1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Disease Case: Nyeri Buang Air Kecil

Discussion in 'Intensive Health Unit' started by derhangker, Oct 9, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    derhangker Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 22, 2009
    Messages:
    83
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +266 / -0
    Bu M, 25 tahun, seorang ibu rumah tangga datang ke praktek dokter dengan keluhan nyeri buang air kecil sejak 3 hari yang lalu. Nyeri bersifat hilang timbul, frekuensi (+), urgensi (+). keluhan ini sebelumnya pernah dirasakan oleh bu M 1 tahun yang lalu. Nyeri juga diikuti dengan demam mengigil.

    apa yang terjadi dengan bu M?


    dari anamnesa yang telah dilakukan kemungkinan terjadi suatu proses infeksi pada saluran kencing dari penderita, karena pada kasus ini dijumpai adanya demam menggigil dan nyeri saat buang air kecil, tetapi tidak menutup juga kemungkinan suatu batu walaupun pada batu umumnya dijumpai hematuria akibat gesekan batu pada mukosa saluran kencing, akan tetapi pada batu yang relatif kecil jarang dijumpai adanya hematuria.

    Infeksi saluran kemih secara umum dapat dibedakan atas 1. infeksi saluran kemih bawah dan 2. infeksi saluran kemih atas. pada infeksi saluran kemih bagian bawah kemungkinan dapat terjadi sistitis yang merupakan suatu peradangan pada kandung kemih ataupun epididimitis (pada epididimis), prostatitis (pada prostat) ataupun uretritis (pada uretra), dimana epididimitis dan prostatitis hanya dijumpai pada pria karena wanita tidak mempunyai prostat dan epididimis, selain itu juga dapat ditemui suatu sindrom ureter akut, dimana gejala sistitis seperti nyeri berkemih, dan demam mengigil, tetapi hasil kultur bakteri urin negatif. Infeksi saluran kemih atas mungkin dapat kita jumpai pielonefritis yaitu suatu peradangan pada jaringan parenkin ginjal yang dapat disebabkan oleh suatu infeksi, obstruksi saluran kemih ataupun refluks vesikouretra. pielonefritis dapat dibedakan atas akut dan kronik.

    Berdasarkan prevalensinya, infeksi saluran kemih lebih banyak dijumpai pada wanita akibat pendeknya saluran uretra pada wanita bila dibandingkan dengan laki-laki. selain itu ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kejadian infeksi saluran kemih seperti lithiasis, obstruksi saluran kemih, penyakit ginjal polikistik, nekrosis papilar, diabetes melitus pasca transplantasi ginjal, nefropati analgesik, penyakit sicle cell, senggama, kehamilan dan pengguna KB dengan tablet progesteron serta kateterisasi.

    Untuk menelaah lebih lanjut pasien ini, dilakukan pemeriksaan darah rutin dan urinalisa. Hasil pemeriksaan darah rutin dijumpai peningkatan leukosit sekitar 15000 /ul. Dari hasil urinalisa didapati leukosit 10-30/LPB, eritrosit <3 LPB, kristal (-), bilirubin urin (-), urobilin (+), reduksi (-), protein urin (-). Kultur urin tidak dilakukan.

    Dari hasil pemeriksaan lab diatas, dapat kita lihat adanya peningkatan leukosit sekitar 15000/ul, dan dari urinalisa didapati peningkatan leukosit sekitar 10-30/LPB, hal ini memberi kita dasar akan adanya infeksi pada saluran kemih. Sedangkan pada batu saluran empedu umumnya akan didapati eritrosit dalam urin, sedangkan lab menunjukkan eritrsosit <3/LPB. Kultur tidak dilakukan, karena membutuhkan waktu dan teknik yang rumit, selain itu berdasarkan epidemiologinya, infeksi saluran kemih umumnya disebabkan oleh bakteri E. Coli, stapilokokus, proteus sp dam proteus, pseudomonas sp jarang dijumpai tetapi dapat dijumpai pada pasien yang memakai kateter.

    Berdasarkan temuan diatas, maka pada pasien ini kemungkinan terjadi suatu infeksi saluran kemih dengan diferensial diagnosis sindroma ureter akut. Pada sindroma ureter akut, gejala klinik yang dijumpai sama persis dengan sistitis, yang membedakannya adalah kultur urin pada sindroma ureter akut adalah (-), tetapi pada kasus ini tidak dilakukan kultur urin.

    Pada pasien ini dapat diberikan ampisilin 3 gr atau trimetropin 200 mg selama 2 hari. Dari penelitian diketahui 80% pasien yang diterapi dengan antibiotik ini mengalami perbaikan.

    usu-med.blogspot.com
     
    Last edited: Oct 10, 2011
    • Thanks Thanks x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    zz11 Rockstar Veteran

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,146
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,168 / -0
    Maaf dok, mau tanya di bagian pengobatannya...
    Ampicillin yg u maksud, 3 gram kan, bukan 3 mg?
    Lalu yang satunya, maksudnya cotrimoxazole yah... tapi afaik dosis yg dikasih adalah 2 kali 800/160 mg...



    Moderator note:
    Bagus nih ada yg sharing kasus2 medis kayak gini, nanti coba kami diskusikan bagaimana tindak lanjut untuk tret kasus2 kayak gini.
    Mungkin kita akan buatkan tempat khusus untuk sharing kasus2 yg biasa ditemukan dokter dalam praktik sehari2.
    Thanks masukannya.
     
  4. Offline

    derhangker Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 22, 2009
    Messages:
    83
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +266 / -0
    iy maksudnya ampicilin 3 gr

    bukan cotrimoxazole, tapi trimetropinnya doank.
    cotrimoxazole tu campuran trimetropin + sulfamethoxazole. Sediaan yg biasa dipake yg 480 mg (400 mg sulfamethoxazole + 80 mg trimetropin).
    boleh aja pake cotrimoxazole
     
    • Thanks Thanks x 1
  5. Offline

    fallofthe3rdreich Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,976 / -0
    ampicillinnya oral?? dasarnya apa penggunaan keduanya??
    dari guideline ato dari pengalaman??
    kalo dari guideline (sori, link sumber menyusul) ISK harus dilakukan kultur urin dan antibiotik sesuai hasil kultur.
    pada center dimana tidak terdapat tempat kultur dapat diberikan amoxicillin-klavulanat

    sekali lagi saya kurang setuju karna IDWS adalah forum terbuka, saya tidak mau nanti penatalaksanaan yang dipilih oleh sejawat akan dijadikan acuan oleh member lain yg non-medis. (apalagi pada kasus diatas disebutkan 2 antibiotik.)
    Walaupun apotik sering melanggar prosedur dan menjual antibiotik secara bebas, kita harus menghindari penggunaan antibiotik secara berlebih karna akibatnya fatal (MDR dan MRSA)
     
    • Thanks Thanks x 1
  6. Offline

    zz11 Rockstar Veteran

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,146
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,168 / -0
    Oh jadinya memang 3 gram yah...
    Bagaimana dengan pertimbangan penggunaan kuinolon, bukankah kuinolon juga banyak dipake utk kasus ISK? :bingung:

    maksudnya ga setuju dibuat tret kek gini atau gimana :bingung:
    justru itu maksud gw dengan membuat tempat khusus...
    tapi di sini sudah ada rules yang menyatakan bahwa semua info yg ada di sini TIDAK dapat menggantikan konsultasi real dengan dokter (bisa dicek di sini --> http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=95784)
    Jadi IMHO kalo ada member nonmedis yg berani coba2 --> urusan mereka sendiri, karena kita nggak menganjurkan mereka untuk menuruti apa yg kita anjurkan secara medis.


    Btw, diskusi soal teknis ini via VM atau PM aja yuk :malu:
     
  7. Offline

    fallofthe3rdreich Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,976 / -0
    ya itu dia, quinolon sekarang dipake karna banyak resistensi massal amoxicillin/ampicillin

    sori jet, agak emosi kalo ngomong antibiotik
    sering dapet pasien abis berobat ke mantri atau bidan
    disana dah dikasi obat antibiotik macem2
    eh ternyata kasus FDE.. gimana gak emosi coba
    mau marah ma pasien ya gimana....

    note : kayanya kurang adil kalo cuma berdasar pendapat kita be2 jet, pendapat sejawat yg laen gimana???
     
    Last edited: Oct 10, 2011
  8. Offline

    derhangker Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 22, 2009
    Messages:
    83
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +266 / -0
    sori agan" sekalian
    penatalaksanaannya yg saya tulis diatas tu yg berdasarkan beberapa jurnal dn texbook
    kan dah saya tulis tu 80% orang yg menderita ISK respon terhadap antibiotik ini
    karena mengacu etiologi terbanyak dari ISK adalah e.coli, stapilokokus, proteus, ma klebsiella
    jdi maksudnya sebagai pengobatan empiris gan

    klo mw yg valid yg memang harus tunggu hasil kultur
    stelah tu harus tes sensitivitas
    tpi mempertimbangkan sulitnya pengambilan sampel, kontminasi, dll sebaginya
    kita bisa memberikan pengobatan empiris
    trus klo mw dilanjutin dengan kultur boleh-boleh aja
     
    Last edited: Oct 11, 2011
    • Thanks Thanks x 1
  9. Offline

    fallofthe3rdreich Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,976 / -0
    santai aja bang,
    saya ma si jet dari kmarin memang lagi berdebat perlunya dibikin trit khusus sharing kasus..
    BTW pertanyaan saya yg diatas blum dijawab tuh??

     
    • Thanks Thanks x 1
  10. Offline

    zz11 Rockstar Veteran

    Joined:
    Mar 11, 2009
    Messages:
    40,146
    Trophy Points:
    252
    Ratings:
    +33,168 / -0
    yup, ampicillin (juga kalo ditambah sulbactam) lebih cocok untuk pemakaian parenteral.
    sedangkan amoxicillin (juga kalo ditambah clavulanate or clavulanic acid) lebih cocok untuk pemakaian oral.
     
  11. Offline

    derhangker Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 22, 2009
    Messages:
    83
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +266 / -0
     
  12. Offline

    fallofthe3rdreich Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 14, 2009
    Messages:
    1,069
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,976 / -0
    namanya juga indonesia, blum ada standarisasi guidelines secara nasional
    kalopun ada bentuknya masih lokal (kaya SPM sardjito, SPM IDAI, SPM PAPDI)

    BTW perlu diketahui, perempuan dianugrahi kelebihan (jgn paksa saya bilang disini) yang menyebabkan mereka mudah terkena ISK (kandidiasis apalagi)
    jadi banyak yg komplain kalo tiap kali ISK langsung diinjeksi ampi (apalagi 3 gram, +/- 3 vial yah CMIIW, pegel banget tuh rasanya)
    jadi obat yg dipake 2 tadi quinolon ato sulfa

    BTW kalo kita perbincangkan penatalaksanaan ya ga ada yg bener dan salah
    dimana2 art of medicine itu di diagnosis

    note : nah jet sejawat kita yg rajin lewat SF ni blum banyak kan, buktinya komen-nya ga tlalu banyak
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.