1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Legend/Myth Cerita Tentang Tradisi Sado Di Jepang

Discussion in 'History and Culture' started by blacksheep, Jun 7, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    blacksheep Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 23, 2008
    Messages:
    4,600
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +24,958 / -0
    Di Jepang proses membuat teh dan minum teh dilakukan dengan penuh makna dan simbol tertentu. Upacara menum teh ini disebut chado, sado, atau chanoyu, dan kalau dilakukan di luar ruangan disebut nodate.
    Upacara minum teh ini pada awalnya adalah tradisi dalam menyajikan teh untuk tamu yang bersifat ritual atau religius. Namun dalam perkembangannya kemudian menjadi tradisi di kalangan bangsawan, dan sampai saat ini masih tetap dipertahankan menjadi budaya Jepang yang sangat dijunjung tinggi. Oleh karena itu tidaklah heran bila anda melihat peralatan untuk membuat dan minum teh, terbuat dari bahan berkualitas dan penuh sentuhan seni.
    [​IMG]
    Saat ini upacara minum teh dapat dilakukan oleh siapapun. Semua lapisan masyarakat boleh melakukan upacara ini setelah mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat anda ikuti bila berkunjung ke Jepang. Banyak orang dari berbagai belahan dunia tertarik dan mempelajari upacara ini, oleh karena itu tidaklah heran apabila upacara minum teh Jepang ini sangat populer.
    [​IMG]

    Bukan sekedar minum teh
    Upacara minum teh dilakukan sebagai bentuk penghormatan tuan rumah kepada tamunya. Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati oleh sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh, yang disebut chashitsu. Ruangan ini tidak terlalu besar, bersih, dan pada satu sisi ruang terdapat ceruk (tokonoma) yang dihias dengan lukisan dinding atau kaligrafi yang disebut kakejiku, lalu dilengkapi dengan rangkaian bunga semusim (chabana) dan harum-haruman. Sementara itu di satu sudut ruangan, segala peralatan untuk minum teh juga tertata rapi, mulai dari perapian untuk merebus air (tungku), guci, bubuk teh dan sendoknya, pengocok, dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang. Selain itu, tersedia juga kue manis yang akan dibagikan kepada tamu sebelum meminum teh. Teh yang dipakai pada upacara minum teh umumnya, menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus, tetapi bisa juga menggunakan teh hijau jenis sencha.
    Karena upacara minum teh bukan hanya untuk menikmati teh, setiap gerakan dan setiap benda dihadirkan untuk diperhatikan dan diapresiasi. Ketika anda memasuki ruangan upacara pun semua harus dilakukan dengan aturan-aturan yang harus dipenuhi. Anda harus memberikan hormat dan apresiasi terhadap tuan rumah dan apa yang ada di ruangan acara.

    Setiap gerakan dalam mempersiapkan teh dilakukan oleh penyaji dengan lambat. Tungku menyala, air mendidih, perangkat diusap dengan saputangan merah yang dilipat segitiga dan dibalutkan ke tangan kiri. Air mendidih, dan teh siap diseduh.
    Sementara itu, sebelum nimum teh, disajikan sebuah kue yang manis sekali kepada setiap tamu. Cara menyajikan dan mengambilnya pun ada aturan yang penuh sopan santun. Saling membungkuk antara penyaji dan tamu, saling membungkuk untuk minta izin dan mempersilahkan mengambilnya duluan antara tamu satu dan tamu berikutnya. Cara memegang sumpit, mengambil kue, meletakkan di atas kertas, mengelap ujung sumpit, dan mengembalikannya juga menurut aturan tertentu.

    Tamu kemudian memakan kue manis yang bentuknya sesuai dengan bunga yang kembang pada musim itu. Untuk bulan Juni misalnya, adalah kue berbentuk bunga ajisai. Kue itu terbuat dari tepung ketan ditambah bahan sayuran, ditengahnya kacang merah tumbuk. Warnanya ungu, hijau dan putih. Kue ini dibuat manis untuk mempersiapkan lidah bagi hidangan teh yang pahit.
    Setelah makan kue, nyonya rumah mulai menyiduk air yang sedang mendidih di dalam guci dengan gayung kayu, dituang ke dalam mangkuk yang sudah berisi bubuk teh. Dikocok-kocok hingga berbuih, lalu dihidangkan.

    Saat menyajikan teh kepada tamu, tuan rumah memegang mangkuk dengan kedua tangan. Memutarnya dua kali di atas tangan kanan, meletakkannya di atas tatami di hadapan tamu, membungkuk dan mempersilahkan. Tamu membalas membungkuk dengan ucapan penerimaan, mengambilnya dengan dua tangan, memutar mangkuk dua kali di atas tangannya sambil mengamati pola di luar mangkuk, menyeruput teh sedapatnya dengan suara ribut, kemudian memberi komentar tentang mangkuknya.
    Bentuk mangkuk untuk minum teh juga disesuaikan dengan musim. Mangkuk yang tinggi untuk musim dingin, supaya kehangatan teh bertahan lebih lama. Mangkuk yang ceper untuk musim panas, supaya teh lebih cepat dingin. Dari pola hiasan di luar mangkuk bisa diketahui zaman pembuatannya.

    Ketika upacara berlangsung tidak ada musik pengiring. Hanya bunyi angin menggesek dedaunan di luar, air menetes di pancuran, dan air mendidih di tungku kecil pojok ruangan. Suara alam, ditambah suara percakapan dengan tamu. Biasanya percakapan dilakukan antara tuan rumah dan tamu utama yang duduk paling ujung, paling dekat dengan tungku, paling awal mendapat sajian. Tamu lain semestinya mendengarkan saja percakapan seperti itu, tetapi saat ini terutama untuk tamu asing biasanya semua boleh bertanya.

    Sarat dengan makna
    Rangkaian pembuatan teh oleh tuan rumah tersebut dilakukan dengan gerakan yang penuh hikmat dan sarat dengan makna. Demikian pula tamu yang menikmati sajian teh. Teh yang sudah siap, dituangkan ke dalam sebuah mangkuk. Sebelum menyerahkan kepada tamu, tuan rumah memutar terlebih dahulu mangkuk tersebut. Maksudnya, agar gambar pada mangkok tersebut menghadap tamu pada saat diberikan. Demikian pula sebaliknya, tamu memutar mangkuk tersebut agar gambar pada mangkuk menghadap tuan rumah pada saat dikembalikan. Ketika akan minum pun, tamu memutar mangkuknya agar gambar pada mangkuk tidak tersentuh oleh mulutnya. Sebenarnya semua ini merupakan simbol nyata sikap saling menghormati antara tamu dan tuan rumah.

    Di akhir upacara ini, tuan rumah tetap menunjukkan sikap hormatnya, dengan memperlihatkan peralatan minum dan teh yang baru saja disuguhkan. Hal ini untuk meyakinkan tamunya bahwa yang terbaiklah yang disuguhkan.
    Selama upacara minum teh berlangsung anda akan terkesan dengan filosofi masyarakat Jepang yang sangat menghormati tamu ini. Oleh karena itu bila anda diundang sebagai tamu secara formal dalam upacara minum teh, anda juga harus mempelajari tatakrama, kebiasaan, basa-basi, etiket minum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.

    Masuk ke dalam ruang upacara minum teh di suatu perguruan minum teh, di Jepang, anda akan merasakan seperti masuk ke dalam dunia yang berbeda. “Alam sesudah ini lebih suci dari sebelumnya”, demikian filosofi mereka, sehingga orang yang memasukinya mesti membersihkan terlebih dahulu. Semua perlengkapan yang terbuat dari logam, seperti cincin, jam tangan, anting, dan gelang harus dilepas sebelum masuk ruangan. Perlengkapan minum teh hanya boleh bersentuhan dengan barang-barang lembut. Tangan dan mulut dicuci bersih. Sepatu dilepas. Setiap tamu diberi sebuah kipas sebagai sarana memperkenalkan diri. Kipas itu sebagai ganti pedang bagi para samurai. Aslinya dalam upacara minum teh terbuat dari logam, tetapi saat ini diganti dengan plastik.

    Setelah masuk anda duduk melipat kaki dengan rapi, kipas diletakkan di depan lutut, kemudian antara tuan rumah dan tamu saling membungkuk mengucapkan salam. Kemudian dengan tangan kiri, kipas di ambil, disimpan di belakang masing-masing. Setelah itu tuan rumah mengeluarkan perangkat pembuatan teh dan mempersiapkannya.

    Dalam tradisi upacara ini, teh disajikan dalam guci atau poci yang terbuat dari tanah liat. Khusus bagian dalam wadah ini tidak boleh dicuci, apalagi disentuh dengan sabun. Aroma sabun akan mempengaruhi aroma teh. Selain itu endapan teh di dalam wadah, akan menambah harum teh yang baru dicelupkan. Dan kenikmatan akan bertambah lagi apabila diminum dengan menggunakan cawan atau mangkuk atau cangkir yang terbuat dari keramik.

    Demikian sekilas tentang upacara minum teh yang sarat dengan simbol dan makna, yang bila lebih dalam lagi digali, masih ada makna lain yang bisa diketahui
    Code:
    http://faktabukanopini.blogspot.com/2011/06/cerita-tentang-tradisi-sado-di-jepang.html
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    NewGEN Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 21, 2011
    Messages:
    595
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +80 / -0
    Acara yang kaya gini ga pernah kelihatan lagi di tv
    kelihatannya tradisi sado ini hampir kehilangan peminatnya dinegara sana sama seperti tradisi di indonesia seperti wayang kulit... :yareyare:
    judulnya lumayan ngejebak :swt:
     
  4. Offline

    Grimore Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 3, 2011
    Messages:
    980
    Trophy Points:
    57
    Ratings:
    +42 / -0
    dolo pas msh bljar bhs jepang prnah dtayangin caranya sama sensei, yg praktekinnya bule, ktanya super pahhiittt :dead:

    (dri warnanya udh kliatan :lol:)
     
  5. Offline

    yuripuspita Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 24, 2010
    Messages:
    1,144
    Trophy Points:
    132
    Ratings:
    +4,737 / -0
    iya solanya di jepang ada tradisi baru,, yaitu tradisi rok mini dan porn industry :hahai:
     
  6. Offline

    maskasman Silent Reader Members

    Joined:
    Jan 12, 2010
    Messages:
    184
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +722 / -0
    bener lah, zaman sekarang orang lebih tahu beginian daripada yang tradisional.
    coba deh tanya apa yang ada dipikiran ketika denger kata jepang ???
     
  7. Offline

    HermanLay Beginner Members

    Joined:
    May 25, 2010
    Messages:
    323
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +66 / -1
    Tradisi minum teh mulai ada jaman oda nobunaga, sudah mulai banyak peminatnya tapi hanya kalangan borju saja, dan nomunaga kemudian mempopulerkannya untuk semua kalangan. diteruskan oleh hideyoshi dan kemudian tokugawa ieyasu. :)
     
  8. Offline

    fiqky Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 4, 2010
    Messages:
    20
    Trophy Points:
    2
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +30 / -0
    kirain sado itu apa...:cambuk2: :kecewa:

    nice info bro... ane suka hal2 berbau jepang. :top:
     
  9. Offline

    Artanis Superstar Veteran

    Joined:
    Feb 6, 2011
    Messages:
    10,980
    Trophy Points:
    261
    Ratings:
    +72,561 / -1
    ternyata acara minum teh ya baru tau ane istilahnya.. :hihi:
    tapi di jepang emang populer sih tradisi minum teh, terutama saat2 tertentu.. :hmm:
     
  10. Offline

    dive2blue Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 30, 2010
    Messages:
    580
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +52 / -0
    kalo mau jadi manis, minumnya sambil liati gw aje :boong:
    :hahai::hahai:
     
  11. Offline

    myhimesakura Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 27, 2010
    Messages:
    1,196
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +251 / -0
    dah mulai luntur jga ya? ==" yah anak" jaman skarangkan klo mau mengembangkan budaya tradisionalkan pasti di lecehkan trus di jelek"an. makanya pada berlomba" cri yang modern
     
  12. Offline

    hero4dohl Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 18, 2010
    Messages:
    1,623
    Trophy Points:
    146
    Ratings:
    +3,833 / -0
    saya dari dulu penasran..

    kan di atas ada disebutikn mangkuknya diputar..
    itu apa cuman ritual doank.

    atau ada efek terhadap rasa tehnya
     
  13. Offline

    PzGren Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 5, 2011
    Messages:
    519
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +6 / -0
    Ternyata upacara minum teh....
    Kirain sado apaan :lol:
     
  14. Offline

    Artanis Superstar Veteran

    Joined:
    Feb 6, 2011
    Messages:
    10,980
    Trophy Points:
    261
    Ratings:
    +72,561 / -1
    emangnya di kira apaan gan.. :lol:
    ane juga baru tau sih klo Sado itu tradisi minum teh di Jepang.. :hihi:
    :malu1:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.