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +5,813 / -0
    Memang harusnya ngasi tau kesalahan anak bukan dengan cara emosi :sigh:
    Klo dengan emosi,apalagi ngebanding bandingin anak sendiri sama anak orang lain,jelas anaknya bakal sakit hati + dendam sama orang tuanya :sigh:
    Dendam + sakit hati anak malah bisa dibawa sampe anak itu tumbuh dewasa nanti :sigh:
     
    • Like Like x 1
  17. Offline

    felix12 Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 2, 2009
    Messages:
    487
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +9 / -0
    anak itu nggak bisa di kerasin mereka masih labil, makin di kerasin makin melawan kecuali kalau anaknya punya luka batin sama orang tuanya.
    Daripada menyuruh anak berada di posisi orang tuanya justru orang tualah yang seharusnya melihat dari sisi anaknya. Dari situ baru dibimbing pelan2.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.