1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Aku pernah datang...aku sangat penurut...

Discussion in 'Motivasi & Inspirasi' started by LovedR, May 24, 2008.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    LovedR Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 7, 2007
    Messages:
    1,019
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +3,068 / -0
    SAYA PERNAH DATANG DAN SAYA SANGAT PENURUT
    Credit for : dea

    Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola
    mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu
    dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata
    terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat
    penurut.
    Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah
    memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari
    perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi
    tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang
    berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.

    Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya.
    Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30
    tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu,
    kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia
    tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil
    ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal
    30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya
    menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya
    menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan
    anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November
    jam 12.

    Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai
    melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya,
    maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk
    bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka
    kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama
    Yu Yan.

    Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan
    seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya
    mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari
    kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini
    sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh
    dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para
    tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering
    sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan
    kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

    Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur
    lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci
    baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan
    baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki
    sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga
    ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus
    menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi
    sedih dan marah.

    Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti,
    harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat
    papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak
    pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal
    yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya.
    Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah
    untuk menguji papanya.

    Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia.
    Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa
    hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.

    Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu
    pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya
    sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan
    berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga
    papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya
    dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti.
    Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut
    menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa.
    Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian
    sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa
    duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang
    keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi
    lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom
    kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai
    sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang
    keluar dari hidung Yu Yuan.

    Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk
    diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena
    Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan
    biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang
    terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu
    niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang
    kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah
    sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang
    merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam
    waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

    Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam
    hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya,
    air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya
    ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu
    baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut,
    semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan
    penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."

    Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf,
    menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur
    delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan
    pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah,
    Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu
    meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan
    berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada,
    kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini". Hari kedua, papanya
    menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu
    Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu
    rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba
    dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah
    studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik
    mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada
    akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau
    bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng
    Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan
    hilang ditiup angin.
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    LovedR Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 7, 2007
    Messages:
    1,019
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +3,068 / -0
    Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian
    menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara
    detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya
    sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak
    orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu
    kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim
    email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini". Dunia yang
    damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

    Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia
    saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi.
    Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua
    orang.

    Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus
    mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah
    ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan
    juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.

    Ada seorang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta
    saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya
    mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar
    dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."

    Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan
    menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah
    terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk
    terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat
    menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian
    berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua
    orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam
    perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada
    permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah
    mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang
    belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak
    menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu
    yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat
    kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan
    untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak
    terbendung.

    Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu
    memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu,
    Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang
    baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana
    Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk
    menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email.
    Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah
    berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan
    dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih
    dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun
    menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

    Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah
    menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain.
    Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut
    fisik Yu Yuan semakin lemah.

    Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante
    kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada
    wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah
    orang yang baik hati". Yu Yuan kemudia berkata : "Tante saya juga mau
    menjadi orang yang baik hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang
    orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah
    menjadi semakin baik". Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah
    buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat
    saya."

    Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu
    Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah
    seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah
    kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi
    menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan
    selamat tinggal tante Fu Yuan.

    Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada
    sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas
    sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,.......
    Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada
    orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar.
    "Sampai jumpa tante, kita
    berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana
    pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga
    pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu
    dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas
    sembuh". Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang
    membasahi pipinya.

    Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar
    dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan
    dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa
    mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri
    makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat
    pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun
    secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer
    darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan
    para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan
    pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa
    membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut
    akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima
    kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air.
    Sungguh telah pergi kedunia lain.

    Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar
    kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita
    dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda
    berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil
    diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah..............."
    demikian kata-kata dari seorang pemuda
    tersebut.

    Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan
    gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis
    mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak
    dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena
    leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain,
    maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan
    kepergian Yu Yuan.

    Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa.
    Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh"
    (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat
    riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup
    telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku,
    nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

    Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan
    kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima
    bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu,
    Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua
    berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang
    berjuang melawan kematian.

    Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu
    Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang
    mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima
    bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang
    melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga
    akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh".
     
    • Like Like x 1
  4. Offline

    deVnyx Post Hunter Veteran

    Joined:
    Jun 5, 2007
    Messages:
    2,917
    Trophy Points:
    171
    Ratings:
    +1,687 / -0
    Beh... Keren.... T.T

    coba ada foto2nya nih.... Akan lebih menyentuh lagi... ada ga yah????

    True story khan yah???
     
  5. Offline

    LovedR Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 7, 2007
    Messages:
    1,019
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +3,068 / -0
    iya...nih true story
    sayang poto2 na gak ada .. ToT
     
  6. Offline

    cataku13 Guest

    Ratings:
    +0 / -0
    :tense:

    :cry: :cry:

    :sob: :sob: :sob:

    :tear: :tear: :tear:
     
  7. Offline

    chucky Post Hunter Veteran

    Joined:
    Dec 16, 2007
    Messages:
    3,382
    Trophy Points:
    266
    Ratings:
    +7,652 / -0
    hehe..duh pernah baca nih ceritanya..
    gila ampe merinding gw bacanya...
    top abis dah nih bocah....
     
  8. Offline

    princess Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 30, 2008
    Messages:
    437
    Trophy Points:
    66
    Ratings:
    +160 / -0
    hikz.... bagus bgt... TT.TT
    jadi sedih....
     
  9. Offline

    rh0m4ir4m4 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 29, 2008
    Messages:
    1,382
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +2,011 / -0
    :lmao: :lmao:

    upss salah ya!!!

    kirain cerita lucu,,,,

    :sob: :sob:
     
  10. Offline

    LovedR Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 7, 2007
    Messages:
    1,019
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +3,068 / -0
    lha...monggo dibaca yang benar....

    ga ada lucu2annya sama sekali tuh....

    :mad:
     
  11. Offline

    Xperience Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jan 14, 2008
    Messages:
    496
    Trophy Points:
    91
    Ratings:
    +690 / -0
    nyhehhehehehe ...

    bagus bngt ceritanya ..
     
  12. Offline

    mavericks Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 13, 2008
    Messages:
    1,537
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +4,306 / -0
    wah ceritanya bagus nih...sangat menyentuh :sob: :cry:

    post lagi donk yg lainnya
     
  13. Offline

    LovedR Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 7, 2007
    Messages:
    1,019
    Trophy Points:
    176
    Ratings:
    +3,068 / -0
    hehehehe... jadi sekali lagi...ini true story...

    n bukaan fiksi saja.....

    jadi jarang2deh punya cerita seperti ini untuk di post...

    kalo cerita2 yang menyentuhi yang laen sih masih banyak...
     
  14. Offline

    Superbay Post Hunter Banned User

    Joined:
    Apr 2, 2008
    Messages:
    3,582
    Trophy Points:
    0
    Ratings:
    +4,670 / -0
    Sumpah saya kalo ga di kampus udah nangis :cry: Siapa sih yang bikin jargon "Boys dont cry"?
     
  15. Offline

    CottonBud Senpai Veteran

    Joined:
    Feb 10, 2008
    Messages:
    5,589
    Trophy Points:
    267
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +29,539 / -0
    Sedih bro....So sad.... Nice share!!!!!!
     
  16. Offline

    tiiinaaa Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 8, 2008
    Messages:
    761
    Trophy Points:
    156
    Ratings:
    +4,798 / -0
    huEbaat bgt y bRo....

    ank s kcL tu udh bs b piqR byk bgt Utk oRLa:onion-72:
    mpe nangis t'sedu2 g bca ny.

    yu yuan amazing....

    thanx 4 share.
     
  17. Offline

    Renzonokuken Senpai Veteran

    Joined:
    Nov 18, 2007
    Messages:
    5,163
    Trophy Points:
    251
    Ratings:
    +35,870 / -0
    :onion-38: :onion-72:
    Wah cerita bagus banget..
    Gw tadinya mau tidur malah jadi nangis :em0900:
    ==========
    Bener2 perjuangan !

    Itulah bedanya orang yang miskin tapi mau berjuang dan yang malas
    terlebih lagi orang yang kaya yang hanya menerima saja
    Tapi semua memang sudah diatur sama yang diatas
    Salut gw !
    :em0900:
     
  18. Offline

    logitech Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Dec 4, 2008
    Messages:
    1,375
    Trophy Points:
    241
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +6,674 / -0
    nice story..... bener2 nice.... :onion-72:
    klo baca ini gw jd nyesel np sampe gw bisa bikin ortu gw sedih n marah....
    gw nyesel sering ngeluh makanan ga enak...
    gw nyesel sering berkata dunia tak adil...
    gw nyesel sering egois n ga bisa menjadi batu loncatan bagi org lain....
    thx da share... nice story....
     
  19. Offline

    alamak11 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 20, 2009
    Messages:
    902
    Trophy Points:
    142
    Ratings:
    +1,182 / -0
    Nyohohoho...

    cerita nya bagus..... :onion-72:
    ada yg lain lagi ga.... buat bikin kita terharu :onion-92:
     
  20. Offline

    SilverRegret Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    May 28, 2009
    Messages:
    494
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +46 / -0
    kasian.. tp bginilah dunia, ga da yg fair..
    yg susah ya susah jarang ada yg mo bantuin..
    adapun kadang tidak tercapai.
     
  21. Offline

    trouble_maker_1st KOWAWA GIRL \(´▽`)/ Most Valuable Users

    Joined:
    May 24, 2009
    Messages:
    1,258
    Trophy Points:
    227
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +11,333 / -0
    lovely story gan....
    Nangis mbaca nya......
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.