1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Other [Filsafat] Gerakan Anti-posmodernisme

Discussion in 'History and Culture' started by Nebunedzar, Nov 25, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    Nebunedzar Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 7, 2009
    Messages:
    944
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6,270 / -0
    Apa itu Anti-posmodernisme?
    Paham postmodernisme saat ini semakin berkembang, dan merupakan paham yang bersifat abstrak dikarenakan tidak adanya definisi yang absolut mengenai apa itu postmodernisme akibat dari sifatnya yang bersifat relatif dan subjektif. Tidak hanya itu saja, paham ini justru lebih mengarah ke hal negatif dibanding ke hal yang positifnya karena ekstrimnya paham ini. Sebagai contoh, postmodernisme itu mengkritik segala hal tanpa tujuan yang jelas serta melepaskan diri dari aturan-aturan yang ada.

    Hal tersebut mengakibatkan adanya ketidakteraturan dan banyaknya pertentangan yang muncul serta kritik-kritik yang ditujukan kepada paham ini. Dan di sinilah anti-posmodernisme pertama kali naik ke permukaan dunia filsafat. Anti-posmodernisme ini terbentuk dari variasi filsuf-filsuf yang menentang terhadap paham postmodernisme.

    Secara harfiah anti-postmodernisme terdiri dari kata "anti" yang berarti bertentangan, menentang, atau menolak. Sedangkan kata "postmodernisme" memiliki arti paham postmodernisme. Jadi dapat kita simpulkan bahwa anti-postmodernisme ini adalah suatu gerakan atau kelompok yang menentang atau menolak paham postmodernisme. Sebagai tambahan, anti-posmodernisme terbentuk dengan tujuan untuk mengembalikan nilai-nilai yang telah dirusak oleh postmodernisme untuk kembali ke nilai-nilai sebelumnya yang cenderung terlihat lebih stabil.

    Anti-postmodernisme bukanlah merupakan suatu paham seperti postmodernisme, karena ini hanyalah sebuah gerakan yang terdiri dari sekelompok orang yang menentang postmodernisme yang sedang berkembang di lingkungan masyarakat sekarang ini. Tidak seperti paham-paham lainnya seperti fenomenologi, liberalisme, ekstensialisme, atau pun Marxisme, anti-postmodernisme ini tidak memiliki tokoh pendiri, acuan buku ataupun inti doktrin. Hal ini dikarenakan anti-postmodernisme hanyalah suatu kelompok orang atau gerakan yang menentang dan mengkritik paham postmodernisme, yang menamakan diri mereka sebagai anti-postmodernisme. Para anti-postmodernis mamandang postmodernisme sebagai episode-episode terakhir dalam sebuah kegagalan perjalanan intelektual yang asal usulnya kembali lagi ke masa saat revolusi perancis.

    Gerakan atau kelompok anti-postmodernisme ini muncul tidak lama setelah munculnya paham postmodernisme. Mereka menolak atau menentang paham postmodernisme ini karena mereka melihat paham ini memiliki banyak kelemahan atau hal yang tidak mungkin dapat dilakukan di dalam kehidupan sesungguhya (realita).

    Kelemahan Postmodernisme Dilihat dari Definisinya
    Yang paling dasar adalah dari definisi postmodernisme itu sendiri yang memiliki definisi yang beragam. Postmodernisme lahir untuk menolak anggapan-anggapan modernisme yang membawa keyakinan bahwa filsafat melalui rasio sebagai sarananya mampu merumuskan hal-hal yang dapat berlaku secara universal. Sebagai sebuah penolakan, postmodernisme pada kenyataannya merupakan bentuk pemikiran yang beragam, (paling tidak) dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori.

    Pertama, pemikiran-pemikiran yang dalam rangka merevisi kemodernan itu cenderung kembali ke pola berfikir pra-modern. Sebutlah misalnya ajaran yang memproklamirkan dirinya sebagai metafisika New Age. Dapat pula dimasukkan kedalam kelompok ini pemikiran-pemikiran yang mengaitkan dirinya dengan wilayah mistiko-mitis.

    Kedua, pemikiran-pemikiran yang terkait erat pada dunia sastra dan banyak berurusan dengan persoalan linguistik. Kata kunci yang paling populer dan digemari oleh kelompok ini adalah "dekontruksi".

    Ketiga, adalah segala pemikiran yang hendak merevisi modernisme, tidak dengan menolak modernisme itu secara total, melainkan dengan memperbaharui premis-premis modern di sana-sini saja. Ini dimaksudkan lebih merupakan "kritik imanen" terhadap modernisme dalam rangka mengatasi berbagai konsekuensi negatifnya. Misalnya, mereka tidak menolak sains pada dirinya sendiri, melainkan hanya sains sebagai ideologi dan scientism saja di mana kebenaran ilmiahlah yang dianggap kebenaran yang paling sahih dan meyakinkan.

    Istilah postmodernist, pertama kali dilontarkan oleh Arnold Toynbee pada tahun 1939. Namun meskipun paham ini sudah cukup lama berkembang hingga sekarang, belum ada suatu kesepakatan dalam pendefinisiannya. Ketidakjelasan mengenai definisi ini tentu akan menyebabkan munculnya kekacauan orang dalam memahami konsep tersebut. Sebab bila seseorang mengalami kesalahan dalam memahami suatu konsep maka akan menimbulkan dampak yang cukup besar dalam menentukan kebenaran berpikir dan akan menjadi ambigu. Sedangkan kekacauan yang diakibatkan oleh konsep berpikir yang tidak jelas tersebut akan menbingungkan orang dalam mengaplikasikan konsep tersebut.

    Terdapat banyak versi yang mengartikan istilah paham postmodernisme ini. Seperti Lyotard yang beranggapan bahwa postmodernisme itu adalah lawan dari modernise yang dianggap tidak berhasil mengangkat martabat manusia modern. Sedangkan sebagian lain, seperti Jameson misalnya, beranggapan bahwa postmodernisme adalah pengembangan dari modernitas seperti yang diungkapkan oleh Bryan S. Turner dalam Theories of Modernity and Post-Modernity-nya.

    Perbedaan kedua pendapat ini menyebabkan munculya pendapat ketiga yang berusaha menengahi kedua pendapat yang kontradiktif tersebut. Pendapat tersebut dijelaskan oleh Zygmunt Bauman. Dalam karyanya yang berjudul “Post-Modern Ethics” Zygmunt Bauman berpendapat, bahwa kata “Post” dalam istilah postmodernisme bukan berarti “setelah” (masa berikutnya) sehingga muncullah kesimpulan-kesimpulan seperti di atas. Menurut Bauman, postmodernisme adalah usaha keras sebagai reaksi dari kesia-siaan zaman modernis yang sirna begitu saja bagai ditiup angin. Adapun penyebab dari kesia-siaan zaman modernis adalah akibat dari tekanan yang bersumber dari prasangka (insting,wahm) belaka.

    Kelemahan Postmodernisme Dilihat dari Dasar-Dasar Pemikiran Postmodernisme
    Para Anti-postmodernisme melihat terdapat kelemahan di dalam keenam asas yang sangat erat dengan antipostmodernisme, diantaranya adalah :

    1. Pemikiran postmodernisme yang menafikkan ke-universal-an suatu pemikiran (totalisme).
    Para pemikir postmodernisme beranggapan bahwa tidak ada realita yang bernama rasio universal, tetapi yang ada hanyalah relativitas dari eksistensi plural. Oleh karena itu, mereka berusaha merubah cara berpikir mereka dari “totalizing” menjadi “pluralistic and open democracy” (bersifat plural dan demokrasi terbuka) dalam segala aspek kehidupan, termasuk berkaitan dengan agama. Dari hal ini dapat terlihat betapa postmodernisme ini sangat bertumpu pada pemikiran individualisme sehingga menyebabkan munculnya relativisme dalam pemikiran seorang postmodernis.

    2. Penekanan akan terjadinya pergolakan pada identitas personal maupun sosial secara terus-menerus, sebagai ganti dari permanen yang amat mereka tentang.
    Manusia postmodernis beranggapan, hanya melalui proses berpikir yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. Oleh karena itu, jika pemikiran manusia selalu terjadi perubahan, maka perubahan tadi secara otomatis akan dapat menjadi penggerak untuk perubahan dalam disiplin lain. Dari sini jelas sekali bahwa postmodernisme menolak segala bentuk konsep fundamental, bersifat universal, yang memiliki nilai sakralitas dan yang menjadi tumpuan konsep-konsep lainnya. Manusia postmodernis diharuskan selalu kritis dalam menghadapi semua permasalahan, termasuk dalam mengkritisi prinsip-prinsip dasar agama.

    3. Pengingkaran atas semua jenis ideologi.
    Mereka mengingkari semua ideologi yang ada, seperti liberalisme, kapitalisme, bahkan ideologi agama. Oleh karena itu, maka kelompok postmodernisme tidak boleh terikat pada ideologi permanen apapun, termasuk ideologi agama. Karena kelompok postmodernisme telah menolak dengan tegas setiap prinsip permanen. Padahal dalam konsep berideologi, seharusnya ruang lingkup dan gerak manusia selalu dibatasi dengan mata rantai keyakinan prinsip yang permanen.

    4. Pengingkaran atas setiap eksistensi obyektif dan permanen.
    Kelompok postmodernisme berusaha meyakinkan kepada semua orang bahwa tidak ada tolak ukur yang sesungguhnya dalam menentukan objektifitas dan hakekat kebenaran. Hal ini didasarkan atas pemikiran relativisme yang mereka yakini. Mereka juga mengingkari Tuhan yang dianggap sacral oleh manusia yang agamis. Hal ini seperti apa yang diucapkan oleh Nietzsche salah seorang tokoh pendiri atau penggagas paham postmodernisme bahwa “God is Dead” (Tuhan telah mati).

    5. Kritik tajam atas semua jenis epistemologi.
    Kritik tajam secara terbuka merupakan salah satu asas pemikiran filsafat postmodernisme. Mereka akan mengingkari segala pemikiran (yang bersifat prinsip) yang berkaitan dengan kusalitas, kepastian, dan sejenisnya akan diingkari. Namun hal itu bukan berarti bahwa kaumpostmodernisme menolak secara begitu saja semua pemikiran yang dulu terdapat pada masa modernism, melainkan mereka mengevaluasinya lebih dulu dengan cara mengujinya kembali dan mengkritisinya.

    6. Pengingkaran akan penggunaan metode permanen dan paten dalam menilai maupun berargumen.
    Dengan kata lain, para kaum postmodernisme ini tidak menggunakan metode permanen dalam menilai suatu hal ataupun berargumen, tidak seperti paham yang lainnya seperti marxisme, liberalism, dan lain sebagainya yang selalu menggunakan metode yang permanen dan sudah paten. Para postmodernis ini cenderung menggunakan metodologi berpikir “asal comot” tanpa dasar standar logika yang jelas. Konsep berfilsafat dalam era postmodernisme merupakan hasil penggabungan dari berbagai jenis pondasi pemikiran.

    Dari penjelasan tersebut dapat kita lihat bahwa kelompok postmodernisme selalu memandang segala sesuatunya melalui sudut pandang idealis, bukan realis. Jika paham ini tetap akan diaplikasikan di dunia realita, perdamaian tidak akan terwujud dan akan menimbulkan kehancuran dan kekacauan. Sesorang tidak mungkin tidak boleh dibatasi oleh suatu prinsip yang permanen dan bagaimana mungkin seoranag manusia dapat berpikir secara benar bila tidak ada landasan standar logika yang pasti. Semua hal itu adalah mustahil, sebab bila manusia tidak dibatasi maka ia akan bebas dan tidak terkendali, sehingga dapat menimbulkan kekacauan karena tidak ada yang membatasinya.

    Jika dilihat dari sisi epistemologis, skala berpikir yang terdapat dalam teori postmodernis terkesan dangkal dan banyak terdapat paradoksi (kontradiksi). Jika paham postmodernisme ini tetap akan dijalankan dalam kehidupan yang sesungguhnya, maka akan muncul apa yang disebut dengan “nihilisme”, kekosongan. Kosong dari prinsip, ideologi, argumentasi rasional, logika sehat, pemahaman teks, konsep beragama dan sebagainya.

    Salah satu masalah prinsip yang bisa dilontarbalikkan kepada para pendukung aliran ini adalah; adakah asas-asas postmmodernisme di atas pun bersifat universal atau permanen? Pasti, berdasar pondasi pemikiran mereka, jawabannya adalah negatif. Berarti postmodernisme tidak memiliki asas-asas yang jelas (baca: universal dan permanen). Maka atas dasar postmodernisme pula seseorang dapat menggugat ke-universal-an dan ke-permanen-an asas-asasnya yang telah mereka sepakati. Jadi, atas dasar pemikiran postmodernisme tersebut seorang individu dapat menolak postmodernisme, hal itu dikarenakan postmodernisme tidak meyakini adanya prinsip logika yang jelas dalam menentukan tolok ukur kebenaran berpikir, yang mereka yakini adalah relativitas kebenaran dimana kebenaran itu bersifat relative, sehingga tergantung dari cara berfikir masing-masing.

    Lantas, apakah mungkin sebagai manusia beragama kita dapat menerima konsep tersebut? Para pengikut postmodernisme meyakini pengetahuan agama tidak berbeda dengan pengetahuan-pengetahuan lain, yang dihasilkan dari pikiran manusia, yang tidak akan lepas dari perubahan. Kritisi postmodernisme atas semua ajaran agama, apapun bentuknya, lebih radikal daripada modernism, sehingga penenkanan terhadap sekularisme menjadi lebih besar.

    Secara epistimologi postmodernisme berarti pencairan ketidakstabilan yang ditantdai dengan; runtuhnya kebenaran, rasionalitas, obyektivitas. Ciri-ciri postmodernisme: (1) De-diferensiasi (menyamarkan perbedaan); (2) Keanekaragaman argumentasi; (3) Menghargai perbedaan; (4) Membiarkan semua teori terbuka; (5) Tanpa kesimpulan; (6) Sintesis (berjalan secara bersama-sama). Prinsip dasar post modernisme adalah tidak adanya benar dan salah, membiarkan segala sesuatu terbuka kemudian sensitif terhadap perbedaan, menyadari keterbatasan dan kemampuan masing-masing dan kebenaran selalu bergerak seiring dengan dimensi ruang dan waktu. Kelemahan dari postmodernisme adalah solipsisme (kondisi yang sangat relatif) sehingga semuanya menjadi tanpa aturan.

    Sumber:
    Borchert, Donald M. Encyclopedia of Philosophy. London: Routledge, 2006.

    http://www.radea.web.id/2008/08/07/postmodernisme-dan-pengaruhnya-terhadap-filsafat/

    http://afifahcute.wordpress.com/2009/10/24/postmodernisme-fatamorgana-alam-khayal/

    http://subadra.wordpress.com/2007/0...ariwisata-tinjauan-perspektif-postmodernisme/

    http://memancar.blogspot.com/2009/02/benturan-peradaban-dialektika.html
     
    • Thanks Thanks x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    EdasNaheyDJ Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 23, 2009
    Messages:
    402
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +13 / -0
    Ente sukses bikin ane bingung gan!:pusing:

    menurut sy, mslh paham dan kepercayaan hnylh dr masalah sudut pandang.
    Semua paham, filsafat, teori, berdasarkan pemikiran manusia (dan mungkin dikuatkan bukti) seperti marxisme, komunisme, kapitalisme, postmodernisme, dll.

    tp gpp, :niceinfo: gan!
     
  4. Offline

    Nebunedzar Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 7, 2009
    Messages:
    944
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6,270 / -0
    intinya anti-posmo adalah gerakan yang menentang paham posmo, gan... :piss:

    saya sendiri aja pusing kok :lol:
     
  5. Offline

    chubbie Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 23, 2009
    Messages:
    17
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +18 / -0
    pusing ah.... dan agak tendensius rasanya.... persoalan posmo ga bisa dilihat secara esensial seperti itu bos.... tapi apapun itu thx infonya
     
  6. Offline

    Nebunedzar Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 7, 2009
    Messages:
    944
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6,270 / -0
    jadi gimana dung.. gan?? :???:

    kan definisi dari posmo aja relatif? bisa suka2 sapa aja?

    seolah2 gini gan:

    semakin saya berusaha mendekati kebenaran, justru kebenaran itu makin menjauh.. gan!

    wew..
     
  7. Offline

    soedjono Members

    Joined:
    Feb 4, 2009
    Messages:
    1
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +2 / -0
    artikel yang sangat menarik! jarang sekali ada seseorang di forum ini yang mau membahas permasalahan modernisme dan post-modernisme,haha, cool!
    saya sedikit belaja ttg dunia seni rupa, dalam post-modernisme (khususnya seni rupa) keadaannya sekarang keadaannya udah chaos karena "anything goes"-nya post-modernisme itu.hahah
     
    • Like Like x 1
  8. Offline

    supergundala Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 23, 2010
    Messages:
    173
    Trophy Points:
    41
    Ratings:
    +547 / -0
    anti posmo:
    1. anti: berarti bertentangan, menentang, atau menolak
    2. posmo: penolakan, pengingkaran, dekonstruksi, ato lebih simpelnya anti terhadap tatanan/pemikiran lama.

    jadi arti dari anti posmo adalah: menolak penolakan, anti-nya anti.... ato super anti, paling. heheh....
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  9. Offline

    Snafu Silent Reader Members

    Joined:
    May 23, 2011
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    2
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +3 / -0
    postmodernisme merupakan masa dimana setelah era modernisme dimana tokoh dibalik postmodernisme diantaranya Michael Foucault, Jean Baudrillard, dan Derrida. memang ilmu postmo ini susah untuk dipahami karena membuat berpikir dua kali bagi seseorang yang menekuninya. postmo adalah seni, seni yang dimaksudkan adalah dalam wujud bagaimana seseorang mengkritik atas burukmya kemapanan yang berlaku saat itu. seni yang diwujudkan semacam sastra ataupun karya seni lainya, dalam postmodernisme ada istilah logosentrisme yang artinya sebuah sistem pemikiran yang menghasratkan sesuatu yang tunggal, universal, total, abadi. dalam penerapanya memang sulit karena mustahil dalam dunia ini diseragamkan. postmo merupakan teori kritik jadi sungguh naif apabila dunia tidak membutuhkan kritik
     
    • Like Like x 1
  10. Offline

    silek900 Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 14, 2010
    Messages:
    8,017
    Trophy Points:
    237
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +92,486 / -2
    mengkritik kritik itulah postmo
    tanpa disadari kelompok2 yang menolak dan anti postmo juga bagian dari postmo itu sendiri.
    betapa ironisnya kelompok2/orang2 yang anti postmo :lol:
     
    • Thanks Thanks x 1
  11. Offline

    PzGren Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 5, 2011
    Messages:
    519
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +6 / -0
    Jadi apa bedanya orang yang anti postmo sama yang postmo? :zzzz:
    Gk bgitu beda pada dasarnya, cuman ditambahin anti doang di depannya :lol:
     
    • Thanks Thanks x 1
  12. Offline

    Nebunedzar Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 7, 2009
    Messages:
    944
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6,270 / -0
    masalahnya ada juga yg bertujuan lain, contohnya reservasi atau konservatif; bukan mengkritik
     
  13. Offline

    silek900 Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 14, 2010
    Messages:
    8,017
    Trophy Points:
    237
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +92,486 / -2
    wajar saja kalo ide2 seperti itu lahir, perlu di ingat postmo itu berarti pasca modern. artinya ide2/gerakan2 yang lahir dari kegagalan modernitas.
    kalaupun misalnya di dalam #1 post disebut kelemahan2 postmo, rasanya kurang bisa diterima, mengingat postmo itu sangat sulit didefenisikan karena ide2nya yang sangat beragam.
     
    • Thanks Thanks x 1
  14. Offline

    a23 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 15, 2009
    Messages:
    1,074
    Trophy Points:
    146
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,144 / -0
    ya tuh ane juga bingung............:aaaa:
    kok ga ditambahin kata super aja.....:hahai:
     
    • Thanks Thanks x 1
  15. Offline

    alzurjani Silent Reader Members

    Joined:
    Jun 6, 2009
    Messages:
    67
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +3 / -0
    sebelumnya, CMIIW
    posmodernisme sendiri saya kurang sepaham kalo misalnya "asal comot". soalnya ada ketentuan dasar ketika "asal comot" itu sendiri di laksanakan. tapi yang jelas, posmodernisme mengajarkan untuk tidak selalu bertahan pada pakem yang selalu muncul. misal ketika posmodernisme muncul dalam ilmu-ilmu sosial. taruhlah sejarah. di sejarah ada istilah no document no history. pernyataan itu tidak berlaku bagi para penganut posmodernisme yang memandang fakta sejarah bisa diperoleh dari mana saja, tidak harus bukti tertulis melulu.
    sumber Behan McCullagh - Logic of History perspektif Postmodernisme
     
    • Thanks Thanks x 1
  16. Offline

    pikolopikolo Members

    Joined:
    Sep 13, 2011
    Messages:
    3
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +1 / -0
    wah keren gan katanya kita jd bagian postmodern nih skrng ni bktinya ya kayak ginian informasi dunia maya, jejaring dsb global, bahkan instan kadang carut marut dsb kayak pekbuuk dll. ciri2 postmodern
     
    • Thanks Thanks x 1
  17. Offline

    Nebunedzar Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 7, 2009
    Messages:
    944
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6,270 / -0
    @silek900
    Hehehe, ini gara2 saya pakai teori universal om.. itu postingan saya isinya kutipan sana-sini digabung satu tanpa dipertimbangkan lagi. Ciri khas mahasiswa zaman sekarang, hehehe (copas mania, sumber tidak dipertanyakan lagi.)

    Tapi paling setuju dengan kalimat akhir. Memang tidak ada definisinya, makanya butuh reservasi untuk orang2 yang paranoid.

    @a23
    Itu artinya bukan menolak lagi, tapi kondisi posmo terhebat artinya kan. Super sekali.. ^^;

    @alzurjani
    posmo sama dengan bebas tanpa terikat berarti ya.

    @pikolopikolo
    Iya--salah satu cirinya, masih ada yang lain kan.
     
  18. Offline

    alzurjani Silent Reader Members

    Joined:
    Jun 6, 2009
    Messages:
    67
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +3 / -0
    salah satu yah itu, tanpa terikat tadi
    tapi patut dilihat juga bahwa gerakan posmodernisme sendiri tidak memberi bentuk yang nyata dalam membahas persoalan yang ada. misalnya karena asal comot, sehingga membuat ambiguitas dalam beberapa hal
     
  19. Offline

    ekajogja tukang ketik Members

    Joined:
    Aug 28, 2011
    Messages:
    47
    Trophy Points:
    22
    Ratings:
    +30 / -0
    ketika kaum posmo "memberi bentuk yang nyata", maka mereka jatuh ke jebakan modernisme.
    :kuning:

    analogi sederhananya:
    A. Modernisme >> kita harus bayar sekian dollar utk bisa donlod film, software, e-book, dll. Soalnya bayaran itu utk menjaga struktur produksi.
    B. Posmo >> kita bisa share film/software/e-book yg kita punyai (yg sudah kita bayar) ke org lain, dan sebaliknya org lain jg share ke kita. Dengan begini, bayaran utk menjaga struktur produksi tetap ada, tapi orang2 gak bangkrut karena dikit2 harus bayar.

    IDWS adalah bentuk produk nyata pemikiran posmodernisme!! :toa::toa: :cinta::cinta:



    Nah, anti-posmo itu kelompok reaksioner yang muncul karena ideologi/gaya hidup posmo mengancam kemapanan modernisme.
    Yang jelas kelihatan dari mereka adalah:
    1. Para anti-posmo itu selalu muncul dari kalangan kaum modernis. Mereka bersikap sebagai seorang free-lancer anti-posmo, yang aslinya modernis.
    2. Karena cuma gerakan reaksioner saja - tanpa landasan pemikiran yang kokoh - akhirnya gaungnya di dunia gak segempar posmo.
    3. Kaum anti-posmo tidak mampu memunculkan kelemahan yang riil dari posmo selain dengan menggunakan gaya2 modernisme, semisal keabsahan dokumen, keabsahan penelitian, dll.
    :hoho:
     
    • Thanks Thanks x 2
  20. Offline

    Xchalant Beginner Members

    Joined:
    Sep 26, 2008
    Messages:
    444
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +74 / -0
    sy pikir dulunya ini adalah aliran dalam seni rupa?
    kelompok anti kemapanan yg selalu mencari2 celah agar bisa eksis di antara normalnya keteraturan?
    cuman sy bingung saat dikembalikan ke filsafat.. aliran ini apa menganggap semua itu salah dan bersalah hingga mereka perlu mereset semua kembali ke nol.. menganggap semua filsafat dan ajaran moral atau agama itu tidak ada?
    terus mereka mau bangun sendiri filsafat atau ajaran versinya? toh bagaimanapun hidup tanpa tuntunan dan aturan itu hal yg muskil? kecuali mau punah..
     
  21. Offline

    zenozer Beginner Members

    Joined:
    Aug 23, 2011
    Messages:
    454
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +43 / -0
    kalo yg gw tahu orang" postmodernisme memiliki pandangan Anti otoritas (nilai-nilai agama, budaya, dan hukum) dan mengagungkan pola hidup individualistik adalah gejalanya. Kalau hal ini yang terjadi maka kehidupan manusia akan mengarah pada kekacauan dan kebimbangan karena tidak ada lagi pengakuan atas standar-standar kebenaran yang ada.

    sry no offense ya
    ini hanya pandangan saya, berbeda pendapat itu legal kan
     
    Last edited: Nov 13, 2011
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.