1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Apakah Ada yang Salah Dengan Ayah...???

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by king_of_love, Mar 24, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    king_of_love The True Noblesse Gatotkaca

    Joined:
    Jan 12, 2010
    Messages:
    87
    Trophy Points:
    222
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +46,773 / -0
    Dr. Arun Gandhi cucu dari mendiang Mahatma Gandhi pernah menceritakan
    satu kisah dalam hidupnya yang sungguh mengesankan, sebagai berikut.

    Kala itu usia saya kira-kira masih 16 tahun dan saya tinggal bersama
    kedua orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya
    Mahatma Gandhi.

    Kami tinggal disebuah perkebunan tebu kira-kira 18 mil jauhnya dari
    kota Durban, Afrika Selatan. Rumah kami jauh di pelosok desa terpencil
    sehingga hampir tidak memiliki tetangga.

    Oleh karena itu saya dan
    kedua saudara perempuan saya sangat senang sekali bila ada kesempatan
    untuk bisa pergi ke pusat kota, untuk sekedar mengunjungi rekan atau
    terkadang menonton film dibioskop.

    Pada suatu hari kebetulan ayah meminta saya menemani beliau ke kota
    untuk menghadiri suatu konferensi selama seharian penuh. Bukan main
    girangnya saya saat itu.

    Karena ibu tahu kami hendak ke kota maka ibu
    menitipkan daftar panjang belajaan yang ia butuhkan, disamping itu
    ayah juga memberikan beberapa tugas kepada saya, termasuk salah
    satunya adalah memperbaiki mobil dibengkel.

    Pagi itu setelah kami tiba ditempat konferensi; ayah berkata kepada
    saya; ” Arun; jemput ayah disini ya, nanti jam 5 sore....dan kita akan
    pulang bersama-sama”. Baik ayah, saya akan berada disini tepat jam 5
    sore. Jawab saya dengan penuh keyakinan.

    Setelah itu saya segera meluncur untuk menyelesaikan tugas yang
    dititipkan ayah dan ibu kepada saya satu persatu. Sampai akhirnya
    hanya tinggal satu pekerjaan yang tersisa yakni menunggu mobil selesai
    dari bengkel.
    Sambil menunggu mobil diperbaiki tidak ada salahnya aku
    pikir untuk mengisi waktu senggangku dengan pergi ke bioskop menonton
    sebuah film.
    Saking asyiknya nonton ternyata saat saya melihat jam;
    waktu sudah menunjukkan pukul 17.30, sementara saya janji menjemput
    ayah pukul 17.00.
    Segera saja saya melompat dan buru-buru menuju
    bengkel untuk mengambil mobil, dan segera menjemput ayah yang sudah
    hampir satu jam menunggu. Saat saya tiba sudah hampir pukul 18.00
    sore.

    Dengan gelisah ayah bertanya pada saya; Arun! kenapa kamu terlambat
    menjemput ayah..?
    Saat itu saya merasa bersalah dan sangat malu untuk
    mengakui bahwa saya tadi keasyikan nonton film, sehingga saya terpaksa
    berbohong dengan mengatakan; ” Maaf Ayah” ”Tadi mobilnya belum selesai
    di perbaiki sehingga Arun harus menunggu.”

    Ternyata tanpa sepengathuan saya , ayah sudah terlebih dahulu menelpon
    bengkel mobil tersebut, sehingga ayah tahu jika saya berbohong; Lalu
    wajah ayah tertunduk sedih; sambil menatap saya ayah berkata; ”Arun
    sepertinya ada sesuatu yang salah dengan ayah dalam mendidik dan
    membesarkan kamu”; ”sehingga kamu tidak punya keberanian untuk
    berbicara jujur kepada ayah”.

    Untuk menghukum kesalahan ayah ini,
    biarlah ayah pulang dengan berjalan kaki; sambil merenungkan dimana
    letak kesalahannya.

    Lalu dengan tetap masih berpakaian lengkap ayah mulai berjalan kaki
    menuju jalan pulang kerumah.

    Padahal hari sudah mulai gelap dan
    jalanan semakin tidak rata.
    Saya tidak sampai hati meninggalkan ayah
    sendirian seperti itu; meskipun ayah telah ditawari naik, beliau tetap
    berkeras untuk terus berjalan kaki, akhirnya saya mengendarai mobil
    pelan-pelan dibelakang beliau, dan tak terasa air mata saya menitik
    melihat penderiataan yang dialami beliau hanya karena kebohongan bodoh
    yang telah saya lakukan.
    Sungguh saya begitu menyesali perbuatan saya
    tersebut.

    Sejak saat itu seumur hidup, saya selalu berkata jujur pada siapapun.

    Sering sekali saya mengenang kejadian itu dan merasa begitu terkesan;
    seandainya saja saat itu ayah menghukum saya sebagai mana pada umumnya
    orang tua menghukum anaknya yang berbuat salah; kemungkinan saya akan
    menderita atas hukuman itu; dan mungkin hanya sedikit saja menyadari
    kesalahan saya.
    Tapi dengan satu tindakan mengevaluasi diri yang
    dilakukan ayah; meskipun tanpa kekerasan justru telah memiliki
    kekuatan yang luar biasa untuk bisa mengubah diri saya sepenuhnya.

    Saya selalu mengingat kejadian itu seolah-olah seperti baru terjadi
    kemarin.

    Para orang tua......... ..

    Ayah Dr Arun Gandi tersebut sungguh seorang ayah dan guru yang luar
    biasa dalam mendidik anaknya. Sebuah kisah emas untuk para orang
    tua dalam mendidik dan membesarkan anak-anak.

    Kisah ini begitu menginspirasi saya secara pribadi; untuk selalu
    mengevaluasi diri manakala anak-anak tercinta saya mulai menunjukkan
    prilaku yang kurang terpuji ya, saya membiasakan diri untuk selalu
    bertanya :

    Apa yang salah dari saya mengapa anak saya bisa seperti
    itu.....????​
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    elnatic Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 7, 2010
    Messages:
    42
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +0 / -0
    ayah na mungkin lagi sibuk tuh...
     
  4. Offline

    king_of_love The True Noblesse Gatotkaca

    Joined:
    Jan 12, 2010
    Messages:
    87
    Trophy Points:
    222
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +46,773 / -0
    Saya juga sudah berpikir apa ini memang saya yang terlalu sibuk ya?
     
  5. Offline

    Kite Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 7, 2009
    Messages:
    589
    Trophy Points:
    76
    Ratings:
    +516 / -0
    ayahnya butuh olahraga
     
  6. Offline

    WhiteSin Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 31, 2009
    Messages:
    602
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +127 / -0
    Ayahnya terlalu berobsesi kali
     
  7. Offline

    king_of_love The True Noblesse Gatotkaca

    Joined:
    Jan 12, 2010
    Messages:
    87
    Trophy Points:
    222
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +46,773 / -0
    Menurut brader dan sister sekalian seharusnya ayah yang baik itu bagaimana sebenarnya? Apa sama kaya ayahnya Dr. Arun Gandhi?
     
  8. Offline

    rumput_liar Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 23, 2010
    Messages:
    1,191
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +21,656 / -0
    contoh ayah yang baik tuh......
     
  9. Offline

    Arthuria Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 5, 2009
    Messages:
    1,234
    Trophy Points:
    112
    Ratings:
    +259 / -0
    orang tua emang kadang harus bisa instrospeksi diri kalo anaknya nakal, kadang kita memang harus menghukum mereka tapi kadang kita juga harus liat lagi ke diri kita, apa kita sudah melakukan kesalahan? bagaimanapun seorang anak adalah gambaran dari orang tuanya,
     
  10. Offline

    Arguon Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 7, 2009
    Messages:
    507
    Trophy Points:
    126
    Ratings:
    +4,003 / -0
    Sebagai seorang ayah jika mengetahui anaknya melakukan kesalahan, apalagi kesalahan yang berat pasti akan menyakitkan hati dan membuat kita marah besar. Tapi kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah itu yang dipikir Arun Gandhi. Dari pada menghukum anaknya secara fisik dia lebih memilih menghukum anaknya secara psikis agar si anak menyadari kesalahannya dan belajar dari kesalahan itu. Karena untuk mengajarkan sesuatu kepada anak kita dengan cara yang keras justru hanya akan menghasilkan kegagalan.
     
  11. Offline

    billywong Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 25, 2009
    Messages:
    78
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    wow..
    ayah yang patut di contoh oleh ayah2 lain ny dan calon ayah..
     
  12. Offline

    zyc0rd Silent Reader Members

    Joined:
    Feb 6, 2010
    Messages:
    170
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +5 / -0
    wow... pelajaran yg sangat berharga utk di ilhami.... nice post....

    kalau menurut gue, kadang2 orang tua selalu merasa mereka yg benar dan anak2 yg salah, tapi mereka tidak menyadari kalau anak2 adalah mesin fotokopi yg menjiplak seluruh gerak gerik atau tata cara atau prilaku dari orang tua tersebut... Jadi utk mengetahui prilaku kita, lihatlah pada anak2 tersebut..
     
  13. Offline

    KuroNeko_4862 Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 28, 2010
    Messages:
    30
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +2 / -0
    mestinya ayahnya marahin anaknya, soalnya kan ada juga orang yang ga sensitif, dikayagituin malah dia mikir, "ah enak ga dimarahin..."
     
  14. Offline

    Arguon Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 7, 2009
    Messages:
    507
    Trophy Points:
    126
    Ratings:
    +4,003 / -0
    justru anak yang kaya gitu didikan dari awalnya udah salah.
     
  15. Offline

    Eiyuu Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 16, 2009
    Messages:
    1,046
    Trophy Points:
    86
    Ratings:
    +63 / -0
    kalau smua ortu bgini...pasti damailah dunia..smoga gw bs jadi bokap yg baik deh..
     
  16. Offline

    soulhunter Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 13, 2009
    Messages:
    1,895
    Trophy Points:
    162
    Ratings:
    +3,942 / -0
    saya juga bingung :???:
    sebenarnya ayah yg baik itu seperti apa . .
    namun sebagai seorang anak,
    saya pengen hubungan kami itu dekat, bisa terbuka dalam berkomunikasi, tidak canggung :sigh:
    pengen punya ayah yg bisa dijadikan teladan, bukan malah "saya ga mw jadi kaya ayah kalo udah punya anak nanti " :swt:
    ayah itu harus bisa membimbing anaknya melalui kehidupan selama anaknya masih dalam pengawasan orang tua, sehingga anaknya bia menjadi orang yg berguna kelak . .
    bisa mengerti apa yg anak rasakan, dan memberikan yg terbaik untuknya . .
    apalagi y :???:
     
  17. Offline

    RAWAPESONA Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 8, 2010
    Messages:
    671
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +689 / -0
    amin--amin--amin-- semoga semua jadi orang tua yang baik tuch sapa ajah bukan hanya anak2nya.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.