1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Fenomena Band Indonesia: Benci Berarti Peduli

Discussion in 'CurHat' started by Haruhiism_sugiisugii, May 7, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    Haruhiism_sugiisugii Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 31, 2008
    Messages:
    746
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +182 / -0
    cuma berusaha menyampaikan sedikit unek-unek soalnya gerah banget masalah ini :hot:

    Sudah bukan rahasia lagi kalau saat ini dunia tarik suara khususnya band di indonesia sedang masuk masa berkabung yang belum usai-usai. Saya perhatikan fenomena ini terjadi kira kira tahun 2005 sampai sekarang.

    Kalau kamu menganggap lagu-lagu band indonesia sekarang bagus, berarti kamu sudah kena pengaruh psikologis dari sebuah lagu dimana, sejelek apapun suatu lagu asal kuping dengerin terus lama-lama terbiasa juga.


    Seperti apa sih kondisi asli lagu band indo? Mohon maaf karena saya sendiri sering mendengarkan musik barat, jepang, mandarin, dan korea, jadi saya hanya menggunakan 4 negara tersebut untuk perbandingan

    1.Instrument & corak
    Instrumen tidak kreatif, itu lagi itu lagi, aransemennya juga gitu lagi gitu lagi. Alat musiknya bisanya itu itu aja. Ada yang bisa maen piano aja jadi menonjol banget.Udah gitu pake acara trend2an lagi, ga punya ciri khas. Lagi ngetrend irama melayu, melayu semua, lagi ngetrend rap, rap semua, berbau religi, religi semua... yap dalam berbagai segi lagu begitu lebih positif memang. Tapi sebel aja kalau tau-tau semua band keluar pakai baju model you-know-what and mulai menyanyikan nuansa-nuansa begitu. Bubarin aja bandnya bikin baru lagi.

    2.Nada/irama
    Lonjakan nada Cuma di chorus, bagian lain ga dipikirin sama sekali susunan nadanya, kalau boleh ngomong, tanpa chorus lagu band indonesia Cuma punya kekuatan 0%-5%. Lagu yang baik kan di semua bagian di pikirin baik-baik nadanya, jadi tanpa chorus lagu itu udah punya kira-kira 30-45%% kekuatan lagu.

    Yang parah, banyak nada yang plagiat. Tapi perlu di akui mereka penulis lagu band-band cukup kreatif dalam berplagiat ria. Secara hukum lagu dikatakan plagiat kalau ada 8 bar berurutan yang sama dengan lagu yang sudah ada, nah mereka cukup meniru sampai bar ke 7 saja. Pinter kan? Ntar alasannya kalau di wawancara gampang, “Not kan Cuma 7, wajar dong kalau ga sengaja mirip lagu A lagu B” pinter memang... (padahal 7 pangkat 7 aja udah 823.543 kombinasi)

    3.Tema
    Yang ini mah udah jelas, gini aja saya buat perbandingan biar gampang....
    Lagu luar kebanyakan tu temanya tentang: cinta, sahabat, keluarga, cita-cita, alam, iklim, fenomena sosial, harta pribadi, semangat, keberanian, larangan, kritik, kisah hidup, kenangan, konspirasi, negara, benda, warna, makna suatu kata, musik itu sendiri, suatu tokoh, dan lain lain (percayalah, masih banyak)

    Nah kalo di indo temanya itu tentang: cinta, cinta buta, cinta terlarang, cinta lagi, cinta aja, hanya cinta, ini cinta, itu cinta, cinta lagi cinta lagi, sekali lagi cinta, ada apa toh dengan cinta, cinta aja part 2, dan lain lain (percayalah, masih banyak cinta cinta yang lain)

    4.Lyric
    Sejak awal yang namanya lagu adalah puisi(baca:lirik) yang di iramakan. Jadi udah keharusan kalau yang namanya lirik harus bermakna dan indah untuk di ucapkan dan didengarkan.Saya kasih perbandingan lagu barat dan lagu indo dalam hal lirik. Dua duanya sama sama bertemakan cinta, patah hati...

    Barat patah hati: Bertahun tahun aku mencarimu (mantan pacar) ke seluruh sudut kota, akhirnya aku menemukanmu di suatu tempat yang tidak pernah aku perhitungkan sebelumnya, gereja. Diiringi sorak sorai orang kamu hanya menatapku dan berkata “Aku masih mencintaimu, hanya saja... kamu terlambat 25 menit”.

    (ini versi translate + ringkes lagu “25 minutes” milik MLTR, bahasa aslinya jauh lebih indah dari ini, kalau ada yang ga ngerti maksudnya itu, tokoh utama sudah cari-cari mantannya pingin baikan, sayangnya baru ketemu di resepsi pernikahan di gereja, dan sang mantan sudah resmi menikah.)


    Indo patah hati: Emang dasar, emang dasar, emang dasar kamu BAJ*NGAN! (bahkan di tulispun jadi keluar bintang-bintangnya gitu... mohon maaf sengaja tidak sebut judul dan nama band, soalnya ini contoh jeleknya)

    5.Skil sdan sifat personel
    Ini dia yang bener2 mencolok, yaitu skil tiap personelnya. Saya percaya orang indonesia tidak mungkin kalah hebat dari orang luar dalam hal seni. Hanya saja karena situasi dan kondisi yang ada personel band indonesia skilnya bukannya berkembang melainkan berkarat. Kondisi yang dimaksud adalah : “tidak ada saingan”

    Tiap personel band luar pasti dapat menghandel lebih dari 1 alat musik, dan kalaupun dia hanya bisa memainkan 1 alat musik (kayaknya jarang deh) dia memiliki ciri permainan khusus yang tidak dimiliki orang lain dalam bermain alat musik, intinya semua personel penting peranannya, ada satu yang keluar belum tentu ada yang bisa menambal kekurangan itu

    Kalau di sini pemain alat musik pasaran, skillnya segitu-gitu aja, ga ada bedanya sama personel-personel band yang lain(baca: pasaran alias di pasar ada banyak), makanya banyak vokalis jadi sombong karena menganggap peran mereka tak tergantikan.

    Coba saja tengok infotainment ketika membahas gosip suatu personel band ternama, terutama vokalis, tingkah mereka sungguh arogan, seolah-olah mereka cuma ada satu sedunia, padahal banyak anak muda yang dengan rendah hati mulai menyalip skill mereka.

    Sejujurnya dulu pernah ada musisi yang bandingin (mohon maaf saya benar-benar lupa di mana sumbernya, karena itu saya tidak bisa memaksa anda untuk percaya info ini) skill band papan atas (sekali lagi papan atas) di indo levelnya tidak lebih tinggi daripada kebanyakan band anak SMA di Jepang yang bahkan belum pernah masuk dapur rekaman.

    6.Performance
    Sadarkah kalian, lagu band-band indonesia lebih asik di dengar lewat mp3 atau piranti rekaman lain ketimbang live? pada rekaman mereka semua bersuara emas, enak banget, mendayu dayu (bikin ngantuk sebenernya), tapi begitu konser live, suara serak serak basah (bocor maksudnya) , baru loncat-loncat dikit udah ngos-ngosan, nyanyinya jadi ribet, malah jadi penontonnya di suruh nyanyi. Padahal konser paling 1-2 jam & kalau udah ga kuat di menit-menit terakhir rame-rame lipsing...

    Yeah sayangnya sewaktu rekaman, software-software canggih ikut membantu mereka ‘menyanyi’ dengan benar, frekuensi kurang dikit, tambahi, nada fales, di benerin, nyanyi ancur, bisa di ulang lagi.

    Tapi coba lihat band luar kalau live konser, powernya bisa puluhan kali lebih kuat daripada rekaman, justru banyak dari mereka yang tidak suka dengan rekaman karena dinilai tidak bisa merekam 100% kemampuan mereka. Mereka teriak-teriak, melompat, tidak sedikit yang menampilkan sedikit dance, tapi tetep aja kuat sampai detik terakhir, padahal rata-rata konser mereka 3-4 jam.

    7.Kostum
    Begitu-begitu yang namanya band adalah public figure, mereka harus memperhatikan cara berpakaian mereka. Cocok tidak dengan peran mereka? Cocok tidak sama lagu mereka? Kalau kita tengok band-band lokal, pakaian yang mereka pakai tidak berbeda dengan penontonnya, kaos, jeans, kemeja, sneaker, bener-bener seadanya, apa adanya, dan apa yang dipunya saja, kasihan sekali. Coba mereka lepas alat musik trus di dorong ke lautan penonton, pasti aura public figur mereka langsung hilang berbaur dengan indah bersama-sama penonton.

    Ada lagi kasus lain yang penampilan boleh nyentrik tapi lagunya ga mecing banget, yaituu.... band a minor de minor yang bahkan lirik aja ga hafal-hafal padahal di nyanyiin tiap hari (ga punya lagu lain kayaknya).

    Mungkin bagi mereka biar tampang ancur yang penting lagu mantab. Tapi sekali lagi saya ingatkan bahwa kondisi demikian Cuma ada di Indonesia dimana persaingan tidak seketat di luar. Di luar yang namanya skill sudah tidak masuk hitungan dalam bersaing lagi alias wajib, jadi mereka harus berperang dalam hal lain selain skil, salah satunya adalah penampilan. Jadi kalau di Indonesia skill masih jadi bahan persaingan menurut saya jelas masih kurang pesaing.

    Saya menulis seperti ini bukan karena saya tidak suka dengan produk dalam negeri atau nasionalisme saya kurang atau saya berusaha menjelek-jelekan Indonesia dengan segala cara. Cobalah kita renungkan, ini fakta yang ada, sayapun menulis seperti ini dengan resiko akan menambah panjang daftar musuh saya, tapi saya korbankan resiko itu, kalau ada waktu kalian bisa mengadakan survei lagu mana yang lebih bagus misal antara lagu indonesia dengan lagu jepang, dengan mempergunakan bule amerika atau eropa sebagai pendengar yang netral yang sama-sama tidak mengerti jenis musiknya. Kalau perlu sekalian translatin liriknya ke bahasa yang dia mengerti, saya berani jamin tanpa perlu survei, kecuali bule tersebut penggila dangdut, dia pasti lebih memilih lagu jepang.

    Dan jangan sekali-kali bilang, “Seharusnya kamu tidak bicara atau menulis hal yang menjelek-jelekan seperti itu, memangnya kamu bisa membuat lagu seperti itu?” Menurut saya kata-kata seperti ini sangat tidak intelek dan sangat kekanak-kanakan, karena yang pertama, ini negara demokratis, semua orang berhak berpendapat dan mengemukakan pendapat (sayapun tidak melarang jika anda berkata demikian, hanya saya menilai tidak intelek saja).

    Yang kedua, saya bukan penulis maupun penyedia lagu, jadi itu bukan peran atau tanggung jawab saya, jika di suruh sampai matipun saya tidak akan bisa menyediakan lagu seperti itu, tapi peran saya adalah penikmat lagu, dan sebagai penikmat saya melakukan peran saya yang terbaik, yaitu menikmati lagu yang pantas dinikmati dan mengkritik lagu yang tidak pantas untuk dinikmati. Justru mereka para musisilah yang menyalahgunakan kepercayakan yang sudah kita berikan untuk melahirkan lagu yang indah untuk kita dan tidak menjalankan perannya dengan baik kalau mereka membodohi para penikmat lagu dengan lagu-lagu yang mereka buat secara serampangan.

    Dan yang ketiga adalah, saya membenci lagu band Indonesia karena saya PEDULI, karena saya tahu betul bahwa lagu indonesia yang sekarang beredar levelnya kalah jauh di banding dengan lagu-lagu indonesia yang beredar sebelum tahun 2005, dan Band Indonesia levelnya bukan Cuma segini! Coba lihat band-band indonesia yang malah di buang oleh para pendengar Indonesia seperti Padi atau SID, level mereka sangat tinggi, sangat jauh bandingannya dengan band-band kelas teri yang sekarang banyak bermunculan dan tidak sengaja tenar.

    Justru yang saya pertanyakan adalah mereka yang mengaku menyukai lagu band Indonesia sekarang, dimana letak rasa peduli mereka? Mereka sama seperti seorang ayah yang memuji anaknya yang berusia 12 tahun karena dia sudah dapat naik sepeda tanpa roda bantu, atau bagaikan seorang manajer petinju yang terus menerus merancang pertandingan sandiwara untuk petinju yang dia pegang, alias mereka hanya menyanjung tanpa memikirkan masa depan dunia musik indonesia. Untuk anda yang belum pernah mencoba membandingkan lagu kita yang sekarang ini dengan lagu luar, cobalah selama sebulan buat anda yang mengerti musik dan tiga bulan buat anda yang tidak begitu mengerti musik, tinggalkan sejenak lagu band Indo, dengarkan lagu luar, kemudian kembali dengarkan kembali lagu Indo anda, saya berani jamin saat itu anda akan lebih memahami tulisan yang saya tulis ini. Mungkin banyak yang tidak berkenan dan saya tahu tidak pantas bagi saya untuk memohon maaf setelah memojokan bangsa sendiri seperti ini, tapi saya tetap memohon maaf sebesar-besarnya buat semua yang tidak berkenan bagi pembaca.

    biar gimanapun juga saya cinta dan rindu Indonesia lebih baik :ehem: maaf kalo kepanjangan :kecewa:
     
    • Thanks Thanks x 17
    • Like Like x 9
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    adhit_satchs Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 19, 2009
    Messages:
    100
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +20 / -0
    Pertama-tama tanpa ane tidak ada maksud menghujat ataupun memaki band indo sekarang..:piss::piss:

    Klo menurut ane apa yang ente katakan 100% betul, What the f** band sekarang, kenapa ane bisa bilang kyk gini karena adalah ane peduli dengan band indo dan juga pribadi ane nge-band juga...Klo dipikir kita sebagai orang indo gak ada malunya dengan industri sekarang dengan memiliki para legenda macam koes plus, godbless, iwan fals, dll...Apa lagi fenomena sekarang seluruh pasar memiliki selera yang sama tentang musik a.k.a MeTal (Mellow Total) ttg cinta, cinta, dan cinta...Klo dari ane pribadi as you know gw jarang bgt dengerin band indo kecuali yang memiliki kualitas saja, ane lebih prefer mendengarkan west music dibandingkan band indo sekarang....Ane lebih respect pada musisi INDIE dan itu adalah musisi sebenarnya....

    That's what I Mean...:piss:
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  4. Offline

    StuckBug Beginner Members

    Joined:
    Aug 31, 2009
    Messages:
    221
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +8 / -0
    susah jg, orang di blakang layar seleranya pada ga beres, jadi ya musisinya mw bgmn lg, jadi ya semacam 'To Hell' with kualitas,, yg penting gw dapet obyekan manggung:hahai:
    Sorry if i'm wrong..
     
  5. Offline

    Wolfkid Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 26, 2009
    Messages:
    466
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +57 / -0
    Memang betul kok itu bro. Band indo banyakan suck. Lagu yg kedengarannya enak ( gw dengar lagu sih pertama dengar melodynya, enak di telinga baru nyari liriknya )BUT begitu dilihat lirik lengkapnya OMG. Lyricnya pada gak nyambung. ( Terutama yg tema cinta, selingkuh dsb ). Lebih baik dengar lagu jepang aja kali, gw gak bisa bahasa jepang, ngerti lyric lagunya aja jg cari yg hasil translate tapi setidaknya lagunya benar benar mempunyai makna yg dalam.
     
    • Thanks Thanks x 1
  6. Offline

    top Topzero Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 12, 2009
    Messages:
    1,867
    Trophy Points:
    177
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +2,439 / -0
    emang bener gan band indo sekrang males gw dengerinnya....
     
  7. Offline

    hidayato Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 7, 2009
    Messages:
    2,046
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +14,641 / -0
    Semua faktor yg km sebutin itu salah satu penyebabnya yaitu karena negara ini sedang krisis multidimensional (khususnya krisis ekonomi).
    karena krisis, Lapang pekerjaan sedikit, tp standarnya semakin meningkat. Jadinya anak2 muda skrng lebih memilih bikin band dari pada kuliah ato cari kerja.
    Trus dari bikin band itu mereka jg ga lupa untuk membuat lagu pasaran yg kira2 bisa meledak di dunia musik tanah air ini. Oleh karean itu, semua band rata2 tema lagunya sama
     
  8. Offline

    Ivan12Jacksen Silent Reader Members

    Joined:
    May 12, 2009
    Messages:
    153
    Trophy Points:
    87
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,493 / -0
    gw skarang kurang seret ama band2 Indo yg sekarang2 ini..
    Kalo yg dulu masih demen dah..
    Mungkin udah keabisan ide lagu baru x..
    Soalnya banyak lagu2 yang gak jelas..
    Semoga band Indo semakin maju dah..
     
  9. Offline

    AtashiWaNeko Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 8, 2008
    Messages:
    27
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +10 / -0
    Analisanya bagus sekali :top:

    menurut saya sendiri sih kalo di lingkungan indie masih ada yang benar2 punya kualitas, kalo boleh sebut merk si band semacam "Sore", "White Shoes", dan sebagainya. Ada juga solois yang suka bagi musik gratis tapi bagus si, mas Adhitia Sofyan.
     
  10. Offline

    fazacaa Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 27, 2010
    Messages:
    847
    Trophy Points:
    106
    Ratings:
    +354 / -0
    gw setuju sama ente gan
    emang sekarang band2 indo sama semua gk ad perubahan
    banyak band indo yg sekarang cuma 1 lagu hits terus hilang entah kemana
    gw juga lebih ngehargai musik INDIE karena mereka tetep bermain sesuai aliran mereka
    gk peduli sama aliran sekarang yg lg hits yaitu melayu...
    tapi sayang mereka masi kurang d perhatiin
    semoga aj kedepannya musik indo jg bagus2 lg
     
  11. Offline

    hidayato Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 7, 2009
    Messages:
    2,046
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +14,641 / -0
    TAMBAHAN:
    band2 indo yg skrng kebanyakan pop karena klo ga gitu mereka ga laku
     
  12. Offline

    fallen_azette Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 9, 2009
    Messages:
    912
    Trophy Points:
    112
    Ratings:
    +1,057 / -0
    Gini..sebenarnya sih kenapa aliran musik di indo monoton?

    menurut Anda2 semua siapa sih yang menikmati musik, hingga genre musik yng bisa dibilang montoton selama 1-2 tahun ini bisa laku??

    yang Anda bandingkan sebenarnya negara2 yang sudah punya SDM dan tingkat sosial masyarakat yang berada di masyarakat Indonesia..

    Sebenarnya yang bikin laku sebuah band itu bukan skill, bukan lagu bukan apapun..tapi pendengarnya bukan? dan kalo memang mayoritas pendengar musik di indonesia menganggap musik melayu itu bagus, kita sebagai kritikus musik yang ingin membenahi juga tak bisa ikut campur dalam selera musik masyarakat Indonesia.

    Musik itu juga mencerminkan kondisi sosial masyarakat, kalo emang itu dangdut 60% maka masyarakat Indonesia juga dangdut 60% kasarannya.. Ingat Bro, Gak semua masyarakat indo di pelosok tau tentang kelas bermusik..

    tapi saya jujur, sangat suka dengan Pendapat Anda.. :top:

    Cendol sent dah! :piss:
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  13. Offline

    TheKradz Silent Reader Members

    Joined:
    May 22, 2010
    Messages:
    148
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +81 / -0
    :haha:
    HaHaHaHa

    tapi emang pendapat lu bner adanya Bro, faktanya emang seperti itu.
    Band sekarang mah ngejar hits RBT aja
    :yareyare:
     
  14. Offline

    aitatchiokabe Beginner Members

    Joined:
    Dec 15, 2009
    Messages:
    297
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +340 / -0
    well, bukannya gx sayang indonesia ato produk negeri sendiri.. tapi itulah alasannya kenapa aku lebih suka denger lagu dari luar.. :sigh:
    mo nyalahin pemusiknya, lah pemusiknya buat musik untuk makan.. kalo pasar gx suka, gx ada uang masuk..
    mo nyalahin pendengarnya, lah tidak semua indonesia mengerti tentang musik.. (aku juga gx seh.. :maaf:) en kita ato pemerintah gx bisa mengendalikan pasar.. :sigh: intinya.. susah.. :lol:
    mending di explore ajah tu lagu dangdut.. kan musik asli indonesia.. tapi bukan dangdut bajakan dari lagu pop..
     
  15. Offline

    Stifler Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    May 21, 2009
    Messages:
    434
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +564 / -0
    yaa...bgitulah yang namanya pasar bro...

    sekarang mungkin (analisa saya) sebagian besar pnduduk indonesia banyak yang merupakan kelas menengah kebawah, yang seperti bro fallen_azette bilang, ga semua masyarakat indo mengerti kelas bermusik...(ato mungkin sebagian besar memang tidak mengerti ?)

    makanya kalo diperhatiin, banyak band band seperti itu yang ngincer RBT (sampe ada awardnya...weleh weleh...) karena target pasar di indonesia dengan kalangan masyarakat seperti itu, "kelas musik" seperti itu yang disukai oleh kalangan masyarakat itu...

    kalo tiap aktivasi RBT katakanlah 5000 utk sebulan, dan kalangan masyarakat seperti itu kita anggap stengah (ato sepertiga sekalian) dari pnduduk indonesia yang 220 juta, udah dapet brp?
    hohooo...UUD (ujung ujungnya duit)...

    tapi jujur, dengan fenomena sperti ini, gw jadi males untuk nyetel TV pagi smpe siang, apalagi dengan tayangan "kotak masuk surat" ato "si hebat", ato yang laen...hahahaaa

    mungkin saya bakal lebih sering jalan2 kluar rumah pake headset smbil bawa ipod, biar ga tertular "virus2" seperti itu...hihi
     
    Last edited: May 30, 2010
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  16. Offline

    karepmu Silent Reader Members

    Joined:
    Jan 6, 2009
    Messages:
    64
    Trophy Points:
    62
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,049 / -0
    Pertama-tama yang patut kita salahkan adalah masalah piracy...(walaupun gw ndiri terkadang juga ikutan jadi leecher MP3)......itu yang bikin pasar musik indonesia jadi mati...para produser maupun pihak recording menanggung kerugian yang besar akibat piracy...effect nya adalah berkembangnya RBT...RBT itu pula cm beberapa part yang dirasa bagus aja yang kemudian dipasang untuk dijual...trus yg kedua masalah lagu....lagu indonesia jadi mendayu-dayu juga karena keadaan orang-orang yang kurang cerdas...lebih mementingkan cara instant untuk mendapatkan sesuatunya...pengen gampang cari uang dari musik, ya bikin lagu cengeng aja biar orang-orang jadi makin manja tentunya....
     
  17. Offline

    Sufie100 Silent Reader Members

    Joined:
    May 19, 2010
    Messages:
    76
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +4 / -0
    bener t lagu band" skarang nurun drastis kualitasx.... mending lg tempo dlu... biar g sbanyk skarang tp kualitas lbg trjga....
    d hp ane az hmpr gak ad lg indo.... bosennnnn....
     
  18. Offline

    adhit_satchs Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 19, 2009
    Messages:
    100
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +20 / -0
    Hemmmm,klo diliat dari post2 yang ada kemungkinan besar kesimpulan ane mungkin gini :
    1. Musisi buat lagu itu hanya untuk mencari makan demi sesuap nasi ato juga biar lebih terkenal karena ngikutin pasar
    2. Meng-gadaikan sebuah kreativitas dan imej sebuah musik yang ia miliki (idealis) demi masuk ke dalam pasar major label
    3. Memang kondisi masyarakat yang kian hari mengandrungi jenis musik seperti yang ada sekarang ini, makin parah sekarang
    4. Yang ini pendapat pribadi,"kok band-band sekarang pada lebih suka nyari FAME and MONEY daripada kepuasan bermain musik yang diinginkan coz band dulu mengutamakan hal tersebut"
     
  19. Offline

    havel Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 15, 2009
    Messages:
    511
    Trophy Points:
    101
    Gender:
    Female
    Ratings:
    +877 / -0
    kalo gw,selama lagunya enak didengar gak begitu peduli ama liriknya/alirannya/bandnya
     
  20. Offline

    grey_blitz Beginner Members

    Joined:
    May 15, 2009
    Messages:
    214
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +15 / -0
    aliran indo kebanyakan lagu cinta. lagu2 anak ABG. gampang terkenal. gampang bosennya jg
     
  21. Offline

    titanium999 Silent Reader Members

    Joined:
    Jan 21, 2010
    Messages:
    39
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +3 / -0
    y.............

    Klo menurut ane apa yang ente katakan 100% betul, What the f** band sekarang, kenapa ane bisa bilang kyk gini karena adalah ane peduli dengan band indo dan juga pribadi ane nge-band juga
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.