1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Edu-Flash Asal-usul statistik

Discussion in 'School and Campus Zone' started by mikailrayan, Jan 15, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    mikailrayan Silent Reader Members

    Joined:
    Dec 1, 2009
    Messages:
    23
    Trophy Points:
    2
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +26 / -1
    (Bukan fakta, hanya fiksi: itu pun kalau kau masih menganggap keduanya berbeda..)

    Dahulu, atau mungkin juga di masa depan, terdapat tiga sekawan pencari kebenaran: Mr. T-test, Mr. Chi dan Mr. Fisher. Mereka adalah filsuf-filsuf yang tak pernah menyerah mencari kebenaran. Mereka juga mengajarkan semua orang tentang pentingnya ketekunan, ketelitian dan kerja keras..

    Hampir semua orang mengagumi mereka yang tak kenal lelah dalam menelusuri kebenaran. Meski tak semua pengagumnya mampu memahami cara kerja mereka yang begitu rumit: kenapa dalam menemukan kebenaran harus melalui lika-liku “berpangkat ” dan “berakar”. Untuk memahami itu, butuh berpikir keras. Yah, itu memang yang selalu mereka ajarkan pada setiap orang. Karena itulah mereka diangkat menjadi filsuf-filsuf terkemuka pada masa itu.

    Suatu saat, mereka terlibat dalam sebuah percakapan. Mr. T-test menyatakan bahwa ia telah menemukan kebenaran baru. Kebenaran yang akan membuat semua orang kagum. Ia berkata, “Metode yang kubuat tak terbantahkan, karena aku telah meneliti unsur-unsur terkecil yang bahkan tak terlihat oleh kebanyakan orang.”

    Tak mau kalah, Mr. Chi berargumen, “Kau memang hebat dalam memecahkan kebenaran statistik parametris, tapi bukan berarti kau bisa melakukannya pada statistik nonparametris. Akulah yang menemukan kebenaran pada statistik nonparametris. Kau tak akan mampu membantah metodeku, karena itu hanya keahlianku.”

    Saat mereka beradu argumentasi, Mr. Fisher muncul menengahi, “Kalian juga tak boleh mengabaikan metodeku. Meski lebih sederhana, metodeku punya kelebihan: lebih mudah dan lebih disukai banyak orang. Kita memang punya keahlian masing-masing. Tak ada gunanya berdebat. Sebenarnya Kita bisa saling melengkapi.” Demikian, mereka lalu sepakat untuk selalu bekerja sama.

    Waktu terus berlalu, dan tiba saatnya mereka menyadari ada yang kurang dalam penemuan mereka. Mereka yakin telah menemukan hasil akhir, tapi mereka tak mendapatkan kesimpulan apa-apa dari hasil tersebut. Ternyata mereka belum mendapatkan kebenaran akhir. Tanpa kebenaran akhir, penemuan mereka sia-sia. Dan hal itu tak boleh terjadi. Mereka harus berusaha menemukan kebenaran akhir. Namun segala usaha yang mereka lakukan tetap tak menghasilkan apa-apa.

    Sampai akhirnya, di tengah kebingungan yang dialami ketiga filsuf tersebut, seorang bijak datang menemui mereka. “Akulah satu-satunya orang yang dapat menjawab persoalan kalian,” ujarnya lantang. Ketiga filsuf itu heran: benarkah orang tersebut dapat membantu mereka menemukan kebenaran akhir; apakah ia juga seorang filsuf yang bekerja keras mencari kebenaran. Mungkin sebaiknya mereka mengenal identitasnya sebelum memercayainya.

    “Siapa Anda, wahai orang asing?” tanya Mr. T-test.

    “Aku adalah seorang rasul yang diutus tuhan untuk menyampaikan kebenaran. Kebenaran akhir yang tak mungkin kalian peroleh tanpa bantuanku. Namaku adalah Tabel,” jawabnya dengan tenang.

    Mereka masih belum percaya. Mereka butuh bukti. Karena penasaran, Mr. Chi bertanya, “Bagaimana Anda membuktikannya?”

    “Aku membawa sebuah kitab tuhan yang tak akan kalian ragukan. Kalian hanya perlu mencocokkan penemuan kalian dengan nilai-nilai Tuhan yang terdapat dalam kitab itu. Lalu kalian akan menemukan kebenaran akhir,” jawab Tuan Tabel. “Nilai-nilai itu adalah standar tuhan dalam menentukan kebenaran akhir,” lanjutnya.

    Kemudian, Tuan Tabel memberikan kitab yang berisi nilai-nilai tuhan tersebut. “Kalian tak perlu bertanya bagaimana nilai-nilai itu tercipta. Kalian juga tak boleh menyangkal standar tersebut. Karena itu dari tuhan.”

    “Bagaimana cara kerjanya?” tanya Mr. Fisher.

    “Mudah saja. Setelah kalian mencocokkan penemuan kalian dengan standar tuhan: lebih kecil (<) atau lebih besar (>), itu menentukan ditolak atau diterima. Itulah kebenaran akhir,” jawabnya dengan tegas.

    Setelah mencocokkan penemuan mereka dengan nilai-nilai tuhan, mereka benar-benar menemukan kebenaran akhir yang mereka cari. Mereka baru percaya bahwa Tuan Tabel adalah utusan tuhan yang membawa kebenaran.

    “Kalian tahu apa itu kebenaran?” tantang Tuan Tabel. Ketiga filsuf itu tertegun, tak dapat menjawab. Lalu Tuan Tabel berfatwa, “Kebenaran itu adalah aturan tuhan yang melampaui pikiran manusia, tak perlu dipertanyakan, dan tak boleh disangkal. Karenanya, yang terakhir harus kalian lakukan adalah memasrahkan diri (tawakkal) pada aturan tersebut.”

    Akhirnya, ketiga filsuf itu menyadari bahwa ketelitian, ketekunan dan kerja keras tak cukup untuk mencapai kebenaran akhir. Mereka harus bertawakkal pada nilai-nilai yang tertulis dalam kitab tuhan.

    Setelah kejadian itu, Tuan Tabel pergi melanjutkan petualangannya, mendatangi filsuf-filsuf yang juga membutuhkan bantuannya, seperti Mr. Anova dan lainnya.

    Demikian, kisah sebuah agama yang lahir di lingkungan akademik. Seperti agama-agama lainnya, ia mengajarkan ketekunan, ketelitian, kerja keras, dan terakhir tawakkal.

    semoga bermanfaat...... :boong::boong::piss:
     
    • Thanks Thanks x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    toimtoim Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 22, 2009
    Messages:
    6,489
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +40,870 / -0
    emang bener, bro
    manusia hanya bekerja keras tp Tuhan-lah yg memutuskan
    cerita ente bener2 mantab :top:
     
  4. Offline

    ich4n Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 25, 2009
    Messages:
    1,707
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +814 / -0
    oowww...ternyata begini cerita sebenernya asal usul statistik.
    jadi statistik itu agama yah tadinya, agama yang jadi ilmu begitu :???:
    pantes aj lah kalo statistik dimana" dijadiin pedoman dan pegangan hidup, wong ajarannya berisi tentang kebenaran. jadi kalo bisa menguasai statistik berarti telah menemukan kebenaran begitu :???:
    jadi semangat neh :semangat: :semangat:
     
  5. Offline

    dimashardy Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 18, 2009
    Messages:
    28
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +2 / -0
    Wah, kalo ane tau dari dosen kalo statistik itu perama kali berkembang di meja judi. Prinsip peluang banyak yang berkembang di sana. Di buku peluang ane bkebanyakan soal berkait kartu, dadu, dll. Btw yg ngebedain antara matematika da statistika adalah hasil perhitungan matematika bersifat pasti, kalo hasil perhitungan statistika terdapat peluang, jadi gak pasti.:semangat:
     
  6. Offline

    lucadias Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 17, 2010
    Messages:
    115
    Trophy Points:
    31
    Ratings:
    +137 / -0
    Stuju gw pintar aja kaga cukup kalo imanny ga kuat
     
  7. Offline

    radenmask Silent Reader Members

    Joined:
    May 23, 2010
    Messages:
    129
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +11 / -0
    ceritanya mantab brader :top:
    semua saling melengkapi dan tidak ada yang jago :top:

    inspiring :hmm:
     
  8. Offline

    pikastat Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 6, 2010
    Messages:
    651
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +80 / -0
    koreksi ya boss :fufufu:
    statistik itu adalah ukuran yang diukur dari sampel
    klo ilmunya namanya STATISTIKA tapi inggrisnya STATISTICS
    Statistika emang bukan ilmu pasti karena dalam uji statistik selalu menyertakan tingkat kesalahan yang bersedia ditanggung peneliti ato yang sering disebut alpha
    jadi ilmu statistik tu ilmu yang manusiawi..karena manusia tak luput dari kesalahan :ehem:

    Mrs. regresi dan Mr. crosstabb juga butuh bantuan Mr. Table :peace:
     
  9. Offline

    hentaigumi Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 14, 2010
    Messages:
    2,150
    Trophy Points:
    212
    Ratings:
    +25,759 / -0
    Bagus banget notes nya nih om ...
    Cara mudha untuk mengingatkan kita semua bahwa masih ada langit diatas langit.
     
  10. Offline

    Di4m0nD Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 6, 2011
    Messages:
    704
    Trophy Points:
    27
    Ratings:
    +88 / -0
    setuju TS:top:
    kalo cuma kerja keras tp lupa Tuhan, percuma g akan dapat hasil apa2
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.