1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Beratnya Risiko Jadi Lelaki ...

Discussion in 'Lifestyle' started by shinobi32, Jul 29, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    shinobi32 Forza Inter! Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 31, 2008
    Messages:
    18,344
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +70,803 / -10
    Beratnya Risiko Jadi Lelaki ...

    Oleh: Dr. Handrawan Nadesul, Dokter Umum

    Memang tak lagi bisa memilih kondisi kegenderan yang sudah diterima. Namun, orang masih sempat pula bertanya, Buat kondisi sekarang, mana lebih enak, jadi lelaki atau perempuan?
    Dalam perhitungan medis, kalau boleh memilih, enak dilahirkan jadi perempuan.
    Mengapa?


    Karena jadi lelaki terbukti, salah satunya, lebih cepat mati dibanding perempuan. Sekurang-kurangnya untuk dua dasawarsa belakangan.
    Bukan satu-dua studi ihwal nasib umur masing-masing gender digelar dan bikin kaum pria jadi miris. Juga seberapa buruk risiko menjadi kaum Adam di zaman penuh krisis sekarang ini. Namun, tentu ada kiat dan siasat supaya besarnya risiko mati muda itu bisa diredam dan dipadamkan.


    Dalam hukum biologis, jumlah spermatozoa untuk jadi anak lelaki (spermatozoa Y), dan spermatozoa untuk jadi anak perempuan (spermatozoa X) yang terkandung dalam sebuah ejakulasi lebih kurang sama jumlahnya. Artinya, dalam kondisi normal, peluang masing-masing jenis spermatozoa dalam ejakulat (air mani atau sperma) untuk berebut membuahi sel telur lebih kurang sama besar. Normalnya, kemungkinan untuk setiap kohabitasi bakal membuahkan anak lelaki sama peluangnya dengan membuahkan anak perempuan.


    Banyak Hambatan

    Kenyataannya, spermatozoa untuk jadi anak lelaki secara umum lebih ringkih, kurang gesit, dan tak tahan rintangan di saluran pembuahan, dibanding spermatozoa untuk jadi anak perempuan. Kemungkinannya lalu sedikit menceng ke arah lebih besar peluang untuk membuahkan anak perempuan.


    Namun, secara sosiologis keadaan itu masih dianggap berimbang. Pada pasangan normal, nisbah gender itu dianggap sama besarnya.


    Nisbah lelaki-perempuan dalam sebuah masyarakat atau negara, tidak selalu sama secara geografis maupun kondisi kultur masing-masing masyarakatnya. Dulu, selagi zaman perang berkecamuk di mana-mana sehingga lebih banyak taruna yang mati, populasi lebih didominasi oleh kaum Hawa (negative *** ratio). Dengan begitu jumlah lelaki usia kawin lebih sedikit dibanding wanita.


    Selain perang, jumlah kematian lelaki lebih banyak lagi akibat pekerjaan berisiko di luar rumah, seperti berburu, kecelakaan, dan ancaman penyakit. Pada suku-suku primitif, kondisinya hampir sama: lebih banyak wanita dibanding lelaki. Itu berarti lelaki bisa mengawini lebih banyak istri, dan harga lelaki lebih tinggi dari harga sosial wanita.
    Pada suku tertentu, bisa jadi akibat perubahan *** ratio, kedudukan lelaki dipandang lebih tinggi dari wanita. Artinya, kultur yang mengubah posisi biologis kegenderan.
    Pada suku lain, struktur matriakat-patriakat, dominasi jenis pekerjaan, peran keluarga, memosisikan peran gender yang tidak sama. Istri melakukan pekerjaan kasar di luar rumah, sedang suami mengasuh anak, misalnya. Itu berarti, risiko menjadi wanita sama besarnya dengan menjadi lelaki.


    Kesimpulan WHO


    Meski begitu, kalau dihitung-hitung, dalam hidup yang begini keras memang masih besar risiko menjadi lelaki ketimbang jadi perempuan. Terlebih ketika kehidupan semakin menghadapkan orang pada multikrisis.


    Dulu krisis lelaki baru terjadi setelah berumur 40 tahun. Kini krisis lelaki di dunia sudah maju menjadi sebelum berumur 40 tahun. Itu artinya betapa semakin berat saja kaum lelaki mengarungi hidup ini.


    Temuan baru ihwal risiko lelaki akibat kemaskulinannya, mengantarkannya berisiko mati muda, ternyata dua kali lipat dibanding kaum istri. Lelaki berkecenderungan (prones) untuk kena kanker lebih besar dari kaum istri.


    Begitu juga untuk terserang stroke, jantung koroner, terinfeksi aneka penyakit, gangguan jiwa, kecelakaan lalu lintas, kecenderungan bunuh diri, selain akibat kelainan bawaan yang mungkin diidapnya.


    WHO mengumpulkan kesimpulan itu dari studi terhadap tak kurang dari 200 juta lelaki dari 17 negara maju. Ketika dunia medis terfokus pada upaya meningkatkan kesehatant wanita, dunia lupa bahwa kesehatan dan risiko yang dipikul kaum Adam juga perlu mendapat perhatian lebih.


    Perbedaan besaran risiko lelaki dibanding wanita, disebut-sebut sebagai akibat dari perbedaan biologis, pola, dan gaya hidup kaum Adam yang (konon) lebih menonjolkan kemaskulinannya, selain angka perceraian yang terus meningkat dalam dua dasawarsa terakhir ini (Studi Dr. Alan White, Leeds Metropolitan University). Sikap menganggap tidak maskulin kalau lelaki menangis, kurang waktu untuk tertawa, merupakan bagian dari beratnya pikulan risiko kaum pria.


    Kita tahu, begitu banyak jenis penyakit yang lebih maskulin akibat kelewat banyak minum alkohol dan merokok. Kanker paru wanita di dunia ikut meningkat akibat kebiasaan buruk merokok lelaki banyak dianut kaum Hawa juga. Pola dan gaya hidup kerja keras, pecandu kerja, menambah angka penyakit lelaki yang sebetulnya tak perlu terjadi bila tahu menangkalnya.


    Hidup dikejar dan diburu oleh waktu, lupa waktu jeda, dan tidak pernah puas, kurang bersyukur, kurang mencintai pekerjaan, merupakan bagian dari gaya hidup yang mendukung semakin banyaknya penyakit jenis lelaki yang mestinya tak perlu ada. Angka stroke dan jantung koroner mendera pada usia yang semakin belia bermunculan sekarang ini.


    Kehilangan Komunitas


    Orang sekarang selain terancam sosok integritas hidupnya, juga semakin kehilangan komunitasnya. Hidup menjadi kian soliter dan terpisah dari rasa guyub, dalam hiruk pikuk kehidupan, orang masih saja merasakan kesepian. Kesepian hidup menambah besar gangguan jiwa. Sehat fisik saja kini tak cukup bila rasa jiwa dan rasa sosial tidak bugar.


    Banyaknya perceraian, dan kaum pria memilih hidup melajang, ikut menambah besar risiko lelaki mati prematur. Semua anasir yang menambah jelek risiko untuk terkena penyakit, dan mengantarkan kaum pria untuk mati sebelum waktunya, mestinya disingkirkan dari perjalanan hidup masing-masing.


    Untuk itu banyak yang bisa dilakukan. Nasib sebagian besar tahun-tahun di depan kita, nasib kaum pria khususnya, sebetulnya masih ada di tangan kita masing masing. Bukan pada tangan orang lain, dan tidak selalu harus mengklaim bahwa itu sebagai suratan atau pemberian Tuhan bila yang kita upayakan belum optimal, atau cuma memilih menerima nasib, bukan memilih "nasib".








    Ukuran Penis Ditentukan dari Kebiasaan

    Tak bisa disangkal ukuran penis mempengaruhi rasa percaya diri pria, walaupun tak semua rasa percaya diri diukur dari besar kecilnya Mr.P. Terlebih dengan adanya mitos yang beranggapan penis besar lebih baik itu dibanding penis berukuran mini.

    Padahal besar kecil penis itu relatif dan berbeda-beda sesuai dengan usia, ras, faktor genetik, kondisi fisik, dan beberapa hal lainnya. Belum ada penelitian yang yang dengan untuk memperbesar penis dan akibatnya. Jadi sebenarnya usaha memperbesar penis itu lebih banyak bersifat sugesti saja.

    Berdasarkan penelitian ukuran alat vital pria Indonesia berada antara 12-16 cm, dengan rata-rata sekitar 12 cm. Bandingkan dengan pria Amerika dengan rata-rata sekitar 15 cm dan pria Brasil dengan rata-rata 15,5 cm. Bahkan pria Afrika 17 cm.

    Mengapa bisa berbeda? apakah yang menyebabkan ukuran ini berbeda. Perbedaan warna kulit terjadi karena adanya perbedaan letak geographies, dan perbedaan postur tubuh karena perbedaan makanan yang dikonsumsi.

    Lantas apa yang menyebabkan perbedaan ukuran alat vital? Apakah ras memegang peranan penting? Ternyata tidak. Ada beberapa hal yang harus dirubah pada pria Indonesia, dan itu harus dimulai sejak masih dalam kandungan.

    Cobalah kita amati apa yang membuat ukuran pria Indonesia berbeda, bisa jadi pola perilaku kebiasaan yang mempengaruhi ukuran Mr.P.

    Konsumsi Zinc pada masa hamil
    Kebutuhan akan zinx sangat mempengaruhi perkembangan organ reproduksi, kurangnya konsumsi zinc akan mempengaruhi perkembangannya secara optimal. Sayangnya kesadaran mengkonsumsi zinc sangat rendah sekali di kalangan ibu hamil. Selain itu konsumsi Zinc harus dikonsultasikan ke dokter selama ibu mengandung.

    Makanan pokok
    Nasi adalah makanan utama orang Indonesia, padahal semasa pertumbuhan perlu lebih banyak makan protein bukan karbohidrat. Makanya yang terjadi adalah badan anak-anak kita gemuk tapi tidak bertulang besar. Akibatnya, penis tidak berkembang optimal, apalagi nasi memngandung unsur salah satu enzim yang menghambat penyerapan Zinc dalam tubuh. Kurangnya asupan Zinc ditambah konsumsi nasi dalam jumlah banyak namun kebutuhan akan protein daging-dagingan terbilang minim. Hal ini akan menyebabkan perkembangan penis yang terhambat.

    Kebiasaan Celana Dalam
    Memakai celana dalam ketat sepanjang hari bukan sesuatu yang baik, cobalah hindari memakai celana terlalu ketat, menggantinya dengan celana pendek dan longgar akan lebih baik bagi pertumbuhan dan peredaran darah disekitar area vital. Cobalah biarkan penis Anda hanya tertutup celana pendek longgar, sehingga perkembangannya lebih optimal.

    Faktor Sunat
    Jangan sunat pada usia masih dalam pertumbuhan, biarkan kulit penis dan penis berkembang lebih dulu. Usia yang tepat saat sunat antara 13-14 tahun. Sunat pada usia dini membuat kulit penis tertarik yang menyebabkan perkembangannya tidak optimal. Kita bisa mencontoh kebiasaan unik bangsa Afrika yang sejak remaja sampai dewasa selalu memijat penis mereka, sehingga tidak heran bangsa Afrika dikenal sebagai bangsa ber-penis besar.

    Jadi bukan ras yang membedakan ukuran penis, tetapi karena 4 faktor di atas. Jadi jangan pernah minder dengan ukuran Anda..
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    IrisSachiel Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 11, 2009
    Messages:
    500
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +14 / -0
    kalo masalah kesehatan sich emang bener...

    tapi kalo masalah ukuran.... gw baru tau....

    menurut gw sich medium aja lah... kalo kegedean ntar susah dibawa kemana - mana....
     
  4. Offline

    Zeroxas Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 23, 2008
    Messages:
    317
    Trophy Points:
    126
    Ratings:
    +1,178 / -0
    :onion-72::onion-72::onion-72:
    hidup laki-laki, memang seharusnya laki-laki diatas perempuan bahkan dalam masalah hubungan. makin rare kan makin banyak dicari seharusnya..... bukan zamannya lagi laki-laki memohon cinta kepada wanita:rokok:
     
  5. Offline

    smilejoker74 Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 15, 2008
    Messages:
    62
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +25 / -0
    hahahaa:lol:

    dari pernyataan diatas gw jadi tau kalo ortu gw mengkonsumsi ZINC waktu gw dikandungan..:cheers:

    terus emang kebiasaan gw dari dulu.. kalo di rumah jarang pake kolor.. biarkan sang "gajah" melambai..ademm bener.. hahh! :onion-12:

    kalo masalah pijat memijat.. jamannya smp sering banget gw pijet.. ahhahahaahhahahahahahah:lol::lol:
     
  6. Offline

    alexjhon Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    May 31, 2009
    Messages:
    161
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +73 / -0
    koq pd bahas yg di SPOILER wkwkwk... bahasannya diatas woi! wkwkwk.. anyway.. ehem.. gw setuju... jd laki2 berat.. gw sering dgr laki2 bandingw anita 1:4 wah gm coba.. ap mglkn satu pria beberapa bini? wkwkwk (canda.. gw anti kali macem kawin masal gt ><) mgkn ke depanya kt kan ud bs atur mau pny anak kaya gm kelaminnya ya kan? ^^


    -----------------------
    Mau T-shirt dgn design fresh n original, all IDR 65k?
     
  7. Offline

    tehkotak88 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 14, 2009
    Messages:
    1,325
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +2,646 / -0
    Aduh stres mulu lagi g

    bs mati muda nih :swt:

    harus banyak ketawa biar seger :lol:



    btw spoilernya repost tu gan
     
  8. Offline

    budikikiw Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 10, 2009
    Messages:
    1,005
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,168 / -0
    hehehe, tapikan cowok gak seribet jadi cewek, coba aja pikirin sendiri.. iya kan???[​IMG]
     
  9. Offline

    reksarekso Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 27, 2009
    Messages:
    103
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +20 / -0
    Tapi di zaman modern sekarang kan pria dan wanita juga bekerja, jadi kemungkinan meninggal juga sama lha
     
  10. Offline

    icham Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 16, 2009
    Messages:
    993
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +4,236 / -0
    oh gt ya penelitian'a pantesan aja skrng ud bnyk cowo yg berubah jadi wanita !!!
     
  11. Offline

    shinobi32 Forza Inter! Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 31, 2008
    Messages:
    18,344
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +70,803 / -10
    ^
    klo jadi seorang lalki2 artinya kita dipercaya untuk mempunyai tanggung jawab lebih.
    harusnya kita bersyukur...
     
  12. Offline

    DemonGod Silent Reader Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 11, 2008
    Messages:
    188
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +18 / -0
    kalo urusan pake celana dalem jarang gw...paling2 kalo keluar rumah doang...menjadi sesuatu ada susah ada senangnya...apapun yg kita miliki harus kita syukurih....
     
  13. Offline

    benjiro Silent Reader Members

    Joined:
    Nov 11, 2009
    Messages:
    49
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +1 / -0
    Apapun resiko menjadi seorang laki2, gw udah diciptakan sebagai seorang laki2. jadi masa bodoh dengan resiko dan beban yang gw tanggung. just let this life flow easily
     
  14. Offline

    Rabbitto Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 20, 2010
    Messages:
    15
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    kasian bener nih nasib cowok...tpi enaknya setelah bikin anak kagak usah repot nglairin...hehehehe
     
  15. Offline

    Luminescence Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 11, 2010
    Messages:
    777
    Trophy Points:
    57
    Ratings:
    +17 / -0
    ohh sunat tu idealnya mur 13-14 taon toh? :iii:
    btw nisbah itu apa sih?
     
  16. Offline

    yuyuni386 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 7, 2010
    Messages:
    525
    Trophy Points:
    72
    Ratings:
    +19 / -0
    Hahahaha setuju bro
     
  17. Offline

    dicobagratis Beginner Members

    Joined:
    Jan 23, 2010
    Messages:
    227
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +7 / -0
    wow intinya buatpria ini gan
    Kita bisa mencontoh kebiasaan unik bangsa Afrika yang sejak remaja sampai dewasa
    selalu memijat penis mereka, sehingga tidak heran bangsa Afrika dikenal sebagai bangsa ber-penis besar.
     
  18. Offline

    shinobi32 Forza Inter! Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 31, 2008
    Messages:
    18,344
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +70,803 / -10
    hahahahaha
    gak ada hubungannya ah,,,
     
  19. Offline

    invisible_woman Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 24, 2010
    Messages:
    1,204
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +1,242 / -0
    zinc itu bukannya yg di shampo itu y :lol:
     
  20. Offline

    shinobi32 Forza Inter! Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 31, 2008
    Messages:
    18,344
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +70,803 / -10
    iya dipake di shampo juga
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.