1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Cinta Memang Tak Bisa Melihat

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by AlexisAce, May 15, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    AlexisAce Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 16, 2009
    Messages:
    288
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +13,652 / -1
    Kebutaan cinta ini sudah kurasakan sejak lama. Tepatnya sejak aku kelas 2 SMP. Dimana aku mulai merasakan getaran cinta pada seseorang. Namun pembaca tentu tercengang mendengar kisah cinta ini. Ini bukan kisah cinta yang biasa. Ini bukan lagi adegan sinetron, tetapi ini nyata.

    Aku seorang perempuan berperawakan tomboy. Sedari kecil, aku merasa diriku mempunyai kesalahan kelamin. Ya, aku ingin menjadi pria. Aku berpakaian layaknya pria, meski kedua orangtuaku tetap memanjangkan rambutku dan memakaikan anting kecil bundar di kedua telingaku. Tetapi aku kerap merasa tak nyaman. Aku ingin sekali mempunyai rambut cepak bak anak lelaki dan membuang kedua anting yang membuat telingaku sakit ini.

    Semakin besar aku, semakin aku mengetahui apa itu namanya cinta. Terserah mau dilabeli cinta monyet atau cinta macan, yang penting aku telah berdebar melihat seseorang. Bukan kepada seorang lelaki tampan aku mengalami deg-degan, melainkan kepada kawan kelasku yang berambut panjang, memakai rok dan berbedak. Aku jatuh cinta pada seorang perempuan. Aku mencintai dia yang berkelamin sama denganku. Aku sadar betul bahwa ini salah. Namun gairah mencintainya tak bisa sekejap saja dihilangkan.

    Kuikuti kemana rasa ini berjalan. Saat aku mencoba mengutarakan perasaan, si cantik itu hanya berlalu dan menganggapku gila. Tak cukup mencap ku kurang waras, ia malah menyebarkan hal ini kepada yang lainnya. Beruntung teman-teman tongkronganku yang semuanya cowok tidak tergubris. Mereka malah sering mengajakku nongkrong-nongkrong di sekolah sebelah sembari menggoda gadis-gadis. Masa SMP memang masa yang menyenangkan.

    Ketika beranjak SMA, aku tak malu lagi memperlihatkan identitasku sebagai lesbian. Terutama pada teman-teman lelaki agar mereka tak salah tanggap padaku. Aku bersyukur, sekali lagi mereka menerimaku dengan baik. Bahkan banyak yang menjodohkanku dengan mantan-mantan mereka. Hehehehe, lucu sekali. Kenangan yang tak akan pernah kulupa seumur hidupku.

    Tetapi baru memasuki masa kuliah, aku mempunyai seorang pacar. Perempuan cantik dan cerdas bernama Abigail (bukan nama sebenarnya), aku bangga sekali. Akhirnya ada juga yang seperti aku. Belok. Lesbian. Bukan hanya aku dan perempuanku, tetapi ratusan mahasiswa di kampus tempatku menimba ilmu juga memproklamirkan diri sebagai seorang lesbian. Keberuntungan terus menghampiri karena dunia kampus mempunyai fikiran yang lebih demokratis dan tak pernah memandang seseorang dari orientasi seksualnya.

    Cukupkanlah kisahku sebagai lesbian. Suatu hari Tuhan menginginkan kehendakNya yang tak kusangka-sangka. Tiba-tiba aku kembali jatuh cinta. Setelah sekian lama menjadi lesbian, Tuhan menggiringku kearah cinta yang (mungkin) lebih benar. Aku jatuh cinta pada seorang lelaki. Apa tanda semua ini?

    Lelaki itu bernama Mora (bukan nama sebenarnya). Aku tak bisa menjelaskan kenapa aku bisa menyukainya. Itu semua terjadi dengan cepat, saat ia melintas di hadapanku, aku merasakan getaran yang lain. Getaran yang sama kala aku menatap Abigail pertama kali. AH, segera saja kutepis. Ini gila. No! Aku lesbian dan lesbian adalah pemuja wanita. Tapi Tuhan, lelaki itu begitu indah.

    Kembali aku digiring untuk dekat dengan Mora. Aku satu kelas mata kuliah dengannya. Satu kelompok pula! Mora begitu baik, begitu sempurna, begitu indah. Kali ini benar, aku pasti sudah jatuh cinta dengannya. Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kukatakan pada Abigail? Apa pula yang harus kukatakan pada MOra karena dia pasti sudah mengetahui status lesbianku? Pusing! Oke, aku putuskan pendam saja perasaan ini. Titik!

    ---

    Tak bisa! Aku tak bisa lagi memendam hasratku pada Mora. Harus kukatakan semuanya bahwa aku mencintainya. Ini sudah berbulan-bulan. Dan berbulan-bulan pula aku membiarkan perempuan lain bergelayutan mesra pada MOra. Meski pacarnya, tetapi tetap hatiku panas. AKu harus mengatakan pada Mora. Dan hari itu pas sekali. Kelas Bahasa Indonesia sedang sepi. Hanya aku dan Mora yang baru datang. Ini kesempatan atau tidak pernah sama sekali kukatakan.

    "Mor, lagi apa?" tanyaku berbasa-basi.

    "Hey Galuh, biasa lah sedang membaca novel 'Dicintai Jo' judulnya. Elu banget, nih, hehehe" gelak Mora yang justru membuatku mengkerut. Aku benar, ternyata Mora memang mengetahui statusku sebagai lesbian. Aku jadi terdiam, tak melanjutkan kata-kata.

    "Mungkin gak ya, lesbian tiba-tiba jatuh cinta dengan lelaki?" Tanya Mora tiba-tiba. Mataku yang tadinya redup kembali bersinar. Pertanyaan yang amat manis dan menggiring bola tepat pada gawang. Ini dia yang kunantikan.

    "Amat sangat mungkin, Mor. Itu sama seperti apa yang gue rasakan sekarang," ujarku sedikit berhati-hati. Aku tak mau gegabah dan membuat Mora lari dari hadapanku.

    "Heh? Jadi lu sekarang lagi naksir laki-laki?" tanya Mora penuh selidik. Aku mengangguk kencang-kencang sambil memberikan tatapan penuh arti agar dia tahu bahwa lelaki tersebut adalah dirinya.

    "Keren! Kok bisa? Pasti laki-laki itu istimewa banget sampai bisa merubah haluan lu, hehehehe. Jangan tersinggung lho, gal," ujar Mora lagi.

    Aku sama sekali tidak tersinggung, Mor. Kamu betul, laki-laki itu amat istimewa, gak ada cacatnya sama sekali dimataku. Lelaki itu kamu, Mor... Shit! Kenapa tidak bisa terucap?! Lidahku kelu mendadak. Kodok!

    "Gal, siapapun lelaki itu. Gue berharap supaya dia bisa membahagiakan elu. Gue bersyukur banget kalo lu bisa normal lagi. Memang itu takdirnya, gal. Perempuan dan laki-laki, itu sudah hukum alam. Keseimbangan. Dan jangan pernah lu berfikir untuk merubahnya," kata Mora memegang tanganku. Tiba-tiba Mora memelukku erat sekali. Lalu ia mengecup keningku dan segera berlalu menuju kantin.

    Aku menjadi lemas dan tulang belulang rasanya menjadi kering mendadak. Apa maksud pelukan Mora? Apa maksud ciuman di kening? Apa maksudnya?!

    Pembaca. Hingga saat ini Mora tak pernah tahu bahwa lelaki yang kucintai itu adalah dirinya. Aku memutuskan untuk mengendapkan perasaanku terhadapnya. AKu masih takut untuk terbuka padanya. Andaikan ada yang bisa menjadi mediator untuk menemani aku mengatakan cinta pada MOra, maka sekarang ini sudah kulakukan itu semua.

    Mor, I love You...
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    dawerzzzz Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 9, 2009
    Messages:
    1,515
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +1,132 / -0
    [​IMG][​IMG] nice story.menurut gw cinta harus diungkapa dengan waktu yang tepat. jangan sampai terlambat... [​IMG]

    [​IMG][​IMG] oh sayang ku semoga kau menjadi miliki ku..... [​IMG]
     
  4. Offline

    kisusume Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 14, 2009
    Messages:
    376
    Trophy Points:
    67
    Ratings:
    +152 / -0
    walah, ceritanya bagus nie... mungkin bagi gw pelajarannya adalah, harus berani mengatakan cinta... gw juga masih ga punya pacar... karena takut
     
  5. Offline

    Dhofire Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 11, 2009
    Messages:
    470
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +2,036 / -0
    :onion-38: ..........
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.