1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Physics and Chemistry Dunia semakin tua, temperatur semakin turun

Discussion in 'Science and Technology' started by ichreza, Aug 2, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    ichreza Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 8, 2009
    Messages:
    839
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +8,767 / -0
    [FONT=&quot]SETELAH terjadinya big bang nucleosynthesis, temperatur alam semesta terus menurun, alam semesta semakin luas, dan usia kosmik semakin tua. Namun, menurut para ilmuwan, tidak ada peristiwa-peristiwa fisik yang berarti setelah itu hingga radiasi terlepas dari materi. [/FONT][FONT=&quot][/FONT]
    [FONT=&quot] Marilah kita bahas sekilas mengenai kerapatan materi dan radiasi ini. Menurut para ilmuwan, di dalam plasma terdapat dua komponen dominan yang saling berinteraksi dan memengaruhi kerapatan plasma tersebut. Komponen yang pertama adalah materi, contohnya inti atom dan elektron, dan komponen yang kedua adalah radiasi, yaitu cahaya. Semakin tinggi temperatur plasma, semakin kuat pengaruh kerapatan radiasi. Sebaliknya, semakin rendah temperatur plasma, semakin kuat pengaruh kerapatan materi. Pada saat usia kosmik kurang dari sekira 60.000 tahun setelah big bang, para ilmuwan meyakini alam semesta ini didominasi radiasi dan setelahnya didominasi materi. Namun, meskipun alam semesta sudah didominasi materi, radiasi masih berinteraksi dengannya hingga saat tertentu. Contoh interaksi radiasi dengan materi adalah tumbukan antara foton dengan elektron atau tumbukan foton dengan inti atom. Kejadian ini menyebabkan foton tidak dapat bergerak bebas di alam semesta. Tentu saja proton pun bisa berinteraksi dengan elektron untuk membentuk atom hidrogen. Namun, dengan cepat atom hidrogen yang terbentuk ini bisa terurai lagi, karena temperatur alam semesta masih panas. [/FONT][FONT=&quot][/FONT]
    [FONT=&quot] Barulah pada saat temperatur alam semesta sudah menurun hingga sekira 3000 K, pembentukan atom hidrogen menjadi jauh lebih banyak daripada penghancurannya. Maka, foton pun menjadi tidak banyak bertumbukan lagi dengan elektron dan inti atom, sehingga dapat bergerak bebas di alam semesta. Dengan kata lain, radiasi tidak berinteraksi lagi dengan materi. Kejadian pada saat usia kosmik sekira 380.000 tahun setelah big bang ini disebut dengan nama rekombinasi hidrogen (atau pembentukan hidrogen) atau decoupling (radiasi terlepas dari materi) atau yang lebih kita kenal dengan nama pembentukan CMBR. [/FONT][FONT=&quot][/FONT]
    [FONT=&quot] Mengapa CMBR? Karena singkatan ini menunjukkan identitas dirinya. Kata radiation menunjukkan, ia adalah berupa cahaya atau foton yang berasal dari alam semesta (cosmic) dini. Sejak terlepas dari materi, ia membanjiri alam semesta ini (karena ia dapat bergerak bebas di alam semesta), sehingga ketika dideteksi ia seperti datang dari arah manapun di alam semesta tanpa bergantung arah dan besarnya sama tak bergantung hari, yaitu sekira 270,27 derajat di bawah temperatur pelelehan es atau hanya 2,73 derajat di atas nilai nol mutlak (yang dinyatakan dalam Kelvin atau disingkat K). Tidak bergantung pada arah inilah yang menyebabkan foton CMBR ini terlihat seperti latar belakang dalam sebuah pertunjukan sehingga muncul kata background. Para astronom mendapati, panjang gelombang foton CMBR ini adalah pada rentang panjang gelombang yang disebut microwave. (Pengembangan alam semestalah yang menyebabkan temperatur foton CMBR ini terus menurun, dari asalnya sekira 3000 K menjadi hanya sekira 2,73 K) [/FONT][FONT=&quot][/FONT]
    [FONT=&quot] Panjang gelombang microwave itu berdekatan dengan panjang gelombang UHF atau VHF, yang sering digunakan stasiun televisi. Karena itulah, sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari pun kita dapat mendeteksi keberadaan radiasi primordial ini. Cobalah atur saluran televisi Anda pada daerah yang tidak ada siarannya. Pada saat itulah, sebanyak kurang lebih 1semut-semut" yang hadir di layar televisi berasal dari CMBR. [/FONT][FONT=&quot][/FONT]
    [FONT=&quot] Foton CMBR ini pertama kali disadari telah diamati, secara tidak sengaja, oleh A. A. Penzias dan R. W. Wilson di Bell Telephone Laboratories Inc., New Jersey, Amerika dalam bentuk derau pada hasil pengamatan. Pada awalnya mereka tidak tahu sumber derau ini dan malah menyangka berasal dari kotoran burung yang menempel pada instrumen pengamatan. Namun setelah kotoran tersebut dibersihkan, deraunya tetap ada. Barulah setelah berkomunikasi dengan tim kosmologi dari Universitas Princeton, yaitu R. H. Dicke, P. J. E. Peebles, P. G. Roll, dan D. T. Wilkinson, mereka meyakini derau tersebut berasal dari foton CMBR. Akhirnya kedua kelompok ini memublikasikan hasil pengamatan tersebut di Astrophysical Journal. [/FONT][FONT=&quot][/FONT]
    [FONT=&quot] Itulah ketiga pilar model kosmologi standar berserta penjelasan fisisnya menurut model ini. Satu hal yang pasti, semoga kita termasuk salah seorang yang terlibat aktif di dalam bidang kosmologi ini.*** [/FONT][FONT=&quot][/FONT]
    [FONT=&quot]Sumber[/FONT][FONT=&quot] : Pikiran Rakyat (12 Agustus 2004)[/FONT][FONT=&quot][/FONT]
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    wilstreak Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 28, 2010
    Messages:
    552
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +55 / -0
    bukannya temperatur tambah naik gara" global warming y ?
     
  4. Offline

    dyelewer Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 20, 2010
    Messages:
    4,133
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +5,040 / -0
    wedeh, ertikel taun 2004..

    sekarang bukannya makin panas ya..
     
  5. Offline

    ichreza Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 8, 2009
    Messages:
    839
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +8,767 / -0
    memang naik kalo siang tapi klo malam makin dingin kan dari waktu ke waktu?
     
  6. Offline

    dayoun Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 12, 2010
    Messages:
    975
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +6,757 / -0
    Makin panas gan,,,buktinya es di kutub aja mencair.
     
  7. Offline

    jarmen_kerll Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 22, 2009
    Messages:
    494
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +22 / -0
    nah mana yang bener ne.. makin naek apa makin turun... kalo katanya bung ichreza si malemnya tambah dingin en siangnya makin panas gitu??
     
  8. Offline

    Cress Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 18, 2008
    Messages:
    4,908
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +16,706 / -0
    malam makin dingin emang

    tapi kalo siang juga makin panas :panas:
     
  9. Offline

    Alovera Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 18, 2010
    Messages:
    655
    Trophy Points:
    107
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,574 / -0
    Kayaknya lebih cocok kalau dibilang suhu bumi menurun, kemudian naik lagi....:hahai:

    Soalnya dari awak terjadinya big bang (ledakan besar) itu kan pasti panas banget, nah setelah terbentuk baru kemudian mengalami penurunan suhu hingga bisa ditempati maklhuk hidup, nah baru nih taun2 sekarang gara2 global warming jadinya suhu naik lagi
     
  10. Offline

    ivonivon Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 17, 2009
    Messages:
    188
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +191 / -0
    wajar ajah makin turun.. kan fusi bumi ngebakar terus.. lama2 ya abis bahan bakarnya.
    kayak kompor kehabisan gas.. lama2 jadi dingin kualinya.
     
  11. Offline

    zz11 Rockstar Veteran

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,146
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,176 / -0
    Thread tampaknya tidak relevan dengan perkembangan saat ini, secara itu sudah berita 7 tahun yg lalu.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.