1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Cina memiliki Kamp rehabilitasi pecandu internet

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by blacksheep, Sep 1, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    blacksheep Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 23, 2008
    Messages:
    4,600
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +24,958 / -0
    Cina memiliki Kamp rehabilitasi pecandu internet Pecandu Internet di Cina jadi masalah, bahkan Cina memiliki Kamp rehabilitasi pecandu internet seperti liputan BBC di bawah ini :
    Bagi para pasien di Pusat Pengembangan Psikologi Pemuda Beijing, kegiatan setiap hari dimulai dengan tiupan peluit sekitar 06.00.
    Mereka langsung turun dari ranjang dan berganti dengan seragam militer sebelum berbaris di koridor, dan siap untuk memulai kegiatan hari tersebut.

    Remaja yang kebanyak laki-laki di pusat itu mengalami masalah yang sama - mereka kecanduan internet.
    Dan, melalui program latihan fisik, pengobatan dan konseling, lembaga ini menjadi harapan mereka untuk bebas dari kecanduan internet.
    Minat warga Cina terhadap lembaga semacam ini meningkat beberapa pekan terakhir setelah dua remaja dipukuli di dua kamp terpisah. Satu orang akhirnya tewas, dan satu lagi terluka parah.

    'Budak' Internet
    Tao Ran, direktur pusat penanganan ketagihan internet di Beijing, membantah pekerja kamp menggunakan tindak kekerasan terhadap pasien.

    Dia mengatakan: "Kami menggunakan kasih sayang dan ilmu pengetahuan untuk merawat dan menyembuhkan pasien kami, untuk memungkinkan mereka bersekolah dan menggunakan internet secara serah."

    Namun, lembaga yang dia kelola jelas bukan kamp liburan.

    Lembaga itu dikelola oleh rumah sakit yang terkait dengan militer Cina, Tentara Pembebasan Rakyat, dan berada di sebuah kompleks pangkalan militer.

    Selagi anak-anak mudah menjalani kegiatan harian mereka, tentara membersihkan senapan mereka di luar asrama di dekatnya.

    Para pasien, yang semuanya remaja atau berusia 20-an tahun, dikirim ke lembaga tersebut, sebab orang tua mereka yakin mereka menghabiskan terlalu banyak waktu di internet.

    Tao mendefinisikan pecandu internet siapa saja yang berinternet selama setidaknya enam jam sehari dan tidak begitu meminati sekolah.

    Poster yang dipasang di dinding lembaga menegaskan, menghabiskan terlalu banyak waktu di internet tidak sehat.

    "Mereka yang menguasai internet adalah pahlawan," bunyi salah satu slogan," Mereka yang dikendalikan internet adalah budak."

    Anak-anak muda datang ke lembaga tersebut dari seluruh CIna dan banyak dari mereka harus menjalani pelatihan keras selama tiga bulan.

    'Ayah mengakali saya'

    Pelatihan dimulai dengan olahraga pagi di lapangan parade pangkalan militer.

    Berikutnya pecandu internet digiring ke barak mereka, dikurung di sana untuk merapikan barak.

    Empat orang menghuni setiap kamar barak. Jika ditata rapi, kamar itu tak ubahnya asrama tentara.

    Duvet dilipat rapi di atas ranjang, kain handuk digantung di atas tempat cuci muka, dan empat sikat gigi berdiri di dalam cangkir, dan semuanya menghadap ke arah yang sama.

    Menurut para orang tua pencadu, hanya sedikit anak mudah ingin datang ke lembaga tersebut untuk disembuhkan, dan tidak sulit memahami penyebab keberatan mereka.

    Pasien harus mengikuti perintah petugas lembaga.

    "Ayah menipu saya untuk ke sini. Dia mengatakan, kami akan bersenang-senang di sini, tapi kemudian dia membawa saya kemari," kata seorang remaja.

    "Pada mulanya, saya merasa saya sedih, tapi kemudian saya memahami mengapa orangtua saya menghendaki saya di sini. Mereka ingin menyingkirkan kecanduan internet saya," tambah dia.

    Namun, di pusat itu, tidak hanya remaja yang harus berubah.

    Sebagian dari pendekatan direktur Tao adalah mengubah perilaku seluruh anggota keluarga. Dia yakin yang bermasalah bukan hanya pengguna internet.

    Banyak orang tua mendampingi anak mereka ke lembaga tersebut di Beijing dalam upaya belajar cara membesarkan anak mereka secara lebih baik.

    Dan, sebagian dari mereka mengakui, mereka memang belajar sesuatu di sana.

    "Ketika kami tiba dan mulai mendengar Dr Tao, kami menyadari ada masalah dengan cara kami berlaku sebagai orang tua, khususnya saya," kata ayah satu anak, Chen Lin.

    "Kami memperlakukan anak kami seperti bawahan. Kami yakin anak kami harus melakukan apa pun yang kami perintahkan kepada dia," ujarnya.

    Harapan terakhir

    Chen mengatakan, dia dulu biasa memukuli, dan mencerca dan mentertawakan putranya dengan harapan membuat dia bekerja lebih keras - kini dia menyatakan cara itu keliru.

    "Kami melukai perasaannya dan dia menjadi semakin tidak percaya diri," aku Chen.

    Pemerintah Cina semakin prihatin soal pengelola pusat penanganan pecandu internet dan kurangnya pengawasan terhadap lembaga-lembaga tersebut.

    Pada saat ini tidak ada daftar nasional lembaga dan tidak satu pun mendapat izin dan menjalani pemeriksaan oleh pejabat pemerintah.

    Kementrian kesehatan mengeluarkan pemberitahuan pada bulan Juli untuk melarang penggunaan "electro-stimulation" yang digunakan untuk "menyembuhkan" pecandu internet.

    Namun, orang tua yang prihatin di seluruh Cina tetap mengirim anak mereka ke kamp.

    Seperti kata seorang ayah di lembaga rehabilitasi pecandu internet: "Tidak ada pilihan lain - ini harapan terakhir kami."
    (Dan)
    Code:
    http://beritajitu.com/index.php?option=com_content&view=article&id=689%3Aberitajitucom-gelar-kontes-seo-berhadiah-275-juta-rupiah&catid=56%3Aevent&Itemid=54
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Midi_Amp Silent Reader Members

    Joined:
    May 27, 2009
    Messages:
    60
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +1 / -0
    Gw sih nonton di discovery channel soal kamp rehabilitasi ginian... Ngeri mampus. Itu anak2 dipukul, ditendang, diintimidasi, apapun fisik deh. Sama kayak doktrin militer, fisik dan mentalnya "diancurin" supaya bisa dicuci otak dan jadi patuh. Waktu gw nonton sih tentang kamp rehabilitasi untuk anak2 nakal... Tapi sadis aja, ada satu anak cowo gak mau keluar dari mobil. Sama trainernya ditarik dari mobil, dicekek terus dibanting ketanah. Orangtuanya cuma liat doang terus jalan pulang.

    Gw rasa kamp rehabilitasi pecandu internet ini gak akan terlalu beda. Yang pasti konseling secara verbal gak akan bekerja...
     
  4. Offline

    maysatria Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 23, 2009
    Messages:
    305
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +21 / -0
    mmm..yg benar...masa sih ampe digituin...
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.