1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Foto-Foto Terlarang dari Hindia Belanda

Discussion in 'Random Images' started by blacksheep, Apr 9, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    blacksheep Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 23, 2008
    Messages:
    4,600
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +24,963 / -0
    Selasa, 8 Desember diterbitkan buku yang berisikan foto-foto terlarang yang dibuat di Hindia-Belanda - nama Indonesia di zaman kolonial - antara tahun 1945 hingga akhir 1949.

    Foto-foto dilarang pemerintah Batavia, karena hanya mau memberikan gambaran yang positif tentang perang ketika itu. Foto tentara yang terluka tembakan, atau penduduk yang ditangkap dan diancam laras senapan, foto-foto yang boleh dibilang kontroversial, tidak pernah muncul di media Belanda. René Kok, Erik Somers dan Louis Zweers menggabungkan hampir 200 foto dalam buku mereka 'Perang Kolonial 1945-1949: Dari Hindia Belanda ke Indonesia. Radio Nederland berbincang dengan Erik Somers, salah satu penulisnya.

    René Kok, Erik Somers dan Louis Zweers memang sudah lama menyelidiki berbagai arsip gambar dan juga fotografi mengenai Perang Dunia II. Selain itu mereka juga menyelidiki arsip-arsip foto di periode dekolonisasi Hindia-Belanda antara 1945 hingga 1949. Ketika itu banyak wartawan yang dipakai oleh pemerintah kolonial untuk membuat foto-foto perang. Para wartawan ini diwajibkan untuk menyerahkan semua foto yang dibuat kepada pemerintah Batavia untuk diseleksi, sebelum dikirim ke media di Belanda.

    Disensor

    Banyak foto yang tidak terseleksi karena dianggap mengandung unsur-unsur yang mengagetkan sehingga bisa meresahkan sanak keluarga serta penduduk Belanda. Foto serdadu yang terluka misalnya, atau tawanan perang, tidak pernah ditampilkan di media.

    Sebenarnya periode 1945, setelah 17 Agustus dan 1949, dikenal dengan periode Bersiap, dan setelah itu dimulai aksi agresi I dan II oleh Belanda, dan berakhir dengan penyerahan kedaulatan Desember 1949. Istilah Belanda 'Politionele Actie' memang sengaja tidak digunakan oleh ketiga penulis. Menurut mereka istilah ini digunakan pemerintah Belanda untuk membenarkan aksi di Indonesia yaitu mengembalikan ketenangan dan pemerintahan di Hindia-Belanda, dan digunakan untuk menutup-nutupi apa yang terjadi ketika itu.

    Setelah menyelidiki ratusan foto yang ditemukan, ketiganya menyimpulkan, bahwa sejak hari pertama pasukan Belanda datang ke Indonesia, dimulailah periode perang, dalam hal ini perang kolonial.

    Memang saat itu banyak foto yang beredar mengenai perang. Tujuan utama buku ini adalah menerangkan kepada rakyat Belanda, bahwa pemberitaan mengenai perang ketika itu, terutama foto, telah terlebih dulu diseleksi, disensor oleh pemerintah, dinas intel dan militer Belanda. Hanya diperlihatkan foto-foto yang sesuai dengan kebijakan pemerintah, kebanyakan foto-foto yang menutup-nutupi dan tidak memperlihatkan situasi yang sebenarnya. Jadi foto-foto yang tidak membuat khawatir sanak keluarga para militer di Belanda. Ketika itu ada 120.000 tentara Belanda dikirim ke Indonesia.

    Keadaan sesungguhnya

    Foto-foto yang diterbitkan sekarang, justru foto yang dilarang atau ditolak oleh badan sensor, tapi oleh karena satu dan lain hal masih tetap disimpan di berbagai badan arsip. Foto-foto ini menunjukkan gambaran lain tentang perang, kekerasan, teror dan lainnya, atau gambaran perang sesungguhnya.

    Rakyat Belanda tidak boleh merasa khawatir akan nasib tentara, sanak keluarga mereka yang ditugaskan ke Hindia-Belanda. Itulah tujuan utama. Setiap bentuk keresahan, apalagi tentangan terhadap perang ini membawa dampak negatif bagi pemerintah dan pimpinan militer Belanda ketika itu. Termasuk foto-foto di mana penduduk Indonesia menyambut gembira pasukan Belanda yang ketika itu dianggap sebagai 'pembebas'.

    Kebijakan yang sama juga digunakan pemerintah Amerika Serikat dalam perang Irak. Dan juga di Afghanistan. Foto-foto yang dipublikasi sebisa mungkin tidak membuat orang bereaksi negatif. Foto-foto yang dibuat fotografer embedded, dan dibuat berdasarkan permintaan pemerintah atau militer.

    Foto-foto ini bertolak belakang dengan cerita para serdadu yang kemudian kembali ke Belanda. Setibanya di tanah air mereka merasa tidak dihargai, karena gambaran publik tentang perang itu sangat positif. Tidak ada kejahatan, kekerasan, teror atau aksi berdarah.

    Selain itu Belanda juga perlahan-lahan harus menerima bahwa mereka kehilangan wilayah koloni dan dari awalnya perang ini sudah dianggap gagal. Satu hal yang sudah pasti tidak menimbulkan simpati publik.

    Reaksi

    Banyak reaksi diterima ketiga penulis, terutama dari kalangan veteran KNIL di Belanda. dan juga dari anak-anak mereka, generasi kedua setelah perang. Buku ini, dan terutama foto-foto tersebut menjelaskan mengapa ayah mereka tidak mau berbicara tentang perang. Atau justru bercerita banyak mengenai berbagai kekerasan yang terjadi di saat perang, menjelang akhir hayat mereka. Dengan kata lain buku ini menceritakan sisi negatif dari perang.
    Koloniale Oorlog: 1945-1949
    René Kok, Erik Somers, Louis Zweers
    Penerbit Carrera
    ISBN: 978 90 488 0320 0
    Terbit mulai 8 Desember 2009
    Spoiler for Seorang pemuda yang terluka diberi pertolongan medis oleh anggota brigade marinir Belanda.:

    [​IMG]





    Spoiler for Operasi Quantico. Seorang serdadu marinir terlihat mengancam sekelompok warga Indonesia yang diintrogasi.:

    [​IMG]





    Spoiler for Operasi Quantico. Seorang pemuda ditarik rambutnya agar keluar dari tempat persembunyian.:

    [[​IMG]





    Spoiler for Presiden Soekarno dan Ibu Fatmawati dielu-elukan oleh warga Indonesia, setelah berpidato di Yogyakarta, November 1949.:

    [[​IMG]




    Spoiler for Warga Belanda di kamp internering di batavia, September 1945:

    [​IMG]




    Spoiler for Fotografer dan pembuat film Belanda di Batavia:

    [​IMG]
    Code:
    http://sukabongkar.blogspot.com/2010/04/foto-foto-terlarang-dari-hindia-belanda.html
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    giganticskies Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 22, 2009
    Messages:
    5,705
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +7,728 / -1
    Nice Info...
    Wah foto-foto ini bener-bener asli dilarang saat itu yah...
    Pertamax :lalala:
     
    Last edited: Apr 9, 2010
  4. Offline

    ombapho Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 21, 2009
    Messages:
    106
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +12 / -0
    yang namanya kenyataan itu sering banget ditutup2in.. :ngacir:

    susah juga ya buat orang2 yang hidup pada saat itu
     
  5. Offline

    gravitazy Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 19, 2010
    Messages:
    479
    Trophy Points:
    92
    Ratings:
    +960 / -0
    satu gambar menyimpan sejuta makna..

    BRAVO tuk tukang foto,,,n_n
     
  6. Offline

    r3dchick3n Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 1, 2009
    Messages:
    673
    Trophy Points:
    191
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +23,786 / -0
    yg foto warga belanda di kamp...
    Kesannya gantian mereka yg jadi terjajah....
    tampang2 pengungsi gt...:wuek::wuek:
     
  7. Offline

    cigarette Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 8, 2010
    Messages:
    51
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +13 / -0
    foto2 ky gini jarang diungkap sewaktu perang, biasa biar pihak yang menang selalu benar!!!
     
  8. Offline

    Holey_Kitty Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 8, 2010
    Messages:
    487
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +236 / -0
    yang diliatkan yang baik2 aja nih:hehe:
    yang kita disiksa, masih disimpen rapat2
     
  9. Offline

    SanD5 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 12, 2008
    Messages:
    1,938
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +11,678 / -0
    [​IMG]
    politik :yareyare:
    seperti bush yg membenarkan perang irak :sigh:
     
  10. Offline

    Winoko21 Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 11, 2008
    Messages:
    2,822
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +211,202 / -0
    [​IMG]

    diobatin, tapi tetep aja ditodongin senjata :sigh:
     
  11. Offline

    shadowhacker Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 2, 2008
    Messages:
    252
    Trophy Points:
    72
    Ratings:
    +17 / -0
    bner2 brani

    :top::top: bwat yg dah nulis tu bku
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.