1. Sssst, ada Administrator baru di forum Indowebster lho... cek di sini
  2. Silahkan Login atau Register, untuk melihat konten-konten menarik lainnya.
  3. Hai IDWS Mania, membership gatotkaca telah hadir kembali lho, kalau mau info lebih lanjut klik di sini
    Dismiss Notice
  4. Indowebster membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator Zona Movies and TV Series. Open Recruitment Moderator Zona MTV (SF Movies, TV Shows, Profile, Fansubs & Encoders, Movie Maker)
    Dismiss Notice
  5. Tertantang untuk menjadi bagian dari staff forum? Indowebster Corner membuka kesempatan bagi kamu-kamu yang berminat untuk melamar menjadi moderator. Open Recruitment Moderator Indowebster Corner
    Dismiss Notice
  6. Mau bergabung dan mengembangkan forum Female Insight Indowebster? Daftar diri kamu menjadi moderator Female Insight! Informasi lebih lengkap, buka link ini
    Dismiss Notice

Info 10 Mata uang tertua di Indonesia

Discussion in 'Tengah Komunitas' started by khuma_putry, Jun 13, 2011.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Offline

    khuma_putry Senpai Regional Leader

    Joined:
    Nov 7, 2009
    Messages:
    5,415
    Trophy Points:
    227
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +114,457 / -8
    10. Uang Real Batu, Kesultanan Sumenep (1730 M)
    [​IMG]

    Kerajaan Sumenep di Madura mengedarkan mata uang yang berasal dari uang-uang asing yang kemudian diberi cap bertulisan Arab berbunyi ‘sumanap’ sebagai tanda pengesahan. Uang kerajaan Sumenep yang berasal dari uang Spanyol disebut juga real batu karena bentuknya yang tidak beraturan. Dulunya uang perak ini banyak beredar di Mexico yang kemudian beredar juga di Filipina (jajahan Spanyol). Di negeri asalnya uang mi bernilai 8 Reales. Selain uang real Mexico, kerajaan Sumenep juga memanfaatkan uang gulden Belanda dan uang thaler Austria.

    9. Uang Picis, Kesultanan Cirebon (1710 M)
    [​IMG]

    Sultan yang memerintah kerajaan Cirebon pernah mengedarkan mata uang yang pembuatannya dipercayakan kepada seorang Cina. Uang timah yang amat tipis dan mudah pecah ini berlubang segi empat atau bundar di tengahnya, disebut picis, dibuat sekitar abad ke-17. Sekeliling lubang ada tulisan Cina atau tulisan berhuruf Latin berbunyi CHERIBON.

    8. Uang Jinggara, Kerajaan Gowa (Abad ke-16)
    [​IMG]

    Di daerah Sulawesi, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, berdiri kerajaan Gowa dan Buton. Kerajaan Gowa pernah mengedarkan mata uang dan emas yang disebut jingara, salah satunya dikeluarkan atas nama Sultan Hasanuddin, raja Gowa yang memerintah dalam tahun 1653-1669. Di samping itu beredar juga uang dan bahan campuran timah dan tembaga, disebut kupa.


    7. Uang Kasha Banten, Kesultanan Banten (Abad ke-15)
    [​IMG]

    Mata-uang dari Kesultanan banten pertama kali dibuat sekitar 1550-1596 Masehi. Bentuk koin Banten mengambil pola dari koin cash Cina yaitu dengan lubang di tengah, dengan ciri khasnya 6 segi pada lubang tengahnya (heksagonal). Inskripsi pada bagian muka pada mulanya dalam bahasa Jawa: “Pangeran Ratu”. Namun setelah mengakarnya agama Islam di Banten, inskripsi diganti dalam bahasa Arab, “Pangeran Ratu Ing Banten”. Terdapat beberapa jenis mata-uang lainnya yang dicetak oleh Sultan-sultan Banten, baik dari tembaga ataupun dari timah, seperti yang ditemukan pada akhir-akhir ini.

    6. Uang Kampua, Kerajaan Buton (Abad ke-14)
    [​IMG]

    Uang yang sangat unik,yang dinamakan Kampua dengan bahan kain tenun ini merupakan satu-satunya yang pernah beredar di Indonesia. Menurut cerita rakyat Buton, Kampua pertamakali diperkenalkan oleh Bulawambona,yaitu Ratu kerajaan Buton yang kedua,yang memerintaha sekitar abad XIV. Setelah ratu meninggal,lalu diadakan suatu “pasar” sebagai tanda peringatan atas jasa-jasanya bagi kerajaan Buton. Pada pasar tersebut orang yang berjualan engambil tempat dengan mengelilingi makam Ratu Bulawambona. Setelah selesai berjualan,para pedagang memberikan suatu upetiyang ditaruh diatas makam tersebut,yang nantinya akan masuk ke kas kerajaan. Cara berjualan ini akhirnya menjadi suatu tradisi bagi masyarakat Buton,bahkan sampai dengan tahun 1940.

    5. Uang Dirham, Kerajaan Samudra Pasai (1297 M)
    [​IMG]

    Mata uang emas dari Kerajaan Samudra Pasai untuk pertama kalinya dicetak oleh Sultan Muhammad yang berkuasa sekitar 1297-1326. Mata uangnya disebut Dirham atau Mas, dan mempunyai standar berat 0,60 gram (berat standar Kupang). Namun ada juga koin-koin Dirham Pasai yang sangat kecil dengan berat hanya 0,30 gram (1/2 Kupang atau 3 Saga). Uang Mas Pasai mempunyai diameter 10–11 mm, sedangkan yang setengah Mas berdiameter 6 mm. Pada hampir semua koinnya ditulis nama Sultan dengan gelar “Malik az-Zahir” atau “Malik at-Tahir”.

    4. Uang Gobog Wayang, Kerajaan Majapahit (Abad k-13)
    [​IMG]

    pada zaman Majapahit ini dikenal koin-koin yang disebut “Gobog Wayang”, dimana untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Thomas Raffles, dalam bukunya The History of Java. Bentuknya bulat dengan lubang tengah karena pengaruh dari koin cash dari Cina, ataupun koin-koin serupa yang berasal dari Cina atau Jepang. Koin gobog wayang adalah asli buatan lokal, namun tidak digunakan sebagai alat tukar. Sebenarnya koin-koin ini digunakan untuk persembahan di kuil-kuil seperti yang dilakukan di Cina ataupun di Jepang sehingga disebut sebagai koin-koin kuil. Setelah redup dan runtuhnya kerajaan Majapahit di Jawa Timur (1528), Banten di Jawa bagian barat muncul sebagai kota dagang yang semakin ramai.

    3. Uang "Ma", (Abad ke-12)
    [​IMG]

    Mata uang Jawa dari emas dan perak yang ditemukan kembali, termasuk di situs kota Majapahit, kebanyakan berupa uang “Ma”, (singkatan dari māsa) dalam huruf Nagari atau Siddham, kadang kala dalam huruf Jawa Kuno. Di samping itu beredar juga mata uang emas dan perak dengan satuan tahil, yang ditemukan kembali berupa uang emas dengan tulisan ta dalam huruf Nagari. Kedua jenis mata uang tersebut memiliki berat yang sama, yaitu antara 2,4 – 2,5 gram.

    Selain itu masih ada beberapa mata uang emas dan perak berbentuk segiempat, ½ atau ¼ lingkaran, trapesium, segitiga, bahkan tak beraturan sama sekali. Uang ini terkesan dibuat apa adanya, berupa potongan-potongan logam kasar; yang dipentingkan di sini adalah sekedar cap yang menunjukkan benda itu dapat digunakan sebagai alat tukar. Tanda tera atau cap pada uang-uang tersebut berupa gambar sebuah jambangan dan tiga tangkai tumbuhan atau kuncup bunga (teratai?) dalam bidang lingkaran atau segiempat. Jika dikaitkan dengan kronik Cina dari zaman Dinasti Song (960 – 1279) yang memberitakan bahwa di Jawa orang menggunakan potongan-potongan emas dan perak sebagai mata uang, mungkin itulah yang dimaksud.

    2. Uang Krishnala, Kerajaan Jenggala (1042-1130 M)
    Pada zaman Daha dan Jenggala, uang-uang emas dan perak tetap dicetak dengan berat standar, walaupun mengalami proses perubahan bentuk dan desainnya. Koin emas yang semula berbentuk kotak berubah desain menjadi bundar, sedangkan koin peraknya mempunyai desain berbentuk cembung, dengan diameter antara 13-14 mm.

    Pada waktu itu uang kepeng Cina datang begitu besar, sehingga saking banyaknya jumlah yang beredar, akhirnya dipakai secara “resmi” sebagai alat pembayaran, menggantikan secara total fungsi dari mata uang lokal emas dan perak.

    1. Uang Syailendra (850 M)
    [​IMG]

    Mata uang Indonesia dicetak pertama kali sekitar tahun 850/860 Masehi, yaitu pada masa kerajaan Mataram Syailendra yang berpusat di Jawa Tengah. Koin-koin tersebut dicetak dalam dua jenis bahan emas dan perak, mempunyai berat yang sama, dan mempunyai beberapa nominal :

    * Masa (Ma), berat 2.40 gram; sama dengan 2 Atak atau 4 Kupang
    * Atak, berat 1.20 gram; sama dengan ½ Masa, atau 2 Kupang
    * Kupang (Ku), berat 0.60 gram; sama dengan ¼ Masa atau ½ Atak

    Sebenarnya masih ada satuan yang lebih kecil lagi, yaitu ½ Kupang (0.30 gram) dan 1 Saga (0,119 gram). Koin emas zaman Syailendra berbentuk kecil seperti kotak, dimana koin dengan satuan terbesar (Masa) berukuran 6 x 6/7 mm saja. Pada bagian depannya terdapat huruf Devanagari “Ta”. Di belakangnya terdapat incuse (lekukan ke dalam) yang dibagi dalam dua bagian, masing-masing terdapat semacam bulatan. Dalam bahasa numismatik, pola ini dinamakan “Sesame Seed”.

    Sedangkan koin perak Masa mempunyai diameter antara 9-10 mm. Pada bagian muka dicetak huruf Devanagari “Ma” (singkatan dari Masa), dan di bagian belakangnya terdapatsyailendra.JPG incuse dengan pola “Bunga Cendana”.

    Sumber : http://www.klikunic.com [​IMG]
     
    • Thanks Thanks x 2
    • Like Like x 1
  2. Ramasinta Tukang Iklan

    Silahkan upgrade akun anda menjadi VIP atau Gatot Kaca untuk menghilangkan tulisan dan iklan di bawah ini. Satu klik iklan dari anda, sangatlah berarti bagi forum tercinta ini.







    Promotional Content
  3. Offline

    Aichan4Ever C-ute Most Valuable Users

    Joined:
    Aug 5, 2009
    Messages:
    1,278
    Trophy Points:
    161
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +1,054 / -0
    mata uangnya unik2,kalo di jual nilainya pasti tinggi tuh :XD:
     
  4. Offline

    LightMare Beginner Members

    Joined:
    Jun 7, 2011
    Messages:
    230
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +2 / -0
    yang no. 6 keliatannya cuma kertas doang...
     
  5. Offline

    fransrouvell Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 2, 2010
    Messages:
    565
    Trophy Points:
    71
    Ratings:
    +36 / -0
    yang no 6 koq kaya potongan puzzle ya..... bisa disatu2in gtu yah nti.
    ada juga yang kaya batu biasa truz di cap.
     
  6. Offline

    mypsp Superstar Veteran

    Joined:
    Sep 7, 2010
    Messages:
    13,461
    Trophy Points:
    267
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +22,359 / -0
    jadi incaranya kolektor uang tuh :iii:
     
  7. Offline

    spions Beginner Members

    Joined:
    Feb 18, 2011
    Messages:
    274
    Trophy Points:
    41
    Ratings:
    +262 / -0
    bahan bau'y dari emas murni ternyata,...!!!
     
  8. Online

    mr_ark Superstar Super Moderator

    Joined:
    Jan 14, 2009
    Messages:
    22,007
    Trophy Points:
    237
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +65,708 / -11
    he, ternyata ada banyak juga ya mata uang lokal jadul. :hoho: kebanyakan logam.
    berarti waktu itu udah ada dompet ama saku baju/celana dong. :malu
     
  9. Offline

    HoRny Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 12, 2011
    Messages:
    1,818
    Trophy Points:
    111
    Ratings:
    +704 / -0
    Mata Uang Dorakuma Gimana gan ? :hero:
     
  10. Offline

    blackiris Silent Reader Members

    Joined:
    Apr 19, 2011
    Messages:
    199
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +13 / -0
    uang picisan kaya tuan krab :apa:
    bentukna bagus, apalagi yg nomer 6 :swt:
    kaya kertas habis disobek
     
  11. Offline

    4NDr3 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    May 27, 2011
    Messages:
    529
    Trophy Points:
    77
    Ratings:
    +2,768 / -0
    keren2 uangnya..kalo sekarang mahal banget tuh harganya kalo dijual ke para kolektor2..
     
  12. Offline

    Paddy_McHoley Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Jun 9, 2011
    Messages:
    1,602
    Trophy Points:
    96
    Ratings:
    +2,461 / -0
    uangnya sumenep keren:haha:
    kayanya bisa dipake di negara lain juga waktu itu
     
  13. Offline

    Arceros Post Hunter Most Valuable Users

    Joined:
    Apr 13, 2011
    Messages:
    3,584
    Trophy Points:
    177
    Ratings:
    +3,771 / -0
    yang no 6 kaya kertas biasa deh :lol:
     
  14. Offline

    Hinsvar Beginner Members

    Joined:
    Dec 21, 2010
    Messages:
    331
    Trophy Points:
    37
    Ratings:
    +964 / -0
    Hmm... ternyata bentuk uang jaman dulu lumayan berbeda dengan yang ada sekarang ya :haha:

    Jangan-jangan kalau punya satu keping (selembar untuk nomor 6 :haha:) uang itu aja udah bisa dijual ke kolektor, dan uangnya dibeliin seperangkat komputer canggih :lol:
     
  15. Offline

    adnanunique Superstar Veteran

    Joined:
    Apr 29, 2010
    Messages:
    12,132
    Trophy Points:
    262
    Ratings:
    +25,200 / -0
    emang emas dan perak itu biasa dijadikan mata uang ya
     
  16. Offline

    khuma_putry Senpai Regional Leader

    Joined:
    Nov 7, 2009
    Messages:
    5,415
    Trophy Points:
    227
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +114,457 / -8
    emang kaka, apalagi dolo pada jaman kerajaan kebanyakan mata uang dalam bentuk koin dari emas atau perak :hahi:
     
  17. Offline

    black_necron Silent Reader Members

    Joined:
    Oct 16, 2011
    Messages:
    42
    Trophy Points:
    6
    Ratings:
    +7 / -0
    uang zaman majapahit sama persis kaya yang nongol di film kungfu cina wkwkwkkk
     
  18. Offline

    LoeXie Beginner Members

    Joined:
    Oct 8, 2010
    Messages:
    272
    Trophy Points:
    16
    Ratings:
    +5 / -0
    bentuknya ga lajim, kaya peta.... :???:
     
  19. Offline

    kyojun_mk107 Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Feb 23, 2012
    Messages:
    721
    Trophy Points:
    27
    Gender:
    Male
    Ratings:
    +109 / -0
    wah pada unik semua uangnya :XD:
    apalagi yang kampua, itu dari kain bisa tahan ampe tahun 1940 :kaget:
    5 tahun sebelum merdeka, hebat bener [​IMG]
     
  20. Offline

    maher_zain Lurking Around Most Valuable Users

    Joined:
    Nov 11, 2011
    Messages:
    690
    Trophy Points:
    86
    Ratings:
    +169 / -0
    yg no 6 kyk kertas aja tuh :iii:
    yg paling unik yg no 1 :top:
     
  21. Offline

    Meloetta Beginner Members

    Joined:
    Jan 23, 2012
    Messages:
    344
    Trophy Points:
    137
    Ratings:
    +18,821 / -4
    Uang Ma bentuknya kecil2 gitu... konvensional sekali.. gak bulet..

    gak kebyang deh ntar masuk kantong atau dompet malah bikin sobek... :lol:
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page

About Forum IDWS

IDWS, dari kami yang terbaik-untuk kamu-kamu (the best from us to you) yang lebih dikenal dengan IDWS adalah sebuah forum komunitas lokal yang berdiri sejak 15 April 2007. Di bangun sebagai sarana mediasi dengan rekan-rekan pengguna IDWS dan memberikan terbaik untuk para penduduk internet Indonesia menyajikan berbagai macam topik diskusi.