1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Anak yang sering ditampar IQ-nya rendah?

Discussion in 'Education Free Talk and Trivia' started by reavolutionz, Sep 28, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    reavolutionz Silent Reader Members

    Joined:
    Jul 21, 2009
    Messages:
    41
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +10 / -0
    kompas..com - Menampar atau memukul kadang dilakukan orangtua untuk membuat anak patuh dan disiplin dalam sekejap. Tapi, tahukah Anda pola asuh yang keras bisa menimbulkan dampak buruk bagi perkembangan otak anak?

    Studi terkini menyebutkan, orangtua yang bereaksi terlalu keras untuk mengoreksi kesalahan anak, misalnya dengan cara menampar atau memukul, tidak hanya menyebabkan anak stres tapi juga membuat tingkat kecerdasan (IQ) anak lebih rendah.

    Studi yang dilakukan peneliti terhadap ribuan anak di Amerika Serikat menunjukkan, anak yang kerap ditampar orangtuanya memiliki nilai IQ (intelligence quotients) yang lebih rendah dibanding anak yang tidak pernah ditampar.

    "Setiap orangtua ingin punya anak yang pintar. Dengan menghindari kekerasan pada anak dan melakukan cara lain untuk mengoreksi kesalahan anak, hal itu bisa dicapai," kata Murray Straus, sosiolog dari Universitas New Hampshire, AS.

    Dalam risetnya, Strauss dan timnya melakukan studi nasional terhadap dua kelompok sampel anak, yakni 806 anak berusia 2-4 tahun, dan 704 anak berusia 5-9 tahun. Pada saat dimulainya studi anak-anak tersebut mengikuti tes IQ dan tes berikutnya di akhir studi, empat tahun kemudian.

    Anak-anak dari dua kelompok itu menunjukkan tingkat kecerdasan yang meningkat setelah empat tahun. Tetapi dari kelompok anak berusia 2-4 tahun yang kerap ditampar orangtunya, menunjukkan skor IQ 5 poin lebih rendah dibanding anak yang tidak pernah ditampar. Untuk anak 5-9 tahun yang pernah ditampar, skor IQ-nya rata-rata lebih rendah 2,8 poin dibanding rekannya yang tidak ditampar.

    "Pemukulan atau tindakan kekerasan yang dilakukan orangtua merupakan pengalaman yang traumatik bagi anak. Berbagai penelitian telah menunjukkan kejadian yang traumatik berakibat buruk bagi otak. Selain itu, trauma juga membuat anak memiliki respon stres pada kejadian sulit yang dihadapi. Hal ini tentu berdampak pada perkembangan kognitifnya," papar Straus.

    Tak sedikit orangtua yang menjadikan pukulan, tamparan, atau jeweran sebagai senjata untuk mendidik anak. Anak pun memilih untuk menurut daripada mendapat hukuman. "Akibatnya anak tidak bisa berpikir secara independen," kata Elizabeth Gershoff pakar dibidang perkembangan anak dari Universitas Texas, Austin, AS.

    Setiap anak memang perlu diajarkan disiplin. Selain agar patuh pada aturan, disiplin juga akan membuat anak belajar menghargai orang lain dan mengontrol dorongan dalam dirinya. Namun, orangtua hendaknya juga perlu membuat batasan-batasan yang dilandasi cinta agar anak merasa aman.

    Alih-alih menghukum anak dengan pukulan, beri tekanan lebih pada sisi positif anak, misalnya dengan memberi hadiah atau pujian bila anak berlaku positif. Bila terpaksa memberi hukuman, sesuaikan dengan usia si kecil dan situasi yang berlaku.



    sumber : kompas.com

    maaf kalo :fd_7: :fd_7:



    :piss::piss:
     
    Last edited by a moderator: Sep 29, 2009
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Scrapper Beginner Members

    Joined:
    Aug 23, 2009
    Messages:
    354
    Trophy Points:
    17
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +88 / -0
    wah gag nyangka ya nampar anak IQ nya bisa turun bebrapa point..tpi qw pikir semua tergantung dari EQ nya si anak itu jika bisa menghadapi perlakuan ortu kayak gitu pastilah EQ nya tetep tinggi bukankah EQ= Emotional Quotient, IQ kan bukan penentu kesuksesan anak....:piss::piss:
     
  4. Offline

    bibibi Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 13, 2008
    Messages:
    2,403
    Trophy Points:
    242
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +4,123 / -0
    wah menampar bikin org sadar akan kesalahan
    tapi secara langsung membuat org jadi bodoh

    :keringat::keringat:
     
  5. Offline

    kakakhikmatx Beginner Members

    Joined:
    May 30, 2009
    Messages:
    247
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +28 / -0
    wuiiih, baru tau euy, mungkin namparnya sampe geger otak gitu ya???jadi turun IQnya hehehe..., nice info:top:, pelajaran buat para calon org tua/minimal jadi senior
     
  6. Offline

    ireh Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 22, 2009
    Messages:
    2,121
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +6,310 / -0
    mungkin, traumatik memicu kemunduran otak/menghambat perkembangannya kali ya:???:
    sehingga IQ nya rendah.
    tp kalo anak dikasih rangsangan sebaliknya, spt menciptakan suasana yg menyenangkan bagi anak, apa perkembangan otak anak semakin cepat:???:
     
    • Like Like x 1
  7. Offline

    k1m0ch1 Post Hunter Veteran

    Joined:
    Sep 8, 2008
    Messages:
    3,227
    Trophy Points:
    266
    Ratings:
    +17,968 / -0
    Kalo keseringan ma udah parah... bisa bikin gila... wkwkwkkwkwk
     
  8. Offline

    darknightzz Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 11, 2009
    Messages:
    754
    Trophy Points:
    171
    Ratings:
    +1,919 / -0
    nama ny yg berlebihan emang kga bae..
    klo sesekali yah masih wajar lah.
    nama ny jg ortu kesel dah cape kerja anak ngeyel pula..
    boiling point dah di ubun2, mendarat lah tangan di pipi
     
  9. Offline

    d767 Silent Reader Members

    Joined:
    May 22, 2009
    Messages:
    49
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +9 / -0
    moga-moga orang yang baca tulisan ini, bisa berhenti untuk menampar anaknya...
     
  10. Offline

    jruckziege Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    May 4, 2009
    Messages:
    3,051
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +37,522 / -0
    ditampar gak bikin bodoh, kemalasanlah yang bikin bodoh..
    klo ditampar bkl bikin mentalnya down,,trus mls bljar... stress.. gila
    akhirnya bodoh deh... :keringat:
     
  11. Offline

    prufessuer Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 10, 2009
    Messages:
    2,163
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +2,651 / -0
    sebabny gara" trauma ya? :swt:
     
  12. Offline

    maoh Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 22, 2008
    Messages:
    241
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +8 / -0
    ini namanya keturunan... orang tua klo nampar anak uda jelas itu orang tua ber iq rendah
    alhasil anak ikutan rendah
     
  13. Offline

    wiwi.22 Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 21, 2008
    Messages:
    479
    Trophy Points:
    192
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +20,106 / -0
    In my opinion, sbnrnya bkn krn malas belajar itu IQ seseorang bs rendah kan? Tingkat kecerdasan (dlm hal ini IQ) seseorang ga bs d ukur dari rajin tidaknya belajar.. Ada seorang yang memiliki intelejensia tinggi namun malas belajar, ya pada akhirnya jg kecerdasannya ga d manfaatkan dgn maksimal.. Dlm artikel ini d sebutkan bahwa efek traumatik tamparan tidak baik utk perkembangan otak.. CMIIW..;)
     
  14. Offline

    namie04 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Mar 20, 2009
    Messages:
    1,127
    Trophy Points:
    146
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,316 / -0
    untung pas kecil gw jarang di tampar.
    hasilnya lumayan lahhhh
    lumayan juga kata diri sendiri :boong:
    tapi kalo anaknya bandel gimana dong :awas:
    di beri pengertian ajah kali ya
     
    • Like Like x 1
  15. Offline

    sosmall Senpai Veteran

    Joined:
    Jan 10, 2009
    Messages:
    5,296
    Trophy Points:
    252
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +74,009 / -0
    Ternyata menampar berdampak buruk juga yah :shock:

    Untung lah saia dibesarkan tanpa kekerasan :lalala:
     
  16. Offline

    thefallen Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 24, 2009
    Messages:
    49
    Trophy Points:
    7
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +5 / -0
    gmana klo kekerasannya dengan halus kk/cc,bukan dengan fisik...
    tetapi dengan kata2 yang menyakitkan si anak!
    gmana klo kaya gitu yah...?
     
  17. Offline

    budak_donlot Silent Reader Members

    Joined:
    Aug 15, 2009
    Messages:
    63
    Trophy Points:
    41
    Ratings:
    +353 / -0
    klo ortunya hobi nonton sinetron parah juga.....
    coba hitung satu episode kira2 ada berapa adegan tamparan:hot::hot:..
    dikalikan jumlah episode yang ratusan.....
    parah deh...ironisnya ratingnya tinggi....:hahai::hahai:
    misal :<<dialog anak perempuan dan mamanya>>>
    .......................
    anak : ma, aku hamil.......(sambil nangis)
    mama : apaaaa, hamiiiiiiiiiiiil...???????(marah besar, tamparan melayang )
    ....PLAAAAAAAKKK........:hahai::hahai::hahai:
     
  18. Offline

    scorpion182 Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    May 9, 2009
    Messages:
    244
    Trophy Points:
    77
    Ratings:
    +747 / -0
    hehe iy ni, di indonesia sinetron2 malah mengajarkan kekerasan rumah tangga :panda:
     
  19. Offline

    jaacoozee Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 2, 2008
    Messages:
    3,477
    Trophy Points:
    211
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +9,657 / -0
    haha menurut gw si ga pantes bgt org tua nampar anaknya gara2 g mau blajar.. kasi aja hukuman yg ringan tp efeknya gia buat dia.. simpen game console nya, oputusin koneksi internet

    dr pd mesti d tampar.. ga kasian apa
     
  20. Offline

    du8ck Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 10, 2009
    Messages:
    510
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +1,172 / -0
    Trauma....... klo anak itu bisa membalik trauma tersebut, menjadi semacam motivasi,,, pa tetep aja IQ nya rendah.... Jujur aja "Like me", n aq gk ngerasa klo IQ ku rendah..........
     
  21. Offline

    tarakatara Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 12, 2009
    Messages:
    13
    Trophy Points:
    1
    Ratings:
    +0 / -0
    bener juga kata Rasululloh SAW kalau mendidik anak jangan maen pukul. kalaupun harus memukul cukup pukul kakina aja.
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.