1. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  2. Eh, eh.. IDWS punya kebijakan baru dan Moderator in Trainee baru loh!. Intip di sini kuy!
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

10 Rahasia Sukses Orang Jepang

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by uncrit83, Oct 19, 2009.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    uncrit83 Silent Reader Members

    Joined:
    Mar 12, 2009
    Messages:
    66
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +86 / -1
    [​IMG]

    Dalam beberapa minggu belakangan ini ramai sekali dimana mana kita bahas dan perbincangkan salah satu bintang film porno jepang yang gagal datang ke Indonesia, Maria Ozawa yang lebih dikenal disini dengan Miyabi, sampai kadang banyak komentar yang bilang bosan Miyabi lagi, Miyabi lagi. Nah kali ini ruanghati.com ingin mengekplore sisi lain dari rahasia kesuksesan orang Jepang. Bila kita ingin maju maka kita harus banyak inputan yang positif untuk maju. Bagi yang bosan postingan Miyabi simak nih sisi positif kesuksesan orang Jepang dalam hidupnya. Mungkin saja bisa menginspirasi kita untuk lebih maju. Saya yakin akan lebih menarik postingan Miyabi sih dari ini, namun saya yakin banyak sisi positif yang bisa kita ambil dari pada bahas yang begituan melulu. Inilah 10 resep sukses Orang Jepang,

    1. Kerja Keras
    Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

    2. Malu
    Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

    3. Hidup Hemat
    Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

    4. Loyalitas
    Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

    5. Inovasi
    Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

    6. Pantang Menyerah
    Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

    7. Budaya Baca
    Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

    8. Kerjasama Kelompok
    Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

    9. Mandiri
    Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua.

    10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
    Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

    Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
     
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    kevinh92 Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 2, 2009
    Messages:
    4,504
    Trophy Points:
    211
    Ratings:
    +26,254 / -0
    poin no.2: malu
    Ada yang bisa tanyain miyabi arti malu bwt dy?:haha:
     
  4. Offline

    shilphid Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 28, 2009
    Messages:
    50
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +2 / -0
    yang paling saya soroti adalah poin ke 10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua.
    Benar itu. Orang tua harus kita hormati sampai akhir hayat kita en tradisi harus kita jaga biar ga diambil negara lain...
     
  5. Offline

    kiowa Silent Reader Members

    Joined:
    Sep 2, 2009
    Messages:
    138
    Trophy Points:
    51
    Ratings:
    +388 / -0
    yup
    kl ada apa2, pasti bos/menteri/PM nya ngundurin diri
    malu
    gak kayak disini
     
  6. Offline

    Iou Beginner Most Valuable Users

    Joined:
    Jul 17, 2009
    Messages:
    353
    Trophy Points:
    141
    Ratings:
    +3,504 / -0
    Kayanya pernah baca yang kaya gini deh di IDWS juga. :hmm:

    Tapi kayanya ya, untuk yang kaya gini-gini, generasi muda Jepang juga makin turun aja deh... Udah makin ancur, makin ga hormat ma orang tua, ngabisin duit orang tua.. dikarenakan orang tua yang terlalu sayang/memanjakan anak dan malah jadi orang tua yang takut kepada anak. Apalagi kalau inget kasus hikikomori yang marak di Jepang, dimana orang tua sampe tidur di bagasi karena takut pada anaknya sendiri.
     
  7. Offline

    Happybahbah Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Sep 17, 2008
    Messages:
    1,792
    Trophy Points:
    226
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +5,372 / -0
    poin yang paling susah diterapkan di Indo adalah budaya "malu"..
    pejabat2 saat sidang ajah pd tidur..
    korupsi uda hal biasa, sogok menyogok itu uda keharusan dalam dunia kerja..
    sedih banget naseb Indo.. :panda:
    moga2 bisa mencontoh budaya2 baik dari luar..
    bukan hanya memprotes semua budaya yg masuk.. :piss:
     
    • Like Like x 2
  8. Offline

    escafl0wne Post Hunter Veteran

    Joined:
    Dec 5, 2008
    Messages:
    3,206
    Trophy Points:
    226
    Ratings:
    +3,184 / -2
    kita juga punya kok budaya malu:onfire:
    malu kalo ketauan:ngacir:
     
  9. Offline

    megaman_6 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Oct 10, 2009
    Messages:
    619
    Trophy Points:
    127
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +754 / -0
    poin 2 malu..
    di indonesia keknya ga ada malu deh, pejabat aja tidur waktu rapat, dan banyak yang korupsi :hot:
     
  10. Offline

    blacksheep Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 23, 2008
    Messages:
    4,600
    Trophy Points:
    212
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +24,963 / -0
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.