1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Discussion [economics] benarkah free trade dan globalisasi merugikan?

Discussion in 'School and Campus Zone' started by yudhis273, Oct 15, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    yudhis273 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 3, 2010
    Messages:
    884
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +2,073 / -0
    ini thread ke-2 saya tentang ekonomi. sekaligus penanda bahwa saya sudah menjadi MVU:sebel:

    tujuan thread ini adalah untuk memberi sisi lain tentang free trade dan globalization.

    Selama ini kita sering diberi informasi dan opini bahwa globalisasi dan perdagangan bebas buruk bagi Indonesia. Kenapa buruk? Karena itu membuat Indonesia, yg notabenenya belum kompetitif, harus bersaing dengan Negara-negara yg sudah maju. Dikatakan bahwa jika tidak dilindungi, Industri Indonesia akan hancur.

    pertama kita liat dulu posisi indonesia. Sebenarnya di manakah posisi Indonesia dalam perdagangan Internasional?
    [​IMG]

    Dari grafik di atas, terlihat bahwa Indonesia tidak terlalu memiliki Integrasi yang kuat dengan perdagangan global. Hal ini menjelaskan mengapa dalam krisis 2008, Indonesia tidak terkena dampak yg terlalu parah.

    Walaupun banyak yang mengatakan keterbukaan ekonomi buruk untuk Indonesia, nyatanya, menurut teori, dan praktek di beberapa Negara, integrasi Ekonomi dengan dunia memberikan keuntungan bagi Negara berkembang. Ambil contoh China. Dengan terintegrasinya China dengan Ekonomi dunia, diperkirakan dalam beberapa tahun, China akan melewati Amerika sebagai ekonomi terbesar dunia. China dapat melakukan hal tersebut, salah satunya karena banyaknya Multi National Company (perusahaan multi nasional) yg berinvestasi di sana karena mengincar upah buruh yg murah.



    Foreign Direct Investment (investasi langsung, misal: pabrik, server, kantor, dll)
    [​IMG]
    di atas adalah proporsi Foreign Direct Investment atas GDP

    bisa dilihat bahwa FDI Indonesia sangat kecil jika dibandingkan India, China, dan negara-negara tetangga


    Globalisasi
    Jika kita lihat perekonomian Amerika sekarang, pengangguran jumlahnya sangat banyak. Salah satunya karena globalisasi. Jadi pekerjaan sector tradable (sector yg bisa didagangkan) yang butuh skill rendah pada pindah ke Negara-negara yg tingkat upahnya rendah, misal: China, Vietnam, dll. Jadi masyarakat yg skill nya rendah di Negara berkembang sebenarnya diuntungkan dengan berintegrasi dengan perekonomian dunia, karena bertambahnya lapangan kerja. Dan yg mungkin terancam malah pekerja yg ber-skill tinggi di Negara berkembang. Jadi kalo ada politisi yg menentang globalisasi dan free-trade dan bilang ingin melindungi rakyat kecil, harus dipertanyakan.


    Sekarang pertanyaannya gimana supaya Multi National Company (MNC) mau menanamkan modalnya di Indonesia dalam bentuk Foreign Direct Investment (investasi langsung, misalnya bikin pabrik, bukan investasi pasar modal). Untuk itu, ada beberapa masalah yg haris diurus:

    1. Penegakkan hukum (korupsi, pungli, kejelasan hukum)
    salah satu alasan investor malas menanamkan dananya di Indonesia adalah kaerna penegakkan hukumnya kurang baik.
    [​IMG]
    gambar di atas menunjukkan biaya yg harus ditanggung jika ingin menuntut kontrak ke pengadilan.

    2. infrastruktur
    infrastruktur termasuk jalan, pelabuhan, listrik, dll. seperti kita tahu, di Jawa saja sering terjadi pemadaman listrik, apalagi luar Jawa.
    [​IMG]
    di atas menunjukkan biaya perjalanan di Indonesia. dengan transportasi laut, lebih murah ke Singapur daripada ke kalimantan.
    Sehingga, sangat wajar jika harga apel dan jeruk luar negeri harganya jauh lebih murah dari buah lokal.



    Di bawah ini saya tunjukkan keuntungan dan kerugian dari lebih terbukanya perekonomian Indonesia:
    [​IMG]


    artinya, jika ada pengangguran atau kebangkrutan jangan langsung menyalahkan free-trade. karena kurang baiknya lingkungan bisnis dan infrastruktur lebih mempunyai peran di sana.

    sumber:
    Michael Spence, Globalization and Unemployment : http://www.foreignaffairs.com/articles/67874/michael-spence/globalization-and-unemployment
    Enrique Aldaz-Carroll, UI Economic Development Course: World Bank Seminar Series: Managing Openness to Trade and Investment for Greater Economic Development
    sekian thead dari saya. semoga memberi pencerahan dan menimbulkan debat yang bermanfaat.

    jangan lupa kunjungi thread saya yg lain tentang ekonomi:

    [Economics] Utang Indonesia Selangit!! Benarkah?
     
    Last edited: Dec 15, 2011
    • Thanks Thanks x 6
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    yudhis273 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 3, 2010
    Messages:
    884
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +2,073 / -0
    sekarang saya lebih jelaskan mengenai oppportunity dan risk dari integrasi perekonomian Indonesia dengan Internasional


    Opportunity

    1. Harga barang yg lebih murah (baik barang jadi maupun barang baku)
    Contohnya saja harga cabai dan beras. Dulu harga cabai pernah sangat tinggi. Kalau tidak salah sampai 100ribu per kilo. Dengan perdagangan bebas, harga cabai seharusnya tidak sampai setinggi itu. Selain itu, industry juga sering mengimpor barang baku. Dengan free trade, harganya akan lebih murah.


    2. Permintaan dari luar negeri meningkatkan pertumbuhan dan lapangan kerja.
    [​IMG]
    seperti dilihat di grafik di atas, expor yg lebih tinggi akan menambah pertumbuhan ekonomi. investasi dari FDI juga akan menambah pertumbuhan.
    In addition, analysis suggests that exports strengthen private consumption and investment for the Indonesian economy (Basri and Rahardja, 2010).


    3. Perdagangan antarnegara membuat exporter menjadi lebih efisien dan menggunakan teknologi baru.
    Hasilnya, perusahaan yg mengexpor, biasanya memiliki kelebihan dibandingkan perusahaan yg hanya level local. Contoh:

    • Indonesian firms with 10% more exports tend to enjoy 2% higher productivity compared to those that do not export (Sjoholm 1999).

    • The accumulation of knowledge prior to entering the export market tends to make Indonesian firms 35% more productive compared to those that decide to focus only on domestic market (World Bank 2005).


    4. Cipratan teknologi karena FDI dan free trade
    Perdagangan dan investasi membuat perusahaan bisa terintegrasi dengan jaringan produksi global dan regional, dan akses terhadap input dan teknologi menjadi lebih mudah.

    FDI membantu Indonesia mengakses teknologi baru, dan system manajemen yg lebih baik, juga koneksi export.


    5. IMPOR
    Walaupun impor selama ini dianggap hal yg buruk, sebenarnya ada banyak hal yg bisa didapat dari impor. Ane langsung aja kasih bahasa inggrisnya:

    – Imports of inputs allow firms to get the most suitable inputs for their technology. A 10% reduction in input tariffs leads to a 12% increase in productivity of Indonesian manufacturing firms (Amiti & Konings 2007).

    – Imports of machinery allow firms to improve their production capacity and allow the government to improve the infrastructure

    – Higher imports can therefore lead to increased investment and exports (through the increase in production capacity). In Indonesia:

    • 1% of growth in real investment is associated with an increase in imports of 0.5%.

    • 1% of growth in real exports is associated with an increase in imports of 0.4%.

    • Imports can help alleviate poverty: they expand the choice of goods for consumers allowing them to buy cheaper consumer goods.

    • Conclusion: Limiting imports reduces choices for consumers & producers, and slows technology transfer to firms. It can lead to increased prices, lower productivity and competitiveness loss.



    Risk
    1. Kompetisi makin sengit. Sector yg lemah akan mati.

    - Tapi kalau dilihat dari sisi lain, sumberdaya untuk sector yg tidak kompetitif tersebut akan beralih ke sector yg lebih kompetitif

    - Sedangkan untuk Infant Industry (industry yg butuh waktu agar bisa efisien) ini berita buruk. Dalam kasus ini, pemerintah memang harus membuka secara perlahan.


    2. Rentan akan shock Internasional. Misalnya krisis global, dll.

    - Tapi harus diingat bahwa shock domestick terjadi lebih sering daripada shock internasional


    3. Rentan akan Hot Money

    - Oleh karena itu, investasi berbentuk FDI lah yg dianjurkan.


    sekian thread dari saya. maaf kalo kepanjangan.:maaf:


    setuju, ga setuju, menambahkan, mengoreksi, nanya, KOMEN!


    Yudhism economic thread series:
     
    Last edited: Nov 18, 2011
    • Thanks Thanks x 1
  4. Offline

    spinx04 Lurking Around Veteran

    Joined:
    Nov 22, 2009
    Messages:
    1,674
    Trophy Points:
    217
    Ratings:
    +2,535 / -0
    pembahasan yang bagus! :nikmat:
    sayang kurang memperhatikan sisi psikologis yang tidak kalah penting untuk diperhatikan :siul:

    oke, aq mulai aja komentar intinya...
    1. untuk komentar untuk komentar ini:
    asumsikan itu benar. jika demikian, maka tenaga kerja negara mana kira2 yang menjadi pilihan utama jika free trade terjadi? saya sangat yakin jawabannya adalah china (sepertinya TS cukup mengerti alasan statement saya yang ini). lalu indonesia? tenaga skill rendahnya tak terpakai, tenaga skill tingginya kalah saing. the bad turn worst...:sigh:

    2. SDA n SDM dikuasai asing
    ini merupakan kemungkinan terburuk yang bisa dipikirkan. ga usah jauh2, kontrak dengan mobil oil or perusahaan2 pertambangan lainnya yang ada di indonesia seberapa besar manfaatnya bagi negara? sebenarnya tidak masalah jika negara memiliki kontrol penuh terhadap sumber daya yang dimilikinya, namun setiap kontrak yang dilakukan dengan negara asing itu memiliki kekuatan yang cukup mampu untuk membuat pemerintah tidak bisa bertindak lebih jauh sekalipun sedang dirugikan besar2an (permasalahan diplomasi politik), terlebih dengan wibawa indonesia yang terkenal tidak membela rakyatnya (contoh? kasus2 penganiayaan TKI!). Bisa di bayangkan jika setiap sumber daya kita terikat kontrak dengan perusahaan2 asing? mengharapkan mereka memperhatikan kesejahteraan masyarakat negeri kita?

    3. Jalur transportasi
    sebenarnya masalah ini bisa diatasi dengan membuka jalur perdagangan internasional yang sejak dulu ada...pelabuhan sabang (di ujung aceh) n pemindahan ibukota ke kalimantan, sehingga lokasinya berada di center negara kita selain semakin aman karena jauh dari sabuk gempa. itupun jika pertimbangan jalur transportasi dipaksakan harus melalui ibukota negara yang saat ini berada di pulau jawa.

    selain itu dalam system free trade, kemungkinan besar sistem ekonomi yang berjalan adalah sistem liberal, indonesia tak akan selamat dalam sistem ini.


    karena sudah mulai ngantuk...sekian untuk sementara...[​IMG]
    Kesimpulan sementara: Free trade memperburuk keadaan indonesia dan masyarakatnya! :rokok:

    CMIIW :maaf: (Cendol Me If I'm Wrong :hihi:)
     
    Last edited: Oct 15, 2011
    • Thanks Thanks x 3
    • Like Like x 1
  5. Offline

    adnanunique Superstar Veteran

    Joined:
    Apr 29, 2010
    Messages:
    12,133
    Trophy Points:
    262
    Ratings:
    +25,195 / -0
    kalo ane sih punya pikiran sama dengan TS, soalnya kita juga butuh ekspor,
    kalo tidak adannya free trade, biasanya bakalan susah tembus ekspor,

    soalnya akan dijegal ini lah, aturan itu lah, syarat yg aneh2, standar yg kagak jelas, dll
     
    • Thanks Thanks x 1
  6. Offline

    yudhis273 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 3, 2010
    Messages:
    884
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +2,073 / -0
    ga harus dari negara yg maju-maju amat, gan. contoh dari yg deket aja: Malaysia. karena tenaga kerja Indonesia yg low skill lebih murah dari Malaysia, tenaga kerja Indonesia diuntungkan, karena bisa dapat kerja, dengan upah yg lebih tinggi dari di Indonesia. (penyiksaan TKW bukan disebabkan integrasi ekonomi, tetapi emang salah beberapa orang Malaysia)

    selain itu, sekarang tingkat upah China mulai naik, jadi mungkin MNC akan pindah ke negara lain, mungkin Indonesia. (sebenernya beberapa udah pindah ke Vietnam, dll)

    kalo masalah dikuasai asing, itu tergantung cara kita ngeliatnya, expor dari China, sebagian besar berasal dari Investasi asing yg berbentuk FDI. kalo negara terlalu mengekang Investasi, malah ngga ada yg mau Investasi ujung-ujungnya. padahal dana APBN kita masih kecil. yg penting, waktu asing dateng ke Indonesia, jangan nyampah doang, tapi pelajari teknologinya, sama kemampuan manajerialnya, biar lama-lama kita bisa kaya mereka.

    kalo soal SDA, kayak freeport gitu, ane kurang ngerti gan. jadi ngga berani banyak omong. ane juga kesel sih kalo ngeliat freeport sama kontrak2 tambang lain yg 'keterlaluan'. tapi kita ambil sisi baiknya: freepot kan produk zaman orde baru, waktu kebebasan pers masih terbelenggu, mungkin kalo zaman sekarang ngga bakal terjadi lagi...
     
  7. Offline

    ttopengg Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 13, 2011
    Messages:
    610
    Trophy Points:
    57
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +126 / -0
    Owh ini sih kyk mata kuliah Bisnis internasional..
    sebenarnya tergantung Daya saing produk n keistimewaannya gan..
    klo pebisnis china kan daya saing produknya istimewa dg caranya sndri..

    klo negara ga punya keistimewaan barang, jelas kegusur barang impor..
    dan jg sebenarnya anggapan Exp Impor (impor murah, ngapain produksi barang itu) tu malah nyusahin jangka panjang.. negara jadinya ga produktif.
    Padi di negara sndiri uda banyak banget masih aja impor.. :hot:
     
    Last edited: Oct 15, 2011
  8. Offline

    forneus Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 4, 2008
    Messages:
    54
    Trophy Points:
    21
    Ratings:
    +11 / -0
    sepakat, labor cost di china udah ga semurah dulu, belum lagi permasalahan ekonomi makro mereka yang udah kayak kanker, china's rapid growth comes with price, mereka belum juga masuk ke cycle depression dan dikhawatirkan bubble, masalah dollar trap karena hold usa bond buat nekan level yuan mereka balik nyerang saat amerika masuk krisis karena sekarang china ga bisa ngelepas bond usa tanpa membiarkan yuan nya terapresiasi, china bisa export gila2an karena level yuan mereka yang rendah jadi bayangin aja kalo mata uang mereka naik

    masalah potensi indonesia, birokrasi yang serba panjang harus dilibas, sama industri2 yang ngaku prematur dan minta perlindungan mulu dari asing libas aja dari dulu ngaku prematur mulu, sama ningkatin bargaining power di setiap kontrak konsensi sda jangan ngasal kayak freeport (1% royalti dari laba bersih WTF????) dan yang pasti kayak TS bilang ToT (transfer of technology) nya jalanin yang bener

    yang pasti free trade ga seluruhnya jelek, ada sisi positif baik dari sisi mikro dan makro nya, jangan kemakan ucapan orang yang tereak2 free trade kapitalis tanpa mempelajari apa itu free trade dan dampak ekonomi nya

    TS nya kuliah di sarang kapitalis yak :hahai:
     
    • Like Like x 1
    • Thanks Thanks x 1
  9. Offline

    kcx Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 30, 2009
    Messages:
    10
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +3 / -0
    setelah ane pikir2, sebenarnya perlu ada kajian lagi, research ttg openess / free trade,
    beberapa ekonom memang menganggap free trade "always" menguntungkan, ya memang menguntungkan.

    tapi pada saat ada shock (crisis), mereka pasti langsung kena imbasnya. apalagi bagi negara yg struktur GDPnya, source utama dr GDPnya itu dari ekspor.
    tak terelakkan pasti akan kena imbasnya.

    dan untuk indonesia, source utama GDP kita adlah sektor consumer. sektor ekspor sangat kecil, gov exp sangat kecil (even less than 1%, geez what the hell is gov do back there). jadi mnurut ane, kalo ntar eropa AS krisis, actually kita ga bakal banyak kena dampaknya, krn mereka bukan tujuan ekspor utama kita. maybe financial sector yg kena dampaknya. FDI mereka di Indo juga ga banyak

    itu analisis makro ane gan

    *maaf kalo salah2, maklum ekonom gadungan
     
    • Thanks Thanks x 2
    • Like Like x 1
  10. Offline

    lawrence3 Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 1, 2011
    Messages:
    96
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +6 / -0
    bener gan, kalo dilihat dari sisi ketenaga kerjaan negara-negara berkembang bakalan di untungkan, krn banyak yang mencari tenaga kerja yang bisa di bayar murah.. Tapi masalahnya kita mempunyai pesaing, terutama dengan negara tetangga di kawasan yg berdekatan.. Gak usah jauh-jauh, kemaren-kemaren kenapa perusahaan blackberry lebih memilih Malaysia daripada Indonesia. Ini berarti negara kita masih di anggap kurang menguntungkan. Masalahnya pemerintah kita masih belum mempersiapkannya dengan baik. Padahal banyak peluang di depan mata yang bisa di ambil. Jangan sampai nantinya negara kita malah menjadi negara konsumer. Dengan kata lain, negara kita dimanfaatkan oleh negara lain. Semuanya tentu kembali kepada pemegang policy di Indonesia dan masyarakat dituntut lebih aktif untuk lebih mengupayakan adanya transparansi dan perbaikan di segala lini..
     
    • Thanks Thanks x 1
  11. Offline

    wanuru Members

    Joined:
    Sep 11, 2009
    Messages:
    7
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +2 / -0
  12. Offline

    yudhis273 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 3, 2010
    Messages:
    884
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +2,073 / -0
    sepengetahuan saya, krisis eropa tuh disebabkan utang Yunani dan beberapa negara eropa lain yg terlalu besar, sehingga tidak bisa terbayar. karena kredit macet tersebut, bank2 di eropa terancam gagal bayar (tidak bisa mengembalikan uang ke nasabah). dan kredit macet tuh pengaruhnya sangat amat buruk untuk perekonomian, karena bisa menimbulkan panik (makanya bank Century di bail-out) jadi penyebab intinya bukan globalisasi. tapi kebanyakan utang.

    sedangkan di amerika, krisisnya tuh lebih karena angka pengangguran tinggi. salah satu penyebabnya emang karena globalisasi. jadi pekerjaan manufaktur di sana dialihkan ke negara2 berkembang supaya upahnya lebih murah, sehingga pekerjaan jadi lebih sedikit di Amerika. sebenernya, menurut teori pemerintah bisa ngasih stimulus ke perekonomian tersebut, tapi ngga bisa karena utang amerika juga udah mulai menggunung.

    intinya free trade dan globalisasi ngga selalu merugikan. setiap kebijakkan pasti ada yg untung dan yg rugi.
    di amerika yg untung tuh pemilik modal, yg rugi para pekerjanya. sedangkan di negara berkembang yg untung para pekerja, yg rugi (mungkin) para pemilik modal. makanya (menurut pengamatan saya), yg menolak segala sesuatu dari asing di Indonesia tuh kebanyakan pengusaha.

    tentang dampaknya ke Indonesia sendiri sih, kayanya ngga begitu signifikan, deh. soalnya proporsi perdagangan Indonesia terhadap perekonomian secara keseluruhan sangat kecil, contohnya, tahun 2008-2009 aja, waktu negara2 lain lagi pada kesulitan, pertumbihan ekonomi indonesia masih tinggi.


    CMIIW
     
    • Thanks Thanks x 1
  13. Offline

    ekajogja tukang ketik Members

    Joined:
    Aug 28, 2011
    Messages:
    47
    Trophy Points:
    22
    Ratings:
    +30 / -0
    Cuma buat perenungan aja, :awas:


    "Pengusaha/pemodal lokal" ini tidak hanya merujuk pada para konglomerat saja, tapi juga para pengusaha kecil yang jumlahnya banyak sekali.
    :kuning:

    "Pertumbuhan ekonomi" yang tinggi itu dari perspektif ekonomi makro, yang hanya melihat statistik jumlah modal, pendapatan, pengeluaran, dan utang piutang secara keseluruhan/global. Tetapi statistik itu tidak diurai lagi sampai ke simpul2 terkecil (siapa saja yang punya modal, yang melakukan transaksi, dan yang terlibat utang piutang).

    Perspektif ekonomi makro ini bisa dianalogikan (secara sederhana) dengan studi kasus sbb.:
    Di suatu kampung, ada 100 penduduk. Dua orang penduduk penghasilannya naik 500 %. 98 penduduk penghasilannya turun 10%.
    Indeks pertumbuhan ekonominya:
    ((2 x (+500) + (98 x (-10)) : 100 = (1000 - 980) :100 = 0,2
    Hasilnya, ekonomi dianggap "tumbuh 0,2%" (padahal kenyataannya cuma dua dari 100 orang yang tambah kaya, sisanya tambah miskin).

    Kesimpulannya, perspektif ekonomi makro itu cuma itung2an di atas kertas, tidak menunjukkan kondisi nyata di lapangan.
    :merah:

    Saya setuju dengan teori bahwa globalisasi dan free-trade memiliki kerugian dan keuntungan. Tetapi pada kenyataannya, jika itu diterapkan di Indonesia yang iklim bisnisnya seperti saat ini, maka yang akan muncul adalah BENCANA.
    :madesu::gembel:
     
    Last edited: Nov 6, 2011
    • Thanks Thanks x 2
  14. Offline

    yudhis273 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 3, 2010
    Messages:
    884
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +2,073 / -0
    1. setau saya, pengusaha besar dan pengusaha kecil tuh persaingannya beda. jadi, ada asing atau ngga, pengaruhnya ngga signifikan untuk pengusaha kecil.

    2. walaupun, andaikan pemilik modal kecil dirugikan, jumlah mereka jauh lebih sedikit dari orang-orang yg sama sekali ngga punya modal, dan harus mencari kerja.

    emang, pertumbuhan ekonomi ngga bisa langsung dipake untuk melihat keseluruhan ekonomi. ada banyak indikator lain yg harus dilihat. tapi, tetep aja pertumbuhan ekonomi merupakan indikator yg baik.

    perhitungan di atas, di atas kertas emang mungkin, tapi di dunia nyata, masa iya cuman 2 orang yg bertambah baik, dan sisanya bertambah buruk. di dunia nyata, lebih mungkin kalau banyak yg menjadi lebih baik dengan adanya pertumbuhan ekonomi, kan.


    _________________________________________________________________________________________________________________________________________________________​

    btw, dari dulu asing udh investasi di Indonesia, dan ga ada masalah (kecuali freeport), tuh. bahkan pemerintah terus nyari investor yg mau investasi melalui BKPM, karena pemerintah sadar pentingnya investasi asing. masalahnya, dikit yg mau invest di indonesia karena bermacam hal (birokrasi, korupsi, infrastruktur, dll)
     
    Last edited: Nov 7, 2011
  15. Offline

    Di4m0nD Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 6, 2011
    Messages:
    704
    Trophy Points:
    27
    Ratings:
    +88 / -0
    emang bener sih ada keuntungan yg didapat dari impor
    cuman import nya juga harus diliat mau impor apa, kalo kaya yg kemaren itu impor beras:swt:
    itu menandakan pemerintah tidak mampu mengelola dan memanfaatkan SDA secara efisien
     
  16. Offline

    yudhis273 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 3, 2010
    Messages:
    884
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +2,073 / -0
    kebetulan, gw baru bikin thread tentang kebijakan impor beras

    nih: http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=216313

    intinya proteksi beras merugikan banyak orang miskin Indonesia..
     
  17. Offline

    dorobo_dake Silent Reader Members

    Joined:
    Jun 24, 2009
    Messages:
    88
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +427 / -0
    wah mantab neh bahasannya :clap:
    saya menyimak dari atas sampai bawah.. sedikit bingung gan :hahai:
    karena tidak ada satu masukan solusi dari agan² sekalian.. dan jujur saya seorang yang tidak pernah belajar ilmu ekonomi (yang ada cuman baca²)

    yang ada pada pembahasan di atas menurut yang saya tangkap sih.. tentang analisa kondisi dengan opini yang berbeda-beda. ini menarik menurut saya, dan alangkah lebih menarik lagi apabila agan² sekalian mau memberikan solusi dari setiap situasi dan kondisi yang dimunculkan dari masalah :ehem:

    mungkin itu bisa membantu orang² seperti saya yang ingin tahu lebih mendalam soal ilmu ekonomi ini :hahai:
     
  18. Offline

    yudhis273 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 3, 2010
    Messages:
    884
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +2,073 / -0
    ^
    ^

    sori, gan. bahasanya emang kurang jelas. :maaf: soalnya sumbernya dari slide, jadi rada susah, dan lagi gw udah rada lupa isi kuliahnya..

    kayanya ga ada solusi yg baru. paling perbaiki birokrasi, perbaiki infrastruktur, dll..

    intinya sih, gw pingin bilang kalo setiap kebijakan ada yg rugi dan ada yg untung. kalo kebijakan proteksi biasanya banyak yg rugi, dikit yg untung...
     
  19. Offline

    dorobo_dake Silent Reader Members

    Joined:
    Jun 24, 2009
    Messages:
    88
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +427 / -0
    eh, bahasanya jelas kok mantab.. (biasanya malah gak ngerti sama sekali :nongol:)
    saya-nya aja yang ada sedikit kebocoran di bagian atas :hahai:

    :semangat: gan..
     
  20. Offline

    Keyheart Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 22, 2011
    Messages:
    82
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +1 / -0
    menurut saya setiap sistem ekonomi pasti ada kelemahannya, dan so pasti ada sisi baiknya yang unik dari situ. klo free trade, negara yang gak siap untuk itu pasti kena libas. karena produk luar dapat masuk dengan lebih mudah dan produk lokal jadi terancam. tapi klo saya lihat sisi baiknya justru hal ini membantu pengenalan produk-produk lokal Indonsia yang berkualitas kelaur dan bisa jadi sasaran income yang lebih baik.

    saran ane sih, karena ini sudah terjadi maka masing-masing diri tingkatkan kualitas semaksimalnya. :oghero:
     
    • Thanks Thanks x 1
  21. Offline

    zexofdeath Beginner Members

    Joined:
    Jul 25, 2011
    Messages:
    469
    Trophy Points:
    17
    Ratings:
    +27 / -0
    wah ini dah jadi bisnis internasional pasti efek buruknya
    narkoba dah makin byk aja toh bea cukainya jd murah
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.