1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Dermawan Rahasia

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by Nawainruk, Jun 23, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    Nawainruk Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 3, 2007
    Messages:
    1,042
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +98,166 / -0
    oleh:Woody McKay Jr

    Sebagai seorang supir selama beberapa tahun di sekitar awal tahun 1910-an, ayahku menyaksikan majikannya yang kaya raya secara diam-diam memberikan uang kepada banyak orang, dan sadar bahwa mereka tidak akan pernah mampu mengembalikan uang itu.

    Ada satu cerita yang menonjol dalam kenanganku di antara banyak cerita yang disampaikan ayahku kepadaku. Pada suatu hari, ayahku mengantar majikannya ke sebuah kota lain untuk menghadiri sebuah pertemuan bisnis. Sebelum masuk ke kota itu, mereka berhenti untuk makan sandwich sebagai ganti santap siang.


    Ketika mereka sedang makan, beberapa orang anak lewat, masing-masing menggelindingkan sebuah roda yang terbuat dari kaleng. Salah seorang di antara anak-anak itu pincang. Setelah memperhatikan lebih dekat, majikan ayahku tahu bahwa anak itu menderita club foot. Ia keluar dari mobil dan menghentikan anak itu.

    "Apakah kakimu membuatmu susah?" tanya orang itu kepada si anak.

    "Ya, lariku memang terhambat karenanya," sahut anak itu.

    "Dan aku harus memotong sepatuku supaya agak enak dipakai. Tapi aku sudah ketinggalan. Buat apa tanya-tanya? "

    "Mm, aku mungkin ingin membantu membetulkan kakimu. Apakah kamu mau?"

    "Tentu saja," jawab anak itu. Anak itu senang tetapi agak bingung menjawab pertanyaan itu.

    Pengusaha sukses itu mencatat nama si anak lalu kembali ke mobil. Sementara itu, anak itu kembali menggelindingkan rodanya menyusul teman-temannya.

    Setelah majikan ayahku kembali ke mobil, ia berkata, "Woody, anak yang pincang itu... namanya Jimmy. Umurnya delapan tahun. Cari tahu di mana ia tinggal lalu catat nama dan alamat orang tuanya. " Ia menyerahkan kepada ayahku secarik kertas bertuliskan nama anak tadi.

    "Datangi orang tua anak itu siang ini juga dan lakukan yang terbaik untuk mendapatkan izin dari orang tuanya agar aku dapat mengusahakan operasinya. Urusan administrasinya biar besok saja. Katakan, aku yang menanggung seluruh biayanya."

    Mereka meneruskan makan sandwich, kemudian ayahku mengantar majikannya ke pertemuan bisnis.

    Tidak sulit menemukan alamat rumah Jimmy dari sebuah toko obat di dekat situ. Kebanyakan orang kenal dengan anak pincang itu.

    Rumah kecil tempat Jimmy dan keluarganya tinggal sudah harus di cat ulang dan diperbaiki di sana sini. Ketika memandang ke sekeliling, ayahku melihat baju compang-camping dan bertambal-tambal dijemur di seutas tali di samping rumah. Sebuah ban bekas digantungkan pada seutas tambang pula pada sebuah pohon oak, tampaknya untuk ayunan.

    Seorang wanita usia tiga puluh limaan menjawab ketukan pintu dan membuka pintu yang engselnya sudah berkarat. Ia tampak kelelahan, dan tampangnya menunjukkan bahwa hidupnya terlalu keras.

    "Selamat siang," ucap ayahku memberi salam. "Apakah Anda ibu Jimmy?"

    Wanita itu agak mengerutkan dahinya sebelum menyahut.

    "Ya. Apakah ia bermasalah?" Matanya menyapu ke arah seragam ayahku yang bagus dan disetrika rapi.

    "Tidak, Bu. Saya mewakili seorang yang sangat kaya raya yang ingin mengusahakan kaki anak Anda dioperasi agar dapat bermain seperti teman-temannya. "
    "Apa-apaan ini, Bung? Tak ada yang gratis dalam hidup ini."

    "Ini bukan main-main. Apabila saya diperbolehkan menerangkannya kepada Anda dan suami Anda, jika ia ada saya kira semuanya akan jelas. Saya tahu ini mengejutkan. Saya tidak menyalahkan bila Anda merasa curiga."

    Ia menatap ayahku sekali lagi, dan masih dengan ragu-ragu, ia mempersilahkannya masuk. "Henry," serunya ke arah dapur, "Ke mari dan bicaralah dengan orang ini. Katanya ia ingin menolong membetulkan kaki Jimmy."

    Selama hampir satu jam, ayahku menguraikan rencananya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. "Apabila Anda mengizinkan Jimmy menjalani operasi," katanya, "Saya akan mengirimkan surat-suratnya untuk Anda tandatangani. Sekali lagi, kami yang akan menanggung seluruh biayanya."

    Masih belum bebas dari rasa terkejut, orang tua Jimmy saling memandang di antara mereka. Tampaknya mereka masih belum yakin.

    "Ini kartu nama saya. Saya akan menyertakan sebuah surat kalau nanti saya mengirimkan dokumen-dokumen perizinan. Semua yang telah kita bicarakan akan saya tuliskan dalam surat itu. Andai kata masih ada pertanyaan, telepon atau tulis surat ke alamat ini." Tampaknya sedikit banyak ini memberi mereka kepastian. Ayahku pergi. Tugasnya telah ia laksanakan.

    Belakangan, majikan ayahku menghubungi walikota, meminta agar seseorang dikirim ke rumah Jimmy untuk meyakinkan keluarga itu bahwa tawaran tersebut tidak melanggar hukum. Tentu saja, nama sang dermawan tidak disebutkan.

    Tidak lama kemudian, dengan surat-surat perizinan yang telah ditandatangani, ayahku membawa Jimmy ke sebuah rumah sakit mewah di negara bagian lain untuk yang pertama dari lima operasi pada kakinya.

    Operasi-operasi itu sukses. Jimmy menjadi anak paling disukai oleh para perawat di bangsal ortopedi rumah sakit itu. Air mata dan peluk cium seperti tak ada habisnya ketika ia akhirnya harus meninggalkan rumah sakit itu. Mereka memberikannya sebuah kenang-kenangan, sebagai tanda syukur dan peduli mereka... sepasang sepatu baru, yang dibuat khusus untuk kaki "baru"nya.

    Jimmy dan ayahku menjadi sangat akrab karena sekian kali mengantarnya pulang dan pergi ke rumah sakit. Pada kebersamaan mereka yang terakhir, mereka bernyanyi-nyanyi, dan berbincang tentang apa yang akan diperbuat oleh Jimmy dengan kaki yang sudah normal dan sama-sama terdiam ketika mereka sudah sampai ke rumah Jimmy.

    Sebuah senyum membanjiri wajah Jimmy ketika mereka tiba di rumah dan ia melangkah turun dari mobil. Orangtua dan dua saudara laki-lakinya berdiri berjajar di beranda rumah yang sudah tua itu.
    "Diam di sana, " seru Jimmy kepada mereka. Mereka memandang dengan takjub ketika Jimmy berjalan ke arah mereka. Kakinya sudah tidak pincang lagi.

    Peluk, cium dan senyum seakan tak ada habisnya untuk menyambut anak yang kakinya telah "dibetulkan" itu. Orang tuanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum ketika memandangnya. Mereka masih tidak bisa percaya ada orang yang belum pernah mereka kenal mengeluarkan uang begitu banyak untuk membetulkan kaki seorang anak laki-laki yang juga tidak dikenalnya.

    Dermawan yang kaya raya itu melepas kacamata dan mengusap air matanya ketika ia mendengar cerita tentang anak yang pulang ke rumah itu.
    "Kerjakan satu hal lagi, " katanya, "Menjelang Natal, hubungi sebuah toko sepatu yang baik. Buat mereka mengirimkan undangan kepada setiap anggota keluarga Jimmy untuk datang ke toko mereka dan memilih sepatu yang mereka inginkan. Aku akan membayar semuanya. Dan beritahu mereka bahwa aku melakukan ini hanya sekali. Aku tidak ingin mereka menjadi tergantung kepadaku."

    Jimmy menjadi seorang pengusaha sukses sampai ia meninggal beberapa tahun yang lalu.

    Sepengetahuanku, Jimmy tidak pernah tahu siapa yang membiayai operasi kakinya.

    Dermawannya, Mr, HENRY FORD, selalu mengatakan lebih menyenangkan berbuat sesuatu untuk orang yang tidak tahu siapa yang telah melakukannya.

    "Ada kebahagiaan yang kita rasakan dari menolong orang lain" (Paul Newman)


    [​IMG]
     
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    NOFIKU Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 16, 2008
    Messages:
    449
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +82 / -0
    Wow..inspiring bgt. Like it..

    Memberikan sesuatu tanpa orang tersebut mengetahui identitasnya...sesuatu yg jarang ditemui untuk saat ini dan sangat tulus tujuannya.
     
  4. Offline

    sentabi Beginner Members

    Joined:
    Jan 13, 2009
    Messages:
    351
    Trophy Points:
    36
    Ratings:
    +1,169 / -0
    wow ............

    keren banget dan buat sang dermawan salut ............... :)

    wajib baca nih bagi orang2 kaya
     
  5. Offline

    income11 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 26, 2009
    Messages:
    1,115
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +7,626 / -0
    keren banget....cocok buat inspirasi,,,
    :
    :
    :
     
    • Like Like x 1
  6. Offline

    v3rt3x Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 15, 2009
    Messages:
    2,605
    Trophy Points:
    177
    Ratings:
    +1,390 / -0
    woahhhh ternyata dermawannya Henry Ford :blink:
    keren maning, bener2 menolong tanpa pamrih :blink:
     
  7. Offline

    ryzqrd Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 4, 2009
    Messages:
    1,552
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +528 / -0
    susah banget buat dilakuin itu..
    huhuhuhu..
    :???::???:
     
  8. Offline

    SilverRegret Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    May 28, 2009
    Messages:
    494
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +46 / -0
    hmp..bgus klo smua org kaya d dunia ini sebaik Henry Ford, sayang bykan org kaya mlh justru menindas yg lbh miskin, menggunakan uangnya untuk menyakiti org laen n mencari kepuasan dri sendiri..
    (tdk brmaksud mnyinggung org loh)
    anyws aq kagum ma apa yg dilakuin Henry Ford.
     
  9. Offline

    valr1st Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 30, 2009
    Messages:
    768
    Trophy Points:
    67
    Ratings:
    +181 / -0
    wah apakah maseh ada orang seperti itu ... keknya cuma sedikit yah ... andaikan semua orang bisa berbuat kek dia pasti keadaan akan berubah sekarang
     
  10. Offline

    boku Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 10, 2009
    Messages:
    3,087
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +53,870 / -0
    mengharukan juga :onion-92: klo semua orang kaya kyk gini, mungkin udh ga ada lagi yang namanya si miskin tuh :onion-57:
     
  11. Offline

    Demongeot Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 18, 2009
    Messages:
    751
    Trophy Points:
    142
    Ratings:
    +1,665 / -0
    hha
    coba aja klo di indonesia dduwit mah dikentang sendiri
     
  12. Offline

    zart_zaku Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 6, 2009
    Messages:
    1,189
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +1,048 / -0
    sudah jarang orang seperti itu di dunia. sekarang kebanyakan orang menolong sekaligus untuk menaikan pamor.
     
    • Like Like x 1
  13. Offline

    Kilio Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 29, 2009
    Messages:
    284
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +76 / -0
    Org miskin pasti tetap ada, yg langka adalah org2 dermawan seperti henry.
     
  14. Offline

    saint_xaver Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 28, 2009
    Messages:
    346
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +17 / -0
    hmm seandainya semua orang kaya seperti itu, dunia ini pasti jadi indah sekali^^
     
  15. Offline

    gerarrdway Beginner Members

    Joined:
    Apr 20, 2009
    Messages:
    213
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +1,193 / -0
    Henry ford emg dermawan bgd dalam masa hidupnya
     
  16. Offline

    gautama96 Silent Reader Members

    Joined:
    Jan 7, 2009
    Messages:
    49
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +0 / -0
    memberi tanpa mengharap balas budi
     
  17. Offline

    MiniMaximA Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 12, 2008
    Messages:
    1,040
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +40 / -0
    Wayah Henry Ford, gak heran lah gw.
    Hartawan kelas kakap gitu.
     
  18. Offline

    evancode Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 19, 2009
    Messages:
    2,065
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +3,087 / -0
    ada yang tau gak sekarang mantan anak cacat itu jadi pengusaha apa ?
     
  19. Offline

    Gyaboo Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 6, 2008
    Messages:
    236
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +23 / -0
    Wondering I can be as generous as him someday...

    I hope so...
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.