1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Akan Kemana sampah Elektronik Kita?

Discussion in 'Lifestyle' started by parapachi, Jun 26, 2010.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    parapachi Post Hunter Veteran

    Joined:
    Feb 12, 2010
    Messages:
    2,780
    Trophy Points:
    202
    Ratings:
    +3,009 / -0
    Masyarakat saat ini sudah akrab dengan kebiasaan mengganti barang-barang elektronik seperti komputer, hp, laptop, televisi, atau radio. Namun pernahkah terlintas dalam pikiran kita, akan kemana barang2 bekas yang sudah kita buang itu?

    [​IMG]
    Emang sih sebenarnya kebiasaan mengganti barang elektronik bukan lantas membuang yang lama ke tempat sampah, melainkan dijual ke orang lain. Tapi proses itu tetep akan ada akhirnya, jadi akan selalu menghasilkan apa yang disebut sebagai sampah elektronik (e-waste). Kita selalu tergiur dan terpaku dengan barang2 baru, sehingga yang lama mau tidak mau harus menjadi sampah.

    Awalnya sih aku ga terlalu ambil pusing dengan masalah ini, toh paling tingkat volume sampahnya juga ga gede2 banget. Tapi ternyata perkiraanku salah besar. Sampah elektronik di dunia ini luar biasa besarnya. Menurut U. S Environtmental Protection Agency, diperkirakan 30 hingga 40 JUTA komputer (PC) di AS tiap tahun menjadi sampah (National Geographic edisi Januari 2008). Itu baru AS, belon negara2 lainnya seperti misalnya Jepang, China, ataupun Indonesia. Itu juga baru komputer, belon HP, TV, DVD, printer, dsb… Gilaaaa. Bayangin aja betapa besarnya sampah elektronik di dunia ini. Luar binasa…

    Tingginya volume sampah elektronik tidak terlepas dari sifat barang elektronik yang memang sangat cepat kadalauwarsa. Baru sebulan yang lalu kita dihadirkan televisi, laptop, ataupun HP berteknologi canggih, sebulan berikutnya sudah ada lagi yang lebih canggih. Jelas masyarakat akan meninggalkan produk-produk yang lama. Contoh sederhananya, banyak diantara kita yang selalu cepet bosan dengan HP yang kita punya dan selalu ingin membeli produk2 terbaru yang lebih canggih.

    Padahal sampah2 elektronik sangat berbahaya dan sulit untuk diolah, sebab mengandung banyak racun. Namanya aja sampah teknologi tinggi, jadi pengolahannya juga membutuhkan teknologi yang ga kalah tinggi. Tapi taukah anda teman-teman, kebanyakan sampah2 itu diolah dengan cara yang sangat sederhana dan berbahaya!

    Adalah Accra, ibu kota Ghana yang menjadi salah satu tempat pembuangan sampah elektronik dunia. Seperti yg kita tau, Ghana adalah negara miskin, dan negara2 maju (terutama dari Eropa) dengan kurang ajarnya membuang ke situ. Jadi istilahnya negara maju membayar negara miskin supaya mau jadi tempat sampahnya. Ya jelas negara semacam Ghana dengan senang hati menerima uang itu, lah wong dia butuh banget…

    Kebanyakan penduduk Accra juga seneng banget dengan sampah2 elektronik yg masuk, sebab mereka bisa mendapatkan uang dari situ. Kabel2 dibakar hingga menghasilkan tembaga yg bisa dijual, dan sirkuit-sirkuit (PCB) dikerok lalu dipanaskan sampai menjadi cair. PCB banyak mengandung emas dan tembaga mahal. Nah, ini yg aku maksud dengan cara2 pengolahan yg sederhana dan membahayakan.

    Salah satu bagian kota Accra, yaitu di pasar Agbogbloshie, gulungan2 asap hitam seolah sudah menjadi pemandangan harian. Di situ terjadi proses pembakaran kabel2 secara manual untuk mendapatkan isi tembaganya. Racun-racun seperti dioksin, kadmium, karsinogen yang merusak paru-paru dan ginjal begerilya bersamaan dengan membumbungnya asap hitam pekat ke langit. Pemuda-pemuda berperut buncit dan berkulit hitam berduyun2 menggotong gulungan kabel dan sampah elektronik, kemudian membakarnya. Mereka seolah tidak perduli dengan berbagai resiko penyakit yg bisa muncul akibat dari proses pengolahan itu.

    Di New Delhi, India, pemrosesan e-waste informal adalah bisnis yang biasa. Dengan berbekal PCB, kompor, dan wajan, mereka bisa mendapatkan uang dari lelehan emas PCB. Kebanyakan wajan itu telah terkontaminasi racun PCB, dan kerap kali digunakan juga untuk memasak. Mengerikan…

    Memang saat ini udah banyak negara2 yang sudah melarang pengiriman sampah2 elektronik ke negara miskin. Mereka mewajibkan diri agar sampah elektronik diolah sendiri dengan menggunakan teknologi yg memadai. Tapi teknologi tersebut ternyata begitu mahal, jauh lebih murah dengan membuang sampahnya ke negara miskin saja. Hal tersebut kemudian melanggengkan keberadaan fenomena pembuangan e-waste ke negara miskin.

    Ini adalah masalah, dan Jalan keluar yang paling bijak mungkin adalah dengan menghambat produksi e-waste. Pertanyaannya, sudah puaskah kita dengan HP, komputer, ataupun laptop yang kita punya sekarang?

    Semoga tidak repost
    Semoga bermanfaat :maaf:
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    dawerzzzz Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 9, 2009
    Messages:
    1,515
    Trophy Points:
    131
    Ratings:
    +1,133 / -0
    memang benar sih teknologi semakin maju baru kita beli HP model terbaru eh 3 bulan kemudian ada yang teknologi yng lebih maju lg. yah nama nya manusia mw di gimana lagi? ga akan ada kepuasan
     
  4. Offline

    leaver I'm still a newbie Most Valuable Users

    Joined:
    May 10, 2010
    Messages:
    8,280
    Trophy Points:
    242
    Ratings:
    +34,048 / -0
    karena kemajuan teknlogi menyebabkan banyaknya sampah elektronik..., aya termasuk gak ya orang yang suka gonta-ganti barang elektronik gak ya
     
  5. Offline

    zeinkawaii Beginner Members

    Joined:
    Mar 27, 2010
    Messages:
    218
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +0 / -0
    Ini adalah masalah, dan Jalan keluar yang paling bijak mungkin adalah dengan menghambat produksi e-waste. Pertanyaannya, sudah puaskah kita dengan HP, komputer, ataupun laptop yang kita punya sekarang?

    sangat puas, jrg gonta-ganti
    klo gantipun karena rusak
    g punya duit :piss:
     
  6. Offline

    joefrizz Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    May 15, 2009
    Messages:
    4,482
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +79,328 / -1
    ini dia maslah utamanya, perputaran barangnya mengikuti perkembangan teknologi juga, semakin cepet perkembangan teknologi semakin bnyk potensi sampahnya :sigh:


    yg jelas jgn sampe deh negara kita mau jadi tempat sampah elektronik negara lain, sampah sendiri aja susah ngurusnya :cerutu:
     
  7. Offline

    myth73 Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 13, 2009
    Messages:
    2,784
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +8,371 / -0
    Urusan sampah memang susah, gak bakalan ada orang yang mau ngurusin barnag yang udah gak berharga kecuali para pemulung yang kreatif memanfaatkan barang bekas menjadi barang berguna lagi.
    Tapi kalo sampah elektronik gimana ngolahnya, di bakar beracun udaranya, di pendam beracun airnya ....
     
  8. Offline

    cubby050605 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 30, 2008
    Messages:
    694
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +36 / -0
    parah juga negara2 maju yach....negara miskin cuma di jadiin sampah....:tega:
     
  9. Offline

    FajarA7X Silent Reader Members

    Joined:
    Jun 14, 2010
    Messages:
    41
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +13 / -0
    Lho bro... itu berapa taun yg lalu...?
    kn sekarang ada yg namanya daur ulang untuk dijadikan lebih bermanfaat...?
     
  10. Offline

    parapachi Post Hunter Veteran

    Joined:
    Feb 12, 2010
    Messages:
    2,780
    Trophy Points:
    202
    Ratings:
    +3,009 / -0
    memang ad yang namanya daur ulang
    tapi ya biasalah manusia :hammer:
    mana mau ribet" begitu..
    kesadaran dirinya blom ada..
     
    Last edited: Jun 27, 2010
  11. Offline

    phyxsoldier Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 4, 2009
    Messages:
    35
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +5 / -0
    hal yang tidak pernah kita sadari, namun sangat besar imbasnya,,
     
  12. Offline

    ainkyon Silent Reader Members

    Joined:
    Jun 26, 2010
    Messages:
    81
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +18 / -0
    semua orang pasti ingin mencicipi teknologi yang sekarang , yang lama mungkin ditinggalin
     
  13. Offline

    myth73 Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 13, 2009
    Messages:
    2,784
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +8,371 / -0
    Daur ulang buat sampah elektronik masih belum maksimal bro, dan itu pun masih berkutat pada sampah ponsel aja, koz bisa dijual lagi sebagai ponsel sekali pake. Sampah elektronik lain, paraah...
     
  14. Offline

    gleedisgood Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    May 13, 2010
    Messages:
    3,217
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +6,588 / -0
    solusi paling tepatny ya daur ulang.. elektronik punya umur soalny, mo diawet2 gmn jg gakan bisa tahan lama2 amat..
    para ahli harus kerja keras biar "sampah"2 industri ini ga membludak..
     
  15. Offline

    LastZ Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 1, 2008
    Messages:
    64
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +122 / -0
    waduh ..
    gak lagi deh ganti-ganti . yang di rumah aja masih numpuk
     
  16. Offline

    dodome Lurking Around Veteran

    Joined:
    Jan 22, 2009
    Messages:
    530
    Trophy Points:
    231
    Ratings:
    +12,737 / -0
    Mengerikan... trus, trus, sampah elektronik di indonesia dibuang kemana?
     
  17. Offline

    lynxsynch Silent Reader Members

    Joined:
    Jun 27, 2010
    Messages:
    191
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +6 / -0
    hm.... kenapa ga di daur ulang ajaj yaa??? cuma bisa ngomong ga bisa ngelakiuinwkwkw
     
  18. Offline

    happybratboy Senpai Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 11, 2009
    Messages:
    5,241
    Trophy Points:
    161
    Ratings:
    +1,346 / -0
    lama lama bumi ini bakalan jadi tempat sampah
     
  19. Offline

    Kisoka Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 13, 2010
    Messages:
    519
    Trophy Points:
    56
    Ratings:
    +33 / -0
    setuju gan.. ini kembali kepada manusianya. mw melaksanakan prosedur ato enggak...
     
  20. Offline

    herty Silent Reader Members

    Joined:
    Jan 11, 2010
    Messages:
    100
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +0 / -0
    iya bener juga ya, :???: :???:
    apalagi orang2 kaya, pasti paling sering bener ganti2 barang.

    coba dong pada para produsen elektronik, buat barang2 elektronik yang ramah lingkungan dan mudah didaur ulang.
     
  21. Offline

    7thchild Silent Reader Members

    Joined:
    Jun 18, 2009
    Messages:
    197
    Trophy Points:
    26
    Ratings:
    +142 / -1
    iya go green :piss: tp skrg uda byk hardware computer n baterai2 hp yg mudah d daur ulang kok :piss:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.