1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Halo IDWS Mania, forum Indowebster ada Super Moderator baru lho di lihat di sini
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Belajarlah dari Obama!

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by adjie_eight, Jun 24, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    adjie_eight Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    May 28, 2009
    Messages:
    309
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +181 / -0
    KOMPAS.com — Jelang peringatan Hari Bumi 2010, industri pertambangan kembali menunjukkan tabiat buruknya mengotori Planet Bumi. Kali ini, anjungan minyak milik Trans Ocean Ltd, di bawah kontrak BP, perusahaan minyak raksasa asal Inggris, meledak dan mencemari perairan AS di Teluk Meksiko, Selasa (20/4/2010).

    Pencemaran ini ibarat "silent operation" yang mengancam masa depan nelayan dan warga pesisir selatan AS, beserta keanekaragaman hayati di sekitarnya. Karena itu, Presiden Barack Obama memilih batal mengunjungi Australia dan Indonesia.

    Dalam situasi darurat ekologis dan kemanusiaan, Obama berhasil menjalankan kebijakan progresif di dua arah. Ke dalam, ia memberlakukan kebijakan moratorium (jeda) pengeboran minyak laut dalam. Keluar, ia memaksa BP membayar kerugian para korban. Dalam waktu singkat, BP dipaksa menyetujui menyisihkan 20 miliar dollar AS dalam rekening penampungan guna membayar klaim kerugian.

    Beda halnya di Tanah Air. Pencemaran di Laut Timor yang dipicu meledaknya kilang Montara milik Australia, 21 Agustus 2009, tidak cukup memaksa pemimpin kita mengeluarkan nota protes dan nota tagih kerugian kepada perusahaan dan Pemerintah Australia. Padahal, kapasitas muntahan minyak Montara hampir dua kali muntahan di Teluk Meksiko, dengan prospektif korban sedikitnya 17.000 orang, mulai dari nelayan, pembudidaya, hingga masyarakat pesisir umumnya. Prakarsa segitiga karang, program konservasi laut mercusuar ala SBY, juga terancam gagal.

    Ketidakpatuhan AS untuk menandatangani Protokol Perubahan Iklim dan tabiat buruk industri ekstraktif AS yang kerap mencemari lingkungan atau perairan laut di luar yurisdiksinya, seperti Freeport dan Newmont di Indonesia, respons cepat dan cerdas Obama telah mengajarkan kepada dunia bagaimana seharusnya seorang presiden bertindak melindungi warga dan lingkungan perairan.

    Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki risiko pencemaran laut cukup tinggi. Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan mencatat sedikitnya 15 kasus kecelakaan kapal minyak asing yang menyebabkan tercemar beratnya laut Indonesia sejak 1975. Dari 15 kasus, tidak ada penyelesaian yang menguntungkan Indonesia. Demikian pula dalam kasus Lapindo di Sidoarjo empat tahun terakhir. Pemerintah tidak memberikan sanksi dan mendesak biaya pemulihan kepada perusahaan, tetapi justru mengambil alih ongkos penanganan lumpur Rp 7,2 triliun dari pajak rakyat (Buku RPJMN 2010-2014).

    Perkembangan intrik politik domestik turut memengaruhi perubahan peran laut dari media kehidupan menjadi media pencitraan keluar. Buktinya, keberhasilan SBY mengambil inisiatif penyelenggaraan Konferensi Kelautan Dunia di Manado (Mei, 2009) serta kesempatan berpidato di hadapan para pemimpin dunia pada KTT Ke-15 Perubahan Iklim di Kopenhagen (Desember 2009) justru tidak digunakan untuk menagih tanggung jawab mutlak sejumlah negara yang kebijakan industrinya kerap mengotori laut Nusantara.

    Meski Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) menganugerahkan "UNEP Award Leadership in Marine and Ocean Management" kepada SBY di Bali (24/2/2010), praktik pencemaran di laut Nusantara belum terbendung hingga kini.

    Bergegas

    Dalam konteks pencemaran di laut, eksistensi dan esensi RI sebagai negara dan bangsa kepulauan dipertaruhkan. Untuk kasus pencemaran di Laut Timor, SBY perlu menyegerakan beberapa hal. Pertama, mencermati isi Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982 Pasal 198 yang menyebutkan: "apabila suatu negara menyadari adanya keadaan di mana lingkungan laut berada dalam ancaman bahaya mendesak akan kerusakan atau telah rusak akibat pencemaran, negara termaksud harus segera memberi tahu negara-negara lain yang menurut perkiraannya sangat mungkin akan terancam kerusakan tersebut, demikian pula kepada organisasi-organisasi internasional yang kompeten".

    Pada kasus kilang Montara, Pemerintah Australia tidak memenuhi kewajiban memberi tahu Indonesia dari awal. Oleh karena itu, SBY tak perlu menunggu lebih lama untuk mengirimkan nota protes kenegaraan kepada Pemerintah Australia. Kedua, nota protes juga harus diikuti nota tagih kerugian kolektif yang bersumber dari warga Laut Timor, meliputi kerugian ekonomi, sosial, dan budaya. Daftar panjang kerugian ini harus jadi acuan pemerintah untuk menuntut tanggung jawab Australia.

    Keberhasilan Obama mendesak BP menjalankan kewajibannya telah memberikan harapan baru bagi pemulihan hak dan martabat masyarakat pesisir. Keberanian SBY menerima penghargaan UNEP menuntut tanggung jawab dan kecakapan lebih untuk menyelesaikan kasus pencemaran di perairan Indonesia, sebelum 2014!

    sangat berberda dengan negara kita, contoh besar adalah lapindo,
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.




    Promotional Content
  3. Offline

    trimutan Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 18, 2010
    Messages:
    546
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +374 / -0
    terkesan lambat yaa indonesia dalam menyelesaikan segala masalah yg ada :???:
    begitulah negara tercinta kita .
    untuk perusahaan minyak yg mengotori bumi lg khususnya indonesia :awas:
     
  4. Offline

    sonbin Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 7, 2010
    Messages:
    927
    Trophy Points:
    192
    Ratings:
    +7,232 / -0
    salahnya lagi Indonesia tidak mem-boom-kan masalahnya.
    kalo seperti BP kan langsung ditanggapi sama Obama, disiarkan banyak stasiun tv internasional, + usaha2 lainnya spya mendapat perhatian dunia.
    kalo dah gitu kan BP jadi terdesak ga menghindar.

    masalah montara aja di indonesia kalah sama berita ariel. kalo gini sih ga ada dukungan dari dunia, australia jadi seenaknya.
     
  5. Offline

    gruntzz Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 6, 2009
    Messages:
    146
    Trophy Points:
    32
    Ratings:
    +40 / -0
    hmmm.. tapi ga semuanya patut d contoh kan?? :malu:
     
  6. Offline

    shinminho Senpai Veteran

    Joined:
    Sep 29, 2009
    Messages:
    5,202
    Trophy Points:
    267
    Ratings:
    +6,814 / -0
    salut sama obama tegas banget :top: contoh presiden baik berani ngelindungin ekosistem alam n keamanan rakyatnya dari bahaya pencemaran minyak,emang perlu d ambil tindakan tegas biar perusahaan2 minyak ga seenaknya lg ga sembrono lg
     
  7. Offline

    faythz Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 3, 2009
    Messages:
    4,936
    Trophy Points:
    227
    Ratings:
    +5,562 / -0
    indo mah kalo masala porno baru da ditangepin ga liat tu peterporn sampe merebak dmn2 sedang lapindo hilang hilang hilang
     
  8. Offline

    annez Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 14, 2010
    Messages:
    1,012
    Trophy Points:
    101
    Ratings:
    +64 / -0
    gimaa bisa pedulii...........dah dihantam bncana dimana2 aja petinggi tetap keukeuh jalan2 ke luar negeri............apalagi cuma urusan minyak............:onfire:
     
  9. Offline

    mercenaries Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 16, 2010
    Messages:
    939
    Trophy Points:
    191
    Ratings:
    +50,328 / -0
    Dasar...
    Indonesia penuh dengan...
    Wakil Rakyat yg ga tau malu....

    Gw pengen:bata:aje dah tuh Wakil rakyat...
    Biar di Banned....
     
  10. Offline

    fouchan Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 17, 2010
    Messages:
    1,522
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +20,704 / -0
    benar benar harus di contoh :top:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.